
Di kediaman keluarga Pratama di Ruang keluarga Adinda dan bunda habis menelpon Salwa yang ada di pondok pesantren, setelah itu Adinda dan bunda pun pergi ke dapur untuk membuat banana roll cake dan juga dibantu oleh bibi.
Adinda pun mendapat bagian untuk memotong pisang menjadi beberapa bagian dan Kemudian Adinda pun menggoreng pisang menggunakan api sedang dan juga membuat cream untuk banana roll cake, sedangkan bibi membantu bunda untuk membuat adonan cake.
beberapa menit kemudian kami pun selesai dalam membuat banana roll cake, Adinda pun memakan banana roll cake yang kami buat dan sebagian nya banana roll cake disimpan didalam kulkas.
Tiba tiba terdengar suara handphone nya berbunyi dan Adinda pun berlalu dari dapur menuju ruang keluarga untuk melihat siapa yang menelponnya, disaat Adinda memperiksa handphone nya tenyata yang menghubunginya adalah si Haris.
“Ada apa sih Haris menelpon ku ini, mendingan tidak usah diangkat deh.” Batin Adinda
Disaat Adinda mau kembali ke dapur, tiba tiba handphone nya berbunyi lagi, nyatanya sebuah pesan masuk dari Haris, terus Adinda pun membaca pesan yang dikirimnya itu.
...Haris...
...Dinda, Apa nanti malam kamu ada Acara nggak?...
“Apa sih maksudnya dia nanya itu, apa Adinda balas atau enggak ya, mendingan aku balas aja deh.” Ucap Adinda yang langsung membalas pesan yang dikirimkan Haris kepadanya.
...Adinda...
...Memangnya ada apa kamu menanyakan kalau aku ada acara?...
...Haris...
...Sebenarnya Aku mau ajak kamu nonton Dinda, sekalian kita makan malam....
Trin... trin....( Bunyi pesan masuk )
Adinda pun membuka pesan yang dibalas Haris kepadanya, disaat Adinda membacanya Adinda pun membalas pesan yang diberi Haris padanya, Adinda pun bingung mau balas apa sedangkan Adinda aja tidak ada acara apapun, tapi Adinda juga malas terus di ganggu sama dia, masa Adinda harus bohong padanya, kemudian Adinda pun membalasnya pesan yang dikirimkan Haris.
...Adinda...
...Maaf Haris, aku nggak bisa ikut kamu nonton ataupun makan malam, karena malam ini aku sangat sibuk....
...Haris...
...Iya Dinda, kalau lain waktu kamu bisakah Dinda....
Adinda hanya melihat saja tanpa Adinda balas lagi, Adinda pun langsung nonaktifkan handphone menjadi mode pesawat dan Adinda meletakkan handphone nya diatas meja, Adinda pun kembali lagi ke dapur untuk melanjutkan mengobrol dengan bunda dan bibi.
Kami berbincang bincang sampai waktu sudah hampir magrib dan kami pun memberhentikan berbincang bincang ini karna waktu sudah memasuki waktu magrib.
Adinda bunda dan bibi pun pergi kekamar masing-masing untuk menunaikan ibadah sholat Magrib.
Sesampainya Adinda dikamar Adinda pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dan sekaligus mengambil wudhu, selesainya Adinda membersihkan badan dan ambil wudhu, Adinda pun langsung berpakaian dan langsung menunaikan ibadah sholat Maghrib.
**********
Keesokan harinya di kampus Adinda dan sahabatnya sedang ada di kantin karna pak Arya tidak masuk, jadi aku dan sahabatnya terpaksa duduk di kantin untuk menunggu jam mata kuliah berikutnya.
__ADS_1
Saat kami sedang asik makan, Tiba tiba datanglah Rey anak fakultas bisnis yang langsung duduk dimeja yang kami duduki.
“Hey Dinda Alexa Niss dan Zahra sudah lama kita tidak bertemu, memang kalian jarang ke kantin yah.”Ucap Reynan
“Hey Rey.”Ucap kami bareng
“iya Rey kami memang jarang ke kantin karena kami sangat sibuk dengan tugas yang diberikan oleh dosen.”
“Hmm.. gitu yah.”
“Hey Rey, kamu ngapain disini.”
“hey Max ada apa sih kamu gangguin aku.”
“aku tanya kamu ngapain disini, ini sudah jam pak Bambang tau, ayo kita masuk kelas daripada kamu nanti dapat hukum dari pak Bambang karna telat masuk kelas.”
“iya.. aku masuk, tapi tunggu dulu aku mau pamit sama mereka.”
“iya.”
“Dinda aku pamit ke kelas dulu yah.”
“iya Rey.”
Reynan dan temannya pun pergi meninggalkan meja kami, setelah Reynan dan temannya berlalu meninggalkan meja kami, kemudian Haris datang ke meja kami dan langsung menyamperi Adinda.
“Dinda nanti hari Minggu kamu ada waktu gak."
“Kalau gitu gue boleh ikut nggak sama kamu ke pesantren.”
“Maaf Haris, kamu tidak bisa ikut kami ke pesantren.”
“memangnya mengapa gue tidak boleh ikut kamu ke pesantren Dinda.”
“memangnya kamu mau nunggu kami di Rumah pemilik pondok pesantren, karna tidak mungkin kami bawa seorang laki-laki masuk ke asmara santriwati.”
“Memangnya tidak boleh ya gue ikut masuk asrama santriwati.”
“Hey Haris mana boleh kau masuk kedalam Asrama putri, itu sama aja melanggar peraturan yang sudah ditetapkan di pesantren tau.”Ucap Alexa
“Peraturan apa itu, masa tidak boleh seorang laki-laki masuk kedalam Asrama santriwati.”
“itu peraturan yang wajib di patuhi semua santri yang ada di setiap pondok pesantren, agar tidak adanya fitnah yang ditimbulkan dari santriwati dan Santriwan yang mengarah ke zina.”
“Oh gitu yah Dinda.”
“Iya haris, kalau gitu ayo kita masuk ke kelas ini sudah waktunya jam mata kuliah Bu Arsita.”
“hm.. iya udah yuk kita masuk.”
__ADS_1
Kami pun pergi meninggalkan kantin menuju kelas, Sesampainya dikelas kami langsung duduk di tempat kami dan disusul dengan datangnya Bu Arsita.
Bu Arsita memulai pelajarannya hari ini dengan berdoa, lalu Bu Arsita pun mengabsen nama kami,dan dilanjutkan dengan pelajaran yang di jelaskan nya kepada kami secara detail, Kemudian Bu Arsita memberikan kami tugas yang di jelaskan nya tadi kepada kami.
Kemudian Bu Arsita mengakhiri pertemuan ini karna dia ada urusan keluarga, jadi kami semua diperbolehkan untuk pulang ke Rumah.
Karena kami di perbolehkan untuk pulang, jadi Adinda dan sahabatnya pun berencana untuk mampir ke kafe dekat kampus, Adinda dan sahabatnya pun langsung meninggalkan kelas menuju ke parkiran untuk mengambil mobil.
Sesampainya di parkiran Adinda dan sahabatnya pun masuk ke mobil mereka masing-masing dan menjalankan mobil meninggalkan kampus Menuju ke kafe, dalam perjalanan 15 menit Adinda dan sahabatnya pun sampai di parkiran kafe dan lalu kami pun keluar dari mobil masing-masing.
Adinda dan sahabatnya langsung masuk ke dalam kafe dan duduk ditempat yang ada di pojok kafe, kemudian kami memanggil pelayan untuk memesan makanan dan pelayan pun datang menghampiri kami dengan membawa buku menu.
“Permisi nona mau pesan apa?” Tanya pelayan
“mbak saya pesan banana cake dan jus mangga.”Ucap Nissa
“Kalau saya sama kaya teman saya tapi minumannya jus jeruk.” Ucap Adinda
“saya pesan roll cake dan jus melon.” Ucap Alexa
“saya sama kaya teman saya yang ini tapi minuman Cuma air mineral.” Ucap Zahra yang menunjuk kearah Alexa
“Nona saya bacakan ya yang anda pesan banana cake dua, roll cake dua, jus mangga, jus melon, jus jeruk dan air mineral, ada lagi yang nona pesan.”
“iya itu saja kami pesan mbak.”
“baik nona tunggu dulu ya pesanan anda akan kami siapkan.”
“baik mbak.”
Pelayan pun pergi meninggalkan meja kami menuju ke dapur untuk menyiapkan pesanan kami.
“Dinda aku boleh tau gak mengapa setiap aku perhatikan kamu kaya kenal sama Haris, apalagi aku juga melihat Haris selalu mendekati kamu.”
“Sebenarnya aku kenal dengan Haris waktu SMA di Bandung.”
“oh.. gitu, hey tunggu dulu tadi kamu bilang waktu kamu SMA di Bandung, pasti Alexa juga kenal dong dengan Haris.”
“iya aku kenal dengan Haris.”
“terus kalian kenapa kaya orang nggak kenal aja pada saat dia memperkenalkan dirinya kepada kami.”
“Karena aku nggak mau mengingat orang yang telah menyakiti hati sahabatku.”
“Maksudnya apa Alexa, siapa yang dia sakiti?”Tanya Nissa
“Alexa sudah tidak usah kamu bahas tentang masa lalu.”ucap Dinda
“Dinda tunggu dulu kami ingin tau siapa yang dia sakiti.”Ucap Zahra
__ADS_1
“Nissa itu hanya masalah yang sudah lama, mendingan tidak diungkit lagi.”
“Dinda tapi aku ingin tau siapa yang dia sakiti itu.”