
Tak beberapa lama Adinda pun kembali lagi ke ruang tamu sambil membawa nampan berisi minuman dan cemilan untuk adik dan keponakannya.
“ini silahkan di minum dulu dek.”Ucap Adinda.
“Terima kasih kak.”Ucap Salwa yang lalu meminumnya dan dianggukkan Adinda yang sedang membuka tutup toples berisi surabi oncom yang dibawakan Salwah dan dua keponakannya.
“oiya... Salwa bagaimana dengan pekerjaan di sekolah itu, apa siswa dan rekan kerja mu itu masih aja mengirimkan kamu surat cinta dan bunga dek.”Tanya Adinda sambil memasukkan sepotong surabi oncom kedalam mulut.
“Alhamdulillah, pekerjaan ku disekolah itu lancar-lancar aja kak, kalau masalah siswa dan rekan kerja yang mengirimkan aku surat cinta sama bunga itu malah makin tambah banyak dan itu semua membuat kepala ku tambah pusing aja mendengar setiap omelan dan keluhan dari para istri dan siswi yang pacarnya juga mengirimkan sesuatu pada ku setiap harinya.”Jawab Salwah sambil menghela nafas.
“uuu.. kasihan sekali adikku ini.”Ucap Adinda yang menggenggam tangan adiknya.
“Tapi kakak harap kamu masih bisa bersabar dan kuat untuk bekerja di sekolah tersebut ya dek, karena kamu mengajar disana cuma tinggal beberapa bulan lagi sebelum kamu berhenti untuk melanjutkan studi S2 mu.”Ucap Adinda yang masih menggenggam tangan adiknya sambil menyalurkan sedikit kekuatan untuknya.
“Iya kak, aku masih kuat dan sabar kok untuk bekerja di sekolah itu, karena aku ingin sekali meraih Keberuntungan dari Allah SWT dengan aku bersabar menghadapi ujian dan coba yang telah diberikan kepada ku.”Ucap Salwah.
“Amin....”Ucap Adinda yang mengamini aja sambil memasukkan potong ke lima ke dalam mulut dan sekalian juga mengawasi anaknya yang bermain dengan dua keponakannya.
“Oiya kak dinda, aku lupa mengasih tahu kakak bahwa kemarin aku ke butik tante Raisa.”Ucapan Salwa yang tiba-tiba. Adinda yang dengar itu langsung menoleh ke adiknya.
“Kamu ngapain ke butik tante Raisa dek.”Tanya Dinda yang menatap adiknya.
“aku ke butiknya tante Raisa kemarin menemani teman ku yang mencari baju untuk acara pertunangannya dengan pacarnya.”Jawab Salwah
“Disana aku tidak sengaja mendengar pembicaraan antara karyawan butik yang membicarakan bahwa kakak Nissa beberapa Minggu lagi akan pulang kak.”Ucap Salwah.
“Apa kamu sudah yakin kalau Nissa pulangnya beberapa Minggu lagi dek.”Tanya Adinda.
“Iya kakak aku sudah yakin, karena aku sendiri yang bertanya ke karyawan butik itu bahwa beberapa minggu lagi kakak Nissa akan pulang bersama temannya.”Ucap Salwah.
“Kalau ke tante Raisa sudah kamu tanyakan dek.”Tanya Adinda.
“Belum kak, karena pada saat itu tante Raisa tidak ada di butik.”Jawab Salwah.
“Eh... kalau itu nanti coba besok aku sama Zahra tanya ke tante Raisa mengenai apa benar Nissa akan pulang beberapa minggu lagi dengan temannya.”Ucap Adinda.
“kenapa tidak sekarang aja kakak pergi bertanya ke tante Raisa.”Tanya Salwah.
__ADS_1
“Gak bisa hari ini dek, karena-”
“Kenapa nggak bisa hari ini kak.”sela Salwa.
“Dengarkan dulu toh dek, orang kakak belum selesai bicara.”ucap Adinda.
“iya maaf kak, orang aku cuma penasaran aja kenapa kakak gak bisa pergi hari ini ke tempat tante Raisa.”Tutur Salwah.
“Itu karena sekarang mobil kakak ada di bengkel dan nanti siang juga kakak dan kakak iparmu harus pergi menghadiri Acara Grand opening usaha terbaru kliennya kakak iparmu dek.”Ucap Adinda dan cuma dianggukkan Salwah.
Tiba-tiba terdengar suara orang yang mengucapkan salam di luar rumah.
“Assalamualaikum.”Salam orang itu.
“Waalaikumsalam.”Jawab mereka.
“Permisi mbak Dinda.”Ucap orang itu.
“Iya kenapa mas.”Tanya Adinda
“Jadi kapan ini mas rencana diadakan nya pemilihan RT.”Tanya Adinda.
“Belum ada di pengetahuan nya mbak kapan diadakan pemilihannya.”Ucap orang itu dan adinda cuma mengganggu.
“Kalau itu saya permisi dulu, Assalamualaikum.”Ucap orang itu.
“Waalaikumsalam.”Jawab Adinda. Lalu Adinda pun pergi masuk kedalam.
“Siapa itu tadi kakak.”Tanya Salwah.
“oh tadi itu salah satu perguruan masjid disini dek, kata dia datang kesini disuruh pak RT untuk mengasih tahukan bahwa nanti malam akan diadakan rapat untuk persiapan pemilihan RT berikutnya.”Jawab Adinda dan Salwah hanya mengangguk aja.
************
Saat ini Adinda dengan keluarga kecilnya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah sehabis menghadiri acara grand opening usaha terbaru kliennya suaminya.
Tapi di tengah jalan tiba-tiba ustad Abrisam harus memberhentikan mobilnya, dikarenakan depan mobil mereka ada banyak mobil yang berhenti dan juga banyak warga sekitar yang berlari.
__ADS_1
“Apa yang terjadi bi, kenapa warga banyak berlari dan juga banyak sekali mobil yang berhenti di depan mobil kita.”Tanya Adinda.
“Abi juga gak tau umi, coba Abi tanya dulu ya mi”Ucap ustad Abrisam.
“Iya Bi.”Ucap Adinda dan Ustad Abrisam pun langsung keluar dari mobil menghampiri salah satu warga untuk bertanya.
Tak lama setelah ustad Abrisam pergi menghampiri warga untuk bertanya apa yang terjadi disana, Arfan pun tiba-tiba bangun dari tidur.
“Umi.... Kita sudah sampai di rumah ya.”Ucap Arfan yang baru bangun tidur sambil mengucap matanya.
“Arfan, kenapa kamu cepat sekali bangunnya, kita belum juga sampai di rumah loh nak, mending kamu tidurlah lagi sayang.”Ucap Adinda.
“tapi Arfan ingin minum mi.”tutur Arfan.
“Tunggu Abi mu dulunya sayang, karena di dekat sini juga tidak ada supermarket.”Ucap Adinda.
“iya umi.”Ucap Arfan. Karena Arfan adalah anak penurut yang tidak pernah menyusahkan orang lain dan selalu patuh dengan semua perintah orang tuanya.
Tak lama ustad Abrisam pun kembali lagi ke mobil.
“Apa yang terjadi disana bi.”Tanya Adinda.
“Itu mi kata warga tadi kaya disana ada kecelakaan mobil yang menabrak pembatas jalan tol yang melibatkan salah satu mobil ikut nabrak mi.”Ucap Ustad Abrisam.
“Inna lillahi wa innailaihi Raji'un, terus bagaimana dengan penumpangnya bi.”Tanya Adinda.
“Penumpangnya tadi sudah di bawa ke Rumah sakit mi, tadi juga abi dengar dari salah satu warga bahwa ada satu penumpangnya mobil itu yang tewas dan lainnya cuma luka-luka aja.”Ucap Ustad Abrisam.
“Abi kita mampir ke supermarket dulu ya, karena tadi Arfan katanya haus dan sekalian umi juga membeli bahan dapur yang ada beberapa habis.”Ucap Adinda ke suaminya yang saat ini sedang mengemudi mobil.
“Baik umi sayang.”Ucap Ustad Abrisam yang langsung membawa mobilnya ke supermarket.
Beberapa menit kemudian Ustad Abrisam dan Adinda pun sampai di Supermarket dengan disusun turun nya hujan gerimis, lalu Ustad Abrisam pun yang turun dari mobil untuk membeli semua barang yang dibilang istrinya tadi, karena dia tidak mau membuat Istrinya yang saat ini tengah mengandung anak keduanya itu menjadi capek dan lelah dengan membeli sebuah barang itu.
Tak lama ustad Abrisam pun kembali ke mobil sambil membawa semua barang-barang di tangannya.
Didalam mobil ustad Abrisam pun langsung memberikan air minum yang sudah ia buka tadi ke anaknya yang saat itu sedang menonton kartun kesukaannya di iPad dan lalu telah itu Abrisam pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan standard menuju ke Rumah mereka.
__ADS_1