The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Gadis nakal


__ADS_3

**Happy reading guys πŸ₯°


🌟🌟🌟**


"Dimana kau menyimpannya?" tanya Erick Godfrey sembari menatap pria didepannya.


"Aku.." Jhon Samuel ragu untuk mengatakannya.


"Jemput gadis itu" titah Erick pada anak buahnya, karena Jhon Samuel ragu untuk mengatakan. Dimana dia menyimpan flashdisk.


"Tunggu! aku akan katakan, jangan ganggu pacarku!" seru Jhon Samuel.


"Bagus, kalau ingin gadismu selamat. Jadilah pemuda yang baik " ucap Erick dan menepuk pundak Jhon Samuel.


"Mana?" tanya Erick Godfrey dengan suara yang tegas.


"Di balik sol sepatu" beritahu Jhon Samuel, tempat dia menyimpan video. Dia tidak punya pilihan lagi, karena Jhon Samuel tidak mau. Gadisnya akan menjadi korban keserakahannya.


"Tempat penyimpanan yang bagus, buka. Cari, awas kau berbohong" ujar Erick.


Marcio Black menyuruh anak buahnya untuk mencari di sepatu Jhon Samuel.


Anak buah Marcio Black menarik sepatu Jhon Samuel, sehingga Jhon Samuel terlentang. Karena anak buah Marcio Black menarik sepatu Jhon Samuel dengan kasar.


Setelah membongkar tapak sepatu Jhon Samuel, anak buahnya berhasil menemukan apa yang dicari oleh Boss mereka.


"Ini Tuan" anak buahnya memberikan bungkusan kecil yang ditemukannya kepada Marcio Black.


Marcio Black, mengeluarkan flashdisk kecil dari bungkusan plastik kecil. Dan memasukkannya kedalam laptop yang selalu dibawanya.


"Iya Tuan, ini gambar itu" kata Marcio Black, setelah melihat isi dari flashdisk yang disimpan oleh Jhon Samuel dibawah sol sepatunya.


"Baguslah, sekarang. Kita tidak ada urusan lagi, tapi ingat. Jika kau masih mau main-main dengan aku lagi, aku pastikan. Aku akan melakukan, apa yang ingin aku lakukan pada gadismu itu" ancam Erick Godfrey.


"Kembalikan dia ketempat asalnya, black list namanya. Agar orang ini tidak bisa memasuki pulau ini lagi" ucap Erick sebelum pergi meninggalkan tempat Jhon Samuel dikurung.


" Setelah dia sampai diluar pulau Saint Angel, baru ikatannya dibuka." ucap Marcio Black.


Jhon hanya bisa diam, tidak ada perlawanan lagi. Sekali ini dia mendapatkan perlawanan, biasanya. Dia sangat mudah mendapatkan sumber keuangan dari pengusaha yang diperasnya, Erick Godfrey. Tidak bisa diperasnya.


Sebelum kembali ke Mansion, Erick singgah ditempat Bastian Reuel berada. Dia ingin tahu, apa yang dilakukan oleh Bastian Reuel.


Erick tiba di tempat yang super ketat penjagaannya, disinilah. Batu-batu permata dari pertambangan dibuat menjadi batu perhiasan kwalitas tinggi.


"Mana dia?" tanya Erick pada manajer pabrik, yang bernama Pablo Zabaleta.


"Ruang kerjanya Tuan " jawab Pablo Zabaleta.


Erick berjalan menuju ruang kerjanya bagian desain perhiasan, Pablo Zabaleta mengikuti dari belakang.


Erick tidak masuk kedalam ruangan desain perhiasan, dia hanya melihat dari pintu yang terbuat dari kaca.


Erick melihat, Bastian Reuel serius menggambar. Sehingga dia tidak melihat keberadaan Erick dipintu, mengamatinya.

__ADS_1


"Apakah dia betah disini? apa dia tidak ingin pulang?" tanya Erick.


"Dia tidak ada mengatakan ingin pulang Tuan, hanya dia ingin menghubungi saudarinya Tuan" beritahu Pablo Zabaleta, tentang keinginan Bastian Reuel yang ingin menelpon Jovanka.


"Bilang saja, ponselnya hilang'" kata Erick.


"Baik Tuan" sahut Pablo Zabaleta.


Derrt... derrt..


Erick mengeluarkan ponselnya, dan menjawab panggilan tersebut.


"Apa!" Erick kaget, mendengar apa yang dikatakan dari sambungan telepon.


"Cari sampai ketemu! aku akan membuang kalian kedalam kandang buaya, kalian semua tidak becus menjaga satu gadis muda saja!" ujar Erick dengan marah.


"Sial..! Jovanka Lovata Reuel, kau sangat keras kepala" gumam Erick.


Erick bergegas pergi meninggalkan pabrik perhiasannya.


Erick memacu kudanya untuk berlari cepat, sehingga hanya waktu lima belas menit. Dia tiba di mansion.


"Sudah ada kabar?" tanya Erick kepada Miss Lin yang menyambut kedatangannya dengan perasaan cemas, karena dia yang dititahkan oleh Erick Godfrey untuk mengawasi Jovanka.


"Tuan, saya melihat Conan berada dibelakang Mansion" beritahu penjaga yang berada diatas menara, dengan menggunakan teropong. Dia melihat Conan tidur.


"Kalian semua tidak becus, sepertinya. Aku harus mengganti kalian semua dengan seekor anjing, lebih bisa diandalkan. Badan kalian saja yang besar, tapi otak kalian kecil!" seru Erick.


Setelah puas marah kepada para penjaga, Erick berjalan menuju belakang Mansion.


🌟🌟🌟


Conan juga seperti Jovanka, tidur. Walaupun tidur Conan dengan siaga, telinganya bergerak-gerak siaga. Mendengar pergerakan disekitarnya.


Tiba-tiba....


Conan bangun dan berdiri dengan siaga, matanya menatap pada satu titik. Dengan ekor yang mengibas-ngibas. Conan menyambut kedatangan Tuannya.


"Good boy" ucap Erick sambil memberikan elusan diatas kepala Conan.


"Kau menjaganya dengan baik, terima kasih. Kau sangat bisa diandalkan" kata Erick.


"Pulanglah" titah Erick pada Conan.


Conan langsung bergerak berlari meninggalkan Erick, setelah Erick menyuruhnya untuk pergi.


Sepeninggal Conan, Erick mendekati tempat Jovanka tidur.


"Kau sungguh-sungguh gadis yang keras kepala dan nakal" dalam batin Erick.


Erick dengan hati-hati mengangkat Jovanka, Jovanka. Yang benar-benar sangat letih, tidak menyadari. Erick membawanya pulang menuju Mansion, Jovanka hanya menggeliat. Untuk mencari posisi yang nyaman dalam gendongan tangan kekar Erick.


Melihat Tuanya datang membawa Jovanka yang tidur dengan nyaman dipelukan Erick, Miss Lin bergegas membuka pintu kamar.

__ADS_1


Erick meletakkan Jovanka diatas ranjang, kemudian dia duduk disisi ranjang, tangannya mengibas. Menyuruh orang yang berada dalam kamar. Untuk meninggalkan kamar, sekarang. Erick hanya berdua dengan Jovanka.


"Tidurlah" bisik Erick Godfrey.


Matanya menatap wajah Jovanka dengan lekat, dia teringat saat pertama sekali melihat Jovanka.


🌟🌟flash back 🌟🌟


Erick berada didalam ruang kerjanya, Marcio Black. Sang tangan kanannya, masuk kedalam ruang kerjanya dengan membawa gawai Bastian Reuel yang disita oleh Marcio Black.


"Ini Tuan, barang-barang Bastian Reuel. Dan tidak ada yang mencurigakan, flashdisk juga tidak ditemukan. Flashdisk berisi video pertambangan, mungkin dibawa Jhon Samuel" beritahu Marcio Black pada Tuannya.


Erick mengambil ponsel Bastian.


"Tidak dikunci?" tanya Erick pada Marcio.


"Dikunci Tuan, tapi Tim kita bisa membuka sandinya" jawab Marcio.


Erick Godfrey membuka ponselnya Bastian, yang pertama dia membuka galeri foto. Dia melihat foto keluarga Bastian Reuel dengan kedua orangtuanya, dan ada gadis remaja didekat Bastian.


"Siapa gadis ini?" tanya Erick pada Marcio.


"Menurut informasi, gadis itu saudari Bastian Reuel" jawab Marcio.


"Berapa usianya?" tanya Erick sembari menatap wajah Jovanka dengan lekat.


"Menurut informasi, 20 tahun Tuan" jawab Marcio.


"Sudah menikah?" tanya Erick.


"Belum Tuan" sahut Marcio.


"Kekasih?" tanya Erick lagi, matanya masih fokus menatap kearah gawai Bastian Reuel.


"Itu belum saya selidiki Tuan" sahut Marcio.


"Undang dia untuk datang ke pulau Saint Angel" titah Erick pada Marcio.


"Untuk apa Tuan?" tanya Marcio kepada tuannya.


Erick Godfrey mengangkat kepalanya, dan menatap kearah Marcio dengan tatapan mata yang tajam.


"Kau tidak perlu tahu!"


Marcio menundukkan kepalanya.


"Menarik" ucap Erick, terlihat disudut bibirnya. Smirk tercetak jelas, membuat raut wajah Erick semakin sadis terlihat.


Marcio juga heran, melihat Erick menatap gambar adik Bastian. Dengan pertanyaan yang mendetail.


🌟🌟 Flashback end 🌟🌟


Awal Erick menginginkan Jovanka sebagai gadis untuk melahirkan penerus keluarga Godfrey.

__ADS_1


Next...


__ADS_2