
Nissa dan mamanya berjalan tergesa gesa melewati koridor Rumah Sakit. Setelah beberapa menit lalu mereka mendapatkan kabar bahwa Devin mengalami kecelakaan. Saat itu juga membuat Nissa dan mamanya langsung bergegas menuju ke Rumah sakit dikarenakan mereka merasa khawatir dengan kondisi Devin saat ini.
Sesampainya disana Nissa dan mamanya sudah melihat Alexa dan Marvin yang duduk menunggu Devin di bangku dekat ruang UGD.
Nissa dan mamanya pun langsung menghampiri Alexa dan Marvin.
“Lexa Gimana kondisi kakak Devin, apa ia baik-baik aja lexa dan kenapa kalian berdua bisa bersama.”Tanya Nissa khawatir dengan kondisi sepupunya yang sudah anggap seperti kakak kandungnya.
“Iya nak kenapa kalian bisa bersama, apa yang sebenarnya telah terjadi dengan Devin sampai seperti ini.”Sambung mamanya Nissa yang bertanya karena merasa khawatir dan cemas dengan keadaan anak angkat adik sepupunya yang juga sudah ia anggap sebagai anak sendiri seperti halnya Nissa dan keponakannya salsa.
Begitu banyak pertanyaan yang diajukan Nissa dan mamanya lontarkan, membuat Alexa menjadi bingung harus menjawab pertanyaan Nissa dan mamanya yang mana.
Marvin yang melihat kebingungan istrinya harus menjawab yang mana itu, berinisiatif untuk menjawab pertanyaan yang diajukan Nissa dan mamanya.
“Jadi ini tante Nissa, saya dan istri saya tadi tidak sengaja melihat abang ini dengan satu temannya nabrak pohon besar saat kami melewati tempat terjadi kecelakaan tersebut untuk pergi ke toko Bread Life Bakery, makanya itu kami langsung menolong dan hubungi Ambulans agar cepat datang untuk membawa mereka ke Rumah sakit.”Jawab Marvin.
“mungkin saja teman yang nak Marvin maksud itu nak Aryo Asistennya Devin.”Gumam mamanya Nissa dalam hati.
“Terus gimana keadaan mereka nak.”Tanya mamanya Nissa.
“Kami hanya taunya cuma keadaan orang yang sama kakak Devin tadi baik baik saja karena dia cuma mengalami luka kecil pada bagian tubuhnya dan kalau kalau Devin kami belum tau tante karena masih ditangani sama dokter didalam.”Jawab Alexa. Setelah Alexa menjawab pertanyaan dari mamanya sahabatnya tak lama itu juga pintu ruang UGD pun terbuka dan disusun dokter yang keluar.
“Dengan keluarga pasien.”Panggil Dokter.
“iya dok saya keluarganya, gimana kondisi keponakan saya dok.”Tanya mamanya Nissa.
“kondisi pasien saat ini masih kritis Bu, karena dalam kecelakaan itu pasien mengalami benturan cukup keras pada bagian kepala dan mengakibatkan pasien mengalami pendarahan didalam otak. Keadaan pasien sangat mengkhawatirkan sehingga perlu penanganan yang lebih insentif. Kami mohon tenang dan doanya agar pasien bisa melewati masa kritisnya. Kami pihak dokter dan segenap para petugas medis di Rumah sakit ini akan berusaha melakukannya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan pasien.”Ucap Dokter.
“Baiklah dok tolong lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan keponakan saya.”Ucap mamanya Nissa.
“Baik Bu, kami akan lakukan yang terbaik untuk pasien, tapi Bu kami....”Ucap dokter yang langsung terhenti.
“Tapi apa dok.”Tanya Nissa yang menyela dokter.
“Tapi kami membutuhkan donor darah Bu, karena stok darah yang sama dengan golongan darah pasien ini sudah habis Bu.”Jawab Dokter. Nissa dan mamanya yang dengar itu sangat bingung mau cari dimana donor darah untuk Devin, Karena mereka tau golongan darah mereka tidak sama dengan Devin dan golongan darah Devin itu juga termasuk golongan darah langka.
__ADS_1
“Boleh saya tau dok, golongan darah pasien apa dok.”Tanya Marvin yang tiba-tiba, karena Marvin yang dari awal melihat wajah Devin ia mulai merasakan sesuatu yang membuat ia susah sekali untuk mengerti perasaan apakah itu.
“Golongan darah pasien AB- tuan.”Jawab Dokter.
“Kalau itu ambil aja darah saya dok, karena golongan darah saya juga AB-.”Ucap Marvin.
“mari tuan ikut suster ini ke dalam.”Ucap Dokter.
“tante Nissa dan sayang permisi dulu ya.”Ucap Marvin.
“Iya nak bang.”Ucap mamanya Nissa dan Alexa. Sedangkan Nissa cuma diam saja dengan memikirkan sesuatu.
Marvin pun langsung mengikuti perawat itu masuk ke dalam, sesampainya di dalam suster segera mengecek golongan darah marvin dan ternyata golongan darah marvin cocok dengan Devin. Lalu telah itu perawat langsung mengambil darah marvin.
“mama lexa, apa kalian tidak merasa wajah kakak marvin dengan kakak Devin itu kayak mirip deh.”Ucap Nissa.
“Iya Niss wajah suamiku dengan kakak sepupumu itu memang mirip, terus kenapa kamu tanya seperti itu Niss.”Tanya Alexa yang penasaran.
“Aku merasa kakak Devin dan kakak marvin punya hubungan darah.”Jawab Nissa.
“Iya niss, apa yang dikatakan tante Raisa itu benar. Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu terhadap kakak sepupumu dan suami ku, bisakah jadi wajah mereka cuma mirip saja.”Sambung Alexa.
“iya apa kamu bilang itu memang nggak salah lexa, tapi kamu nggak lihat tadi golongan darah suamimu itu sama dengan Devin dan kamu juga taukah Kalau kak Devin adalah anak angkat om Darren.”Ucap Nissa yang menatap Alexa dan Alexa yang dengar itu mengiyakan.
“Kamu ingat nggak dulu Dinda pernah keropos ke kita bahwa dia merasa cara jalan dan bicara, serta umum dan foto remaja kakak Devin itu mirip sekali dengan foto kecil sepupunya yang dulu mengalami kecelakaan.”Ucap Nissa.
“Iya terus kenapa Nissa.”Tanya Alexa polos.
“terus kenapa bisa kamu tanya seperti itu lexa, itu berarti suamimu dengan kakak sepupuku itu adalah saudara kandung yang sudah lama hilang tau.”jawab Nissa yang ngegas dengan ketidak kepengkan Alexa. Alexa yang dengar itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil Nyengir.
“Apa kamu sudah yakin dengan itu semua Niss.”Tanya Alexa.
“Aku sudah yakin lexa dengan semua bukti yang aku tunjukkan tadi, sudah membuktikan kakak Devin dan kakak Marvin adalah saudara kandung, tapi agar lebih meyakini lagi kita harus melakukan tes DNA. Agar nanti bisa kita tunjukkan ke Kakak marvin dan keluarganya Adinda.”Jawab Nissa
“Dan karena itu aku minta tolong bantuan mu dan mama untuk mengambil sesuatu benda milik mereka yang dapat kita gunakan nanti untuk DNA.”Ucap Nissa.
__ADS_1
“tapi aku minta rencana ini cuma kita bertiga saja yang tahu, jangan sampai ada yang tau termasuk Marvin dan Adinda dengan keluarganya.”Ucap Nissa.
“Baiklah sayang, mama dan lexa tidak akan kasih tau siapapun rencana kita.”Ucap mamanya Nissa dan dianggukkan Alexa.
“tapi mama mau nanya dulu sayang, kenapa kamu tidak mau siapapun mengetahui rencana tes DNA dan kamu juga kenapa nggak mau sekarang melakukan tes DNA.”Tanya mamanya Nissa dan dianggukkan Alexa yang juga penasaran dengan alasan Nissa yang tidak mau siapapun mengetahui rencana tes DNA dan tidak melakukan sekarang.
“Itu karena Nissa tidak mau membuat mereka menjadi kecewa, saat hasil tes DNA nanti keluar tidak sesuai dengan persepsi ku.”Jawab Nissa tegas.
********************
Siang berganti malam, malam berganti pagi. Waktu terus berjalan tak terasa sekarang Devin sudah dipindahkan ruangan rawat inap VIP. Setelah tadi malam dokter sudah menyatakan Devin sudah melewati masa kritis. Tapi sayangnya Devin belum ada tanda untuk sadar dari komanya.
Dan disitu tampak mamanya Nissa yang masih setia menemani atau menunggui keponakan laki-lakinya yang sudah ia anggap seperti anak sendiri untuk sadar dari komanya. Sedangkan suami dan adik ipar sepupunya sudah kembali ke tempat mereka bekerja biar bagaimana pun mereka punya tanggung jawab yang besar terhadap perusahaan dan seluruh mahasiswa di kampus.
Sementara dengan Salsa setiap malam dan pagi terus datang menjenguk kakaknya walupun membencinya ia tetap menjenguknya dan sesekali menemani saat tantenya pergi mengecek butik dan makan.
Sesampainya di rumah sakit, Nissa segera bergegas masuk keruangan Devin dimana mamanya menemani keponakan laki-lakinya itu.
Tok..... tok.... tok....
“Assalamualaikum mah.”Salam Nissa.
“Waalaikumsalam sayang.”jawab mamanya Nissa.
“Kamu kenapa kesini sayang, apa kamu nggak kerja.”Tanya mamanya Nissa.
“Kerja kok mah, tapi ini Nissa bawakan sarapan buat mama.”Jawab Nissa sambil menyerahkan paper bag yang dibawanya ke mamanya.
“Terima kasih sayang, kamu masak apa ini sayang.”Ucap mamanya Nissa seraya membuka kotak bekal yang dibawakan putrinya.
“Ayam rica-rica sama sayur asem dan tempe sambal terasi mah.”Jawab Nissa.
“Gimana mah, apa sudah ada tanda-tanda ia sadar.”tanya Nissa.
“masih sama kayak sebelumnya sayang belum ada tanda Devin siuman.”Jawab mamanya Nissa lirih sambil menatap keponakannya itu.
__ADS_1