
Happy reading guys 🥰
***
Jovanka jalan mengendap-endap, kepala celingukan seperti pencuri yang ingin melakukan kejahatan.
Sudah dua hari, Jovanka tidak diperbolehkan oleh Erick keluar dari Mansion. Walaupun Jovanka sudah mengeluarkan air mata palsunya, tapi izin dari Erick tidak turun juga. Membuat Jovanka menjadi pusing, karena Jovanka tidak betah berlama-lama berkurung didalam kamar.
"Bosan, kalau begini terus. Aku akan tua sebelum waktunya" gumamnya.
"Kenapa aku tidak ikut mommy saja keluar pulau Saint Angel, saat mommy mengajakku kemarin"
Saat Maria dan Axelo kembali ke kota Saint Lucia, Maria mengajak Jovanka. Tapi Erick tidak mengizinkannya ikut, dan Jovanka hanya mangut saja. Dan tidak membantahnya.
"Arisa juga, kemana saja dia? aku curiga, sejak kedatangan Ardan. Dia lebih sering menghilang"
Karena sibuk dengan pikirannya sendiri, dia tidak menyadari ada orang yang mengamati apa yang dilakukannya sedari tadi.
Erick yang ingin menemui Jovanka di dalam kamar, melihat Jovanka keluar dari dalam kamar dengan mengendap-endap.
"Apa yang ingin dilakukannya?" dalam batin Erick, yang mengamati apa yang akan dilakukan Jovanka.
Erick hanya mengikuti Jovanka dari belakang tanpa menyapanya, dia ingin tahu. Apa yang ingin dilakukan Jovanka dengan berjalan mengendap-endap seperti pencuri saja.
Jovanka mengarahkan langkahnya menuju halaman belakang Mansion, begitu tiba dibelakang Mansion.
"Akhirnya...!" Jovanka merentangkan kedua tangannya ke udara.
"Aku bebas...!" sambung Jovanka dengan ekspresi wajah yang gembira, karena berhasil keluar dari dalam Mansion. Biasanya, ada saja seorang maid wanita yang dititahkan oleh Erick untuk sebagai penjaganya.
"Hei..!" begitu menurunkan tangannya, Jovanka merasa ada pergerakan disampingnya. Jovanka menoleh kearah bawahnya dan melihat Conan menatapnya.
"Sial..! lepas dari pelayan, terciduk penjaga berbulu" gerutu Jovanka kesal.
Jovanka jongkok didepan Conan.
"Conan, apa kau tidak ada kegiatan yang lain. Yang menarik minatmu, seperti menggoda doggy betina? sudah waktunya kau itu memiliki kekasih, dan kemudian menjadi istrimu. Biar nanti di sini penuh dengan anak kecil berbulu? kau harus pertimbangan apa yang aku katakan, jangan kau ikut kemanapun Tuanmu itu berada." Jovanka terus berbicara panjang lebar pada Conan, dia tidak melihat Erick tersenyum kearahnya.
"Kenapa kau melihat aku terus? oh...kau meminta aku untuk mencarikan doggy betina? baiklah, aku akan membuka biro jodoh untuk mencarikan jodoh untukmu. Aku akan buat iklan, di cari jodoh untuk doggy yang bernama Conan. Conan sangat populer di pulau Saint Angel, sehingga doggy betina yang mau menjadi istri Conan pasti akan sangat beruntung. Bagaimana, apa kau menyukainya?" tanya Jovanka pada Conan yang mengibas-ngibas ekornya, dengan mulut terbuka dan lidahnya terjulur.
"Bagus, aku Doa kan. Kau akan menemukan jodoh secepatnya, dan Mansion dipenuhi dengan anak-anak bulu yang berlarian kesana-kemari"
Jovanka berdiri dari jongkoknya, tetapi tiba-tiba.
"Pusing...!" Jovanka memegang kepalanya, Jovanka merasa pandangannya sedikit buram.
__ADS_1
Dan...
Jovanka merasa tubuhnya lemas seketika, Jovanka terhuyung kebelakang. Saat terasa tubuhnya akan jatuh kelantai, tiba-tiba tangan kekar mengangkatnya.
"Jo..!" seru Erick, saat melihat ada keanehan pada Jovanka. Dengan secepatnya, Erick berlari dan mengangkat tubuh Jovanka kedalam gendongannya.
"Jo..Jo..!" seru Erick seraya berjalan masuk kedalam Mansion.
"Miss Lin..! Miss Lin..!" teriak Erick.
Mendengar teriakkan Erick, bukan hanya Miss Lin yang datang. Semua orang yang mendengar teriakkan Erick datang dengan tergesa-gesa.
"Ada apa dengan Mrs Godfrey Tuan muda?" tanya Miss sembari mengikuti Erick yang membawa Jovanka kedalam kamarnya.
"Jangan banyak tanya, panggil dokter segera...!" titah Erick dengan suara yang keras dan tegas.
"Baik.." Miss Lin berlari menuju keluar Mansion.
"Ben, segera turun ke kota. Panggil dokter..!" titah Miss Lin.
"Dokter? siapa yang sakit?" tanya pria yang bernama Ben.
"Jangan banyak bicara, cepat segera panggil dokter. Dalam waktu 2 menit, kau harus segera kembali dengan membawa dokter..!" seru Miss Lin.
"Aaa..2 menit? apa aku harus terbang?"
"Cepat..!" titah Miss Lin sebelum kembali masuk kedalam mansion.
"Iya..iya .." Ben segera berlari menuju kekandang kuda, saat darurat begini. Hanya naik kuda yang bisa dengan cepat menuju ketempat dokter.
Didalam kamar, Erick berusaha untuk menyadarkan Jovanka.
"Jo.." Erick mengelus pipi Jovanka.
"Tuan, jangan dielus-elus. Coba ditepuk-tepuk pipinya," ucap Miss Lin.
Erick menoleh kearah Miss Lin, matanya menatap wajah Miss Lin dengan tatapan mata yang tajam.
"Kenapa Tuan muda marah, aku mengatakan yang sebenarnya. Dielus-elus begitu, Mrs Godfrey makin tertidur dengan pulas" batin Miss Lin.
"Bagaimana, jika kau saja aku tepuk duluan. Apa kau tidak merasakan sakit?" tanya Erick pada Miss Lin dengan suara yang dingin dan datar.
"Maaf" ucap Miss Lin seraya menundukkan kepalanya.
Jovanka menggeliat dan memegang keningnya dengan mata yang masih terpejam.
__ADS_1
"Jo, kau telah sadar?" tanya Erick.
Jovanka membuka matanya sedikit demi sedikit, dan menatap wajah khawatir Erick tepat didepan matanya.
"Pusing" ucap Jovanka seraya memijat keningnya.
"Sini" jemari Erick menyentuh kening Jovanka, dan mulai bergerak dengan lembut memberikan pijatan dikeningnya Jovanka.
"Aku kenapa?" tanya Jovanka.
"Kau pingsan dibelakang Mansion" sahut Erick.
"Pingsan? tadi aku bersama Conan, aku sudah berjanji ingin mencarikan jodoh untuk Conan."
"Mungkin aku pingsan karena belum makan siang" kata Jovanka.
"Belum makan..!" Erick menoleh kearah Miss Lin yang berdiri dibelakangnya.
"Sudah beberapa hari ini, Mrs Godfrey selalu melewatkan makan siangnya Tuan muda" kata Miss Lin.
"Kenapa? apa kalian tidak memasak makanan yang tidak sesuai dengan seleranya?" Erick marah menatap Miss Lin.
"Erick, jangan salahkan mereka. Aku saja yang tidak selera makan, aku mual melihat roti" ucap Jovanka.
"Kalau dia tidak suka roti, kenapa kalian menghidangkan roti. Sekarang, setiap hari harus menanyakan pada Jovanka. Apa yang ingin dimakannya, jangan sampai Jovanka pingsan lagi.." titah Erick pada pada miss.
"Sudahlah, jangan marah-marah. Aku tidak apa-apa" ucap Jovanka seraya ingin bangkit dari berbaring.
"Mau kemana?" tanya Erick sembari menahan Jovanka agar tidak bangun dulu.
"Aku ada kerja yang sangat penting, aku sudah berjanji pada Conan. Untuk mencarikannya istri" kata Jovanka.
Erick tertawa kecil, begitu juga dengan Miss Lin.
"Conan tidak membutuhkan istri dalam waktu dekat ini, Conan akan sabar menunggu Mak comblangnya sehat" kata Erick.
"Apa aku harus berkurung didalam kamar ini?" tanya Jovanka dengan menunjukkan bibirnya yang cemberut.
"Tunggu sehat, lihatlah. Wajahmu itu sangat pucat, terlihat kau sangat kurus" ujar Erick, saat melihat pipi Jovanka yang tirus.
"Aku tidak apa-apa, aku masih mampu mengelilingi mansion dalam 10 kali putaran" kata Jovanka.
"Tidak ada bantahan..!" tegaskan Erick.
"Dasar diktator" gerutu Jovanka.
__ADS_1
🌜 Next🌛