The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Melarikan diri


__ADS_3

**jangan lupa untuk selalu menekan like like ya kakak-kakak reader, terima kasih atas dukungannya terhadap cerita ini 🥰


💮💮💮💮💮**


Jovanka menggeliat, tangannya memegang keningnya. Matanya masih terpejam.


"Miss, anda sudah sadar?" Miss Lin yang terus berada dalam kamar, memanggil Jovanka.


Jovanka membuka matanya sedikit demi sedikit, karena masih merasakan pusing di kepalanya.


"Aarrrrrgg..!" Jovanka langsung bangkit dari berbaring, dia ingat. Tadi dia tidak berada disini, seingatnya. Dia duduk, dan mendengar apa yang dikatakan oleh Erick Godfrey mengenai saudaranya Bastian Reuel.


"Mana orang itu? pria berjenggot panjang itu!" Jovanka ingin turun dari ranjang, namun Miss Lin mencegahnya.


"Miss, anda istirahat dulu. Tadi anda pingsan" ucap Miss Lin, untuk mencegah Jovanka untuk turun dari ranjang dan meninggalkan kamar.


"Aku tidak butuh istirahat..! aku butuh penjelasan dari pria berjenggot panjang itu!" teriak Jovanka kesal, kepada miss Lin. Karena mencegahnya untuk menemui Erick Godfrey.


"Tuan tidak ada di Mansion miss, Tuan pergi tadi. Nanti, begitu tuan kembali. Tuan akan menemui anda" ucap Miss Lin.


"Pergi..! dia mengurungku disini, dan dia pergi!" seru Jovanka dengan suara yang keras.


Miss Lin menutup kedua telinganya, karena suara Jovanka yang melengking tinggi. Sampai membuat gendang telinganya berdenging.


"Tuan ada urusan miss" beritahu miss Lin.


"Bukan dia saja yang mempunyai urusan, aku juga mempunyai urusan!" seru Jovanka dengan sangat emosional.


"Kemana dia pergi? suruh kembali! jangan seenaknya saja, mengurungku dan menuding saudaraku melakukan pemerkosaan! siapa yang diperkosa oleh saudaraku Bastian? jangan asal menuduh saja!" ucap Jovanka.


"Cepat! cari Tuamu itu!" titah Jovanka kepada Miss Lin.


"Baik..baik miss, jangan marah-marah miss. Nanti Miss Reuel pingsan lagi" ujar Miss Lin.


"Aku pingsan gara-gara Boss mu itu juga!" ucap Jovanka dengan ketus.


"Cepat! cari majikan mu!" jengkel Jovanka, melihat Miss Lin masih berdiri didepannya. Tidak melakukan apa yang diperintahnya.


"Baik miss" ucap miss Lin dan keluar dari dalam kamar.


Diluar kamar, miss Lin berhenti dan mengelus dadanya.


"Sifat keduanya sangat keras kepala dan suka marah-marah, kenapa Tuan Erick Godfrey mengurungnya disini" gumam Miss Lin.


"Huh.. menghadapi mereka berdua, bisa berkurang umurku" gerutu miss Lin sembari berjalan menuju keluar dari dalam Mansion.


Miss Lin menuju pintu gerbang, dan mendekati penjaga pintu gerbang. Melihat kedatangan miss Lin, penjaga pintu gerbang segera berdiri dan sedikit menundukkan kepalanya.


"Apa Tuan sudah kembali?" tanya miss Lin.


"Belum miss" jawab penjaga tersebut.


Miss Lin segera kembali menuju kedalam Mansion, untuk menemui Jovanka.


Didepan kamar tempat Jovanka berada, miss Lin berhenti sejenak.

__ADS_1


"Pasti Miss Reuel akan marah lagi" gumamnya.


Tok..tok..tok..


Ceklek...


Miss Lin membuka pintu, dan tidak melihat keberadaan Jovanka didalam kamar.


"Mana dia? apa didalam kamar mandi" Miss Lin melihat kearah kamar mandi, tidak ada terdengar suara orang ada didalam.


"Oh.. Tuhan!" Miss Lin kaget, karena Jovanka melarikan diri.


Miss Lin berlari keluar dari Mansion, dan berteriak kepada para penjaga.


"Miss Reuel melarikan diri! cepat cari!" titah Miss Lin kepada para penjaga.


"Apa!? gadis itu melarikan diri!" seru Ja'far, yang telah menjadi korban tendangan kaki Jovanka.


"Cari..!" titah Miss Lin sekali lagi dengan suara yang keras.


"Gadis itu tidak lewat gerbang ini, dia pasti masih berada didalam Mansion" ujar penjaga.


"Aku tidak mau tahu! segera ketemukan, sebelum Tuan Erick Godfrey kembali!" seru miss Lin.


Semua penjaga membubarkan diri, untuk mencari Jovanka.


Ditempat yang berbeda, Jovanka dengan mengendap-endap berjalan dipinggiran tembok dinding pagar mansion yang tinggi. Jovanka ingin keluar dari dalam lingkungan mansion dengan melompat dari pagar tembok Mansion. Dia ingin melakukan, seperti yang dilakukannya saat pergi dari rumahnya. Namun, tembok rumahnya berbeda dengan tembok Mansion.


"Tinggi sekali, bagaimana aku bisa melompat dari tembok ini" gumamnya.


"Miss Reuel...!"


Terdengar suara orang memanggil-manggil namanya, dari arah Mansion.


"Itu pasti suara para penjaga, aku harus bersembunyi dulu. Hari gelap, baru aku mencari jalan keluar" gumam Jovanka.


Jovanka mencari-cari tempat untuk bersembunyi, agar tidak diketemukan oleh penjaga. Mata Jovanka melihat ada rerimbunan ilalang, dengan cepat Jovanka merunduk dibalik rimbun ilalang tersebut.


"Semoga mereka tidak menemukan aku, dan anjing jelek itu hilang penciumannya" ujar Jovanka, yang mengingat anjing Erick. Yang bernama Conan.


Jovanka menyandarkan tubuhnya, karena terlalu letih. Jovanka memejamkan matanya, dan dia tertidur pulas.


Tidak jauh dari tempatnya berada, sepasang mata dengan lidah terjulur menatap Jovanka.


Conan, anjing sang penguasa pulau Saint Angel. Telah mengikuti Jovanka sejak dari dalam Mansion, tanpa diketahui oleh Jovanka.


Conan merebahkan tubuhnya, melihat Jovanka tidur. Conan ikut tidur.


☘️☘️☘️


Rachel turun, begitu Mrs Cho masuk kedalam mansion. Dia menghadang Mrs Cho.


"Kau yang memanggilnya datang?" tanya Rachel kepada Mrs Cho.


"Siapa?" Mrs Cho pura-pura tidak paham dengan pertanyaan Rachel.

__ADS_1


"Orang yang telah memperkosa aku dulu!" ujar Rachel dengan marah.


"Perkosa? siapa yang diperkosa?" Mrs Cho balik bertanya.


"Jangan pura-pura tidak tahu Mrs Cho!"


"Miss Rachel, aku tahu semua. Tidak pernah ada perkosaan, anda telah menjebak Tuan Liu" kata Mrs Cho dengan berani.


"Kau..!" marah Rachel, tangannya ingin memukul Mrs Cho.


"Jangan coba-coba Miss Rachel! walaupun aku sudah tua, tapi aku masih punya tenaga untuk melawan!" seru Mrs Cho.


"Aku akan menghabisi mu! ingat itu!" seru Rachel, sebelum meninggalkan Mrs Cho.


"Dasar wanita iblis! rubah.." umpatan mengalir dari dalam mulut Mrs Cho.


☘️☘️☘️


Danny Liu tiba didepan gedung pencakar langit, dimana perusahaan Godfrey berada. Danny Liu turun dari mobil, kepalanya menengadah menatap ke puncak gedung paling atas. Tempat kantor Axelo Godfrey berada.


"Sudah sepuluh tahun aku meninggalkan tempat ini, akhirnya. Aku kembali lagi" gumam Danny Liu.


Dengan langkah tegas, Danny Liu memasuki lobby perusahaan. Dia melihat, banyak perubahan yang terjadi. Dia mendekati bagian resepsionis.


Danny Liu membuka kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.


"Permisi, bisa saya bertemu dengan Tuan Axelo Godfrey?" tanya Danny Liu kepada gadis yang berada dibagian resepsionis.


"Apa Tuan sudah buat janji?" tanya gadis tersebut.


"Mrs Cho, janji atas nama Mrs Cho" beritahu Danny Liu.


Gadis tersebut melihat kearah komputer didepannya.


"Silakan Tuan menuju lift sebelah kanan itu" gadis resepsionis menunjukkan lift khusus menuju ruangan Axelo Godfrey.


"Biar saya antar Tuan" gadis resepsionis yang seorang lagi, menawarkan diri untuk mengantarkan Danny Liu menuju ruangan Axelo Godfrey.


"Tidak perlu, saya tahu seluk beluk gedung ini" ucap Danny Liu, kemudian berjalan menuju lift khusus untuk menuju lantai ruangan Axelo Godfrey.


Tiba dilantai atas, Danny Liu melihat. Tidak ada perubahan, yang ada hanya suasana sunyi senyap. Seperti tidak ada aktifitas dilantai ruang kerja Axelo Godfrey, Boss nya dahulu.


Danny Liu menuju ruangan Axelo Godfrey, dan menekan bell. Kemudian pintu terbuka.


Dengan langkah tegak, Danny Liu masuk kedalam ruangan Axelo. Dan melihat mantan Boss nya tersebut duduk dan menatap kedatangannya.


Sampai didepan meja Axelo Godfrey, Danny Liu berhenti. Keduanya saling tatap.


Axelo bangkit dari duduknya, dan beranjak mendekati Danny Liu. Dan melayangkan tamparan ke wajah Danny Liu.


Next....


Next...


Mohon tekan tombol like like like ya kakak-kakak reader, terima kasih atas dukungannya 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2