
Tidak ada yang berani mengangkat kepalanya, semua menunduk. Hanya satu yang berani mengangkat kepalanya dengan tatapan mata yang tajam menatap para penjaga keamanan. Yaitu Conan.
Erick memandang lurus kedepan, aura wajahnya sudah bisa ditebak. MARAH.
Erick berbalik badan, membelakangi para penjaga yang berbaris dengan menundukkan kepala.
Apa yang terjadi, apa dia mencurigai aku?" batin Altan Batuhan.
Altan yang berdiri dibarisan belakang, melirik kearah samping rekannya. Dia ingin bertanya, tetapi rekannya tersebut menunduk tanpa melihat ke kiri dan kanan.
"Mereka sangat takut." gumam batin Altan.
Marcio berlari kencang, dan tak lama menyusul Ardan yang baru mendapatkan SOS dari Marcio.
"Rick, ada apa? kenapa kau mengumpulkan mereka semua?" tanya Ardan, yang hanya dia yang berani bertanya. Sedangkan Marcio berdiri di sisi Miss Lin.
"Mereka telah lalai..!" suara Erick datar, masih dalam posisi membelakangi para penjaga.
"Lalai? apa yang terjadi?" kembali Ardan bertanya.
"Semua tahu, Jovanka tidak boleh memakan makanan yang tidak sehat. Tadi, aku memergokinya sedang memakan cokelat. Dia tidak pernah keluar dari Mansion, Di Dapur apa yang dimakannya ? tidak ada. Dari mana dia mendapatkan makanan tersebut? kalau tidak dari kalian para penjaga yang tidak becus menjaga, siapa saja yang masuk dan keluar dari dalam Mansion..!" seru Erick dengan suara yang keras, membuat para penjaga takut.
Erick membalikkan badannya, kedua tangannya berkaitan berada dibelakang tubuhnya.
Erick menatap satu persatu wajah para penjaga keamanan mansion, yang menunduk.
"Mana Ja'far dan Jack?" tanya Erick, saat tidak melihat keberadaan dua orang yang disebutkannya namanya tadi.
"Mereka sedang menjaga Miss Maurer yang bertugas ke pertambangan Tuan." Marcio yang menjawab.
Erick berjalan mendekati barisan penjaga keamanan, satu demi satu dia mengamati wajah para penjaga keamanan mansion.
"Angkat wajah kalian..!" teriak Erick.
Spontan para penjaga keamanan mansion mengangkat kepalanya.
"Kau! di mana kau bertugas?" tanya Erick.
"Saya dibagian Utara mansion Tuan?" jawab pria tersebut.
Satu persatu Erick menanyakan posisi para penjaga keamanan, dan Erick berhenti didepan Altan Batuhan. Erick menatap wajah Altan dengan intens, dengan sedikit memicingkan mata. Erick meneliti wajah Altan dengan cermat.
"Siapa namamu?" tanya Erick.
"Altan Batuhan Tuan," jawab Altan.
__ADS_1
"Dia baru dua hari menjadi penjaga keamanan di mansion Tuan," ucap Marcio.
"Aksen dari gaya bicaramu, sepertinya. Kau bukan dari negara ini?" tanya Erick.
"Saya dari Asia Tuan," jawab Altan.
"Asia? apa kau orang Asia? wajahmu tidak menunjukkan bahwa kau orang Asia?" selidik Erick, yang menaruh sedikit kecurigaan pada penjaga yang baru bergabung.
"Keluarga saya orang new Zealand, saya diasuh oleh orang Asia," ucap Altan.
Erick meninggalkan Altan, dan berjalan sedikit menjauh dari tempat para penjaga berdiri.
"Kenapa wajahnya sangat familiar, jenggot dan rambut gondrongnya membuat wajahnya sulit untuk dikenali." batin Erick.
"Rick, mungkin saja Jovanka mendapatkan makanan itu saat mengunjungi saint Lucia terakhir kali," ucap Ardan.
"Tidak mungkin, es krim mungkin sudah mencair. Kalau coklat mungkin saja bisa," jawab Erick.
"Apa mungkin Vannesa?" tanya Ardan.
"Vannesa tidak mengakuinya," sahut Erick.
"Aku rasa, Vannesa juga tidak mungkin. Dia walaupun sedikit genit dan suka menggoda, tapi dia tidak mungkin akan mau membantah apa yang sudah dilarang untuk dilakukan," ucap Ardan.
"Baik Tuan," sahut Marcio.
"Dan, kau suruh juga dia untuk mencukur jenggot dan kumisnya," ucap Erick.
"Saya sudah perintahkan Tuan, tapi dia tidak dapat melakukannya," kata Marcio
"Kenapa? apa dia ingin membangkang?"
Marcio menceritakan apa yang dikatakan oleh Altan padanya, saat dia mentitahkan Altan untuk mencukur rambut dan jenggotnya.
"Tradisi yang aneh," ucap Ardan.
"Sudah biarkan saja, bagaimana dengan cctv?" tanya Erick.
"Sebagian sudah terpasang Tuan," jawab Marcio.
"Ingat, mulai dari sekarang. Setiap barang atau orang yang masuk, harus dilakukan pengecekan yang ketat. Aku tidak ingin terjadi lagi..!" seru Erick.
Kemudian Erick pergi, diikuti Ardan dan Miss Lin. Sedangkan Marcio masih berada ditempat.
"Ingat, penjagaan diperketat. Ini demi keselamatan Mrs Godfrey dan bayi-bayinya..!" seru Marcio dengan tegas.
__ADS_1
"Baik Tuan." sahut para penjaga.
Dalam hutan.
"Untung, tidak ada yang mengetahui aku yang memberikan makanan itu pada Mrs Godfrey. Kalau tidak tadi, aku pasti sudah tinggal nama," ucap maid yang memberikan coklat dan es krim pada Jovanka.
"Kalau tidak karena aku membutuhkan uang untuk membayar hutang judi, aku juga takut untuk melakukannya. Mulai sekarang, aku harus hati-hati untuk bertindak," ucap maid sembari merebahkan tubuhnya didalam gubuk kecil yang berada ditengah-tengah hutan.
"Aku harus memikirkan, bagaimana untuk memberikan makanan manis pada Mrs Godfrey. Agar dia semakin besar, dan nyawanya tidak akan tertolong saat melahirkan." maid tersebut berpikir, sampai matanya terpejam karena kantuk menyerangnya.
☘️☘️☘️
Sidang kasus Rachel sudah memasuki babak akhir, hari ini. Tuntutan atas Rachel akan dibacakan.
"Mama harus menolong Rachel," ucap Rachel pada Mamanya, saat menunggu sidang di mulai.
"Apa yang harus mama lakukan Rach? mama sudah tidak punya apapun lagi. Kau tahu, keluarga sudah tidak mau tahu lagi tentang nasibmu. Setelah mereka mengetahui, apa yang kau lakukan pada Sandra. Dengan menggoda Mike, tunangannya Sandra," kata Mamanya.
"Bukan Rachel yang mulai menggodanya Maa, tetapi Mike yang memulainya," kata Rachel.
"Walaupun dia yang memulai, jika tidak kau tanggapi. Tidak mungkin terjadi perselingkuhan, kau sudah sangat-sangat keterlaluan Rach. Terima saja, hukuman yang akan kau terima. Mungkin saja, kau akan berada dalam kurungan 1 atau 2 tahun. Semoga, keluar dari dalam. Kau introspeksi diri, untuk berubah menjadi baik," kata Vanya, mama Rachel.
Wajah Rachel terlihat marah, mendengar perkataan Mamanya.
"Mama itu mamaku ya, sudah seharusnya mama itu membantuku..!" seru Rachel dengan suara yang pelan, takut terdengar dengan orang yang ada didekatnya.
"Mama tidak mungkin membantu anaknya untuk makin terperosok kedalam lembah kejahatan.." balas Vanya.
"Aku begini karena Andre, kekasih mama itu..!" sindir Rachel.
Deg...
Vanya kaget, dia tidak mengira. Rachel mengetahui tentang hubungannya dengan Andre selama ini.
"Mama kaget..?"
"Aku tahu, Andre itu cinta pertama mama kan? Mama itu tidak pernah mencintai papaku, semoga papaku tenang. Di mana pun dia berada, aku begini, karena pengaruh Mama. Jadi jangan sok-sokan mama menceramahi aku, aku akan bebas. Tanpa bantuan MAMA..!" ucap Rachel, kemudian meninggalkan Mamanya yang berdiri di balik jeruji besi. Yang memisahkan Rachel dan Vanya.
"Rachel..! jangan lakukan apapun lagi, bertobatlah..!" seru Vanya.
Rachel tidak merespon ucapan Vanya, dia duduk kembali bersama dengan narapidana yang akan bersidang bersama dengannya.
🌜 Next🌛
Terima kasih atas dukungannya 🥰🙏
__ADS_1