
Hai semua, terima kasih atas dukungannya. And happy reading guys.🥰
☘️☘️☘️**
Ardan memberi tanda pada Erick, apa yang mereka cari ada dalam ruangan yang diintai Ardan.
Setelah membuat Arm pingsan, Erick bergegas menuju ruangan tempat penyekapan Maria.
Ardan memberi tanda agar Erick berjalan dengan pelan, agar laki-laki yang terbaring di ranjang dengan Maria tidak mengetahui kedatangan Erick dan Ardan.
"Kurang ajar" Erick mengintai kedalam kamar, melihat laki-laki yang memeluk Maria dia atas ranjang.
Tanpa dapat di cegah lagi, Erick mendorong pintu. Dan langsung menarik Andre dari atas ranjang.
Sedangkan Ardan menghampiri Maria yang belum sadar, akibat efek obat bius.
"Kurang ajar, tuan bangka... bedebah kau...!" teriak Erick seraya memberikan tendangan bertubi-tubi ke badan Andre.
"Berani-beraninya kau menculik mommyku..!!" seru Erick dibarengi dengan tendangan kakinya ketubuh Andre yang berada dilantai.
"Kenapa kau bisa masuk..?" disela-sela pukulan Erick ditubuhnya, Andre heran. Karena Erick sudah berada dihadapannya. Sedangkan anak buahnya bertebaran di sekeliling gedung.
"Kau tanya kenapa aku bisa masuk berengsek? baru tempat begini, dengar..! neraka saja bisa aku masuki, jika kau berani mengusik ketenangan orang tuaku..!" seru Erick dengan membabi-buta mendaratkan bogem mentah ketubuh Andre.
Andre yang tidak siaga, dan faktor kekuatan yang tidak seimbang akhirnya terkapar diatas lantai.
Melihat Erick yang sangat emosional, dan Andre sudah tidak berkutik lagi. Ardan bergegas menghampiri Erick dan menariknya menjauhi Andre.
"Erick cukup..! bisa mati dia..!" seru Ardan.
"Biar..biar mati orang ini, berani-beraninya dia mengusik keluarga ku..!" kesal Erick.
Ciihh...
Erick mengeluarkan ludahnya ketubuh Andre, yang berlumuran darah.
"Tangan ini yang menyentuh mommyku..!" Erick mendekati Andre dan menginjak tangan Andre.
Erick mendekati Maria yang masih tidak sadarkan diri, efek dari obat bius.
"Mom.." Erick berusaha untuk menyadarkan Maria, tetapi tidak ada respon.
"Rick, angkat saja. Kita bawa ke rumah sakit, mungkin Aunt diberi obat tidur" kata Ardan.
"Kurang ajar, awas. tidak akan aku beri ampun..!" kesal Erick.
***
Maria belum sadar juga, setelah hampir dua jam terbaring di tempat tidur rumah sakit.
"Dokter, kenapa belum sadar juga?" tanya Erick.
"Obat bius yang terhirup Mrs Godfrey terlalu banyak" ucap dokter pada Erick.
"Apa tidak berbahaya Dok?' tanya Ardan.
"Apa pun yang berlebihan, berbahaya. Kita pantau, apakah ada efek samping dari obat bius tersebut bagi kesehatan Mrs Godfrey" ucap dokter.
Sepeninggal dokter, aunt Anne dan Jovanka masuk kedalam kamar tempat Maria di rawat.
"Rick, bagaimana keadaan Maria?" tanya Anne.
"Belum sadar aunt" sahut Erick.
__ADS_1
"Bagaimana Daddy, apakah menanyakan mommy ?" tanya Erick.
"Iya, kami bilang. Maria pergi mengantarkan suster Abigail, tetapi Axelo sepertinya tidak percaya. Keduanya punya ikatan batin yang sangat kuat, hingga Axelo mempunyai perasaan. Maria dalam bahaya"
"Dan kau Mrs Godfrey, apakah kau tidak menanyakan kondisi suamimu ini?" tanya Erick pada Jovanka.
"Tidak..! kau dalam keadaan baik-baik saja kan " ucap Jovanka dengan bibir manyun.
Anne tersenyum melihat Jovanka, yang masih kesal. karena tidak diizinkan untuk ikut.
"Aunt Anne, ayo kita keluar. Keduanya pasti akan perang " kata Ardan pada Anne.
"Perang ? siapa?" tanya Anne pada.
Ardan mengerucut bibirnya kearah Erick dan Jovanka.
***
Marcio dan Danny Liu membawa Andre dan anak buahnya menuju kantor polisi.
Dor...
Suara senjata api terdengar, dan mobil yang membawa Andre mengalami pecah ban. Sehingga mobil tersebut kehilangan kendali, dan terguling.
"Siaga..! ada penyerangan..!" teriak Marcio seraya turun dari dalam mobilnya, dan bersembunyi dibalik mobil.
"Awasi tahanan..!" titah Danny Liu.
Tiba-tiba ada lemparan granat asap, membuat area sekitar menjadi ditutupi asap putih. Sehingga menyulitkan untuk melihat apa yang terjadi.
Begitu asap putih dari granat hilang, Danny Liu dan Marcio bergegas berlari menuju mobil yang membawa Andre. Sopir yang mengemudi mobil sudah tidak bernyawa, dan para penjaga yang berada bersama Andre juga terkapar. Dengan luka tembakan di pelipisnya.
"Sial..sial...!" Marcio marah, dengan melampiaskan kemarahannya dengan menendang mobil.
"Kurang ajar, kita kurang waspada.." kata Marcio.
"Kita masih mempunyai anak buahnya" ujar Danny Liu.
"Ayo kita cepat meninggalkan tempat ini, jangan sampai ada yang menyelamatkan mereka" kata Marcio.
***
"Kenapa kepalaku pusing" Maria memegangi kepalanya, begitu dia tersadar.
"Apa sakit mom?" tanya Erick.
Maria menoleh kearah Erick, dan menjawab pertanyaan Erick dengan menganggukkan kepalanya.
"Kau sudah sadar Maria?" tanya Anne.
Maria mengitari seluruh ruangan tempat dia berada.
"Rumah sakit" gumam Maria.
"Kenapa aku di sini? tadi aku mengantarkan suster Abigail, dan..." Maria menghentikan ucapannya, melihat kearah Erick.
"Mereka membekap mulutku, mereka...oh.. mereka mau menculikku..!" seru Maria setelah benar-benar sadar dan mengingat apa yang terjadi padanya.
"Mereka tidak berhasil menculikku?" tanya Maria.
Erick menceritakan, apa yang terjadi. Dan siapa orang yang mau menculiknya.
"Andre Maurice pelakunya mom.." kata Erick.
__ADS_1
"Andre..! kenapa dia melakukannya? apa salahku padanya?" Maria heran, mendengar Andre yang telah berusaha untuk menculiknya.
"Mom, apa terjadi cinta segitiga antara kalian bertiga?" tanya Erick.
"Cinta segitiga, siapa?" tanya Maria.
"Daddy, mom dan Andre Maurice" kata Erick.
"Tidak ada, mommy setia dengan Axelo. Walaupun kami berjauhan" kata Maria.
"Atau cinta bertepuk sebelah tangan ," kata Anne.
"Kami tidak akrab, dia akrab dengan salah satu mahasiswi. Tapi mommy tidak mengenalnya."
Pintu terbuka dengan masuknya Ardan, dengan wajah yang marah.
"Rick, Andre berhasil lolos" kata Ardan.
"Kapan kejadiannya ?" tanya Erick.
"Saat Andre dan anak buahnya ingin dibawa kekantor polisi" jawab Ardan.
"Marcio dan Danny disergap ditengah jalan." sambung Ardan.
"Tempat ini tidak aman untuk mommy, kita harus kembali malam ini ke pulau Saint Angel..!" ucap Erick.
"Ardan, kau di sini. Aku ke hotel, untuk bersiap-siap. Mom, jangan kemana-mana"
"Bagaimana dengan Daddy mu Rick?" tanya Maria.
"Kita akan memindahkan Daddy ke pulau Saint Angel, kalau kedua orang itu tidak belum tertangkap. Keselamatan Daddy belum aman " kata Erick.
***
Ditengah lautan, kapal boat sampai di kapal pesiar mewah yang bersandar ditengah laut.
"Bawa dia kedalam kamar..!" titah seorang pria kepada orang yang mengangkat Andre.
Andre terbaring di ranjang dalam keadaan tidak sadar, wajahnya penuh dengan darah yang sudah mengering.
Seorang pria masuk kedalam kamar, dan memeriksa keadaan Andre.
"Bagaimana keadaannya?"
"Pergelangan tangan Tuan Andre, retak Tuan William" beritahu dokter yang memeriksa keadaan Andre.
"Ada bekas pukulan di dada dan perut." sambung dokter kembali.
Pria yang bernama William mengamati dokter yang membalut pergelangan tangan Andre yang retak.
"Permisi Tuan" dokter mengundurkan diri, setelah selesai memeriksa kondisi Andre.
"Dasar pria tidak berguna..! percuma aku membantumu, kau sungguh bodoh. Melakukan apapun juga tidak memakai otak" ucap pria yang bernama William.
"Aku tidak bisa mengunakan Andre lagi untuk menghancurkan keluarga Godfrey, dia sudah ketahuan. Bagaimana pun, aku harus menghancurkan keluarga Godfrey. Mom, aku akan membalaskan kesedihanmu " gumam William seraya memandang gambar kecil didalam genggaman tangannya.
"Aku akan menghancurkan penerus keluarga Godfrey "
Tak..
William melempar pisau, dan tepat sasaran. Menancap di gambar Erick, Ardan dan Jovanka.
🌜 Next🌛
__ADS_1