
Selamat membaca kakak-kakak reader semua, and jangan lupa untuk menekan tombol like like like ππ₯°
πΊπΊπΊ
Jovanka berlari menuju kamar Arisa, sesekali dia berhenti. Karena celana yang dipakainya, sangat sulit untuk membuat dia berlari.
"Ah..celana sialan..! sungguh merepotkan saja" Jovanka menghentikan larinya, dan membungkuk untuk menggulung celana yang dikenakannya.
"Selamat pagi Mrs Godfrey" sapa penjaga yang berpapasan dengannya.
"Pagi" balas Jovanka.
"Selamat pagi Mrs Godfrey" ucap salam dari pelayan yang belum dikenal oleh Jovanka.
"Pagi" balas Jovanka sembari melanjutkan langkahnya.
"Selamat..."
"Cukup! jangan ucapkan lagi selamat pagi Mrs Godfrey, aku merasa sudah sangat tua. Aku ini masih muda. Panggil saja aku Jovanka, boleh juga Jo" ucap Jovanka kepada pelayan yang ingin mengucapkan selamat pagi padanya.
"Tidak boleh Mrs Godfrey, anda istri dari Tuan Penguasa. Anda istri dari pemimpin di pulau Saint Angel, kami harus menghormati anda" ucap pelayan tersebut.
"Ah..dasar orang gila hormat" gerutu Jovanka kesal.
"Terserahlah, bye.." Jovanka mempercepat jalannya, karena takut. Erick mengejarnya.
"Selamat pagi" ucap Jovanka, sebelum pelayan yang berpapasan dengannya mengucapkan kata selamat pagi.
Ceklek...
Jovanka membuka pintu kamar Arisa.
"Tidak dikunci, dasar.. apa dia tidak takut, malam-malam ada orang datang menggerayangi tubuhnya" ujar Jovanka yang masih berdiri didepan pintu.
"Mana dia?" Jovanka tidak melihat keberadaan Arisa didalam kamar, kamar Arisa terlihat sepi.
"Hei..Mrs Godfrey, kenapa pagi-pagi sudah mengomel didepan pintu?" tanya Arisa disertai tepukan dipundak Jovanka.
Jovanka membalikkan badannya, melihat Arisa dibelakangnya. Ditangannya, nampan berisi makanan yang banyak.
"Dari mana kau pagi-pagi begini?" tanya Jovanka.
"Pinggir Mrs Godfrey, tidak lihat. Tanganku penuh dengan makanan" kata Arisa.
Jovanka bergeser dari depan pintu, kemudian Arisa masuk kedalam kamar. Jovanka menutup pintu, lalu mengikuti Arisa.
"Pagi-pagi kau sudah menjarah dapur?" tanya Jovanka.
"Aku lapar, aku tidak banyak makan. Saat pernikahan semalam, kau tahu. Tamu undangan suamimu itu, semua pria. Aku takut, mereka khilaf melihat kecantikan aku " ucap Arisa.
"Dan kau Mrs Godfrey, kenapa pagi-pagi sudah berkeliaran bebas. Apa suamimu tidak menahanmu di ranjang? hei.. bagaimana? berapa gol yang diciptakan oleh suami tampan dan tajirmu itu ?" tanya Arisa, bibir dan mata Arisa terlihat menggoda Jovanka.
"Berapa gol, no gol. Dia mabok tadi malam, kau tahu. Aku ingin mengerjainnya, tetapi aku yang dikerjain oleh orang itu" ketus Jovanka.
"Jadi, tidak ada malam pertama?" tanya Arisa.
"No...! aku masih tersegel rapat" ucap Jovanka.
"Aku lapar.." Jovanka mengambil roti bakar dan steak daging ayam, kemudian memasukkan kedalam mulutnya dengan sekali suap.
"Pelan-pelan Mrs Godfrey, jangan nanti kau tersedak. Dan mati dalam keadaan perawan tingting" kata Arisa saat melihat cara makan Jovanka yang kalap, seperti tidak diberi makan seminggu.
"Aku lapar" ucap Jovanka dengan mulut yang masih terisi.
"Nih.. minum" Arisa memberikan minum kepada Jovanka.
__ADS_1
"Ceritakan, apa yang kau lakukan pada suamimu itu?" tanya Arisa.
"Aku.."
Jovanka menceritakan apa yang dilakukannya, saat Erick tidak sadar kepada Arisa.
"Kau sungguh-sungguh nakal Jo.. hahaha" ucap Arisa sembari tertawa lebar.
"Aku kesal..! sudah begitu, aku yang menjadi tertuduh. Dasar gila itu orang"
"Bagaimana bibir suamimu itu? jangan-jangan dia nanti bisa kena rabies" goda Arisa.
"Hei..kau kira aku anjing liar..!" ucap Jovanka.
"Sorry Mrs Godfrey.."
"Sekali lagi aku mendengar kau menyebutkan Mrs Godfrey, aku akan mengirim mu kekamar Conan" ancam Jovanka.
"Wow..kau sahabat yang tidak setia, kau sudah mendapatkan pria tajir. Kau ingin membuang aku" ucap Arisa dan mencebikkan bibirnya.
"Aku ingin meminjam bajumu, lihatlah. Baju Erick yang aku kenakan, membuat aku tidak bebas bergerak" kata Jovanka.
"Erick tidak memberikan kau pakaian?"
"Ada, tapi bajunya tidak sesuai dengan seleraku. Lagi pula, pakaian itu tidak sesuai untuk dikenakan di sini. Tidak mungkin aku berkeliaran di mansion dengan berpakaian seperti mau ke karnaval" kata Jovanka.
"Cari sendiri, bajuku itu juga Miss Lin yang mengirim kesini" kata Arisa.
ππππ
Danny Liu turun dari mobil, tanpa menutup pintu mobil. Danny Liu langsung masuk kedalam rumah besar.
Didepan pintu, Mrs Cho sudah menantinya. Karena sebelum datang, Danny Liu sudah mengontak Axelo Godfrey terlebih dahulu.
"Selamat pagi Tuan Danny Liu" sapa Mrs Cho.
"Baiklah" sahut Mrs Cho.
"Mana Tuan?" tanya Danny Liu.
"Diruang kerjanya" jawab Mrs Cho.
"Wanita itu, apa dia sudah kembali?" tanya Danny Liu kepada Mrs Cho.
"Belum, dari malam tadi. Orang itu tidak kelihatan wujudnya, mungkin dia sudah mendapatkan sugar Daddy" ucap Mrs Cho.
"Semoga" balas Danny Liu.
"Aku menemui Tuan dulu" kata Danny Liu.
"Cepat, Tuan Axelo sudah menunggu sedari tadi. Kelihatannya dia tidak sabar, menunggu kabar yang kau bawa" ucap Mrs Cho.
Danny berjalan menuju ruang kerja Axelo.
Tok..tok...
Pintu terbuka, Axelo yang membukanya. Terlihat wajahnya yang cerah.
"Masuklah" titah Axelo.
Danny Liu masuk kedalam ruang kerja Axelo, tetapi Axelo tidak ikut masuk. Dia keluar dari ruang kerjanya.
"Mrs Cho" panggil Axelo kepada Mrs Cho.
"Ya Tuan" sahut Mrs Cho.
__ADS_1
"Jangan ada boleh orang berdiri atau lewat dari depan ruang kerja saya Mrs Cho" titah Axelo kepada Mrs Cho.
"Baik Tuan, saya sendiri yang akan berjaga didepan ruang kerja Tuan" kata Mrs Cho.
"Wanita itu juga" titah Axelo.
"Dia belum kembali" kata Mrs Cho.
"Bagus.." ucap Axelo, kemudian kembali keruang kerjanya.
"Bagaimana, apa sudah dapat?" tanya Axelo.
"Sudah tuan, didalam sini semua. Dapat dipastikan, ini aslinya dan tidak ada yang lain" Danny Liu memberikan kotak yang dikeluarkannya dari tas yang dibawanya kepada Axelo.
Axelo mengambilnya, dan membawanya ke meja kerjanya. Axelo mengeluarkan isinya keatas meja.
Byar...
Gambar-gambar dan satu flashdisk jatuh keatas meja kerjanya, Axelo mengambil satu gambar. Matanya terkejut melihat gambar tersebut, karena dia merasa tidak pernah tidur dengan wanita. Seperti yang ada dalam gambar tersebut.
"Ini, kapan gambar ini diambil? aku tidak pernah melakukannya?" Axelo menatap nanar gambar tersebut.
"Mana Tuan?" Danny melihat gambar yang dipegang oleh Axelo.
"Apa Tuan tidak pernah melihat gambar ini?" tanya Axelo.
"Tidak! aku juga tidak mengenal wanita ini, gambar wajah wanita itu tidak jelas" kata Axelo.
"Ranjang ini? sepertinya sangat familiar?" Axelo mencoba untuk mengingat.
"Ini ranjang dikamar utama!' ucap Axelo kaget.
"Tapi kapan aku pernah tidur dengan wanita ini?" Axelo sangat bingung.
"Danny, kau selidiki. Kapan gambar ini di ambil, dan selidik juga. Keaslian gambar itu juga" titah Axelo pada Danny Liu.
"Baik Tuan" Danny Liu mengambil gambar tersebut, dan menyelipkannya dibalik jasnya.
"Akhirnya, gambar yang membuat aku terjerat dengan wanita itu sudah berada ditanganku. Danny, bakar semua" Titah Axelo.
"Flashdisk ini Tuan?"
"Bakar juga, jangan sampai diambil oleh wanita itu lagi" kata Axelo.
"Baik Tuan" Danny Liu membawa gambar-gambar Axelo dan Rachel diatas ranjang tanpa busana, didalam gambar terlihat Axelo tidur. Sedangkan Rachel tersembunyi lebar memandang kearah kamera.
Danny melempar gambar tersebut ke perapian yang ada dalam ruang kerja Axelo.
"Danny tunggu" Axelo mencegah Danny yang ingin menyulut api.
"Ada apa Tuan?"
"Ambilkan selembar gambar itu, aku ingin mengoyak gambar itu didepan wanita iblis itu" kata Axelo dengan geram.
"Ini tuan" Danny memberikan gambar yang diambilnya dari perapian, memberikannya kepada Axelo.
Kemudian, Danny membakar gambar. Terlihat asap keluar dari cerobong asap.
"Terima kasih Danny, berkat kau. Aku terbebas dari wanita itu" kata Axelo.
Sama-sama Tuan" sahut Danny.
"Sepuluh tahun, aku tidak bisa bergerak" batin Axelo.
πΊπΊπΊπΊ
__ADS_1
**Next....
Bantu Like like like like ya kakak-kakak reader π₯°π**