The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Malu


__ADS_3

Selamat membaca kakak-kakak reader dan bantu untuk menekan like like ya πŸ™πŸ₯°.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Erick Godfrey masuk ke dalam ruang pertemuan, dengan wajah datar dan dingin. Erick duduk di kursinya, menunggu kedatangan Marcio yang menjemput kliennya.


"Semoga tidak ada yang memperhatikan bibirku ini" batin Erick.


Beberapa pasang mata yang belum pernah melihat wajah pemimpin pulau Saint Angel, curi-curi untuk melihat wajah sang pemimpin.


"Wajahnya sangat sangat dingin, apa yang didengung-dengungkan orang. Ternyata benar, Tuan Erick Godfrey sangat berwibawa" gumam pria yang baru pertama sekali mengikuti pertemuan dengan Boss-nya tersebut.


"Ada apa?" tanya pria disebelah.


"Aku tidak pernah melihat wajah Tuan Godfrey" ucap pria tersebut.


"Jangan pandang Tuan Godfrey, jika tidak ditanya. Bisa celaka kau" ingatkan teman disebelahnya.


"Mengerikan" batin pria yang mencuri-curi kesempatan untuk melihat raut wajah orang nomor satu di pulau Saint Angel.


Erick berdiri, begitu melihat kedatangan Marcio dengan klien yang ditunggunya.


"Selamat datang di pulau Saint Angel Tuan Shinji, semoga perjalanan anda kesini tidak mengalami kendala apapun juga." sapa Erick pada klien nya yang berasal dari Jepang.


"Tidak ada kendala apapun juga Tuan Godfrey, sebenarnya. Saya ingin naik kapal saja kesini, tapi karena saya harus secepatnya untuk kembali ke negara saya. Tidak bisa saya lakukan" kata Tuan Shinji.


"Next time, Tuan Shinji" kata Erick.


"Iya" jawab Tuan Shinji.


"Silakan Tuan" Erick mempersilakan kliennya untuk duduk.


"Saya senang Tuan Godfrey, ternyata. Pulau Saint Angel, tempat yang sangat indah." ucap Tuan Shinji.


"Saya senang, anda menyukai pulau Saint Angel" balas Erick.


"Next time, saya akan membawa keluarga saya untuk datang ke sini" kata Tuan Shinji.


"Saya akan menunggu kedatangan anda dan keluarga Tuan Shinji" ucap Erick.


"Sekarang, kita membicarakan kerjasama kita" kata Tuan Shinji.


"Baik Tuan, ini produk dari perusahaan saya" Erick memberikan gambar desain perhiasan kepada Tuan Shinji.


"Ini saya suka" ucap Tuan Shinji, begitu melihat Bros bergambar burung merak.


"Sangat indah" puji Tuan Shinji.


"Maaf Tuan Shinji, ini hanya ada satu-satunya. Tidak dibuat massal" kata Erick.


"Bagus, untuk orang tersayang. Tidak boleh ada yang memilikinya" kata Tuan Shinji.


"Ini mau anda kasih untuk kekasih anda" kata Erick.


"Iya, kekasih halal. Kemungkinan besok, dia akan memberikan saya hadiah yang tidak ternilai harganya" kata Tuan Shinji dengan ekspresi wajah yang gembira.

__ADS_1


"Oh..maaf, saya tidak tahu anda sudah mempunyai istri" kata Erick.


"Tidak apa-apa, saya tidak mempublikasikan pernikahan saya. Bukan saya ingin dibilang singel, tapi. Saya takut, ada orang jahat diluar sana mengincar keselamatan keluarga saya" kata Tuan Shinji.


"Apa anda sudah menikah Tuan Godfrey?" tanya Tuan Shinji.


"Baru semalam Tuan" jawab Erick.


"Oh..ya, apakah bibir anda itu hasil dari terlalu bersemangatnya sepasang pengantin baru?" goda Tuan Shinji.


Wajah Erick bersemu merah merona, Marcio menatap kearah bibir Erick. Begitu melihat bibir Erick yang sedikit bengkak, Marcio tersenyum secara sembunyi-sembunyi.


"Keduanya sangat ganas" dalam benak Marcio.


"Saya juga dulu begitu Tuan, terlalu bersemangat. Sampai-sampai leher dan pinggang saya sakit" ucap Tuan Shinji.


Semua tertawa, mendengar perkataan Tuan Shinji. Dalam ruangan yang tadi senyap, seperti hanya ada dua orang. Yaitu Erik dan Tuan Shinji, kini cair. Karena ada gelak tawa anak buah Erick dan anak buah klien Erick.


"Gara-gara kau Jovanka, mereka menertawai aku" batin Erick yang kesal.


🌟🌟🌟


Pagar terbuka, dengan berhenti taxi membawa Rachel. Karena mobilnya tinggal dirumah Mike, dan kuncinya beserta tasnya berada di dalam rumah yang dikunci oleh Sandra. Hingga Rachel tidak bisa membawa mobilnya.


"Kenapa wanita itu naik taxi? kemana mobilnya?" Mrs Cho mengintai dari balik tirai, begitu mendengar suara pagar terbuka.


"Tolong bayarkan ongkos taxi" titah Rachel pada penjaga gerbang.


"Baik Mrs Rachel" sahut penjaga gerbang.


"Mrs Rachel" jawab penjaga tersebut.


"Mau aku pecat kau..! panggil aku Mrs Godfrey..!" teriak Rachel.


"Maaf...maaf Mrs Godfrey, saya salah" ucap penjaga dengan kepala menunduk.


"Ingat..!" ucap Rachel dengan nada mengancam.


"Sudah, sana bayar" titah Rachel.


Rachel masuk kedalam rumah, kemudian naik kelantai atas. Menuju kamarnya.


Tiba di ujung tangga lantai atas, Rachel berhenti. Melihat beberapa koper yang berada di ujung tangga.


"Koper siapa ini? apa Axelo ingin pergi?" gumamnya.


"Itu kopermu, silakan tinggalkan rumah ini. Kau tidak berhak tinggal dirumah ini!" suara Axelo membuat Rachel mengalihkan pandangannya, dari koper ke Axelo yang berdiri tidak jauh dari depannya.


"Koperku? kau berani mengusirku Axelo, ingat. Aku menyimpan video mesummu" ancam Rachel.


"Oh ya, gambar ini" Axelo menunjukkan gambar yang tidak dibakarnya tadi.


"Kenapa ada padamu? itu hanya duplikat, aku masih ada yang aslinya," kata Rachel.


"Ini asli, aku menemukan gambar ini dirumah jalan Marigold. Kau pasti tahu, rumah siapa itu. Pria yang bernama Andre Maurice" beritahu Axelo.

__ADS_1


Rachel cukup terkejut, mendengar nama Andre dan rumah Andre sudah diketahui oleh Axelo.


"Pasti kerjaan Danny ini" batin Rachel.


"Sekarang, tidak ada alasan lagi kau berada disini. Pergi!" titah Axelo.


"Aku belum kalah Axelo, kau mengusirku. Aku akan merayu putramu, dia sangat tergila-gila denganku" ancam Rachel.


"Awas, jika kau berani merayu putraku. Seperti sepuluh tahun yang lalu, aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu !" ucap Axelo dengan wajah yang merah, menahan marah.


"Oh ya, aku tidak akan menganggu anak emas mu itu. Tapi kau harus memberikan aku separuh dari kekayaanmu, kompensasi atas perceraian kita " kata Rachel.


"Perceraian? kapan kita menikah? kau tahu, pernikahan yang kita lakukan dulu itu adalah pernikahan palsu. Itu semua kerjaan Danny Liu yang merancang skenario pernikahan palsu."


"Kau menipuku?" geram Rachel.


"Kau kira aku mau menikah denganmu, kalau tidak karena ancaman gambar-gambar itu. Dan menjauhkan kau dari Erick, aku tidak pernah mau berhubungan dengan orang licik sepertimu" kata Axelo.


"Sekarang pergi..!" Axelo melempar koper Rachel dari tangga, hingga koper Rachel jatuh menggelinding.


"Apa yang kau lakukan Axelo, aku tidak mau pergi dari sini! kau tidak berhak mengusirku, aku ini Mrs Godfrey..!" Rachel memegang tangan Axelo yang ingin membuang kopernya lagi.


"Kau bukan istriku, istriku hanya Maria Godfrey..!" seru Axelo dengan marah.


Keduanya saling berebut koper diujung tangga, Axelo ingin membuang koper Rachel. Sedangkan Rachel ingin mengambil koper dari tangan Axelo.


"**Kau ingin mengusirku, Axelo. Baiklah, aku yang akan mengusirmu dari muka bumi ini" batin Rachel.


Dan**...


Rachel mendorong tubuh Axelo Godfrey, hingga Axelo jatuh bersama dengan koper Rachel yang ingin dibuangnya.


"Kau...!" seru Axelo saat jatuh terguling dari tangga.


"Bye...bye..Axelo Godfrey, sekarang. Aku Penguasa keluarga Godfrey..!" seru Rachel dengan gembira.


Dari lantai atas dia melihat tubuh Axelo terbaring dilantai.


"Kau pembunuh..!" teriak Mrs Cho.


"Sial..! kenapa orang tua itu melihat" kesal Rachel.


"Aku harus pergi" Rachel secepatnya kabur, disaat Mrs Cho sibuk menyelamatkan Axelo.


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Jovanka keluar dari kamar Arisa, setelah hampir seharian dia bersembunyi. Untuk menghindari Erick.


"Aaa..." Jovanka kaget, begitu tiba-tiba. Ada yang menarik tangannya.


"Dfrey..! lepas!" teriak Jovanka.


"Tidak bisa, kau harus bertanggung jawab. Gara-gara bibirku ini, aku menjadi bahan tertawaan" ujar Erick.


Erick membawa Jovanka memasuki satu ruangan, kemudian Erick duduk. Dan mendudukkan Jovanka diatas pangkuannya.

__ADS_1


🌜 NextπŸŒ›


__ADS_2