The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Istri bar-bar vs mantan gila


__ADS_3

Happy reading guys..


🌺🌺🌺


Saling Jambak dan saling cakar terjadi antara keduanya, tidak ada yang berani melerai. karena peringatan dari Jovanka, membuat para bodyguard diam terpaku ditempatnya masing-masing. Melihat pertunjukan gulat, yang dilakukan oleh istri majikan mereka. Dengan wanita yang pernah menjadi orang terdekat majikan mereka, dan juga pernah menjadi istri tidak sah yang Axelo Godfrey.


"Ben, kau tebak. Siapa yang akan memenangkan pertandingan ini?" tanya Sean pada rekannya yang bernama Ben.


"Aku kasih taruhan pada istri Tuan muda, walaupun tubuhnya tergolong kecil. Tapi lihatlah, dia sangat gesit," jawab Ben.


"Ayo kita taruhan, aku akan memberikan padamu 350 $. Untuk kemenangan Mrs Godfrey," ucap Ben.


"Aku juga menjagokan Mrs Godfrey" jawab Sean.


"Taruhan batal," ucap Sean.


Semua mata fokus menatap kearah Jovanka dan Rachel.


"Serang Mrs Godfrey..! cakar wajahnya,biar tidak berani lagi menganggu suami orang..!" seru seorang bodyguard yang gemas melihat Rachel, sehingga spontan keluar dari dalam mulutnya dukungan untuk Jovanka.


Jovanka semakin semangat, tangannya menjambak rambut dan menarik telinga Rachel. Sehingga, anting-anting Rachel lepas dari telinganya. Membuat Rachel berteriak kesakitan.


"Kau perempuan gila..!" teriak Rachel, saat merasa telinga sakit. Rachel mendorong tubuh Jovanka yang berada diatas tubuhnya.


"Kau yang gila...!" balas Jovanka dengan kesal.


"Berani-beraninya kau datang ke sini, dengan berteriak-teriak. Kau kira sini rumah sakit jiwa..!" ucap Jovanka.


Saling Jambak dan saling cakar masih terjadi, keduanya tidak ada saling melepaskan cengkraman tangannya. Rachel cukup kaget, melihat keganasan Jovanka. Yang tidak menjaga image sebagai istri dari penguasa pulau Saint Angel.


Para bodyguard mengelilingi keduanya yang berada di tanah, mereka tidak menyadari kedatangan dua orang dari dalam Mansion.


"Ya... Allah..!" Ja'far kaget, begitu melihat apa yang menjadi tontonan rekan-rekannya.


"Mrs Godfrey..!" sambung Ja'far sembari terbelalak melihat apa yang ada didepannya.


"Kenapa tidak ada yang memisahkan keduanya...!" sergang Miss Lin.


Para bodyguard kaget, melihat kedatangan Miss Lin. Para bodyguard menundukkan kepalanya, tidak berani melihat Miss Lin.


"Mrs Godfrey melarang kami untuk memisahkan mereka, Miss Lin.." jawab Ben.


"Ja'far..! kau pisahkan mereka. Cepat..!" seru Miss Lin pada Ja'far yang masih termangu menatap tontonan gratis yang di sajikan oleh Jovanka dan Rachel.


Rachel yang kewalahan menghadapi Jovanka, mengeluarkan jurusnya. Yaitu menggigit tangan Jovanka.


"Aduh...! kau ini bukan manusia..! kau ini hewan ya...?" geram Jovanka karena lengannya digigit oleh Rachel.


"Habis kau..!" seru Jovanka dengan kesal.


Jovanka menarik rambut Rachel dengan keras, sehingga rambut Rachel tercabut dari kulit kepalanya.


"Rambutku..!" seru Rachel.


"Hahaha...!" Jovanka tertawa senang.


Melihat Jovanka tertawa lebar, semua memandangnya dengan tatapan mata yang heran.


"Ja'far...!" panggil Miss Lin, saat melihat. Ja'far belum merespon apa yang diperintahkan kepadanya.


"Haa...!" Ja'far kaget mendengar suara Miss Lin yang keras .


"Pisahkan mereka..!" seru miss Lin.

__ADS_1


"Saya..?" tanya Ja'far.


"Iya, yang nama Ja'far hanya kau kan?" tanya Miss Lin.


"Baik..!" Ja'far bergegas menghampiri kedua.


Dan..


"Bismillah...


Kemudian...


Ja'far langsung meraih Jovanka, dengan sekali sentakan. Jovanka terangkat dari atas tubuh Rachel.


"Hei...!" teriak Jovanka, saat tubuhnya tiba-tiba terangkat dari atas tubuh Rachel yang masih terbaring.


"Lepas..! aku belum puas..!" teriak Jovanka seraya meronta, kakinya menghentak-hentakkan ingin menendang Rachel yang masih dalam posisi terbaring.


"Ada apa ini..!" suara nyaring menghentikan Jovanka meronta, dan Ja'far secepatnya melepaskan pelukan tangannya dipinggangnya Jovanka.


Jovanka melihat kearah asal suara, dan melihat Maria datang dengan mendorong kursi roda Axelo.


"Axelo..! Darling, lihatlah. Perbuatan wanita yang tidak punya etika itu, dia telah menganiaya ku..!" seru Rachel dengan suara yang sangat memelas, agar Axelo kasihan padanya.


Axelo hanya melihat, tidak ada ekspresi yang terlihat dari pandangan matanya.


"Jo, apa yang kau lakukan?" tanya Maria dengan lembut pada menantunya tersebut.


"Mommy, orang ini berteriak-teriak di depan rumah," ucap Jovanka.


"Jo, lihatlah wajahmu. Penuh dengan bekas cakaran ." Maria kaget melihat wajah Jovanka.


Rachel bingung melihat Maria, karena dia belum tahu. Bahwa Maria istri dan ibu dari Erick belum meninggal, saat dirumah sakit. Para penjaga mengatakan tentang kemunculan Maria, Rachel tidak percaya. Rachel mengira, para bodyguard memberikan alasan agar dia tidak menjenguk Axelo.


"Aku Maria Godfrey, aku kembali untuk mengambil keluarga ku," ucap Maria.


"Kau sudah mati...!" Rachel tidak percaya, Maria masih hidup.


"Yang dikatakan bodyguard saat dirumah sakit benar?" dalam benak Rachel.


"Kalau aku sudah mati, mungkin kau juga sudah mati. Kita saat ini sedang berada di dalam neraka," kata Maria.


"Axelo, katakan. Dia bukan istrimu kan? dia orang yang berbeda kan..?" Rachel berlari mendekati Axelo, dan jongkok didepannya.


"Hei... Rachel..! awas kau..!" seru Jovanka, dan ingin menyeretnya untuk menjauhi Axelo.


"Axelo, aku hamil..!" seru Rachel tiba-tiba.


Jedarr...


Semua terdiam, hanya mata yang saling berpandangan. Maria terbelalak, mendengar perkataan Rachel. Jovanka juga kaget.


"Hamil..! apa dia tidak keguguran, aku tadi menduduki perutnya.." batin Jovanka, matanya melihat dengan teliti kearah bagian bawah tubuh Rachel.


Terlihat guratan kesedihan diraut wajah Maria, tapi berbeda dengan wajah Axelo. Tidak ada keterkejutan, wajahnya terlihat biasa-biasa saja.


"Axelo, disini ada anak kita.." ucap Rachel dengan berlinang air mata.


"Apa betul dia hamil?" dalam benak Jovanka.


Axelo mendongak sedikit, karena lehernya masih memakai penyangga leher.


"Tidak, bukan anakku.." ucap Axelo dengan suara yang serak, dan terlihat wajah Axelo menahan rasa sakit saat berbicara.

__ADS_1


"Axelo, kau jangan mengelak. Ini anakmu..!" seru Rachel dengan marah, karena Axelo tidak mengakui kehamilannya sebagai anaknya.


"Bohong.." ucap Axelo.


Axelo meraih jemari Maria, dan menggelengkan kepalanya kepada Maria.


"Aku percaya, itu bukan anakmu," ucap Maria, setelah melihat mata Axelo yang jujur.


"Aku akan membeberkan ke publik, kau menolak bertanggung jawab..!" ancam Rachel.


"Lakukan saja, sebelum kau membeberkan. Aku pastikan, kau sudah mendekam dalam penjara.." ucap Maria.


"Kau...!"


Dbuk...


Tiba-tiba Rachel roboh ketanah yang keras, membuat kaget yang menyaksikannya.


"Iyah...! pingsan," ujar Jovanka.


Miss Lin mendekati Rachel, dan memeriksanya.


"Benar-benar pingsan.." beritahu Miss Lin.


"Apa gara-gara kami berkelahi, tapi aku tidak memukulnya dengan keras ." ucap Jovanka


"Mom, apa dia akan keguguran?" ada sedikit rasa khawatir dalam diri Jovanka.


"Angkat dia masuk, dan panggil dokter untuk memeriksanya" titah Maria pada Miss Lin.


***


Di kota Saint Lucia, Erick sedang menunggu hasil tes DNA.


Drerrt... drerrt..


Ponsel Erick bergetar, Erick mengangkatnya.


"Apa..?" Erick kaget, begitu mendengar perkataan Miss Lin.


"Selesai ini, aku segera kembali," ucap Erick, kemudian memutuskan sambungan ponselnya.


"Ada apa Rick?" tanya Ardan.


"Rachel, dia berada di mansion," jawab Erick.


"Berani sekali dia," ujar Ardan.


"Marcio, kau segera kembali." titah Erick pada Marcio.


"Baik." begitu mendapat perintah, Marcio dengan beberapa anak buahnya pulang ke Saint Angel.


"Mau apa dia ke sana?" tanya Natasa.


"Miss Lin hanya mengatakan, Jovanka berkelahi dengannya," ucap Erick.


Semua kaget mendengar perkataan Erick mengenai Jovanka.


"Rick, apa istrimu itu bekas tukang pukul..?" tanya Anne seraya tersenyum.


Semua tertawa mendengar perkataan Anne, Erick hanya dapat mesem.


🌜 Next🌛

__ADS_1


__ADS_2