Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 88 - Kepergian Nissa


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, kini Arfan sudah mulai memasuki usia keenam bulan dan juga sudah mulai bisa tengkurap, berguling, merangkak dan bergumam seperti memanggil Adinda dengan mii,, atau Aaa, cja, huu, Bii, uuu.


Pagi hari itu bertepatan di ruang keluarga, Adinda yang baru kembali dari dapur sehabis membuat MPASI untuk Arfan, ia sangat terkejut melihat anaknya sudah tidak ada di ruang keluarga.


Membuat Adinda langsung bergegas mencari keberadaan anaknya di setiap sudut ruang dengan di bantuin oleh bibi Siti.


Tak lama Adinda pun menemukan anaknya yang saat itu berada di bawah kolom meja.


“Syukurlah kamu nggak kenapa sayang, kamu hampir aja membuat umi jantungan nak.”Ucap Adinda yang sudah mengambil anaknya dari kolom meja dan mengendongnya.


“Dan lain kali Arfan jangan lagi ya buat umi khawatir dengan Arfan merangkak ke bawah kolom meja, kah umi takut terjadi apa-apa sama mu sayang.”Ucap Adinda pada anaknya.


“yuk sayang kita Maman dulu, setelah maman baru kita pergi keluar jalan jalan.”Ucap Adinda yang langsung membawa anaknya ke high chair nya dan lalu mendudukinya. Sementara bibi Siti yang melihat dari jauh itu juga langsung kembali lagi ke dapur untuk melanjutkan kembali pekerjaan yang sempat tertunda.


Setelah itu Adinda menyuapi anaknya MPASI dengan telaten dan sekali ia juga memegang tangan anaknya yang ingin masuk kedalam mulut.


Tiba-tiba terdengar suara pintu rumahnya Adinda diketuk dan ikut suara orang mengucapkan salam.


“Bibi Siti.....”Panggil Adinda yang masih menyuapi anaknya MPASI.


“Iya Bu Dinda.”Ucap bibi Siti.


“bibi tolong dong buka pintunya, kayanya di luar itu ada tamu deh bibi.”perintah Adinda.


“Baik Bu.”jawab bibi Siti yang lalu berjalan membuka pintu.


“Assalamualaikum.”Salam Alexa.


“Waalaikumsalam.”Jawab Bibi Siti.


“Hey ada mbak lexa, mbak Nissa dan sama Zahra, pasti kesini ingin mencari Bu Dinda ya.”Tanya Bibi Siti.


“Iya bibi, apa Dinda nya ada bibi.”Jawab Alexa.


“Ada mbak, silahkan masuk dulu mbak.”Ucap Bibi Siti.


“makasih bibi.”Jawab mereka.


Mereka pun masuk ke dalam dan lalu berjalan menghampiri Adinda yang sedang menyuapi anaknya MPASI.


“Hey Din, kamu lagi ngapain itu.”Tanya Nissa yang baru aja masuk dan melihat Adinda menyuapi anaknya.


“Kamu nggak lihat, aku ini lagi menyuapi MPASI ke anak ku.”Ucap Adinda.


“iya maaf Din.”Ucap Nissa.


“Oiya kalian kesini ada perlu apa ya, apa lagi kamu Zahra, kah kamu lagi hamil besar apa suamimu gak larangan kamu pergi kesini, kah ini jauh dari rumah kalian.”Tanya Adinda.

__ADS_1


“Gak apa apa Din, orang mas Farid izin kok aku kesini, karena sekali sebagai mengurangi rasa bosanku yang tiap-tiap hari di tinggal sendiri di Rumah.”Jawab Zahra.


“Kami datang kesini itu karena kami kangen denganmu dan juga rindu kebersamaan kita saat masih sekolah dulu, karena kita sudah lebih dari empat bulan tidak bertemu semenjak kita wisuda dan juga aku sama Nissa mau berpamitan ke kamu Din.”Ucap Alexa. Adinda yang dengar itu berhenti menyuapi anaknya dan lalu menatap ketiga sahabatnya.


“memangnya kalian berdua mau pergi kemana.”Tanya Adinda.


“waktu itu aku sudah pernah bilang Din bahwa setelah lulus aku akan bekerja di rumah sakit di Bandung, karena kemarin pihak rumah sakit telah menghubungi bahwa aku telah di terima disana.”jawab Alexa.


“Kalau aku sama kaya lexa Din, aku juga mau berpamitan pergi ke Palembang untuk bekerja, karena seminggu yang lalu aku sudah dihubungi pihak Rumah sakit.”Ucap Nissa.


“Apa Palembang, kenapa jauh sekali sih Niss, kamu kah bisa bekerja di sini atau gak di Bandung aja, kenapa harus di Palembang.”Tanya Adinda.


“Itu sudah menjadi keputusan ku Din, jadi kamu nggak perlu tanya lagi alasannya kenapa aku pilih ke Palembang.”Jawab Nissa.


“Baik Nissa.”Ucap Adinda Pasha. Kemudian bibi Siti datang membawa nampan berisi minuman untuk ketiga sahabatnya Adinda.


“ini mbak lexa minumnya kalau ini untuk mbak Zahra dan ini untuk Mbak Nissa.”Ucap bibi Siti sambil menaruh minum untuk ketiga sahabatnya Adinda di atas meja.


“terima kasih ya bibi.”Ucap mereka bertiga. Bibi Siti mengganggu Kepalanya dan lalu pergi ke dapur untuk melanjutkan kembali pekerjaan.


“Jadi kapan kamu dan Alexa berangkatnya.”Tanya Adinda.


“Aku nanti lusa berangkatnya Din.”jawab Alexa


“kalau aku besok siang sudah harus berangkat.”Jawab Nissa


“kenapa cepat sekali kamu berangkatnya Niss, sedangkan Alexa nanti lusa baru dia berangkatnya ke Bandung.”Celetuk Adinda sambil mengelap mulut dan tangan anaknya yang baru aja selesai makan.


“Tadi akukah sudah bilang bahwa seminggu yang lalu aku sudah dihubungi pihak Rumah sakit dan besok aku harus berangkat, karena besoknya lagi aku harus mulai bekerja.”Jawab Nissa


“kalau masalah tempat tinggal, Alhamdulillah aku sudah mendapatkannya.”kata Nissa.


“Dinda, kamu mau kemana.”Tanya Zahra yang melihat Adinda tiba-tiba menggendong Arfan dan lalu memakainya topi.


“Eh... aku mau aja Arfan pergi jalan-jalan ke luar.”Jawab Adinda.


“Ikut dong Din.”Ucap mereka.


“iya udah ayo kita pergi.”ajak Adinda yang lalu pergi masuk ke mobil dan diikuti oleh ketiga sahabatnya. Mobil pun di kemudikan Alexa meninggalkan Rumah Adinda bersama ustad Abrisam.


************


Keesokkan siangnya, saat ini Nissa sudah ada di bandara dan duduk di kursi tunggu menunggu jam keberangkatannya ke Palembang


Tiba-tiba ada orang yang memanggil namanya.


“Nissa...”Panggil orang itu. Nissa yang mendengar itu langsung menoleh kearah suara yang memanggil namanya.

__ADS_1


“Kakak Vano.”Kata Nissa yang terkejut.


“Nissa bisa kita bicara sebentar.”Kata vano


“Maaf kakak sebentar lagi pesawat ku berangkat.”Tolak Nissa.


“please Niss, tolong izin kakak bicara sebentar denganmu.”Kata Vano memohon.


“Baiklah aku berikan kakak waktu lima menit untuk bicara.”Ucap Nissa.


“Makasih Nissa, yuk kita bicaranya di kafe sebelah sana.”Ucap Vano yang berjalan duluan pergi ke kafe dan diikuti Nissa dari belakang.


Sesampainya di kafe, Nissa dan vano pun duduk di meja yang ada di dekat kaca dan saling berhadapan.


“Cepat apa yang ingin kakak bicarakan dengan ku.”ucap Nissa yang to the point'.


“Gini Nissa, kakak mau menjelaskan tentang wanita yang bernama Sekar itu.”ucap Vano yang langsung potong Nissa.


“Udah kakak vano tidak usah deh jelas ke aku siapa itu wanita, karena bagiku itu semua gak penting...”Potong Nissa.


“Tunggul Nissa, kamu jangan potong dulu aku bicara dan dengarkan penjelasan ku dulu.”Sela Vano.


“Baik aku nggak akan potong lagi kakak bicarakan.”Ucap Nissa.


“sekar sebenarnya dia itu adalah teman kakak waktu di SMA dulu yang menyukai Kakak tapi kakak tidak menyukainya dan beberapa tahun kebelakang kakak bertemu lagi dengannya saat dia membantu temannya yang terkena masalah.”jelas Vano.


“Dan semenjak kejadian dia membantu temannya, dia pun kembali lagi mendekati kakak tapi kakak selalu menghindarinya, karena kakak tidak mencintainya dan juga kakak tidak mau mencari masalah dengan tunangannya yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.”Lanjut Vano. Nissa yang mendengar itu sangat terkejut tapi kemudian dia pun kembali menetralkan wajahnya.


“Tadi kamu sudah mendengar semua penjelasan kakak, jadi kakak mohon kamu jangan pergi.”Ucap Vano.


“Mohon maaf kak, aku nggak bisa.”Tolak Nissa.


“Kenapa tidak bisa Nissa, tadi kamu sudah mendengarkan semua penjelasan kakak.”Tanya Vano.


“Mohon maaf lagi kak, aku tidak bisa berikan alasan ke kakak.”Tolak Nissa.


“Kalau itu aku pergi dulu ya kak, itu sudah ada pengumuman sebentar lagi pesawat yang aku tumpahan akan berangkat.”Ucap Nissa yang langsung berdiri dan saat Nissa mau pergi Tiba-tiba vano menahan Nissa pergi dengan memegang tangannya.


“Apa lagi kak, apa yang tadi itu belum jelas.”Ucap Nissa.


“iya Nissa, kakak ingin tahu apa alasanmu tetap ingin pergi.”Ucap Vano.


“Kah tadi aku juga sudah bilang bahwa aku nggak bisa berikan alasannya dan juga tolong kakak lepaskan tanganku.”Ucap Nissa.


“aku mohon Niss, jangan pergi.”Ucap Vano.


“Please kakak, lepaskan tanganku.”Ucap Nissa yang dengan suara miris dan vano pun melepaskan tangannya Nissa.

__ADS_1


“Assalamualaikum.”Salam Nissa yang langsung berlalu pergi.


“Waalaikumsalam.”Jawab Vano yang melihat Nissa pergi.


__ADS_2