The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Bertemu dan tidak kenal


__ADS_3

**Jangan lupa untuk selalu menekan tombol like like like like like 🙏 biar author receh tetap semangat untuk update.


Terima kasih.


🌟🌟🌟🌟**


"Kenapa kau mengikuti aku? kau ingin berbuat jahat ya? aku ini jago kungfu!" seru Jovanka sembari menunjukkan kuda-kuda, ingin menghajar pemuda didepannya.


"Tidak Miss, aku tidak mengikutimu. Aku juga ingin jalan menuju kesana" pria tersebut menunjuk arah kanan.


"Pergi sana!" usir Jovanka dengan jutek.


"Miss mau kemana?" tanya pria tersebut.


"Kenapa kau tanya-tanya? apa aku mengenalmu? sehingga kau ingin tahu apa yang akan aku lakukan dan mau kemana aku pergi?" selidik Jovanka, matanya memicing menatap wajah pria tersebut dengan intens.


"Maaf Miss, aku hanya ingin membantu. Sepertinya Miss tidak orang dari daerah sini?" tanya pria tersebut.


Jovanka tidak menjawab, dia memandang wajah pria tersebut.


"Apakah orang ini patut dipercaya, mungkin dia mengenal atau juga mengetahui keberadaan kak Tian" dalam benak Jovanka.


"Ada apa miss?" tanya pria tersebut.


"Aku bukan orang jahat Miss, kenalkan. Aku Dfrey" pria yang bernama Dfrey itu menyebutkan namanya dan mengulurkan tangannya.


Jovanka ragu, dia tidak menyambut uluran tangan Dfrey.


Dfrey menarik tangannya, karena Jovanka tidak menyambut uluran tangannya.


"Tidak! aku tidak boleh langsung percaya dengan orang ini, tampangnya mencurigakan" batin Jovanka.


Jovanka melanjutkan langkahnya, dia menuju jalan kearah kiri. Sedangkan pemuda yang bernama Dfrey jalan kearah kanan.


"Miss, aku sarankan. Kau harus berjalan kearah sini " kata pemuda yang bernama Dfrey.


"Aku mau kemana, terserah kakiku" jawab Jovanka dengan dengan sedikit ketus.


"Terserahlah, aku sudah memberi peringatan. Silakan" ujar Dfrey kepada Jovanka.


"Bye.." Dfrey kemudian pergi meninggalkan Jovanka yang mulai ragu, dengan arah yang ingin diambilnya.


"Kenapa aku jadi ragu, Jo. Kau harus mengambil keputusan dengan memakai otakmu sendiri, mungkin saja pria itu. Ingin menyesatkanmu" Jovanka bicara sendiri.


Akhirnya Jovanka melangkah menuju arah yang diyakininya menuju arah rumah Tuan Fred.


Setelah melangkah hampir sepuluh menit, Jovanka akhirnya tiba di tepi pantai.


"Sial! aku salah jalan!" dengan berkacak pinggang, Jovanka memandang laut lepas dari atas karang.

__ADS_1


"Pria tadi ternyata benar, dasar otak bebal. Sudah dibilangin, masih tidak percaya" gerutu Jovanka sembari memukul kepalanya sendiri.


Jovanka memutar badannya, dan kembali menuju jalan yang ditunjukkan oleh Dfrey.


"Suiitt..!" suara siulan terdengar dari atas batu besar.


Jovanka melihat kearah atas batu, dan melihat pemuda yang bernama Dfrey tiduran diatas batu .


"Kau mengikutiku!" tuduh Jovanka.


"Miss, aku akan membantumu. Daripada kau jalan keliling pulau, sampai malam menjelang. Kau tidak akan sampai ketempat yang kau tuju" kata Dfrey.


Jovanka berpikir, dengan apa yang dikatakan oleh Dfrey.


"Betul juga, aku tidak tahu jalan di pulau ini. Bagaimana jika aku tertangkap oleh mandor pertambangan" batin Jovanka.


"Baiklah, aku ingin kembali ke penginapan Tuan Fred" beritahu Jovanka, setelah berpikir dengan matang.


"Kalau miss beritahu sedari tadi, miss tidak akan tersesat sampai ke pantai" kata Dfrey.


"Kau tahu tempat penginapan Tuan Fred?" tanya Jovanka.


"Tahu miss, kenapa aku tidak mengenali warga pulau ini. Pulau ini milikku" ujar Dfrey.


"Milikmu!?" ujar Jovanka dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.


"Bukan milikku yang sebenarnya miss, aku sudah menganggap pulau ini milikku. karena aku sudah seumur hidup tinggal di pulau ini" kata Dfrey.


"Ayo miss, saya antarkan pulang. Hari sudah mau gelap" kata Dfrey.


Dalam perjalanan, Dfrey selalu bertanya. Sedangkan Jovanka hanya sedikit bicara.


"Miss, nama anda siapa? saya sudah beritahu nama saya, masa miss tidak mengatakan namanya" kata Dfrey.


"Jo, panggil saja Jo" ucap Jovanka, memberitahukan namanya.


"Jo, nama miss Jojo? atau Johan" ada nada godaan di suara Dfrey.


Jovanka tidak menanggapinya, dia terus melangkah. Tetapi tiba-tiba dia menghentikan langkahnya, dan berbalik badan menghadap kearah Dfrey.


"Hei.. kenapa kau memanggilku miss?" Jovanka baru sadar, Dfrey memanggilnya dengan miss.


"Apa ada yang salah? atau anda sudah menjadi Mrs?" tanya Dfrey, dengan wajah yang terlihat Jahil ingin menggoda Jovanka.


"Bagaimana kalau aku katakan, aku ini pria kewanitaan" kata Jovanka.


"Pria?" tangan Dfrey menjulur kearah dada Jovanka.


Dengan spontan Jovanka menutup area dadanya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Hahaha! Anda wanita miss Jo, gerakan refleks tangan anda itu telah membuktikan bahwa anda itu wanita" ucap Dfrey.


"Sial!" Jovanka memutar badannya dan kembali berjalan.


"Miss Jo, apakah anda rangka liburan disini?" tanya Dfrey sembari mengikuti Jovanka dari belakang.


"Tidak! aku kesini untuk menemui calon suamiku" ucap Jovanka dengan asal, karena dia kesal. Dfrey selalu bertanya.


"Calon suami? siapa miss?" tanya Dfrey.


"Penguasa pulau ini, makanya. Kau jangan dekat-dekat, bisa-bisa kau akan dihukum gantung oleh penguasa pulau ini" ucap Jovanka.


"Penguasa pulau ini? miss mengenalnya?" tanya Dfrey, senyum kecil terlihat dibibirnya yang merah.


"Jelas kenal, aku calon istrinya. Sejak kecil aku sudah bermain dengannya, saat kecil kami sering mandi bersama juga" kata Jovanka dengan perasaan yang senang, karena dia merasa telah berhasil membuat seorang Dfrey takut untuk berdekatan dengannya.


"Mandi bersama? sekarang ini?" tanya Dfrey.


Jovanka berhenti jalan, balik badan menghadap Dfrey.


"Wuss..miss! kenapa berhenti tidak bilang-bilang, bagaimana jika bibir kita nanti saling bertabrakan!" ucap Dfrey, karena Jovanka berhenti jalan. Sehingga hampir saja dia menabrak Jovanka.


Jovanka menatap bibir Dfrey yang merah, dan begitu seksi terlihat dimata Jovanka.


"Bibirnya sungguh seksi" batin Jovanka.


"Gila! kenapa pikiran mesum hinggap di otak ini" batin Jovanka, karena menghayalkan bibir merah Dfrey.


"Dasar bodo! tidak mungkin sekarang! tidak kau lihat, aku sudah sebesar ini? apa mungkin aku mandi bersama dengan seorang pria?" wajah cantik tapi terlihat jutek, menghiasi raut wajah Jovanka.


"Kenapa tidak bisa? jika kalian saling cinta, tidak ada larangan sepasang kekasih mandi bersama. Apalagi dibarengi dengan mandi plus-plus, heemm..! sangat menggairahkan" ucap Dfrey.


"Dasar pria gila!" jengkel Jovanka, dan melanjutkan langkahnya kembali.


"Miss! apa kau mengetahui raut wajah penguasa pulau ini? orang bilang orang itu sangat tertutup dan misterius, tidak ada yang pernah melihat raut wajah orang itu. Mungkin saja wajah orang itu sangat jelek, dan keriput dimana-mana" kata Dfrey.


"Hei..! dia itu orang yang sangat berwibawa, dan kharismanya sangat kuat" kata Jovanka dengan bayangan Penguasa pulau yang ada dalam pikirannya, walaupun bayangan itu hanya hasil imajinasi otaknya saja.


"Aku juga tidak tahu, Penguasa pulau ini raut wajahnya seperti apa? raut wajah. Namanya saja aku tidak tahu" batin Jovanka.


"Namanya siapa miss? karena kami tidak boleh menyebutkan namanya" kata Dfrey.


"Kau juga tidak boleh menyebutkan namanya, bagaimana aku bisa mengatakan kepadamu namanya" kata Jovanka.


"Kau sungguh lucu Miss Jovanka Lovata Reuel" gumam Dfrey.


Next....


**Jangan lupa untuk menekan tombol like like like like like 🙏

__ADS_1


Like reader penyemangat untuk author update setiap hari, lope.. lope sekebon singkong untuk para reader**..


__ADS_2