The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Mencari


__ADS_3

Happy reading guys πŸ₯°πŸ₯°


Sahid memarahi anak buahnya dibawah, terjadi kepanikan didalam ruang rawat Axelo.


Aunt Anne menarik Erick keluar dari dalam kamar Axelo, karena dia tidak ingin. Axelo mendengar apa yang terjadi pada Maria, akan membuat kondisi Axelo yang mulai membaik menjadi memburuk.


"Ayo kita keluar, jangan sampai Axelo tahu" ujar Anne seraya menarik Erick.


"Ardan, hubungi nomor ini" titah Erick pada Ardan, seraya memberikan kartu nama suster Abigail.


"Kenapa kita tidak keluar untuk mencari? daripada kita menunggu dengan perasaan khawatir di sini," kata Jovanka.


"Jangan ada yang pergi dulu, sebelum kita tahu. Kemana mereka membawa Maria" kata Natasa.


"Daripada kita keluar mencari dengan tujuan yang tidak pasti" sambung Natasa kembali.


Ardan menghubungi nomor ponsel suster Abigail, tetapi nomor ponsel suster Abigail tidak di angkat.


"Tidak di angkat" beritahu Ardan.


Pintu terbuka, Sahid masuk dengan membawa sopir taxi.


"Tuan, sopir ini yang membawa kartu nama suster Abigail" ucap Sahid pada Erick.


"Apa kau melihat siapa yang menculik mommyku?" tanya Erick.


"Saya tidak melihat jelas, Tuan. Karena posisi saya saat itu sedang memasukkan barang kedalam bagasi mobil" ucap sopir taxi.


"Beritahu kami, saat anda ke sini. Suster Abigail ke mana?" tanya Ardan.


Sopir taxi menceritakan semua apa yang diketahuinya.


"Apa..! suster Abigail naik motor mengejar mobil penculik itu?" Natasa kaget, begitu juga dengan yang lain.


"Waktu itu saya katakan Tuan, tidak mungkin mengejar mobil itu. Karena jalan yang padat, dan suster berpikir untuk mengejarnya dengan naik motor" cerita sopir taxi.


"Suster itu menyuruh saya untuk memberikan kartu namanya, sedangkan suster itu mengikuti mobil." sambung sopir taxi.


"Terus, motor siapa yang digunakan oleh suster?" tanya Arisa.


"Saya tidak tahu punya siapa, saya lihat. Suster naik motor yang terparkir di pinggir jalan," jawab sopir taxi.


"Apa mungkin suster melarikan motor orang?" tanya Jovanka, seraya memandang wajah-wajah yang ada didalam ruangan.


"Oh.. Tuhan..!" Natasa kaget mendengar perkataan Jovanka, jemarinya menutup mulutnya. Matanya membesar.


"Lihatlah, besok suster Abigail akan menjadi pembicaraan khalayak ramai. Semoga suster Abigail tidak berurusan dengan pihak berwajib" ucap Anne.


"Tidak ada yang akan mengusik suster Abigail!" ucap Erick dengan tegas.


Danny Liu datang dengan tergesa-gesa, terlihat wajahnya tidak baik-baik saja.


"Tuan muda, dunia maya sudah dipenuhi dengan video suster Abigail naik motor trail di jalanan" ucap Danny Liu.


"Hapus..! jangan sampai ada yang menyebarkan video itu, itu akan membahayakan keselamatan mommy!" titah Erick pada Danny.

__ADS_1


"Betul, jika orang itu sampai tahu ada yang mengikuti mereka. Keselamatan Aunt Maria tidak aman" kata Ardan.


Derrt... derrt..


Ponsel Ardan bunyi, dengan cepat Ardan melihat pesan yang masuk. Terlihat nomor ponsel suster Abigail.


"Suster Abigail mengirimkan pesan" ujar Ardan sembari membuka pesan, dan membacanya.


"Apa katanya?" tanya Erick dengan tidak sabar.


"Apa ini nomor ponsel anak Maria?" tanya suster Abigail.


"Aku Ardan suster" balas Ardan.


"Datang ke daerah Marine bay, ada gudang penyimpanan no 108. Mereka membawa Maria kesana, Cepat..!" pesan suster Abigail.


Ardan membacakan pesan dari suster Abigail.


"Tunggu apalagi, ayo cepat..!" titah Erick sembari berjalan keluar dari dalam ruang rawat Axelo.


"Aku ikut..!" seru Jovanka.


"No..!" Erick menghentikan langkahnya, dan memutar badannya menghadap Jovanka. Dan menolak tegas, keinginan Jovanka untuk ikut dengannya.


Jovanka mencebikkan bibirnya, mendengar penolakan Erick untuk membawanya serta.


"Sayang, kita menunggu kabar di sini saja. Lagi pula, di sini tidak ada yang muda untuk menjaga mertuamu" kata Anne.


"Aunt, aku menyuruh dua bodyguard menjaga di sini " kata Erick.


"Sayang, di sana pasti tidak aman. Erick tidak ingin kau kenapa-kenapa," kata Anne.


"Jo juga ingin membantu aunt" ucap Jovanka.


"Bantu apa Jo? bisa-bisa kau hanya membuat suamimu sibuk melindungimu" kata Arisa.


"Kita tidak tahu, siapa dalang ini semua" sambung Arisa lagi.


"Pasti iblis betina itu, siapa lagi musuh Axelo selain dia. Dia pasti sudah tahu, bahwa Maria masih hidup" kata Anne.


"Betul itu, dasar setan betina..! tidak suka melihat keluarga orang damai" Natasa geram mengingat Rachel.


***


Rachel yang dibicarakan oleh Natasa dan Anne, sedang menunggu kedatangan Mike. Setelah tidak ada lagi orang yang bisa di mintai bantuan, Rachel menghubungi Mike. Yang pada awalnya Mike juga tidak ingin membantu Rachel, tetapi karena Rachel mengancam akan mengumbar gambar-gambar hubungan mereka kepada orangtuanya. Mike akhirnya menuruti Rachel untuk membantunya.


Mobil Mike berhenti, setelah melihat Rachel berdiri di balik pohon besar. Rachel berlari cepat masuk kedalam mobil Mike.


"Apa yang kau lakukan lagi?" tanya Mike sambil melajukan mobilnya.


"Kau tidak perlu tahu, antarkan saja aku ke Primwood," kata Rachel.


"Ingat Rachel, aku tidak mau terlibat dengan semua kejahatan mu ya..!" tekankan Mike.


"Hei..sejak kapan kau menjadi penakut begini? apa kau masih mengharapkan Sandra memaafkan mu?" ejek Rachel.

__ADS_1


"Apa kau tidak takut? kalau kau tidak takut, kenapa kau sampai melarikan diri..?" tanya Mike.


"Aku bukan melarikan diri, aku rindu dengan grandma saja. Sudah lama kami tidak mengunjunginya" alasan Rachel.


"Rindu..?" tertawa Mike, mendengar alasan Rachel mengunjungi kota Primwood.


"Kenapa kau tertawa? ada yang aneh..?" Rachel melirik Mike.


"Kau anak kota besar, rindu dengan kota kecil. Yang penduduknya kebanyakan berusia lanjut" ejek Mike kembali.


"Diam..!" kesal Rachel.


Saat mobil melewati kawasan perkantoran, mata Rachel melihat Sandra sedang bersama dengan seorang pria. Senyum mengembang dibibirnya.


"Berhenti..!" Rachel meminta Mike untuk menghentikan mobil Mike.


Ciitt...


"Ada apa..? apa membatalkan untuk pergi ke Primwood?" tanya Mike.


"Ada pemandangan yang menyenangkan, lihat kearah sebelah kirimu" ucap Rachel pada Mike.


"Ada apa?" tanya Mike sembari melihat kearah yang dikatakan oleh Rachel.


"Gadismu, sepertinya dia telah mendapatkan pengganti mu" kata Rachel.


"Lihatlah, itu mereka.' Rachel menunjuk kearah pria dan wanita yang sedang menuntun sepeda keluar dari area perkantoran.


Deg...


Mata Mike memandang kearah Sandra dan temannya yang menaiki sepeda sembari berbincang-bincang sambil tertawa.


"Kasihan, ternyata kau sudah dilupakannya.." ujar Rachel dengan menepuk pundak Mike sembari menertawakan Mike.


"Diam kau..!" kesal Mike melihat Rachel menertawakan dirinya.


"Sepupuku gadis yang baik, dia tidak akan mau menerima kau yang sudah bekas orang" ledek Rachel.


"Aku tidak akan melepaskan mu Sandra." gumam Mike kesal.


"Ayo cepat..!" titah Rachel.


Pandangan Mike terus mengikuti Sandra, hingga Sandra dan temannya hilang dari pandangannya. Baru Mike menjalankan mobilnya.


***


Suster Abigail bersembunyi dibalik tong kosong.


"Kenapa mereka lama sekali" suster Abigail tidak sabar menunggu kedatangan Erick.


"Apa aku masuk kedalam ? aku ingin tahu, bagaimana keadaan Maria."


"Masuk tidak ya.." suster Abigail bimbang, dia ingin tahu kondisi Maria. Tapi dia takut, apa yang akan dilakukannya akan membahayakan diri Maria. Apabila dia tertangkap.


🌜 NextπŸŒ›

__ADS_1


Jangan lupa untuk menekan tombol like like ya kakak-kakak reader, terima kasih atas dukungannya terhadap cerita ini πŸ₯°πŸ™.


__ADS_2