The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Beraksi


__ADS_3

Terima kasih atas dukungan terhadap cerita ini, dan jangan lupa untuk menekan like like..🙏


☘️☘️☘️☘️


Axelo bangkit dari duduknya, dan mendekati Danny Liu.


Plak...


Axelo melayangkan tamparan keras ke pipi Danny Liu, sampai-sampai tubuh Danny Liu sedikit oleng. Karena kerasnya tamparan tangan Axelo Godfrey menerpa pipinya.


Danny Liu menegakkan kepalanya kembali, terlihat darah mengalir disudut bibirnya.


"Begitu bencinya kau kepadaku, sehingga. Selama sepuluh tahun ini, kau tidak mencari tahu tentang keadaanku." Axelo Godfrey memegang dengan kuat bahu Danny Liu.


"Maaf Tuan" sahut Danny Liu dengan kepala menunduk.


"Aku sudah mengangapmu sebagai keluarga, tapi kau tidak menganggap aku sebagai keluarga" ucap Axelo.


"Seharusnya, ketika aku mengusirmu dari perusahaan . Kau jangan pergi, kau bersihkan namamu. Dengan mencari siapa dalang di balik kejadian itu semua, siapa yang telah menjebakmu" ujar Axelo seraya berjalan menuju sofa.


"Maaf" sekali lagi, kata maaf keluar dari dalam mulut Danny Liu.


"Duduklah, jangan berdiri terus" ucap Axelo pada Danny Liu.


Danny Liu duduk diseberang sofa yang diduduki oleh Axelo.


Melihat sudut bibir Danny berdarah dan bengkak, Axelo bangkit dari duduknya. Dia berjalan kearah lemari pendingin dan mengambil sebutir telur, kemudian memberikannya kepada Danny.


"Untuk apa Tuan?" Danny menerima telur tersebut dengan heran.


"Tempelkan di wajahmu yang merah itu, biar tidak bertambah bengkak" ujar Axelo.


Danny melekatkan telur yang diberikan oleh tuannya kewajahnya.


"Mrs Cho memanggil, baru kau kembali" kata Axelo seraya menatap wajah Danny Liu.


"Apa yang kau lakukan dikampung? apa kau bermalas-malasan menjadi Tuan muda?" tanya Axelo.


"Tidak Tuan, saya membantu bertani" sahut Danny.


Axelo tertawa, mendengar Danny bertani.


"Hahaha..! kenapa kau tidak bergabung dengan perusahaan lain, pasti banyak yang mau menampung tenaga dan pikiranmu itu" kata Axelo.


"Saya tidak ingin Tuan, perusahaan itu nantinya memperalat saya. Untuk mengkhianati perusahaan Godfrey" jawab Danny.


"Terima kasih, kau asisten yang sangat aku percaya" ucap Axelo.


"Apa saya akan menjadi asisten Tuan lagi?" tanya Danny.


"Untuk apa saya memanggilmu kembali, kalau tidak untuk kembali menjabat sebagai asistenku " kata Axelo.


"Terima kasih Tuan, telah percaya pada saya" kata Danny.

__ADS_1


"Tugas pertama" Axelo mentitahkan Danny untuk kembali memanggil orang-orang yang telah keluar dari perusahaan Godfrey.


"Baik Tuan" jawab Danny Liu.


Danny kemudian keluar dari dalam ruang kerja Axelo, dia masuk kedalam ruangan yang berada disebelah ruang Axelo.


Danny Liu membuka ruangan tempat dia bekerja dahulu, matanya mengitari seluruh ruangan dan melihat tidak ada yang berubah. Lukisan dinding masih sama.


"Tidak ada yang berubah" gumamnya.


Danny beranjak menuju meja kerjanya, dan menarik kursi. Kemudian Danny Liu membungkukkan badannya, tangannya meraba bawah meja dan memijat satu tombol yang tidak terlihat.


Jemarinya menekan tombol tersebut, dan satu lantai keramik bergeser dibawah karpet. Danny Liu menyibakkan karpet dan meraih satu kotak kecil, kemudian Danny Liu kembali menekan tombol. lantai keramik kembali menutup.


"Kau masih aman ditempatnya" ujar Danny Liu.


Danny Liu menyimpan data rahasia nama-nama yang loyal terhadap Axelo Godfrey, dengan data yang dipegangnya. Danny Liu ingin memanggil mereka kembali, walaupun sebagian dari pemilik nama tersebut sudah sepuh. Tapi isi pikiran mereka masih bisa di gunakan, untuk menyelidiki, siapa dalang kekacauan dalam keluarga Godfrey.


Danny merapikan kembali, lantai dan karpet yang menutupi lantai. Karena ditempat rahasia itu, masih banyak data rahasia yang disimpan oleh Danny Liu .


Selesai membereskan semua, Danny Liu bergegas keluar dari dalam ruang kerjanya. Dia menuju lift untuk segera melakukan apa yang ditugaskan oleh Axelo Godfrey.


Pintu lift terbuka, Danny Liu menatap orang yang ingin keluar dari dalam lift.


"Danny..!" sapa orang tersebut, dan mengulurkan tangannya.


"Tuan Jefferson" Danny Liu menerima uluran tangan orang yang dipanggilnya dengan Tuan Jeferson.


"Apa kabar mu? kau kembali?" tanya Tuan Jefferson.


"Baguslah, aku bosan melihat Boss mu itu. Dia melakukan apapun sendiri, dia tidak mempercayai siapa pun juga. Aku sebagai sahabatnya juga, tidak dipercayai" beritahu Tuan Jefferson.


"Apa dia ada ditempat? aku sudah menghubunginya, tapi tidak ada pesan balasan yang dikirimnya. Apa mungkin ponselnya tidak ada lagi, selama dia bersama dengan gadis muda itu. Otaknya sudah tidak berada ditempatnya" ucap Tuan Jefferson.


"Tuan mungkin sibuk, sehingga tidak membalas membalas pesan anda Tuan. Tuan sekarang ada diruang kerjanya" kata Danny Liu.


"Baiklah, aku akan menemuinya. Sekali lagi, aku senang kau kembali" ujar Tuan Jefferson.


Tuan Jefferson menuju ruangan Axelo, Danny Liu masuk kedalam lift.


🌟🌟🌟


Erick Godfrey tiba ditempat anak buahnya mengurung seseorang, dalam ruangan terikat seorang pria. Mata pria tersebut ditutup dengan kain hitam.


"Siapa? lepaskan aku!" seru pria tersebut, saat mendengar pintu terbuka dan terdengar langkah kaki masuk kedalam ruangan dia diikat.


Tidak ada yang bersuara, orang yang masuk kedalam ruangan tersebut tetap menutup rapat mulutnya.


"Hei.. bersuara lah!" teriak pria itu dengan lantang, tidak ada nada ketakutan dalam suara pria tersebut.


Tak..tak..tak..


Suara langkah kaki yang teratur dan pelan masuk kedalam ruangan, pria itu menajamkan pendengarannya.

__ADS_1


"Kau siapa? kenapa menangkap ku? siapa kau..!" ucap pria tersebut.


Pria itu berusaha untuk berdiri, dengan bersusah payah. Akhirnya, dia bisa berdiri tegak. Dan berjalan maju kedepan.


"Jangan jadi pengecut, kalau berani. Lawan aku! buka ikatan ini!" seru pria tersebut.


"Diam kau..!" Marcio Black menendang pria tersebut, hingga pria tersebut kembali tersungkur keatas lantai yang keras .


Ketika Marcio Black ingin kembali menendang kembali, tangan Erick Godfrey terangkat. Dia mencegah Marcio Black menendang pria tersebut.


"Kurang ajar, jangan berani menyentuhku" seru pria itu.


"Jangan habiskan tenagamu untuk berkata-kata, Jhon Samuel. Itu namamu yang sebenarnya kan?" ucap Erick Godfrey.


Deg..


Pria yang bernama Jhon Samuel terdiam, badannya menegang seketika. Dia cukup shock, saat Erick menyebutkan namanya. Selama ini dia mengubah namanya, dan bergabung dengan Bastian Reuel dalam organisasi yang bergerak dalam lingkungan.


Sebenarnya, dia tidak bergabung untuk kegiatan mulia. Tetapi untuk mengeruk keuntungan pribadi, dengan bekerja sama dengan orang dalam dan memeras.


"Siapa kau?" suara Jhon Samuel tidak segarang tadi, kini dia sudah berhati-hati. Karena tidak tahu, siapa yang telah menangkapnya.


"Aku Bastian Reuel, orang yang kau khianati" jawab Erick.


"Hahaha..! kau bukan Bastian, kau menipu. Suara Bastian tidak seperti itu" Jhon Samuel tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Erick.


"Oh..kau ingat dengan suaranya, baiklah. Aku orang yang sudah kau peras, dan aku ingin kau memberikan video yang kau ambil diam-diam dari dalam pertambangan" kata Erick dengan suara yang pelan, tapi datar.


"Video? tidak ada video!" Jhon Samuel menolak mengakui ada video tentang pertambangan ditangannya.


"Kau tahu, area pertambangan itu area yang ilegal untuk dimasuki oleh siapa pun juga. Apalagi oleh orang asing seperti mu" kata Erick.


"Kau menyembunyikan sesuatu, sehingga kau melarang kami untuk mengambil gambar disana" tuduh Jhon Samuel.


"Video yang kau ambil itu hasil rekayasa, kau membuat video itu. Seolah-olah pertambangan telah merusak lingkungan, kau memeras. Untuk keuntungan pribadi" ucap Erick.


"Tidak ada yang tahu, itu hasil rekayasa" ucap Jhon Samue.


"Terima kasih, kau telah mengakui. Video yang kau buat hasil rekayasa" ucap Erick.


"Marcio, kau sudah merekam apa yang dikatakannya tadi kan?" tanya Erick pada Marcio.


"Sudah Tuan" jawab Marcio.


"Sial..! kenapa aku keceplosan..!" umpat Jhon Samuel, karena dia terjebak dengan perkataannya sendiri.


"Oh ya, kau pasti tahu gadis bernama Linda shine Dia sangat cantik, aku ingin merasakan. Bagaimana dia mengerang dan melenguh dibawah tubuhku ini?" Erick Godfrey menyebutkan nama gadis bernama Linda shine.


"Kau..! jangan berani kau menyentuhnya!" seru Jhon Samuel.


"Jika ingin gadismu selamat, beritahu dimana kau menyimpan rekaman asli video tersebut?" tanya Erick.


"Aku... next....

__ADS_1


🌟🌟🌟


Next....


__ADS_2