
Happy reading guys 🥰🥰
☘️☘️☘️
Pernikahan Ardan dan Arisa dilakukan di pulau Saint Angel,
Kenapa pernikahanmu dilaksanakan saat badanku sebesar babon, lihatlah..!" Jovanka berdiri didepan Arisa yang sedang fitting baju pengantin.
"Jo, badanmu bukan sebesar babon. Badanmu itu montok Jo..," ucap Arisa.
"Jangan memujiku, hanya untuk menyenangkan hatiku saja." bibir Jovanka manyun sembari berkaca di depan cermin.
"Baju apa juga tidak ada yang pas di tubuh sebesar ini, belum lagi aku tidak bebas bergerak." Jovanka mendudukkan tubuhnya di sofa.
"Maaf Jo, granny ingin cepat-cepat melihat aku menikah," ucap Arisa sembari jongkok didepan sahabatnya itu.
"Tidak apa-apa, aku saja yang bawel. Lagipula pernikahan mu dilakukan di halaman samping mansion, aku masih bisa berjalan ke sana," kata Jovanka.
"Mrs Godfrey, ini baju untuk anda kenakan," ucap seorang maid, sembari memberikan bungkusan baju kepada Jovanka.
Arisa mengambil baju dari tangan maid, dan mengeluarkannya dari dari dalam bungkusan.
"Jo, lihatlah. Bajumu sangat indah..!" seru Arisa.
Tangan Jovanka membelai baju yang berbahan satin, dan terasa lembut saat di sentuh.
"Sangat lembut Jo, Erick benar-benar sangat menjagamu," ujar Arisa.
"Jo, apa sudah ada cinta di sini?" telunjuk Arisa terarah pada area dada Jovanka.
Dengan wajah yang malu-malu, Jovanka menganggukkan kepalanya. Senyum kecil menghiasi bibirnya saat mengangguk.
"Cie.. yang jatuh cinta..!" goda Arisa.
"Tapi, hanya aku. Dia tidak." raut wajah sedih terlihat dari wajah Jovanka.
"Jo, aku merasa. Erick juga mencintaimu, perhatiannya selama ini telah menunjukkan bahwa didalam hatinya. Kau ini menempati tempat terpenting."
"Karena ada anak didalam sini, apa kau lupa. Apa yang membuat aku menikah dengannya, karena dia membutuhkan pewaris. Sekarang, aku memberi dia tiga pewaris. Mungkin saja, begitu anak ini lahir. Aku akan dipisahkan dengan ketiganya."
🍀🍀🍀
"Kenapa kau mengikuti aku terus? apa aku punya hutang padamu Miss?" tanya Jonathan dengan sopan, walaupun dalam hatinya ingin rasanya dia mengeluarkan kata-kata pedas pada Vannesa yang mengikutinya kemanapun dia berada. Dan Vannesa juga rajin memberikannya makanan yang di masaknya sendiri, katanya. Yang sebenarnya, makanan yang selalu dibawa Vannesa adalah buatan tangan para maid bagian dapur. Vannesa hanya tinggal memindahkan wadahnya saja.
"Aku menyukaimu, walaupun sebenarnya aku sedikit tidak menyukai wajahmu itu. Karena wajahmu 11 12 dengan wajah Jovanka, tapi tidak apa-apa. Aku tetap menyukaimu ," kata Vannesa seraya memberikan kedipan mata pada Jonathan.
"Tapi aku tidak menyukaimu, please. Pergilah, aku ingin kembali bekerja," ucap Jonathan sembari mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya.
"Untuk apa kau bekerja, kau itu asisten Erick. Erick itu suami saudari kembarmu, dia pasti mengizinkan untuk kau berkencan denganku."
__ADS_1
"Oh God..! kenapa kau menciptakan orang seperti dia ini..!" Jonathan merentangkan kedua tangannya ke atas, menunjukkan dia sudah frustasi menghadapi Vannesa yang sudah sangat-sangat menganggu privasinya.
"Tuhan itu sangat adil, dia menciptakan orang itu tidak hanya yang baik-baik saja. Ada yang sedikit jahat, ada yang benar-benar jahat dan yang sedikit baik. Seperti aku ini yang baik dan sedikit jahat, kalau semua orang baik-baik saja. Hidup di dunia ini tidak ada warna." oceh Vannesa panjang lebar.
"Terserah kau Miss, permisi." Jonathan berlari dari hadapan Vannesa.
"Hei..! kenapa kabur? apa aku menakutkan sekali?"
Jonathan kabur menuju halaman belakang, di mana Jovanka sedang melakukan senam. Sejak usia kandungan Jovanka memasuki bulan ke enam, Jovanka tidak bisa berjalan jauh. Karena kandungannya sudah teramat besar.
"Jo...!" Jonathan sampai ketempat Jovanka dengan napas yang tersengal-sengal, keringat mengalir di pelipisnya.
"Ada apa? apa Erick memarahimu? biar aku balik memarahinya," ucap Jovanka, yang langsung menuduh Erick.
"Kenapa kau mengkaitkan Erick, suamimu itu sudah sangat baik. Dia bukan saja melindungi aku dan kak Tian, dia juga mengambil kami untuk bekerja bersamanya," kata Jonathan.
"Kalau tidak dia, siapa?"
"Wanita genit itu, dia selalu mengikutiku. Aku merasa tidak nyaman," ujar Jonathan.
Jovanka tertawa, mendengar Vannesa yang telah membuat Jonathan lari terbirit-birit.
"Kenapa? Vannesa gadis yang cantik dan energik, sepertinya cocok denganmu.!" goda Jovanka.
"Tidak..! aku tidak suka wanita lebih tua..!" ucap Jonathan dengan tegas.
"Hei..dia hanya dua tahun diatas kita, tidak terlalu tua."
"Yah..pergi, babies. Kalian bertiga, jangan seperti uncle Joe yang pemarah dan suka badmood," ucap Jovanka seraya memainkan jemarinya di atas perut buncitnya.
"Mereka harus seperti Daddy, yang baik dan lembut."
Tiba-tiba suara dan tangan melingkar di perut buncitnya, membuat Jovanka kaget.
"Kau mengangetkan saja, kenapa aku tidak mendengar suara langkah mu? apa kau ada jurus meringankan tubuh." Jovanka mendongak menatap wajah Erick dibelakangnya.
"Bukan aku ada jurus meringankan tubuh, itu karena kau asik berbicara dengan babies triplets."
"Bagaimana dengan babies triplets, apa mereka sangat nakal hari ini?" tanya Erick.
"Sepertinya hanya satu yang nakal, princess yang nakal," ucap Jovanka.
"No..! princess tidak nakal, pasti saudaranya yang nakal. Karena keduanya tidak mau menunjukkan jenis kelaminnya, pasti mereka yang nakal," ucap Erick.
"Bagaimana jika, ketiganya princess?" tanya Jovanka.
"Walaupun ketiganya princess, mereka tetap penerusku."
"Sudah, jangan pikirkan. Istirahat saja." Erick mengecup pucuk kepala Jovanka, lalu kemudian pergi meninggalkan Jovanka. Setelah melihat Marcio memberi tanda, ingin berbicara dengannya.
__ADS_1
"Kalau ketiganya princess, aku harus hamil lagi. Enak ke dia, melar tubuhku. Bagaimana jika hamil kembar lagi? oh...God...!"
Erick berjalan menuju satu ruangan yang baru dibangun didalam Mansion.
"Ada apa, apa ada kendala ?" tanya Erick.
"Tidak ada Tuan, barang-barang babies triplets sudah tiba. Tuan harap periksa, apa ada pesanan yang tidak sesuai," ucap Marcio.
Erick masuk kedalam ruangan, yang sudah hampir selesai.
"Box bayinya kenapa berwarna gelap, aku pesan warna terang. Kenapa mereka Kirin berwarna coklat, Jovanka tidak akan menyukainya. Kembalikan, jangan pesan pada mereka lagi. Cari tempat lain, mereka tidak profesional," ucap Erick dengan penuh perasaan yang kecewa.
"Baik Tuan, keluarkan ini..!" titah Marcio.
"Tuan, baju-baju babies sudah saya cuci," ucap Miss Lin.
"Selesai dibersihkan, masukkan kedalam walk in closet. Dan setiap seminggu sekali harap dikeluarkan, dan di cuci kembali. Aku tidak ingin babies kena debu dan gatal-gatal, karena baju tidak steril," ucap Erick pada Miss Lin.
"Ditempat terpencil begini, mana ada debu." batin Miss Lin.
"Belum lahir saja sudah begitu protektif pada babies, sudah lahir nanti. Mungkin babies akan tinggal diruang kaca." batin Marcio mengomentari Erick yang terlalu protektif mengenai baby-nya.
☘️☘️☘️
Pernikahan Ardan dan Arisa terpaksa diundur, karena sang granny yang tiba-tiba mengalami kecelakaan. Dan menyebabkan kakinya tidak bisa bergerak bebas, demi granny yang ingin menghadiri pernikahan cucu perempuan satu-satunya. Pernikahan Ardan dan Arisa di undurkan.
"Kenapa pernikahanmu dilakukan saat perutku sudah sebesar ini." Jovanka sangat kesal, karena kandungannya memasuki bulan kesembilan. Sehingga Jovanka merasa tidak larat untuk bergerak bebas, sekarang, Jovanka jika berjalan jauh harus duduk di kursi roda.
"Maaf Jo," ucap Arisa yang sudah menggunakan pakaian pengantinnya, dengan wajah sedikit sedih melihat sahabatnya tersebut.
"Lihatlah, baju secantik ini tidak bisa aku tunjukkan. Karena aku harus duduk disini."
"Sorry.." ucap Arisa dan memeluk sahabatnya.
"Bagaimana, sudah bisa keluar?" tanya Bastian, yang hari ini di minta Arisa untuk menggandengnya ke depan altar.
"Ayo."
Erick dan Jovanka duduk menunggu sang pengantin selesai melakukan ritual pernikahan.
Tiba-tiba...
"Aku mau melahirkan....!" teriak Jovanka dengan keras, seraya memegang perutnya. Wajahnya meringis.
"Apa...!?"
Wajah panik terlihat diraut wajah para tamu undangan....
"Jovanka..! ini hari pernikahaanku...!" teriak Arisa.🤣
__ADS_1
Babies triplets ingin menjahili pernikahan uncle and aunt 🤣.
Next...