
Kini Adinda sedang bersiap-siap untuk pulang ke Rumah dengan dibantu oleh Ustad Abrisam karena dokter sudah memberikan Adinda izin untuk pulang ke Rumah dengan catatan Adinda harus banyak banyak beristirahat dan tidak boleh mengambil kerja yang berat.
Setelah semua sudah siap, Ustad Abrisam pun bergegas mendorong kursi roda Adinda keluar dari Rumah sakit sambil membawa barang Adinda.
Sesampainya mereka di parkir ustad Abrisam pun langsung memasukkan semua barang- barang istrinya ke dalam bagasi mobil. Kemudian Ustad Abrisam menggendong Adinda masuk ke mobil dan mendudukkan nya di samping jok kemudi.
Setelah itu ustad Abrisam pun melipat kursi roda Adinda, lalu di masukkan ke dalam bagasi mobil.
Setelah semua sudah amal Ustad Abrisam langsung bergegas menjalankan mobilnya meninggalkan Rumah Sakit.
Dalam perjalanan sekitar 45 menit Adinda dan Ustad Abrisam sampai di Rumah mereka, Lalu Ustad Abrisam turun dari mobil dan menurunkan barang barangnya Adinda sekaligus mengambil kursi roda Adinda dari bagasi mobil.
Setelah itu Ustad Abrisam mengangkat Adinda lalu mendudukkan nya di kursi roda.
Kemudian kursi roda nya Adinda didorong oleh Ustad Abrisam masuk ke dalam rumah bersama dengan juga dengan bibi Siti yang membawa barang barangnya Adinda.
Sesampainya mereka di kamar ustad Abrisam langsung mengangkat Adinda dari kursi roda nya lalu membaringkan nya ke tempat tidur. Sedangkan Bibi Siti yang setelah menaruh semua barang barangnya majikan itu langsung pergi ke luar dari kamar Majikan untuk melanjutkan kembali pekerjaannya yang belum selesai.
“Sekarang kamu istirahat dulu ya mai, hubby mau ke bawah dulu untuk mengambil makanan mu, karena dari tadi kamu belum makan.”Kata Ustad Abrisam.
“Nggak usah hubby biar nanti Mai minta sama bibi kalau Mai sudah lapar.”Tolak Adinda.
“Tidak Mai kamu harus makan karena dari pagi sedikit pun kamu belum mengisi perut mu dengan makanan, hubby nggak mau sampai kandungan kamu kenapa kenapa.”Ucap ustad Abrisam.
“Baiklah hubby tapi Mai mau nya makan gado-gado.”Ucap Adinda yang menurutin Kata suaminya dan meminta makan gado-gado.
“Baiklah mai biar nanti hubby belikan.”Ucap Ustad Abrisam.
“Mai nggak mau gado gado nya dibeli hubby tapi Mai mau hubby sendiri yang membuat gado-gado nya.”Ucap Adinda yang minta dibuatkan gado-gado. Ustad Abrisam yang mendengar permintaan istrinya itu sangat terkejut dan ditambah lagi dia tidak bisa masak tapi kemudian Ustad Abrisam pun mengiyakan permintaan istrinya itu karena dia tidak mau sampai ngambek dan ujung nya tidak mau makan.
“Baik Mai.”Ucap Ustad Abrisam.
__ADS_1
Setelah itu Ustad Abrisam berlalu pergi keluar dari kamar nya menuju ke bawah untuk mengambil makanan untuk istri.
************
Tak lama Ustad Abrisam sampai di bawah, lalu Ustad Abrisam langsung bergegas pergi ke dapur dan disana ustad Abrisam melihat bibi siti yang sedang membersihkan peralatan masak yang habis dipakainya.
Karena tidak mau mengganggu Bibi Siti yang sedang mencuci piring, Ustad Abrisam langsung aja membuka lemari es mencari bahan untuk membuat gado-gado.
Sementara Bibi Siti yang baru aja selesai mencuci piring itu tidak sengaja melihat majikan yang mencari sesuatu di lemari es.
“Maaf Pak Abri sedang cari apa ya.”Tanya Bibi Siti yang melihat Majikan yang mencari sesuatu di lemari es.
“Gini Bibi saya tadi sedang mencari bahan bahan membuat gado gado yang diminta Mai bibi tapi saya bingung apa saja bahan yang diperlukan untuk membuat gado-gado bibi.”Ucap Ustad Abrisam yang kemudian bertanya.
“Oh gitu sini saya saja yang buat gado gado nya pak.”Ucap Bibi Siti.
“Tapi Istri saya mintanya saya sendiri yang membuat gado-gado nya bibi.”Ucap Ustad Abrisam.
“Mungkin aja Bibi karena memang istri saya sedang hamil bibi dan kandungan istri sudah jalan 8 Minggu.”Ucap Ustad Abrisam.
“Alhamdulillah selamat ya Pak Abri saya baru tau Bu Dinda Sedang hamil.”Ucap Bibi Siti ikut senang mendengar istri majikan Hamil.
“Makasih ya bibi dan sekalian saya juga minta maaf karna baru bisa sekarang saya memberi tahukan ke bibi.”Ucap Ustad Abrisam.
“Iya nggak apa-apa pak saya mahklumi kok karna mungkin bapak sangat sibuk dan juga harus mengurusi Bu Dinda yang di Rumah sakit.”Ucap Bibi Siti.
“Kalau itu sini biar saya yang membantu pak untuk membuat gado-gado dan sekalian saya menunjukkan cara membuat nya.”Ucapan Bibi Siti.
“Iya bibi terima kasih sudah membantu cara membuatkan nya.”Ucap Ustad Abrisam
"Iya sama sama Pak.”Ucap Bibi siti yang kemudian mengambil beberapa bahan untuk membuat gado-gado didalam lemari es dan menyuruh Ustad Abrisam untuk memotong tahu putih tempel lalu menggorengnya dan tidak lupa juga merebus telur.
__ADS_1
Sedangkan Bibi Siti langsung mencuci beberapa sayuran yang digunakan untuk gado-gado, lalu memotong nya dan tidak lupa juga merebus sayuran yang dipotong tadi.
Setelah semua sudah selesai bibi Siti pun langsung mengajarkan Ustad Abrisam untuk membuat saus kacang.
Lalu kemudian saus kacang yang sudah jadi tadi langsung di tuangkan ke piring yang sudah berisi beraneka ragam sayuran dan bahan pokok lainnya.
Setelah itu Ustad Abrisam langsung membawa gado-gado yang sudah jadi tadi ke kamar nya.
Sesampainya di kamar Ustad Abrisam langsung menghampiri istrinya yang lagi tidur itu sambil membawa sepiring gado-gado dan lalu dia pun langsung membangun nya.
“Mai bangun ini gado gado nya sudah hubby bawakan.”kata Ustad Abrisam yang membangunkan adinda seraya mengelus kepala istrinya dengan lembut.
“Iya hubby.”Ucap Adinda dengan suara orang bangun tidur.
“Maaf ya Mai sudah membuat kamu lama menunggu.”Ucap Ustad Abrisam.
“Iya nggak apa apa hubby.”Ucap Adinda yang kemudian ingin membangun tapi tiba-tiba dia merasakan kesulitan untuk bangun.
“Sini mai biar hubby bantu.”Ucap Ustad Abrisam yang membantu istrinya untuk bangun.
“Terima kasih hubby.”Ucap Adinda.
“Sama sama Mai.”Ucapan Ustad Abrisam.
Ketika Adinda ingin mengambil sepiring gado-gado itu di Nakas Ustad Abrisam langsung mengambil alih sepiring gado-gado itu dan kemudian dia pun menyuapi Adinda tapi memang dari awalnya Adinda sudah menolak nya.
Tapi bukan Ustad Abrisam nama dengan trik yang dia lakukan kepada istrinya, istri nya pun langsung menurutin katanya.
Beberapa menit kemudian Adinda pun selesai dengan makan gado-gado dan lalu Ustad Abrisam pun memberikan istrinya obat untuk diminum.
Setelah itu Ustad Abrisam pun membantu istrinya berbaring dan kemudian Ustad Abrisam pun keluar dari kamar nya menuju ke bawah untuk mengantar piring bekas makan istrinya ke dapur.
__ADS_1