
Happy reading guys π₯°π
πππ
Jovanka duduk di atas ranjang, wajahnya manyun. Menatap Erick yang sedang memasukkan baju-bajunya kedalam koper kecil.
Sesekali Erick melirik kearah Jovanka, dia tersenyum. Melihat Jovanka seperti anak kecil yang tidak diperbolehkan untuk ikut.
"Jo, tugas seorang istri itu salah satunya. Membereskan perlengkapan yang akan suaminya bawa untuk pergi, bukannya duduk di ranjang dengan wajah seakan-akan ingin memangsa seseorang " kata Erick setelah selesai membereskan baju yang ingin dibawanya.
"Aku mau ikut..!" seru Jovanka.
"Jo, aku itu bukan liburan.." ucap Erick dengan sabar.
"Aku bosan di sini, aku tidak punya teman...!" seru Jovanka.
"Arisa, Conan juga ada.." kata Erick.
"Arisa sibuk bekerja, asistenmu itu memberikan Arisa kerja yang sangat banyak. Sehingga dia tidak ada waktu untuk beristirahat" ucap Jovanka.
"Conan tidak sibuk" ucap Erick.
"Kau suruh aku berteman dengan Conan, aku bukan doggy..!" kesal Jovanka, saat disuruh bermain dengan Conan.
"Maaf," ucap Erick seraya menangkup pipi Jovanka, hingga bibirnya ngerucut.
Cup...
"Baik-baik di sini, jangan nakal. Jangan buat pusing Miss Lin" ucap Erick.
"Aku bukan anak kecil..!" seru Jovanka.
"Anak kecil, kenapa belum ada kabar gembira dari dalam sini ?" tanya Erick sembari mengusap perut Jovanka.
"Kenapa? apa merasa ingin cepat-cepat mendepak aku dari sisimu..?" ucap Jovanka dengan mata membola melihat Erick yang berada di depannya.
"Apa tidak terbalik, kau yang ingin cepat-cepat meninggalkan pulau Saint Angel?" tanya Erick.
Jovanka tidak menjawab pertanyaan Erick, bibirnya manyun.
Erick yang tahu, Jovanka yang bertambah kesal. Akhirnya mengakhiri perbincangannya, yang mungkin akan berakhir dengan pertengkaran yang tak berujung.
"Ayo, antarkan suamimu ini pergi" ucap Erick dan menarik tangan Jovanka untuk turun dari ranjang.
πΊπΊπΊ
Anne dan Natasa sedang berada di salah satu restoran yang sangat terkenal di kota Saint Lucia.
Tiba-tiba, Anne terbelalak. Melihat kearah pintu masuk restoran, saat melihat pria dan seorang wanita yang baru saja masuk kedalam restoran.
"William Doe.." gumam Anne.
"Siapa ?" tanya Natasa, saat melihat saudarinya tersebut kaget.
"William, dia ada di negara ini" kata Anne.
__ADS_1
"Apa? dia kembali, apa dia masih ingin mengklaim bahwa dia keturunan keluarga Godfrey. Laki-laki yang sangat patut dikasihani, terlalu percaya dengan omongan ibunya yang terobsesi dengan Daddy kita" ucap Anne.
Ketika William tiba didepan Anne dan Natasa, William sedikit kaget. Tapi dengan cepat, William menutupi kekagetannya dengan menampilkan senyum lebar dibibirnya.
"Aku sungguh sangat beruntung, bertemu dengan kedua saudariku di sini" ucap William.
"Ahh...kau ini masih tetap merasa seorang Godfrey Tuan Doe? apa kau kurang puas dengan nama belakangmu itu?" tanya Anne seraya tersenyum dibibirnya.
"Doe..! bukankah itu nama keluargamu ?" tanya Natasa.
"Aku tidak butuh nama Godfrey..!" tekankan William dengan suara yang terlihat marah.
"Baguslah, karena kau tidak membutuhkan nama Godfrey. Aku harap, kau berhenti mengusik ketenangan keluarga Godfrey.." ancam Anne.
"Aku tidak takut dengan ancamanmu itu sister, kau berikan saja ancamanmu itu pada para anak buahmu. Aku tidak takut" kata William.
"Hon, ayo kita duduk. Kakiku sangat sakit" ucap wanita yang sedari tadi diam, melihat pertengkaran didepan matanya.
"Kau urus wanitamu Doe, jangan nanti dia pingsan di sini" ejek Natasa.
"Awas kalian, aku tidak akan tinggal diam" ancam William sebelum meninggalkan meja tempat Anne dan Natasa duduk.
"Dasar pria tidak waras, aku curiga. Dia ada dibelakang semua kejadian yang menimpa keluarga Godfrey" kata Natasa.
"Ayo kita beritahu Danny, agar dia menyelidiki orang itu" kata Anne.
"Bagaimana dengan Alivia, kita janji bertemu dengannya di sini" kata Natasa.
"Hubungi dia, kita janji lain waktu" kata Anne.
Mike sudah berada didepan perusahaan tempat dia melihat keberadaan Sandra, setelah menunggu selama lima menit. Akhirnya, Mike melihat kedatangan Sandra.
Mike langsung turun dari dalam mobil, dan berlari mendekati Sandra.
"Sandra..!" Mike mencekal tangan Sandra.
"Kau...!" Sandra cukup terkejut, melihat keberadaan Mike dihadapannya. Dia tidak mengira, Mike mengetahui tempat kerjanya yang baru.
"Aku mau bicara, ayo." Mike menarik Sandra menuju mobilnya.
"Tidak mau..! kita tidak ada hubungan lagi." Sandra berusaha melepaskan cekalan tangan Mike.
"Please Sandra, beri aku kesempatan untuk menceritakan semua. Aku dan Rachel tidak ada hubungan serius, kami hanya having fun saja," kata Mike.
"Having fun..!" ngekeh Sandra mendengar pembelaan Mike yang makin membuat Sandra jijik melihat wajah Mike.
""Having fun for *** ?" sindir Sandra.
"Kalian pasangan yang cocok..! selamat..!" ejek Sandra.
"Sandra, aku sudah tidak berhubungan lagi dengan Rachel. Please Sandra, aku ingin kita menikah secepatnya.." ucap Mike dengan sangat percaya diri, Sandra akan kembali padanya.
"Menikah? denganmu ? oh... Tuan yang terhormat, aku tidak akan mau menikah dengan pria yang suka having fun for *** dengan sembarang wanita..!" seru Sandra marah.
"Kau menolakku Sandra..?" tanya Mike.
__ADS_1
"Jelas..! siapa yang mau dengan pria yang suka main-main dengan wanita sekelas Rachel, aku tidak bodo..!" Sandra tertawa mengejek Mike.
Mike marah, melihat Sandra mentertawakannya. Dia menarik paksa Sandra untuk masuk kedalam mobilnya, orang yang melihat apa yang menimpa Sandra tidak ada yang berani menolong.
"Jangan ada yang berani menolong wanita ini, aku calon suaminya..!" seru Mike , saat melihat karyawan perusahaan yang baru datang mendekat.
Para karyawan yang baru datang hanya bisa menatap, saat Sandra yang meronta-ronta dipaksa masuk kedalam mobil Mike.
Bugh...
Pukulan tiba-tiba mendarat dipunggung Mike, hingga Mike tersungkur. Dan Sandra berhasil membebaskan diri dari cengkeraman Mike.
"Bastian..!" Sandra berlari kearah belakang punggung Bastian.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Bastian.
"Tidak apa-apa," jawab Sandra.
Mike bangkit dari aspal, keningnya terlihat berdarah. Karena saat terjatuh, keningnya menerpa aspal.
"Kurang ajar kau sialan...!" seru Mike seraya ingin memukul Bastian.
Tetapi tendangan kaki Bastian, membuat Mike tidak bisa mendaratkan pukulan ketubuh Mike.
"Siapa dia ?" tanya Bastian pada Sandra.
"Orang tidak penting..!" seru Sandra.
"Aku calon suami Sandra, kau jangan ikut campur berengsek...!" seru Mike, seraya memegangi perutnya yang sakit. Akibat tendangan kaki Bastian.
"Kita tidak ada hubungan lagi...!" seru Sandra.
"Oh...ini mantan tunanganmu yang suka selingkuh itu?" tanya Bastian pada Sandra.
"Iya, mungkin saja. Sekarang ini dia terkena penyakit raja singa..! hih...!" Sandra bergidik membayangkan kehidupan having fun yang dikatakan oleh Mike.
"Sandra, kenapa kau mengatakan itu sayang..?" tanya Mike dengan suara yang lunak, untuk meluluhkan hati gadis yang masih sangat di cintainya itu.
"Cukup..! kau jangan muncul di depanku lagi, aku sudah ada kekasih. Ini kekasiku.." ucap Sandra seraya memeluk lengan Bastian dengan erat.
Bastian yang mendengar perkataan Sandra kaget, dan melirik Sandra dengan lekat.
Sandra yang merasa Bastian kaget dengan apa yang dikatakan oleh sandra, memberikan tanda dengan matanya.
"Ternyata dia ingin membuat pria itu berhenti mengganggunya" batin Bastian.
"Tidak mungkin, kau pasti berbohong..!" seru Mike.
"Benar yang dikatakan sandra, kami juga akan menikah dalam waktu dekat ini" kata Bastian..
Perkataan Bastian bukan saja membuat Mike syok, Sandra juga kaget.
Nah .kapok mike..kau sama Rachel saja...
π Nextπ
__ADS_1