The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Terbongkar


__ADS_3

Selamat membaca kakak-kakak reader, dan bantu Like like like πŸ™πŸ₯°


πŸ€πŸ€πŸ€


Musik pernikahan mengiringi langkah kaki Jovanka, tangan Arisa menggenggam jemari Jovanka. Pegangan tangan Arisa sedikit mengurangi rasa gugup Jovanka.


Pandangan Jovanka lurus kedepan, matanya sedikit berembun. Namun, Jovanka berusaha agar embun di kedua bola matanya tidak berubah menjadi hujan, membasahi pipinya.


Di kiri dan kanan, hanya ada beberapa orang yang menghadiri pernikahan Erick Godfrey. Karena Erick tidak mengundang siapapun juga, hanya para karyawan dalam Mansion yang menghadiri pernikahan tersebut.


Tetapi ada dua pasang mata manusia yang melihat pernikahan Erick Godfrey, keduanya adalah Axelo Godfrey dan Maria Angelo. Kesedihan terlihat dari mata keduanya, mereka tidak bisa menghadiri secara langsung. Hanya dengan penyamaran menjadi pelayan, keduanya bisa melihat pernikahan Erick Godfrey. Sang putra.


"Tenang Jo" ucap Arisa, saat merasakan. Pegangan jemari Jovanka ditangannya semakin kencang, begitu langkah kaki mereka berdua semakin mendekati tempat seorang pria yang memakai jas putih didepan altar.


"Aku ingin pingsan Jo" kata Arisa.


"Seharusnya aku yang pingsan? kenapa kau, yang menikah itu aku " kata Jovanka.


"Kalau kau yang pingsan, nanti aku yang menggantikan posisi mu sebagai pengantin. Aku saja yang pingsan mewakili mu Jo" ucap Arisa.


Jovanka tertawa kecil, mendengar perkataan Arisa.


"Akhirnya, kau tertawa juga. Walaupun hanya sekilas" gumam Arisa, ketika melihat tawa kecil dibibirnya sahabatnya tersebut.


"Aku semakin gugup" lirih suara Jo.


"Rileks Jo, bayangkan saja. Kau akan menjadi Mrs Godfrey, kau menjadi pemilik pulau ini. Hemh..kau juga pemilik pertambangan emas, oh ya. Kau izinkan aku untuk mencari emas di pertambangan milik suamimu ya" kata Arisa.


"Kau ini, memanfaatkan penderitaan ku. Untuk mengeruk keuntungan pribadi" dumel Jovanka.


Jarak semakin dekat, didepan ada pria. Satu pria menghadap kearah Jovanka dan Arisa, dan yang keduanya membelakangi Jovanka dan Arisa.


"Jo, sepertinya. Tidak ada Tuan Erick Godfrey didepan menunggumu, apa mungkin Tuan Erick Godfrey terlambat bangun. Karena terlalu gembira, sehingga mabuk sampai pagi" kata Arisa.


"Semoga" sahut Jovanka.


Lima langkah dari altar, dua pria yang berpakaian jas putih. Memutar badannya.


Langkah Jovanka dan Arisa terhenti seketika, matanya bulat sempurna melihat dua pria yang berdiri gagah di hadapan mereka.


"Kau..!" seru Jovanka kaget, melihat siapa yang menunggu dia didepan altar.


"Ardan..!" Arisa juga kaget, melihat Ardan berdiri di sisi Erick Godfrey. Karena Arisa mengira, Ardan sudah meninggalkan pulau. Karena Ardan mengenalkan diri, sebagai tamu di Mansion.


"Jo, Doa kita terkabul. Erick Godfrey terkena serangan jantung, mungkin orang itu sudah bersama dengan malaikat pencabut nyawa. Di bawa keatas untuk diadili" ucap Arisa.


Erick Godfrey menatap wajah Arisa dengan tajam, karena Arisa berkata dengan suara yang keras. Hingga perkataan Arisa sampai ke telinga Erick dan Ardan.


Jovanka berjalan dengan cepat mendekati Dfrey yang berdiri di altar, kedua tangannya mengangkat baju pengantin yang dipakainya. Jovanka mendekati Erick, Arisa menuju ketempat Ardan berdiri.


"Kau masih disini? aku kira kau sudah meninggalkan pulau" kata Arisa pada Ardan.


"Aku tamu kehormatan pernikahan ini" jawab Ardan.


"Kenapa kau disini?" tanya Jovanka.


"Untuk menikah" sahut Dfrey/Erick.


"Menikah? kau menikah hari ini juga? mana pengantin wanita mu?" tanya Jovanka, pandangan matanya mencari-cari pengantin Dfrey selain dirinya.


"Apa hari ini ada pernikahan massal?" tanya Arisa pada Ardan.

__ADS_1


"Tunggu saja" kata Ardan.


"Apa kau melihat Tuan Erick Godfrey? apa dia membatalkan pernikahan dan hari ini kau yang menikah, aku batal nikah kan ?" tanya Jovanka, ekspresi wajahnya terlihat cerah.


Erick tidak menjawab pertanyaan Jovanka, tangannya terulur memegang jemari Jovanka.


"Hei.. kenapa kau memegang tanganku!" seru Jovanka, dan menepiskan tangan Erick.


"Diamlah" bisik Erick dengan suara yang datar.


"Apa kita bisa memulai pernikahan ini, Tuan Godfrey ?" tanya pria yang berdiri ditengah-tengah altar.


"Tuan Godfrey!" Jovanka kaget, begitu pria itu memanggil Dfrey dengan menyebutkan nama Tuan Godfrey.


"Tuan Godfrey? apa maksudnya? Ardan, katakan?" Arisa menoleh kearah Ardan.


"Orang itu, Erick Angelo Godfrey. Dfrey, hanya nama samaran" jawab Ardan.


"Apa!? dia menipu kami, dia menyembunyikan wajahnya dengan memakai jenggot dan kumis palsu." gumam Arisa.


"Siapa Godfrey? dia Dfrey, bukan Erick Godfrey !" ujar Jovanka kepada pria yang memanggil Dfrey dengan Tuan Godfrey.


"Ada apa ini Tuan?" tanya pria itu.


"Tidak ada apa-apa Tuan Mayer, silakan. Cepat nikahkan kami" kata Erick, tanpa perduli dengan keheranan yang terjadi pada Jovanka.


"Tunggu! kenapa kita harus menikah?" Jovanka melepaskan pegangan tangan Erick dan menjauhi Erick.


Arisa mendekati Jovanka, dan membisikkan sesuatu pada Jovanka.


"Jo, ternyata. Orang itu bukan Dfrey, tetapi Erick Godfrey. Dia telah menipu kita, dia menyamarkan identitasnya" kata Arisa.


"Iya, aku adalah Erick Angelo Godfrey" jawab Erick.


"Hahaha..!" Jovanka menertawakan kebodohannya, sehingga bisa tertipu oleh Erick Godfrey. Yang menyamar menjadi Dfrey.


"Kau kurang ajar..!" tanpa takut, Jovanka menendang tulang kering kaki Erick. Tapi, kali ini Erick siaga. Sehingga kakinya terhindar dari tendangan Jovanka.


Erick meloncat mundur kebelakang, sehingga kaki Jovanka hanya menendang angin.


Orang-orang yang menyaksikan Jovanka ingin menendang Erick, terperangah. Dia tidak mengira, Jovanka berani menendang Erick.


Ardan dan Arisa tertawa, melihat kekesalan diwajah Jovanka.


"Ris, ayo kita pergi. Tidak ada pernikahan!" seru Jovanka, dengan menarik tangan Arisa. Jovanka ingin meninggalkan tempat pernikahan.


"Pergilah! Marcio!" Erick Godfrey memanggil Marcio.


"Ya Tuan" Marcio Black meninggalkan kursi tempat dia duduk, dan menghampiri Erick.


"Lakukan segera!" seru Erick dengan suara yang keras.


Jovanka menghentikan langkahnya, dan kembali menghadap kearah Erick.


"Kau iblis..!" semprot Jovanka kesal.


"Iya, aku iblis. Karena itu, aku akan membuang Bastian hidup-hidup kedalam kandang singa. Kau tahu, singa itu sudah dua hari tidak menikmati daging. Banyangkan, bagaimana singa itu akan menyambut tubuh Bastian sebagai makanannya" Erick Godfrey menakut-nakuti Jovanka, sehingga wajah Jovanka pucat.


Marcio Black ingin pergi melaksanakan titah Erick Godfrey, Jovanka. Langsung memegangi tangan Marcio Black.


"Tunggu Tuan! baiklah, aku akan menikah dengan orang itu" kata Jovanka dengan lesu.

__ADS_1


Erick Godfrey mendekati Jovanka, dan melepaskan pegangan tangan Jovanka kelengan Marcio.


"Ingat! jangan pernah kau pegang tangan laki-laki lain, jika ingin tanganmu itu masih menempel ditubuhmu ini" bisik Erick dengan suara yang dingin ketelinga Jovanka.


"Lakukan, aku tidak takut" balas Jovanka.


"Aku suka dengan gadis keras kepala sepertimu" bisik Erick.


"Aku benci pria yang menghalalkan segala cara, untuk mendapatkan keinginannya" balas Jovanka.


"Menarik" gumam Erick.


"Apa kita bisa mulai Tuan?" tanya Tuan Mayer, pejabat pemerintah yang akan menikahkan Erick dan Jovanka.


Erick menganggukkan kepalanya, dan menarik Jovanka untuk berdiri didepan orang yang bernama Tuan Mayer.


Tuan Mayer mewakili pemerintah menikahkan Erick Angelo Godfrey dengan Jovanka Lovata Reuel.


Disudut, didekat lokasi pernikahan. Mata Axelo menatap pernikahan putra satu-satunya, terlihat sekali. Raut wajah Axelo sedih.


"Tuan" panggil Danny Liu.


"Hemh.." sahut Axelo.


"Kita harus kembali Tuan, sebentar lagi Tuan muda akan kembali kedalam Mansion. Jangan sampai dia melihat keberadaan Tuan disini" kata Danny Liu.


"Danny, kau temui Miss Lin" titah Axelo kepada Danny Liu.


"Baik Tuan" sahut Danny.


Dengan langkah cepat, Axelo keluar dari dalam Mansion. Di depan pintu menuju keluar Mansion, Axelo menabrak seseorang.


Bruukk..


Orang yang ditabrak Axelo jatuh terduduk di atas lantai.


"Maaf..maaf..!" ujar Axelo, minta maaf pada orang yang telah ditabraknya.


Selendang menutupi wajah orang yang ditabraknya, hanya terlihat dua bola mata .


"Mari saya bantu" ujar Axelo, dan mengulurkan tangannya untuk membantu orang yang ditabraknya untuk bangkit dari lantai.


Orang yang ditabraknya mendongak menatap kearah Axelo, pandangan mata terlihat kaget. Melihat siapa yang ada dihadapannya, begitu juga dengan Axelo.


"Deg...


Axelo terpaku, menatap mata yang familiar dibayangannya. Dan sudah lama tidak dilihatnya.


Axelo masih terpaku, orang yang ditabraknya dengan cepat berdiri dan secepatnya berlalu dari hadapan Axelo.


"Maria.." gumam Axelo.


Begitu tersadar, orang yang memiliki mata mirip Maria. Sang istri, sudah tidak ada dihadapannya.


"Mata Maria" Axelo berlari mengejar orang tersebut, tetapi jejak orang tidak terlihat.


**Next...


🌺🌺🌺🌺


Penulis minta bantu untuk menekan tombol like like πŸ™**

__ADS_1


__ADS_2