
Happy reading guys π₯°
βοΈβοΈβοΈ
"Dia melarikan diri dari jendela," ucap polisi, setelah melihat teralis besi pada jendela kamar sudah hilang sebagian.
"Hubungi Tim pelacak, dia pasti melarikan diri ketengah hutan." titah polisi pada rekannya.
"Dan kau, ikut aku ke kantor. Kami butuh keterangan mu..!" telunjuk polisi menunjuk kearah pemilik motel.
"Saya tidak akan ditahan kan Tuan? saya tidak tahu, orang itu buronan," ucap pemilik motel dengan mimik wajah yang takut, suaranya bergetar. Begitu juga dengan tubuhnya, tangannya saling mengait.
"Kalau kau tidak terbukti telah membantu menyembunyikan buronan, kau akan pulang. Tapi jika ternyata kau terbukti telah menyembunyikan buronan polisi, kau akan tidur di lantai yang dingin." ancam polisi pada pemilik motel.
"Saya tidak menyembunyikannya Tuan, saya hanya tidak menanyakan identitas para penyewa motel saja." rengek pemilik motel, agar dia tidak tersangkut paut dengan orang yang melarikan diri dari motelnya.
"Berikan keterangan dikantor polisi." titah polisi, seraya menggiring pemilik motel untuk masuk kedalam mobilnya.
πππ
Erick dan Jovanka tiba di rumah sakit, dan langsung menuju ketempat Bastian di rawat.
"Bagaimana?" tanya Erick pada Danny Liu.
"Bagaimana dengan kak Tian?" tanya Jovanka juga.
"Ada luka di tulang belakang dan kaki patah, sekarang masih dalam ruang ICU. Masih dalam pemantauan," ucap Danny Liu.
"ICU.." Jovanka lemas, dan langsung luruh dilantai. Tiba-tiba, Jovanka merasa badannya tidak bertenaga untuk menopang badannya.
"Jo..!" Erick seketika mengangkat Jovanka, dan membawanya ketempat duduk dan memangku Jovanka. Tidak meletakkannya di atas kursi.
"Turunkan aku," ucap Jovanka dengan suara yang lemas.
"Tidak..!" seru Erick dengan tegas, tangannya melingkar di pinggang Jovanka dengan erat.
"Cukup..! jangan marah lagi, kasihan anak kita. Wajahnya jelek nanti..!" ucap Erick.
Ardan dan Arisa tersenyum melihat keduanya, begitu juga dengan Danny Liu.
"Aku mau duduk sendiri, apa kau tidak malu. Lihat, semua orang melihat kita," ucap Jovanka dengan ketus.
"Untuk apa malu, aku memangku istriku. Bukan istri orang..!"
Cup...
Erick mencium bibir Jovanka yang manyun karena kesal.
"Kau...!" mata Jovanka bulat sempurna menatap Erick yang mencuri ciuman didepan orang.
"Apa? mau lagi? kita lanjutkan di hotel.." ucap Erick dengan cuek, tidak perduli dengan pandangan orang yang melihat kearah mereka.
__ADS_1
"Pria gila..!" seru Jovanka kesal.
"Yang menggilaimu." dalam batin Erick.
Sandra yang tadi pergi kekantor, kini sudah kembali. Dengan bergegas dia berjalan menuju ruangan bagian ICU.
"Bagaimana keadaan Bastian Tuan?" tanya Sandra kepada Danny, tanpa melihat kesekitarnya.
Danny menceritakan apa yang dikatakan oleh dokter kepadanya, kepada Sandra.
"siapa dia?" tanya Jovanka kepada Erick.
"Kekasihnya, mungkin," jawab Erick.
"Turunkan aku," ucap Jovanka.
Erick melepaskan pelukannya, membiarkan Jovanka untuk turun dari pangkuannya.
Jovanka beranjak mendekati Danny Liu dan Sandra yang sedang berbincang mengenai kondisi Bastian.
"Permisi.." ucap Jovanka, pada Danny Liu dan Sandra.
"Mrs Godfrey." Danny Liu melihat kearah Jovanka.
"Miss Brown bersama dengan Bastian saat kecelakaan terjadi," ucap Danny Liu pada Jovanka.
"Miss Brown, kenalkan. Mrs Godfrey, adik Bastian Reuel." Danny Liu memperkenalkan Jovanka pada Sandra.
Sandra mengulurkan tangannya, di sambut oleh Jovanka.
"Miss, apa anda tahu siapa yang telah mencelakai kak Tian?" tanya Jovanka.
Sandra menundukkan kepalanya, ada perasaan bersalah pada dirinya. Jika dia tidak berteman dengan Bastian, Bastian pasti tidak akan terbaring di rumah sakit.
"Maaf, gara-gara aku Bastian mengalami ini semua," ucap Sandra.
"Apa hubungannya dengan anda Miss brown?" tanya Erick.
"Panggil saja Sandra Tuan," ucap Sandra.
"Aku mencurigai, kecelakaan ini dilakukan oleh mantan tunangan saya," kata Sandra.
"Kenapa dia ingin mencelakai kak Tian?" tanya Jovanka.
"Mantan tunangan saya pernah datang ke perusahaan tempat saya bekerja, dan dia memaksa saya untuk ikut dengannya. Tepat saat itu, Bastian melihatnya, dan Bastian menolong saya dari mantan tunangan saya itu." cerita Sandra.
"Apa kalian ada hubungan?" tanya Erick.
"Tidak ada Tuan, saya tidak ada hubungan spesial dengan Bastian. kami hanya sebatas rekan kerja," ucap Sandra cepat, karena takut. Jovanka salah paham dengannya.
"Sudah dengar, aku tidak ada hubungannya dengan kecelakaan yang menimpa saudaramu." bisik Erick.
__ADS_1
Jovanka melengos, mendengar perkataan Erick. Perasaan kesal masih bersemayam didalam hatinya.
"Saya sudah melaporkan kecurigaan saya tentang mantan tunangan saya itu, saat ini. Polisi sedang mencari keberadaannya," ucap Sandra.
Saat mereka sedang berbicara, dua orang polisi sedang mengawal brankar yang didorong keluar dari ruang ICU.
Sandra terkejut, begitu melihat siapa orang yang terbaring dengan mata terpejam di atas brankar.
"Rachel...!" seru Sandra kaget.
Bukan hanya Sandra yang kaget, Erick juga terkejut. Tapi dia tidak menunjukkan rasa terkejutnya, eskpresi wajahnya terlihat datar saja.
Mendengar orang menyebut namanya, Rachel membuka matanya. Dan melihat asal suara.
"Kau..! untuk apa kau di sini? apa kau ingin mengejekku?" Rachel menunjukkan ketidaksukaannya melihat Sandra.
"Kau masih saja sombong...!" ejek Erick.
"Erick..!" Rachel melihat kearah kanan ujung kakinya, dia melihat Erick berdiri dengan dingin melihatnya.
"Kau menjenguk ku Rick." wajah Rachel spontan cerah, setelah melihat keberadaan Erick.
"Untuk apa aku menjengukmu, buang-buang waktuku saja," ucap Erick dengan dingin.
Sandra melihat Rachel, kemudian memandang Erick. Baru Sandra tersadar, dan mengingat. Bahwa, Rachel dulu pernah ada hubungan dengan Erick Godfrey. Tetapi, Rachel menikah dengan Axelo Godfrey.
"Perempuan tidak waras, menikah dengan ayah kekasih sendiri." batin Sandra.
"Kau tahu, di mana sekarang Mike berada?" tanya Sandra.
Rachel memandang Sandra, dengan bibir yang tersenyum mengejek pada Sandra.
"Kenapa kau mencarinya? apa kau mau kembali pada Mike? kau masih mencintainya?" tanya Rachel.
"Pantang bagiku memungut barang yang sudah tidak layak disayang, aku mencarinya bukan karena aku masih suka dengannya. Tapi karena dia telah melakukan kejahatan, kalian berdua sungguh pasangan serasi. Kalian itu seperti pasangan Bonnie dan Clyde, pasangan kriminal gila," ucap Sandra.
"kau yang gila, kau itu tidak di cintai oleh Mike. Tapi kau masih mengharapkan dia." balas.
"Mari Miss Weisz, anda harus kembali keruangan, ucap polisi untuk melerai pertengkaran antara Sandra dan Rachel.
"Bawa saja Tuan, jangan kasih bebas. Biar dunia aman dari orang seperti dia..!"
Ucapan Sandra membuat Rachel meradang, dia ingin bangkit. Tetapi bekas operasi diperutnya, membuat dia tidak bisa bergerak bebas.
"Kenapa kau diam saja Jo, biasanya kau selalu ingin berkelahi dengan wanita itu?" tanya Arisa yang berdiri disisi Jovanka.
"Aku tidak ingin, anakku nanti memiliki sifat yang sama dengan wanita itu," kata Jovanka.
"Erick...! tolong aku, aku tidak mau masuk penjara..!" teriak Rachel, saat brankar didorong oleh suster.
"Erick..!" teriak Rachel kembali, tetapi Erick tidak merespon teriakan Rachel.
__ADS_1
π Nextπ