
Happy reading guys π₯°
βοΈβοΈβοΈ
"Aku tidak seperti Erick, yang jatuh cinta setengah mati dengan gadis yang salah" ucap Ardan.
Jovanka menoleh kearah Ardan, saat mendengar perkataan Ardan mengenai Erick yang jatuh cinta dengan gadis yang salah.
"Bukan kau yang aku maksud sister in law? aku membicarakan wanita iblis itu" kata Ardan.
"Ayo duduk, kau masih merasakan sakit saat berjalan kan?" tanya Erick dengan berbisik.
Jovanka melotot menatap Erick, dia kesal mendengar ucapan Erick.
"Ayo, jangan marah" Erick membawa Jovanka duduk agak jauh dari ranjang.
"Di mana wanita itu iblis itu?" tanya aunt Anne.
"Polisi sedang mencari keberadaannya" Danny Liu menjawab pertanyaan Anne.
"Baguslah, aku sudah muak melihat dia berseliweran didepan mataku. Dia seperti kumbang, ingin aku beri racun saja." kesal Natasa.
"Maria, apa rumah besar kau renovasi?" tanya Natasa.
"Iya, aku ingin renovasi seluruhnya. Agar tidak ada lagi bayangan buruk didalam rumah itu" jawab Maria.
"Emmm...!" Axelo menggumam dalam tidurnya, dia gelisah. Sepertinya, Axelo mimpi buruk.
"Ada apa dengan Axelo?" Anne beranjak mendekati tempat tidur Axelo, dan menggenggam tangan Axelo sebelah kanan.
Maria juga menggenggam tangan Axelo, dan mengusap lengannya. Axelo mulai tenang.
Suster Abigail masuk kedalam ruangan Axelo, dan mendekati Maria.
"Maria, aku harus kembali. Suster Helena menyuruh aku untuk ke Afrika," kata Suster Abigail.
"Maaf suster Abigail, kau terpaksa menggantikan aku" ucap Maria dengan perasaan bersalah, karena seharusnya. Dia yang mengikuti misi sosial bersama dengan rombongan suster Helena.
"Tidak apa-apa Maria, aku senang. Kau sudah kembali kepada keluargamu" kata Suster Abigail.
"Kapan suster pulang?" tanya Erick.
"Sekarang juga, karena suster Helena sudah berangkat dari pulau Saint Angel. Dan kami akan bertemu di Bandara" kata Suster Abigail.
"Terima kasih suster, sudah mau menemani mommy " kata Erick.
"Ah.. tidak usah ngucapin terima kasih terus, nanti terima kasih langka" ucap suster Abigail dengan bergurau.
Semua menertawakan perkataan suster Abigail yang kocak.
__ADS_1
"Ayo suster, Maria temani" kata Maria kepada suster Abigail.
"Tidak usah Maria, aku bisa sendiri. Aku bukan anak kecil yang harus di temani kemanapun juga, lagi pula. Tidak akan ada yang mau menculik seorang biarawati" kata Suster Abigail.
"Tidak ada penolakan" tegaskan Maria.
"Biar Erick temani mom" kata Erick.
"Tidak usah, jaga saja Daddy" titah Maria.
***
Maria mengantar suster Abigail sampai ke jalan besar, untuk menunggu taxi.
"Sudah Maria, sampai di sini saja. Aku tidak akan hilang" kata suster Abigail.
"Tidak apa-apa, biar Maria temani sampai suster mendapatkan taxi" kata Maria.
"Baiklah, kau itu sangat keras kepala" kata suster Abigail.
"Suster yang mengajar Maria kan?" ucap Maria.
Ketika ada taxi melintas, suster Abigail memanggilnya. Dan menyuruh Maria untuk masuk kembali kedalam rumah sakit.
"Sana masuk" suster Abigail mendorong tubuh Maria agar kembali masuk kedalam rumah sakit.
"Iya." Maria melambaikan tangannya, begitu juga dengan suster Abigail.
Semua kejadian yang di alami oleh Maria, terlihat oleh suster Abigail. Karena mobil taxi yang dinaiki suster Abigail belum jalan, karena sang supir masih sibuk memasukkan barang-barang suster Abigail kedalam bagasi.
"Hei...!" teriak suster Abigail seraya keluar dari dalam taxi, mengejar mobil yang membawa maria. Setelah merasa tidak mampu mengejarnya, suster Abigail kembali menuju mobil taxi.
"Tuan...tuan cepat, tolong kejar mobil itu!" titah suster Abigail kepada sopir taxi.
"Mobil mana suster?" tanya sopir taxi
"Itu, mobil Van warna putih!" seru suster Abigail.
Sopir taxi melarikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, untuk mengejar mobil Van yang sudah jauh di depan mereka.
"Kenapa tidak kita laporkan polisi suster," ucap sopir taxi.
"Kita kekantor polisi, terlalu lama. Nanti kita kehilangan jejak mobil itu" ucap suster Abigail.
"Suster, mobil itu sangat cepat. Kita tidak mungkin bisa mengejarnya" kata sopir taxi.
"Tidak boleh, aku tidak boleh kehilangan jejak mobil itu" kata suster Abigail.
"Berhenti..!" teriak suster Abigail.
__ADS_1
"Ada apa suster? kita makin ketinggalan jika kita berhenti" kata sopir taxi.
"Aku akan naik itu, dan kau. Tolong kembali kerumah sakit, tolong beritahu kepada Erick Godfrey. Bilang, mommynya di culik, dan suruh telpon nomor ponselku" titah suster Abigail.
"Di mana harus aku temui orang yang bernama Erick Godfrey?" tanya sopir taxi.
"Aaarrgghhh..! aku lupa nomor kamarnya, kau tanya saja ke bagian resepsionis. Ah..kau cari saja, terlalu lama aku di sini. Aku akan kehilangan jejak mobil itu" ujar suster Abigail seraya turun dari dalam mobil taxi.
"Ini nomor ponselku, tolong kasih pada Erick Godfrey." suster Abigail memberikan kartu namanya kepada sopir taxi dari luar kaca mobil.
Mobil taxi pergi meninggalkan suster Abigail, sedangkan suster Abigail mendekati satu sepeda motor trail. Dan melihat, kunci motor trail tersebut tergantung di stop kontak.
"Oh.. Tuhan, maafkan aku. Karena telah mencuri sepeda motor ini, tapi aku bukan mencuri Tuhan. Aku meminjamnya" ucap suster Abigail.
Suster Abigail naik keatas motor trail, dan menghidupkan. Dan langsung melaju kencang menembus lalulintas yang padat merayap.
"Hei...motorku..!" teriak pria si pemilik motor, seraya berlari mengejar motornya.
"Maaf..! aku pinjam!" teriak suster Abigail dengan suara yang keras.
Banyak mata yang melihat suster Abigail melarikan motor dengan kecepatan sedang, meliuk-liuk dari sela-sela mobil. Ada juga yang merekamnya, dan kemungkinan besar. Besok, suster Abigail akan menjadi trending topik di dunia maya. Seorang suster telah melarikan motor orang.π€
"Mana mobil Van itu?" suster Abigail melihat ke depan, untuk mencari mobil Van yang membawa Maria.
"Itu dia" suster Abigail melihat mobil Van itu melaju kearah luar kota, setelah melihat keberadaan mobil van. Suster Abigail melarikan motornya dengan lambat, karena dia takut ketahuan oleh para penculik.
Sedangkan sopir taxi, telah sampai ke rumah sakit. Atas petunjuk dari bagian resepsionis, sopir taxi menemui para bodyguard yang menjaga didepan lift menuju lantai tempat Axelo di rawat.
"Ada apa tuan ingin menemui Tuan muda?" tanya bodyguard pada sopir taxi.
"Saya di suruh seorang suster untuk memberitahukan kepada Tuan Erick Godfrey, bahwa mommynya telah di culik. Dan suster itu juga memberikan saya kartu nama, untuk di berikan pada Tuan Erick Godfrey" kata sopir taxi.
Para bodyguard kaget mendengar apa yang dikatakan oleh sopir taxi.
Satu orang langsung naik kelantai atas, dengan membawa kartu nama yang di berikan oleh sopir taxi.
"Habislah kita" ucap seorang penjaga.
"Kenapa tidak kau ikuti tadi" ujar rekannya kepada teman yang lain.
"Mrs Godfrey menolak untuk di ikuti" jawab rekannya yang lain.
"Siapkan tubuh kalian" ucap Sahid yang baru keluar dari dalam lift.
"Maaf Tuan Sahid, Mrs Godfrey menolak untuk dikawal"
"Kalau dia menolak, apa tidak bisa kalian menggunakan otak kalian. Dengan mengikuti secara diam-diam" kata Sahid, yang bertugas didepan kamarnya Axelo Godfrey.
π Nextπ
__ADS_1
Selesai ini, akan launching cerita baru..ππ