Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 86 - Kemarahan Papa


__ADS_3

Di sebuah Rumah yang besar nampak seorang wanita yang baru aja turun dari mobil sehabis pulang dari Apartemen temannya dan lalu dia berjalan masuk ke dalam Rumah.


Setelah ia sudah berada dalam Rumah, tiba-tiba aja ia dikejutkan dengan teriakkan sang papa yang baru turun dari tangga bersama mamanya.


“Bella....”Teriakkan sang papa.


“Pah, apa sih teriak, tau anaknya baru pulang.”Tanya Bella pada papa yang tadi tiba-tiba berteriak, tapi sayangnya tidak dijawab sang papa.


“Bella, papa mau tanya apa benar selama ini kamu masih aja mengganggu rumah tangga Abri dengan istri, sampai kamu menyuruh orang untuk mengawasi, meneror dan mencelakakan istri Abri.”Tanya tuan Panji papanya Bella.


“Iya nak, apa betul itu semuanya, tolong jawab sayang.”Kata nyonya Kinanti mamanya Bella dengan sabarnya karena dia belum percaya bahwa putrinya melakukan tindakan kejahatan.


“Pah mah, apa sih maksud kalian, kenapa papa dan mama tegah sekali tiba-tiba menuduh anak kalian sendiri melakukan hal tersebut.”Kelit Bella.


“Siapa yang menuduh mu bell, orang papa dan mama cuma tanya aja, apa betul kamu telah melakukan itu semua pada istrinya Abri, tolong jawab nak.”kata tuan Panji yang masih berusaha menahan emosi karena dia ingin tau apa putrinya akan menjawab jujur atau terus membantah semua tuduhan tersebut.


“gak pah, aku tidak melakukan itu semuanya pah pada istrinya Abri, mungkin aja ada orang lain yang melakukannya, karena bisa jadi orang melakukan itu sama nasib kaya aku pah mengalami patah hati disebabkan cintanya di rebut sama istri Abri, terus orang itu pun melakukan balas dendam ke istrinya Abri dengan menyusun orang untuk mengawasi gerak-gerik dan mencelakakannya.”Kata Bella yang masih membantah semua tuduhan tersebut.


Plaak!!.....


“Pah, kenapa harus nampar Bella segala, Bella ini putri kita satu-satunya ya pah.”kata nyonya Kinanti yang memeluk putrinya.


“Mah uda jangan belaian bella terus, lihat hasilnya sekarang anak kita ini sudah berani sekali tidak mau mengakui kesalahan yang diperbuatnya dan sampai dia berani mengarang cerita segala.”ucap Tuan Panji.


“Maksud papa apa, emangnya kesalahan apa yang tidak ku akui, sampai papa menamparku.”Tanya Bella yang masih aja belum mau mengakui kesalahannya


Plaak!!.....


“Pah uda jangan nampar Bella lagi.”teriak nyonya Kinanti.


“Mah diam aja, jangan ikut campur urusan papa dengan anak kesayangan mu ini.”Ucap tuan Panji.


“Bella udah cukup kamu jangan lagi mengelak, papa dan mamamu sudah tau semuanya, bahwa selama ini kamu masih aja mengganggu rumah tangga Abri dengan istrinya dengan mengirimkan orang untuk meneror, mengawasi gerak-gerik dan mencelakakannya.”Bentak tuan Panji.

__ADS_1


“Pah tau dari mana semua ini.”Tanya Bella.


“Pah tau semuanya ini dari polisi, karena polisi sendiri yang datang ke Rumah kita dengan seorang lelaki yang mengaku sebagai kakak dari istri Abri untuk memberikan surat penangkapan buatmu, karena kamu telah melakukan beberapa tindakan kriminal, pertama kamu telah menyuruh orang meneror dan mengawasi gerak-gerik istri Abri, kedua kamu mencelakakan kakak sepupu istrinya Abri sampai membuat ia koma dan terakhir kamu dengan temanmu mendorong istrinya Abri yang tengah hamil besar sampai membuat dia harus dilarikan ke Rumah Sakit dan harus menjalani operasi caesar untuk menyelamatkan anaknya, disebabkan karena masalah dia tidak sengaja mendengar pembicaraan mu dengan temanmu mengenai yang tengah kalian lakukan padanya.”Jawab Tuan Panji.


“Jadi maksud papa tadi ada polisi yang datang ke Rumah kita.”Tanya Bella.


“Iya Bel, papa nggak habis pikir dengan pikiran mu Bella, kenapa kamu tegah sekali melakukan tindakan tersebut pada istri Abri dan lagi kamu juga hampir membunuh anak yang dikandungnya.”Jawab tuan Panji dan sekaligus bertanya.


“karena aku sangat mencintai Abri Pah, kenapa pah tidak mengerti aku.”Bentak Bella.


“Kamu bilang pah nggak mengerti mu, emangnya dari segi mana pah nggak mengertimu bel dan semua permintaanmu selalu pah turut tanpa ada yang kurang satupun.”Tanya tuan Panji.


“Karena papa tidak mau membantu aku untuk bisa mendapatkan Abri.”Jawab Bella.


“karena itu kamu bilang pah nggak mengertimu, kalau itu kamu memang pantas berada dalam penjara bel.”Ucap Tuan Panji.


“Pah, Kenapa papa tegah sekali membiarkan aku di penjara dan malahan tidak mau membantuku.”Tanya Bella yang tidak terima dengan keputusan papa yang tidak mau membantunya.


“ini sebagai hukum mu yang harus kamu pertanggung jawabkan, karena kamu telah melakukan kejahatan yang hampir menghilangkan nyawa dua orang, coba waktu itu kamu mendengar perkataan papa sama mamamu untuk melupakan Abri dan tidak menolak perjodohan yang sudah kami tentu mungkin aja hal ini tidak akan pernah terjadi padamu.”Jawab Tuan Panji. Bella pun langsung aja lari ke kamarnya, karena dia sangat kecewa dengan keputusan papanya yang tidak mau membantu dan malahan membiarkannya dipenjara.


“Iya mah, biar dia disana bisa mengintrospeksi dirinya dan merenungkan semua kesalahan yang ia lakukan, agar kelak saat keluar dari penjara ia bisa berubah dan menjadi putri kita baik yang tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.”Jawab tuan Panji.


“Apa yang papa ngomong itu mudah - mudahan benar, kalau putri kita memang bisa dapat berubah saat ia berada di penjara dan tidak akan pernah lagi mengulangi kesalahannya.”Ucap nyonya Kinanti.


“Iya mah, kita sama sama berdoa aja, mudahan keinginan kita dapat dikabulkan sama Allah dan putri kita bisa berubah.”Kata Tuan Panji.


“Amin.”Ucap nyonya Kinanti.


*****************


Sementara di Rumah Sakit, saat ini Adinda sedang berada di ruang inkubator bersama Alexa dan Nissa untuk menemui putranya.


Disitu Adinda sangat merasakan senang saat mengetahui bahwa perkembangan tubuh putranya makin hari tambah sehat yang membuat dia kurang waktu lama putranya bisa keluar dari ruang inkubator dan tidak lama lagi putranya akan diperoleh dibawa pulang ke Rumah.

__ADS_1


“Dinda...”panggil Nissa.


“Iya, ada apa Niss.”Tanya Adinda yang langsung menatap.


“Din... Boleh gak.”jawab Nissa yang merasa ragu.


“Boleh gak apa sih Niss.”Tanya Adinda.


“Boleh gak? Aku mengendong putramu Arfan.”Jawab Nissa.


“Boleh kok Niss.”kata Adinda.


“Makasih Din.”Kata Nissa langsung mengambil Arfan dari gendongan Adinda dan lalu Ia pun mengendongnya dengan hati-hati.


“Dek Arfan kamu kenapa sih bisa lucu dan imut gini, Tante Nissa kah jadi kepingin bawa Arfan pulang ke Rumah Tante deh.”Kata Nissa pada putranya Adinda yang ada didalam gendongannya.


“Niss enak banget sih kamu ingin bawa putraku pulang ke Rumahmu, kalau itu kamu nyusul dong, agar kamu bisa memiliki anak lucu dan imut seperti putraku.”protes Adinda dengar kata Nissa.


“Bagaimana sih aku mau nyusul mu Din, kalau jodohnya aja aku belum ada.”kata Nissa.


“Iya kah kamu bisa cari dong.”Kata Adinda.


“Mau cari dimana dinda, kalau Allah aja belum menunjukkannya ke aku, bagaimana aku bisa menyusul mu.”Kata Nissa.


“iya kah ada kakak vano Niss, Jadi kamu tidak perlu cari kemana lagi.”saut Alexa.


“Betul yang dikatakan Lexa Niss, kalau itu kamu kakak vano aja, karena mungkin aja Kakak vano itu memang jodoh yang telah ditunjukkan Allah SWT untukmu dan aku perhatikan kakak vano itu kaya juga belum punya cewek deh Nissa.”Kata Adinda.


“kenapa sih harus bawa nama kakak vano segala, memang kalian tau dari mana kalau kakak vano itu belum punya pacar.”kata Nissa yang tidak mau mendengar nama Vano.


“aku sih taunya dari kakak Riko dan kakak Ega, kalau selama ini Kakak vano belum pernah membawa cewek keluar untuk sekedar jalan-jalan apalagi pacar dan lagi mereka juga pernah sekali memperkenalkan cewek untuk dijadikan pacar tapi langsung ditolak kakak vano, katanya sih dia ingin fokus bekerja dulu dan belum siap untuk pacar ataupun mencari istri.”Kata Adinda.


“Dinda, ini putramu kaya dia haus deh.”Kata Nissa yang memberikan Arfan ke gendongan Adinda untuk diberikan ASI. dikarenakan tadi Arfan tiba-tiba menangis didalam gendongan Nissa.

__ADS_1


“Kalau itu aku keluar duluan Lexa Din.”pamit Nissa yang lalu berjalan keluar dari ruang inkubator. Adinda dan Alexa menganggukkan kepala.


__ADS_2