
**Selamat membaca kakak-kakak reader, dan tekan like ya. Biar penulis semangat untuk selalu update 💞.
🌟🌟🌟**
Berita pernikahan Erick Godfrey sudah sampai ke telinga Axelo Godfrey, dengan cepat Axelo Godfrey langsung menyuruh Danny Liu untuk menyelidiki. Karena dia tidak ingin, putranya mendapatkan gadis seperti Rachel.
Tok..tok..
Pintu terbuka, Danny Liu masuk kedalam ruang kerja Axelo.
"Dapat informasi tentang gadis yang ingin Erick nikahi ?" tanya Axelo Godfrey pada sang tangan kanan, Danny Liu.
"Dapat Tuan, didalam sini semua ada informasi mengenai gadis itu" Danny Liu menyerahkan amplop coklat kepada Tuannya.
Axelo mengambil amplop coklat, dan langsung membukanya.
Axelo melihat gambar Jovanka yang dipegangnya.
"Siapa namanya?" tanya Axelo, seraya menatap gambar Jovanka.
"Jovanka Lovata Reuel Tuan, dia gadis yatim-piatu. Kedua orangtuanya telah meninggal, dia punya satu saudara laki-laki. Bastian Reuel" kata Danny Liu.
"Apa pekerjaan kedua orangtuanya?" tanya Axelo yang masih menatap gambar Jovanka dengan lekat.
"Ayahnya seorang ilmuwan, dan ibunya seorang pelukis. Dan saudara laki-lakinya seorang ilmuwan juga, sedangkan gadis itu seorang pelukis." beritahu Danny Liu mengenai data-data Jovanka dengan lengkap.
"Sepertinya, dia gadis dari keluarga yang bagus" kata Axelo.
"Betul Tuan, tidak ada catatan buruk mengenai gadis itu" kata Danny Liu.
"Bagus Boy, kau memilih pasangan yang bagus. Tidak seperti wanita itu" gumam Axelo, mengingat. Cinta pertama putranya, Rachel. Gadis yang licik.
"Bagaimana dengan tugas yang aku berikan, apa sudah kau laksanakan?" tanya Axelo Godfrey pada Danny Liu.
"Sebagian sudah Tuan, dan ada berita yang kurang mengenakkan Tuan" beritahu Danny Liu.
"Ada apa?" tanya Axelo.
"Tuan Maximo, sudah meninggal satu tahun yang lalu" kata Danny Liu.
"Andy.." Axelo menyebutkan nama Andy dengan sedih.
Andy Maximo, adalah orang kepercayaan Axelo. Dia keluar dari perusahaan, karena kecewa. Melihat Axelo Godfrey memecat Danny Liu.
"Namun Tuan, Tuan Maximo tidak meninggalkan kita." kata Danny Liu.
"Apa maksud perkataan mu?" Axelo Godfrey tidak mengerti perkataan ambigu, yang dikatakan oleh Danny.
"Ada Maximo muda yang akan ikut bergabung dalam perusahaan Tuan" kata Danny.
__ADS_1
"Maximo muda? apakah dia putra Andy?" tanya Axelo.
"Iya Tuan, putranya mendapatkan mandat dari Tuan Maximo. Jika suatu waktu, anda mencarinya. Dan Tuan Maximo sudah tidak ada, Tuan Maximo menyuruh putranya untuk membantu anda Tuan" kata Danny Liu.
"Kau sungguh-sungguh karyawan yang bisa aku andalkan" gumam Axelo, mengingat Andy Maximo. Karyawan yang menjabat sebagai Direktur keuangan dalam perusahaan Godfrey.
"Terima kasih Danny, kau sudah kembali. Aku sangat senang, aku mengharapkan. Erick juga akan kembali" kata Axelo.
"Pasti Tuan, Tuan muda Erick Godfrey pasti akan kembali" ucap Danny Liu dengan optimisme.
"Terima kasih" kata Axelo.
**
Berita pernikahan Erick Godfrey juga sampai ditelinga gadis yang membuat Erick bersetegang dengan Axelo Godfrey, yaitu Rachel Ray.
Berita itu membuat Rachel mengamuk, karena dia tidak ingin Erick terlepas dari genggamannya.
"Tidak..! tidak boleh yang ada memiliki Erick, Erick Godfrey harus tetap bersama dengan Rachel" Rachel berbicara sendiri, ujung kukunya berada di mulutnya. Rachel terlihat panik, mendengar berita pernikahan Erick Godfrey.
Rachel mengambil ponselnya dan menghubungi pesan ponsel Andre.
Derrt... derrt... derrt...
"Ada apa kau menghubungi aku?" suara Andre menyahut dari seberang telepon.
"Erick akan menikah!" beritahu Rachel kepada Andre.
"Kurang ajar, enak saja dia memutuskan sambungan telepon. Aku belum selesai berbicara..! Dasar orang gila..!" umpat Rachel dengan ekspresi wajah yang emosional.
"Dia tidak perduli! baiklah, aku akan mengurus sendiri. Aku tidak mau kehilangan Erick, kalau Axelo mati. Erick pasti akan kembali kepadaku, aku bisa bersandiwara. Bahwa, Axelo yang memaksaku. Hubungan dengan Axelo bukan atas keinginan aku, tapi karena Axelo yang mengancam aku" otak Rachel berputar-putar, merancang skenario untuk disampaikannya kepada Erick. Agar Erick merasa iba terhadap dirinya.
"Hemh..bagus, apa yang aku rancang pasti akan berhasil. Erick, aku akan kembali mendapatkanmu." wajah Rachel terlihat bahagia, senyum dibibirnya terlihat kembali. Tidak seperti tadi, saat dia mendapatkan berita mengenai Erick dari orang suruhannya dari pulau Saint Angel.
"Aku harus ke pulau Saint Angel, jangan sampai terlambat"
Rachel bergegas menuju walk in closed, dan mengganti baju secepatnya. Rachel tidak membawa ganti baju, karena dia akan kembali secepatnya. Dia takut, Andre akan mengetahui kepergiannya ke pulau Saint Angel.
**
Jovanka duduk dengan wajah yang kusut, matanya menatap baju pengantin yang dipesan oleh Erick untuk dipilih oleh Jovanka.
"Miss, silakan pilih" kata miss Lin.
"Wow..!" Arisa terbelalak, melihat deretan baju pengantin yang dipesan oleh Erick Godfrey sangat bagus.
"Orang itu yang memesan ini semua, tidak disangka. Orang itu itu memiliki selera busana yang sangat bagus!" seru Arisa.
Arisa menghampiri Jovanka dan duduk disampingnya, jemarinya memegang jemari Jovanka. Dia tahu, saat ini hati Jovanka tidak baik-baik saja.
__ADS_1
"Jo, kau itu beruntung juga. Walaupun calon suamimu itu, bisa dikatakan orang yang.. begitulah..namun lihatlah, gaun ini sangat indah. Aku tidak mengira, dia akan menyiapkan pernikahan dengan sangat elegan" kata Arisa.
"Miss Arisa, anda boleh memilih juga" kata Miss Lin.
"Aku? tapi aku tidak menikah, jangan bilang. Tuanmu itu akan menikahi aku juga?" pikiran nyeleneh Arisa membuat Miss Lin yang biasanya tanpa senyum, kini tersenyum.
"Mungkin saja, dia akan mengambil kau sebagai istri kedua Ris" ucap Jovanka.
"Tidak! daripada menikah dengan dia, lebih baik aku sendiri selamanya Jo. Aku menyerahkan orang itu untukmu saja. Oh..ya miss Lin, bisa kau menyuruh Tuanmu itu untuk mencukur habis jenggot dan kumis panjangnya itu. Dan suruh dia untuk mandi di laut, biar dia sedikit bersih. Di hari pernikahannya nanti" kata Arisa kepada Miss Lin.
"Baik miss" jawab Miss Lin.
"Silakan miss" miss Lin mempersilakan Jovanka dan Arisa untuk memilih pakaian pengantin yang ingin dipakainya saat pernikahan nanti.
"Cepat pilih yang paling mahal Jo, dan paling bagus!" seru Arisa, dan menarik tangan Jovanka untuk berdiri.
"Sama saja, aku tidak mau. Kau saja yang memilihnya" ujar Jovanka.
"Hemh...ini" Arisa memilih baju pengantin yang sangat seksi dan teransparan.
Jovanka terbelalak melihat pakaian pengantin pilihan Arisa.
"Apa kau sudah tidak waras? apa kau ingin orang itu menerkam aku sebelum menikah, bukan dia saja yang akan menerkam ku. Tapi laki-laki yang ada didekatnya, akan menerkam ku juga!" jengkel Jovanka.
"Akhirnya, aku mendengar kau bicara panjang" ujar Arisa.
"Ini saja, sederhana dan elegan" Arisa mengambil pakaian pengantin dan memberikannya kepada Jovanka.
"Ayo kita coba" kata arisa.
"Tidak usah, sudah pas itu" tolak Jovanka untuk mencoba pakaian pengantin tersebut.
"Anda Miss"' kata Miss Lin pada Arisa.
"Aku? tidak mungkin aku memakai baju pengantin juga" kata Arisa.
Miss Lin menepuk tangannya, dan kemudian datang beberapa orang gadis dengan membawa baju pesta.
"Silakan pilih miss" kata miss Lin.
"Wow...!" mata Arisa berbinar-binar melihat baju pesta yang sangat bagus dengan beragam mode.
"Jo.. Jo..! lihatlah..!" seru Arisa dan langsung mengambil lima baju pesta.
"Cukup! aku pilih yang ini, terima kasih. Ayo Jo" satu tangannya menarik tangan Jovanka, dan satu tangannya memeluk baju yang dipilihnya dalam dekapannya.
🍀🍀🍀
Next...
__ADS_1
Jangan lupa like dan like.. like like like 🙏🥰