
Cerita ini mengambil setting cerita diluar, dan cerita tidak ada hubungannya dengan tempat. Nama tokoh masyarakat, kemiripan nama terjadi karena kebetulan saja.
Happy reading guys π₯°
βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
Maria menundukkan kepalanya, tangannya saling meremas. Setiap suster kepala mengingatkannya tentang keluarganya, Maria selalu teringat tentang hal yang membuatnya berada di tempat ini.
Di pulau Saint Angel, tempat satu organisasi kemanusiaan berdiri. Tempat ini dikelola oleh suster Helena Angelo. Tanah ini sumbangkan oleh keluarga Angelo, untuk membangun tempat bagi orang yang membutuhkan bantuan.
Suster Helena adalah aunty Maria yang mengabdikan hidupnya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan tenaganya. Suster Helena mendirikan bangunan di pulau Saint Angel, tempat itu berada diatas pengunungan di pulau Saint Angel. Erick Godfrey sendiri, tidak pernah mengunjungi tempat itu. Tempat itu sangat tertutup dari dunia luar, sehingga Maria Angelo aman bersembunyi ditempat suster Helena.
"Maria, lupakan masa lalu. Bangkitlah, suster tahu. kau sangat merindukan suamimu itu" kata suster Helena kepada sang keponakan, Maria.
"Aku tidak bisa suster, setiap mengingat apa yang aku lihat. Hati ini sakit" kata Maria.
"Maafkan, Tuhan juga maha pemaaf" kata suster Helena.
"Tapi aku bukan Tuhan suster, aku manusia. Yang punya rasa benci dan marah kepada mereka yang telah menyakiti aku" kata Maria.
"Baiklah, berdoalah. Renungkan" ujar suster Helena kepada Maria.
Suster Helena keluar dari dalam kamar Maria, didepan pintu suster Helena berhenti. Kepalanya menoleh kearah Maria.
"Temui Erick, dia sangat terluka" beritahu suster Helena, kemudian pergi meninggalkan kamar Maria.
Pintu kamar Maria kembali menutup, Maria mengambil gambar yang berada didalam laci lemari kecil yang ada didalam kamarnya.
"Erick, mommy merindukanmu. Tapi mommy belum bisa menemui mu, wajahmu itu mengingatkan mommy dengan orang itu" ucap Maria.
Wajah dan postur tubuh Erick 11 12 dengan sang Daddy nya, sehingga Maria belum bisa melihat putranya itu sendiri.
πππ
"Honey..!" Rachel masuk kedalam ruang kerja, Axelo Godfrey. Dan langsung duduk diatas pangkuan Axelo Godfrey.
"Aku sangat merindukanmu honey!" bisik Rachel ditelinga pria yang sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja.
"Turun!" Axelo Godfrey mendorong tubuh Rachel dari atas pangkuannya.
"Honey, kenapa kau marah terus?" tangan Rachel membelit tengkuk Axelo Godfrey, agar Axelo Godfrey tidak bisa mendorong tubuhnya dari pangkuannya.
"Ingat batasanmu! kita hanya berpura-pura bahagia didepan orang-orang saja!" Axelo Godfrey menyentak kan tangan Rachel dari lehernya, dan mendorong tubuhnya dari atas pangkuannya.
Bukk...
Tubuh sintal Rachel mendarat mulus diatas lantai.
__ADS_1
"Aduh... honey!" Rachel meringis, dan memegang bokongnya yang mendarat cukup keras dilantai.
"Axelo! kau sudah berani ya ! ingat. Aku akan menggoda Erick, sehingga dia akan bertekuk lutut. Dia itu sangat tergila-gila denganku Axelo, walaupun aku teman diranjang mu. Dia pasti tidak akan bisa menolak pesonaku ini!!" ucap Rachel dengan suara yang keras, tapi orang tidak akan akan mendengar. Ada perdebatan didalam ruang kerja Axelo, karena ruang kerja Axelo Godfrey yang kedap suara.
"Teman ranjang? kapan kita pernah menjadi partner diatas ranjang? aku tidak pernah meniduri mu!" geram Axelo Godfrey, matanya menatap tajam wajah Rachel.
"Ingat Axelo, gambar itu aku sebarkan. Dan sebagai warga terhormat dikota ini, kau akan hancur!" ancam Rachel.
"Aku tidak perduli lagi, sebarkan saja. Mau kemana kau sebarkan gambar itu? Terserah!! gara-gara kau. Aku kehilangan anakku satu-satunya!" balas Axelo kepada Rachel, kemudian berjalan keluar dari dalam ruang kerjanya. Axelo menutup pintu ruang kerjanya dengan keras.
"Dia tidak takut lagi dengan ancaman yang aku katakan, kenapa dia tidak takut? apakah dia sudah mendapatkan video itu? tidak mungkin, video itu aman" gumam Rachel.
Didalam kamar tersembunyi, Axelo Godfrey melihat Rachel yang masih berada didalam ruang kerjanya. Axelo menunggu, apa yang akan dilakukan oleh Rachel.
"Please! berilah aku petunjuk" ucap Axelo dengan bergumam, matanya fokus menatap dalam kamera cctv.
Rachel mondar-mandir di dalam ruang kerja Axelo, dia komat-kamit sendiri. Entah apa yang dikatakannya.
Rachel mengeluarkan ponselnya, dan mengirimkan pesan kepada.
"Temui aku malam ini, ditempat biasa" pesan dari Rachel kepada orang yang bernama Mr x di nomor kontak ponselnya.
"Siapa yang dihubunginya?" ucap Axelo, saat melihat Rachel mengetik sesuatu di ponselnya.
Kemudian Rachel keluar dari dalam ruang kerja Axelo, dan berjalan menuju kamarnya.
Axelo keluar dari dalam kamar rahasia, dia menuju ruang makan.
Tring...
Mrs Cho membunyikan lonceng, dan beberapa pelayan datang membawakan makan malam untuk Tuan nya.
"Silakan Tuan" ujar Mrs Cho, setelah selesai melayani majikannya. Dia dengan pelayan yang melayani Axelo tadi mengundurkan diri, kembali kebelakang.
Setelah selesai makan, Axelo kembali keruang kerjanya.
Tok...tok..
"Masuk" titah Axelo.
Seorang pelayan masuk dengan membawa secangkir kopi.
"Terima kasih" ujar Axelo, dia melirik kearah pelayan.
"Kau pelayan baru?" tanya Axelo, setelah melihat dengan jelas. Dia tidak pernah melihat pelayan itu selama ini.
"Tidak Tuan, saya sudah bekerja disini selama dua tahun" jawab pelayan tersebut.
__ADS_1
"Saya tidak pernah melihat keberadaanmu dalam rumah ini?"
"Saya bekerja diluar Tuan, tadi Mrs Cho meminta saya untuk mengantarkan kopi. Karena Mrs Cho sibuk" jelaskan pelayan tersebut.
"Keluarlah" ujar Axelo sambil mengibaskan tangannya.
Pelayan tersebut bergegas keluar, didepan pintu. Dia menolehkan sedikit kepalanya, menatap Axelo menyeruput kopinya.
Smirk terhias disudut bibirnya.
Pelayan tersebut bergegas keluar dari dalam rumah, disudut. Rachel sudah menunggu pelayan tersebut dan memberikan amplop coklat kepadanya.
"Pergi! jangan kau tunjukkan wajahmu dikota ini lagi" kata Rachel.
"Selamat tidur honey" gumam Rachel dengan senyum licik terlihat dibibirnya.
Dalam ruang kerjanya, Axelo menghubungi orang kepercayaannya.
"Wanita itu pasti akan keluar malam ini, aku harus mengikutinya. Aku sudah letih, selalu diperas olehnya" gumam Axelo.
ππFlashbackππ
Sebulan setelah kematian istrinya, Erick Godfrey sang putra berangkat kuliah keluar negara. Masalah menyerang Axelo Godfrey, gambar dirinya sedang tidur dengan seorang wanita yang pernah ditolongnya. Dikirim oleh orang yang tidak dikenal.
Axelo Godfrey sontak saja terkejut, karena dia tidak pernah merasa melakukan apa yang terlihat di gambar tersebut.
"Gila! apa-apaan ini!" Axelo membuang gambar tersebut kedalam tempat sampah.
"Kapan aku pernah tidur dengan wanita itu, lokasi itu sepertinya dalam kamar. Waktu wanita itu datang, Saat itu Maria terjun ke sungai. Apa ini penyebab Maria melakukan bunuh diri?" Axelo memijat keningnya.
Gambar terus menerus datang, dan Axelo tidak berani mengatakan kepada keluarga besar Godfrey. Karena keluarga besar Godfrey sangat marah kepadanya, karena sang istri yang melakukan bunuh diri.
Axelo Godfrey menyewa detektif untuk menyelidiki siapa pengirim gambar-gambar tersebut, tetapi tidak ada penyelidik yang mampu mengungkapkan siapa dalang di balik gambar tersebut.
Nasib sial Axelo terus beruntun, karena kehilangan istrinya. Rachel, teman putranya. Setiap hari menyambangi Axelo kekantor dan rumah, alasan Rachel, Erick. Sang putra menyuruh Rachel untuk melihat-lihat sang Daddy yang masih kehilangan istrinya.
Sampai satu ketika, entah apa yang terjadi. Axelo ketangkap basah tidur bersama dengan Rachel dikamar, yang ada diruang kerjanya dikantornya. Entah disengaja atau tidak, hari itu. Papa Rachel datang mengunjungi Axelo untuk menawarkan kerjasama.
Melihat sang putri tidur bersama dengan Axelo Godfrey, Papa Rachel. Rafael Maladio murka, hari itu juga Rafael Maladio mentitahkan Axelo untuk menikahi Rachel sang putri.
Nasib sial Axelo terus, dia belum bisa membuktikan bahwa dia tidak sebejad yang disangkakan orang. Karena menikahi wanita seumuran dengan sang putra.
Sejak kejadian yang beruntun menimpanya, Axelo tidak percaya dengan siapapun juga. Karena Axelo merasa, disekitarnya. Banyak penghianat.
πππ**Flashback end ππ
Next.....
__ADS_1
Bantu Like and vote thanks**..