
**Terima kasih atas dukungannya terhadap cerita ini π₯°, and jangan lupa untuk menekan like yaπ₯°π
Selamat membaca
βοΈβοΈβοΈ**
Jovanka akhirnya menyerah, dia tidak sanggup melihat saudaranya di eksekusi mati. Seperti yang dikatakan oleh penguasa pulau Saint Angel.
"Jo, apa kau yakin akan melakukan itu ?" tanya Arisa, saat keduanya sudah berada dalam kamar.
"Apa ada pilihan lain Ris?" tanya Jovanka.
"Bagaimana jika kita lari saja?" kata Arisa, mengeluarkan ide untuk kabur dari mansion.
"Lari, kemana? jika kita bisa keluar dari dalam ruangan ini, untuk apa? kita tidak akan bisa meninggalkan pulau ini. Apa kita akan berenang, untuk keluar dari pulau ini" kata Jovanka.
"Tapi Jo, apa kau tahan. Menghadapi orang itu? kau harus tidur bersamanya, membayangkannya saja aku sudah ingin muntah" kata Arisa.
"Tapi ada untungnya juga Ris, wajahnya sangat menakutkan. Sehingga tidak akan ada wanita yang mau mendekatinya" ucap Jovanka sambil tertawa kecil.
"Betul, siapa yang mau dekat. Melihatnya saja orang sudah langsung ilfeel" ujar Arisa, membayangkan wajah Erick Godfrey.
"Apa yang aku lakukan ini juga untuk kebebasan kak Tian" kata Jovanka.
"Dua hari lagi kau menikah dengannya, dan kau harus melahirkan penerus. Bagaimana jika anak yang kau lahirkan itu seorang bayi perempuan, berapa kali kau harus melahirkan. Dan jika selamanya, kau tidak bisa melahirkan seorang putra, kapan kau bisa meninggalkan tempat ini?" kata Arisa.
"Selamanya aku akan terkurung disini, mungkin sampai maut memanggil" ucap Jovanka.
"Syarat yang sangat-sangat memberatkan mu Jo" ucap Arisa.
"Jika lahir seorang anak laki-laki, apa kau sanggup meninggalkannya? memberikan kepada orang itu untuk merawatnya?" tanya Arisa pada Jovanka.
Jovanka teringat dengan syarat yang harus dipenuhinya, agar Bastian Reuel bisa bebas.
ππFlashback ππ
"Dua hari lagi kita menikah" beritahu Erick Godfrey pada Jovanka.
"Menikah? apa kita harus menikah?" Jovanka kaget, mendengar. Bahwa dia, dua hari lagi akan menikah dengan pria yang duduk didepannya tersebut.
"Iya, kita menikah. Kenapa? apa kau mau membatalkannya?" tanya Erick.
"Aku mengira kita tidak menikah" sahut Jovanka.
"Kalau kita tidak menikah, bagaimana kau bisa melahirkan putra untukku?" kata Erick.
"Apakah kau mau kita tinggal bersama, tanpa ikatan?" tanya Erick pada Jovanka.
"Aku tidak mau anakku dikatakan sebagai anak haram, karena kedua orangtuanya tidak menikah. Kita harus menikah" sambung Erick lagi.
"Dalam pernikahan ini, kau harus melahirkan seorang putra" kata Erick.
"Bagaimana jika putri yang aku lahirkan?" tanya Jovanka.
"Kau lahirkan lagi, sampai mendapatkan seorang putra. Dan jika terlahir seorang putra, dan kau ingin pergi meninggalkan pulau Saint Angel. Aku akan mengizinkannya, kita akan berpisah" kata Erick Godfrey.
__ADS_1
"Marcio, bawa surat-suratnya" kata Erick pada Marcio.
Marcio berjalan menuju nakas dan mengeluarkan map, dan memberikannya kepada Erick Godfrey.
Erick Godfrey memberikan map itu untuk dibaca oleh Jovanka.
"Bacalah, dan tanda-tangani!" titah Erick Godfrey pada Jovanka.
"Apa ini?" tanya Jovanka.
"Surat perjanjian yang harus kau patuhi dan laksanakan" kata Erick.
Jovanka membuka map, dan membaca apa yang tertulis didalam kertas yang ada didalam map.
"Gila.." bisik Arisa kepada Jovanka.
"Jo, kau diharuskan untuk melahirkan bayi terus. Sampai kau melahirkan putra" kata Arisa dengan menunjukkan poin yang terdapat di dalam perjanjian.
"Kalau lahir putri, apa kau akan membuangnya?" tanya Jovanka.
"Kau kira aku sangat kejam! sehingga membuang darah dagingku sendiri!" emosi Erick.
Jovanka dan Arisa kaget, baru sekali ini dia melihat ekspresi wajah Erick Godfrey marah. Saat Jovanka dan Arisa mengeluarkan kata-kata kasar, Erick Godfrey menanggapinya dengan santai saja.
Jovanka dan Arisa kembali membaca surat yang harus ditandatanganinya.
"Kalau dilihat dari isi perjanjian ini, bisa-bisa kau akan mempunyai anak selusin Jo" kata Arisa setelah membaca surat perjanjian tersebut dengan teliti.
Jovanka selesai membaca isi perjanjian yang harus ditandatanganinya, dia menghela napas.
"Jo, apa kau yakin?" tanya Arisa.
"Tidak ada yang bisa aku lakukan lagi, aku ingin kak Tian selamat. Dan dia baik-baik saja, tenang saja. Aku gadis wonder woman " kata Jovanka dengan melucu.
"Iya, kau wonder woman. Kau kuat" kata Arisa.
Arisa memberikan semangat pada Jovanka.
"Sini Miss" Marcio Black menunjukkan pada Jovanka, di mana dia harus membubuhkan tandatangannya.
"Apa tidak ada yang mau kau tambahkan dalam surat perjanjian itu?" tanya Erick.
"Jo, disini dikatakan. Kau tidak berhak untuk membawa anak-anakmu, jika kau suatu waktu meninggalkan pulau Saint Angel" kata Arisa dengan menunjukkan poin terakhir.
"Aku tidak suka ini, bagaimana juga. Aku yang mengandung, aku harus punya hak untuk memiliki anak-anakku!" seru Jovanka.
"Aku tidak menghalangi mu untuk bertemu dengan mereka, namun. Untuk membawa mereka tinggal denganmu. Aku tidak akan mengizinkannya" kata Erick.
"Baiklah, di mana harus aku tanda tangani?" Jovanka menyerah, dia menuruti apa yang dikatakan oleh Erick Godfrey.
"Ini miss" Marcio Black menunjukkan tempat dimana Jovanka harus membubuhkan tandatangannya.
"Sudah selesai, kapan kak Tian akan dibebaskan?" tanya Jovanka, setelah selesai membubuhkan tandatangan di surat perjanjian.
"Begitu kita menikah, saudaramu Bastian Reuel. Akan bebas" kata Erick.
__ADS_1
Tanpa berkata apapun, Jovanka meninggalkan ruang kerja Erick.
ππFlashback end ππ
"Aku tidak mengira, pernikahan yang aku idam-idamkan.." Jovanka tidak melanjutkan ucapannya.
"Sabar Jo, kita doakan saja. Semoga malam ini, orang itu mengalami serangan jantung. Dan kau batal menikah" pikiran nyeleneh Arisa.
"Doa mu tidak akan terjadi, mana mau Tuhan mengabulkan Doa orang yang menginginkan orang mengalami nasib jelek" kata Jovanka.
"Semoga saja, hari ini Tuhan lagi bermurah hati pada orang yang teraniaya. Sehingga Doa kita dikabulkan" kata Arisa.
"Amin" sahut Jovanka.
πππ
Ditengah malam, seseorang mengendap-endap keluar dari dalam Mansion. Sesekali matanya menoleh kearah belakang, dia takut ada orang yang mengetahui dia meninggalkan mansion.
Orang itu berhenti didepan kandang kuda, menoleh ke kiri dan kanan. Setelah merasa aman, orang itu masuk kedalam kandang kuda.
"Selamat malam Mrs Angelo" sapa orang tersebut, kepada wanita yang duduk diatas tumpukan makanan kuda.
"Lin, kau sudah datang. Ada apa ? kenapa kau memanggilku kesini?" tanya Maria Angelo.
Wanita yang menemui Maria, adalah miss Lin. Hanya miss Lin yang mengetahui bahwa Maria belum meninggal, hal itu juga diketahuinya tanpa sengaja.
Saat dia pergi mengantarkan sumbangan, disitulah. Dia berjumpa dengan Maria. Dan Maria meminta, agar miss Lin tidak mengatakan tentang keberadaannya di dalam biara diatas gunung saint Angel.
"Tuan muda akan menikah dua hari lagi Mrs Angelo" beritahu Miss Lin.
"Menikah? dengan siapa?" tanya Maria yang kaget, mendengar Erick akan menikah. Karena dia tahu, Erick tidak ada dekat dengan wanita.
Miss Lin menceritakan semua, apa yang dilakukan Erick Godfrey.
"Gadis itu bukan wanita penghibur, yang sering didatangkannya dari kota?" tanya Maria.
"Tidak, gadis ini gadis baik-baik Mrs Angelo" beritahu miss Lin.
"Anak itu benar-benar sudah rusak, dia keturunan orang itu. Sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya" kata Maria kesal.
"Biarlah, kita lihat saja. Apa yang dilakukannya, dan jika dia sampai menyakiti gadis itu. Kita harus pisahkan gadis itu darinya" kata Maria, mommy Erick.
"Apa anda tidak akan datang Mrs Angelo?" tanya Miss Lin.
"Dua hari lagi, besok aku akan pergi dengan suster Helena" kata Maria.
"Mungkin, aku bisa melihat. Sebelum aku pergi" kata Maria.
"Apa dia akan mengundang orang itu?" tanya Maria.
"Kemungkinan besar tidak " jawab Miss Lin.
"Bagus, jika orang itu datang. Pernikahan Erick akan rusak" kata Maria.
Next....
__ADS_1
Bantu Like like like ya kakak-kakak, terima kasih atas dukungannya π