
Selamat membaca kakak-kakak reader 🥰
Jangan lupa, kasih like ya kakak-kakak reader..🙏
🍀🍀
"Kita mau kemana?" tanya Jovanka.
"Tuan Erick menyuruh saya membawa Miss Reuel ke spa" kata Miss.
"Spa? dimana? apa jauh?" tanya Arisa.
"Tidak jauh Miss" sahut Miss Lin.
"Apa kita jalan kesana? kalau naik kuda, maaf. Aku lebih baik berada di mansion saja" tolak Arisa, membayangkan waktu dia naik keledai. Paha dan bokongnya sakit.
"Kita naik mobil miss" ucap Miss Lin.
"Naik mobil? ada mobil disini?" tanya Jovanka yang sedari tadi hanya diam membisu, hanya Arisa yang aktif berbicara. Sedangkan Jovanka hanya menjadi pendengar.
"Tuan punya mobil miss, tapi tidak pernah Tuan gunakan. Tuan lebih suka naik kuda" kata Miss Lin.
"Miss Lin, apa Tuan Erick belum punya istri?" tanya Arisa penasaran.
"Itu yang ingin aku tanyakan juga? sudah setua gitu, apa dia tidak punya istri. Aku tidak ingin nanti di katakan perebut suami orang" kata Jovanka.
"Tuan belum tua Miss, usia Tuan baru 30 tahun" kata Miss lin.
"30 tahun!?" kaget Jovanka dan Arisa.
"Kau pasti berbohong kan Miss Lin? tidak mungkin usianya 30 tahun, pasti usianya diatas 40 tahun" kata Arisa.
"Pasti umurnya 50 tahun" kata Jovanka.
"Sungguh malang nasibku" ucap Jovanka dengan sedih.
"Silakan" Miss Lin membuka pintu mobil dan menyuruh Jovanka dan Arisa masuk, sedangkan dia duduk didepan.
"Mobil yang bagus" ucap Arisa.
Dalam perjalanan, Jovanka menatap keluar jendela mobil.
"Jika tadi aku tinggal di pulau ini dengan orang yang kucintai, betapa bahagianya" dalam batin Jovanka, saat melihat kearah pemandangan pulau Saint Angel.
♥️♥️♥️♥️
Rachel mengemudikan mobilnya menuju cafe tempat dia akan bertemu dengan Mike, setelah tiba. Rachel turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam cafe.
Rachel mencari keberadaan Mike didalam cafe.
"Mana orang itu" gumamnya.
Tepukan dipundaknya, membuat Rachel memutar badannya.
"Hai.." Mike melambaikan tangannya didepan wajah Rachel.
"Jauhkan tanganmu dari wajahku!" seru Rachel sembari mengibaskan tangan Mike.
"Kenapa kau baru datang?" tanya Mike.
"Aku baru menemani tunangan ku fitting baju pengantin" kata Mike.
"Kau ingin menikahinya?" tanya Rachel.
"Ya, kami sudah lama bertunangan. Sudah seharusnya kami meningkatkan status hubungan kami" kata Mike.
"Ada apa kau menghubungi aku, bukannya kita sudah tidak ada hubungan lagi. Apa kau lupa, kau sudah memutuskan hubungan kita" kata Mike.
"Aku butuh bantuan, ayo kita bicara diluar saja" kata Rachel dan kemudian berjalan keluar dari dalam cafe.
__ADS_1
Rachel membawa Mike ke mobilnya.
"Bantuan apa? kalau melanggar hukum, aku tidak mau" kata Mike.
"Aku mau ke pulau Saint Angel, kau harus menemani aku" kata Rachel.
"Mau apa kau kesana?" tanya Mike.
"Kau tidak perlu tahu, aku butuh kau untuk menemani saja."
"Kalau aku tidak mau?" tanya Mike.
"Siap-siap saja, Sandra tidak akan mau menikah denganmu" ancam Rachel.
"Kau mengancam ku?"
"Tidak! aku hanya mengingatkan saja, rahasia mu aman. Jika kau mau pergi menemani aku" ujar Rachel, terlihat senyumannya yang licik dibibirnya.
"Rahasia mu juga tidak aman Rachel, aku bisa saja mengatakan kepada suamimu itu. Kau akan didepak dari rumahnya" balas Mike mengancam Rachel.
"Sebelum kau membeberkan rahasia ku, bisa saja. Nyawamu sudah meninggalkan tubuhmu ini, hati-hati" ancam Rachel.
"Kau benar-benar wanita berdarah dingin! kau sudah sakit mental!" ujar Mike dengan marah.
"Bagaimana, apa kau mau menemani aku? atau tidak?" tanya Rachel.
"Baiklah, hanya sekali ini aku membantumu. Tidak ada lain kali" kata mike.
Mike tahu, kenapa Rachel ingin pergi ke pulau Saint Angel. Karena bukan kali saja Rachel pergi dengan Mike.
🌟🌟🌟
Dengan tergesa-gesa, seorang penjaga menuju ruang kerja Marcio Black.
"Tuan.. Tuan..!" tanpa mengetuk, penjaga itu masuk kedalam ruang kerja Marcio Black.
"Wanita itu datang Tuan!" beritahu penjaga.
"Wanita siapa Riko? kalau berbicara itu yang jelas!" ucap Marcio.
"Wanita yang dilarang untuk masuk kedalam mansion." kata penjaga yang bernama Riko.
"Wanita Tuan Axelo Godfrey?" tanya Marcio.
"Iya" sahut Riko.
"Jangan kasih masuk!" seru Marcio, dengan cepat Marcio keluar dari ruang kerjanya.
"Apa Miss Reuel sudah kembali?" tanya Marcio.
"Belum Tuan" sahut Riko.
"Berapa orang yang ikut bersama dengan Miss Reuel?"
"Dua Tuan, Ja'far dan Armand" sahut Riko.
"Buka gerbang" titah Riko.
Marcio keluar, dan melihat Rachel berdiri disamping mobilnya. Sedangkan Mike tidak turun, dia hanya mengamati dari dalam mobil.
"Mau apa anda datang Miss?" tanya Marcio kepada Rachel.
"Mrs Godfrey, panggil aku Mrs Godfrey.." tekankan Rachel.
"Aku ingin masuk kedalam mansion! buka gerbang, penjaga tidak mengizinkan aku masuk " ucap Rachel dengan angkuhnya.
"Maaf Mrs Godfrey, Tuan Erick tidak mengizinkan orang yang tidak berkepentingan untuk masuk kedalam mansion" kata Marcio.
"Apa kau bilang! orang tidak berkepentingan!" ucap Rachel dengan marah.
__ADS_1
"Kau harus tahu! aku adalah istri dari pemilik pulau ini!" seru Rachel dengan arogan.
"Maaf Mrs Godfrey, Tuan Erick Godfrey belum menikah setahu saya," kata Marcio.
"Aku istri Axelo Godfrey!" kata Rachel.
Marcio Black dan beberapa penjaga gerbang tertawa, mendengar perkataan Rachel.
"Kenapa kalian tertawa! apa kalian ingin dipecat!" Rachel marah.
"Mrs Godfrey, pulau ini bukan milik Tuan Axelo Godfrey. Ini pulau milik dari Mrs Maria Angelo Godfrey, dan di wariskan kepada Tuan Erick Angelo Godfrey. Dan Tuan Axelo Godfrey tidak ada urusan dengan pulau ini" terangkan Marcio Black.
Rachel terdiam, dia tidak tahu. Bahwa pulau Saint Angel tidak ada hubungannya dengan Axelo Godfrey. Selama ini dia mengira, pulau Saint Angel harta dari keluarga Godfrey.
Sial..! pulau emas ini bukan milik Axelo, rugi aku meninggalkan Erick" dalam benaknya.
"Aku ingin bertemu dengan Erick! cepat buka gerbang!" perintah Rachel.
"Silakan Tinggalkan tempat ini Mrs Godfrey, sebelum kami bertindak kasar" ucap Marcio.
"Kau berani melawanku!" ucap Rachel dengan suara yang keras.
"Kenapa tidak berani Mrs Godfrey, kita tidak di gaji oleh uang anda. Dan kita sama-sama makan roti" jawab Riko.
"kau..! penjaga sialan! dasar orang miskin!" umpat Rachel dengan tatapan sinis.
Ketika mereka bersetegang, mobil datang dengan perlahan mendekati pintu gerbang.
Pintu depan mobil terbuka, Miss Lin. Yang baru saja kembali mengantarkan Jovanka dan Arisa ke spa turun dari dalam mobil.
"Ada apa ini? kenapa ribut-ribut didepan mansion?" tanya Miss Lin.
"Dan kau! kenapa berada disini?" telunjuk Miss Lin terarah kepada Rachel.
"Aku ingin bertemu dengan Erick" kata Rachel.
"Tuan Black, bukannya Tuan sudah katakan. Tidak ada boleh masuk kedalam Mansion, apalagi orang yang tidak berkepentingan!" ucap Miss Lin dengan dingin.
"Siapa kau ini, berani-beraninya melarang aku untuk bertemu dengan Erick"
Dor...Dor...suara dua letusan senjata api terdengar.
"Awww...!" teriak Rachel.
Rachel merundukkan tubuhnya, kedua tangannya berada di telinganya.
Suara senjata ditembakkan ke udara, dan tidak terlihat siapa yang menembakkan senjata tersebut.
Miss Lin, Marcio Black dan juga para bodyguard tidak ada khawatir. Karena mereka tahu, siapa yang meletuskan senjata api tersebut.
Rachel masih jongkok dan menutup kedua telinganya.
"Untuk apa kau datang?" terdengar suara yang sangat familiar ditelinga Rachel, membuat Rachel langsung berdiri. Dan melihat Erick datang dengan membawa senjata Laras panjang digenggam tangannya.
"Erick..!" Rachel berlari mendekati Erick, dan ingin memeluknya.
"Berhenti!" Erick menodongkan senjatanya kearah Rachel, sehingga Rachel spontan berhenti. Dengan refleks, dia mengangkat kedua tangannya keatas.
**Next...
🍀🍀🍀
Author minta like
like
vote
Ya kakak-kakak reader, terima kasih atas dukungannya terhadap cerita ini 🥰🙏**
__ADS_1