Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 79 - Resepsi Zahra


__ADS_3

Hari demi hari berlalu begitu saja tak terasa tadi pagi Zahra dan Farid laki-laki yang dijodohkan oleh orang tuanya telah selesai melaksanakan akad nikah yang menyatakan mereka berdua telah sah menjadi pasangan suami istri dan sekarang adinda dan keluarganya sedang bersiap-siap di dalam kamar untuk menghadiri Acara Resepsi pernikahan Zahra dan suaminya.


Beberapa menit kemudian Adinda dan keluarganya pun sudah selesai bersiap siap, lalu Adinda dengan keluarganya langsung berjalan masuk ke mobil yang sudah disiapkan tadi.


Setelah masuk ke mobil, mobil pun langsung aja dijalankan Ega dan Marvin menuju Hotel tempat diselenggarakan Acara Resepsi pernikahan Zahra.


Tak terasa dalam perjalanan 30 menit Adinda dan keluarganya pun sampai di Hotel tempat diselenggarakan Acara Resepsi pernikahan Zahra dengan suaminya.


Lalu telah itu Adinda dan keluarga nya turun dari mobil dan masuk ke Aula hotel tempat diadakannya resepsi pernikahan Zahra dengan suaminya.


Sesampainya di dalam Aula Adinda langsung aja mempertajam penglihatannya mencari sosok kedua sahabatnya di setiap sudut Acara.


Tak lama Adinda pun menemui keberadaan kedua sahabatnya dan lalu dia pun izin ke bunda dan Ayah.


“Ayah Bunda, Dinda menemui lexa sama Nissa dulu ya.”Kata Adinda


“iya dinda pergilah.”kata Ayah. Setelah mendapat izin dari orang tuanya, Adinda langsung aja pergi meninggalkan keluarga nya untuk menemui kedua sahabatnya yang sedang berdiri di dekat meja prasmanan.


“Hei lexa Niss sudah lama.”Tanya Adinda.


“Gak Din kami baru aja datang sejam yang lalu.”Ucap Zahra dan dianggukkan Nissa yang sedang mencicipi kue yang sudah disediakan di meja prasmanan.


“Em.....”Adinda cuma medehem sambil mengikuti jejak sahabatnya mencicipi kue yang tersedia di meja prasmanan.


Tiba-tiba pandangan Adinda tidak sengaja menangkap kakak vano yang dari tadi memperhatikan kearah kami dengan raut wajah sedih sedihnya dan disebelahnya ada seorang wanita yang dari tadi terus mengajaknya bicara sambil menggandeng tangan vano tapi tidak diraut dan tangan langsung ditepis kakak Vano.


“Lexa...sini deh”Panggil Adinda.


“iya Dinda ada apa sih.”Tanya Alexa.


“Coba kamu lihat itu lexa kakak Vano sama siapa ya.”kata Adinda sambil menunjuk ke arah kakak Vano dengan seorang wanita.


“Aku gak tau Din, mungkin aja salah satu temannya.”Kata Alexa.

__ADS_1


“Masa sih lexa dia temannya tapi kenapa tadi aku liat kakak Vano menepis tangan wanita itu yang ingin menggandengnya dan tambah lagi aku juga melihat wanita itu ingin mengajak kakak Vano bicara tapi nggak dihiraukan oleh kakak vano dikarenakan tadi dia terus memperhatikan ke arah kita lexa.”Kata Adinda.


“Wah..... menurut yang aku dengar dari cerita Dinda mungkin aja memang betul wanita itu bukanlah sekedar teman nya kakakmu deh Lexa atau jangan-jangan wanita itu memang salah satu wanita yang menyukai kakakmu deh Lexa.” kata Zahra yang tiba-tiba datang bersama suaminya menghampiri mereka yang lagi asyik bicara.


“iishh... Zahra kamu kaget deh, kamu dari kapan sih ada di belakang kami.”Tanya Alexa yang sambil mengelus dadanya yang hampir copot karena di kagetan sahabatnya.


“Maaf deh aku buat kalian kaget, aku ada di belakang kalian itu dari semenjak Dinda menceritakan tentang kakak vano yang menepikan tangan seorang wanita yang ingin menggandengnya dan sampai dengan kakak vano yang nggak menghiraukannya wanita yang dari tadi mengajak nya berbicara karena dari tadi kakak vano terus aja memperhatikan ke arah kalian.”Kata Zahra yang dianggukkan suaminya.


“Tapi kah kamu bisa panggil kami dulu zahra, jangan tiba tiba datang kaya gini yang buat jantung kami mau copot tau.”Kata Alexa.


“iya maaf, kah tadi aku sudah manggil kalian tapi kalian aja nggak mendengarkannya mungkin karena acara sangat ramai dan bising kali.”Kata Zahra.


“iya udah kami maafkan tapi jangan diulangi.”Ucap Adinda yang juga mewakili Alexa dan Nissa.


“Iya aku janji nggak akan mengulangi.”Kata Zahra.


“Em.......”Dehem mereka.


“Hei tapi tunggu dulu deh aku baru ingat tadi tak salah aku mendengar Dinda menyatakan kalau tadi dia lihat raut kesedihan di mukanya kakak Vano saat dia melihat ke arah kalian, Apakah kamu tahu kenapa raut wajah Kakakmu kaya orang sedih lexa.”Kata Zahra yang sekaligus bertanya. Alexa yang ditanya hanya diam saja sambil memikirkan jawab apa yang harus diberikan sedangkan dia sendiri tau apa penyebab kakaknya bisa bersedih dikarenakan cinta nya ditolak oleh sahabatnya sendiri yang tak lain dan tak bukan adalah Nissa.


Walaupun Alexa sudah tau bahwa Nissa sudah punya perasaan ke Kakaknya tapi disitu Alexa tidak turut ikut campur, karna biarkanlah masalah urusan nih kakaknya saja yang perjuangan sendiri untuk mendapatkannya.


“Lexa.......”Panggil Adinda yang menyadarkan Alexa sambil memegang pundaknya.


“Iya ada apa Dinda.”kata Alexa yang baru sadar dari lamunannya.


“Lexa... kamu kenapa sih dari diam Mulu dipanggil dan belum juga kamu Jawab pertanyaan Zahra.”Jawab Adinda.


“Maaf tadi kepala ku sedikit pusing, jadi gak denger kalian manggil ku.”Kata Alexa berbohong.


Iya udah gak apa tapi kamu sudah baikan lexa atau perlu aku panggil dokter aja untuk pemeriksaan mu."Kata Zahra khawatir


“Gak usah Zahra sekarang aku sudah sedikit membaik kok.”Kata Alexa.

__ADS_1


“Eh...iya udah tapi kamu belum jawab pertanyaan ku yang tadi long.”Kata Zahra.


"Iya mana sih Zahra."Tanya Alexa yang pura pura lupa.


"kamu masa sih lupa orang yang aku tanya tadi itu kenapa raut wajah kakak vano kaya orang sedih."Tanya Zahra.


“Eh... iya maaf, jadi gini ceritanya Zahra kakak vano sedih itu disebabkan dia habis patah hati karena lamarannya ditolak tanpa adanya alasan yang pasti.”Kata Alexa yang memberikan taukah.


“Kasih sekali kakak vano harus mengalami putus cinta.”Kata Zahra dan Adinda yang peranti mendengar cerita Alexa. Sedangkan Nissa dari tadi hanya diam aja sambil memikirkan sesuatu.


“Tapi kamu tau siapa orang yang mau dilamar kakak vano.”Tanya Adinda.


“Aku gak tau dinda.”ucap Alexa berbohong. Adinda dan Zahra yang mendengarnya hanya narik napas karena mereka pikir Alexa tau siapa yang mau dilamar kakaknya. Sedangkan Nissa cukup merasakan lega karena pasaran Alexa gak tau gerangan wanita yang mau dilamar kakaknya.


Tak lama Zahra dan suaminya pun kembali melanjutkan berkeliling menyambut para tamu undangan dan meninggalkan ketiga sahabatnya melanjutkan kembali mengobrol dan mencicipi hidangan yang disediakan.


***********


Keesokan paginya Ayah dan kakaknya Adinda sudah berkumpul di Ruangan Keluarga sehabis melakukan olahraga pagi. Sedangkan Adinda Nadira dan bunda sedang ada di dapur membantu bibi menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya.


Setelah semua serapan sudah siap di meja, Adinda pun berlalu ke Ruangan Keluarga memanggil Ayah dan kakaknya.


Saat hampiri sampai di Ruangan Keluarga, Adinda samar-samar mendengar perbincangan Ayah dan kakaknya yang membahas tentang orang yang mau menabraknya yang sekarang berada di London tapi belum ditemukan tempat persembunyian.


Kemudian Adinda pun melanjutkan kembali berjalan untuk memanggil Ayah dan kakaknya.


“Ayah Kakak dipanggil bunda itu suruh ke meja makan.”Panggil Adinda yang tiba-tiba datang berhenti perbincangan Ayah dan kakaknya.


“Iya Dinda, kamu dari kapan ada disitu nak.”Tanya Ayah kaget takut anaknya mendengar perbincangannya dengan Kakak-kakaknya.


“Dinda baru aja datang yah.”ucap Adinda bohong. Ayah dan kakaknya Adinda yang mendengar itu langsung merasa lega sambil menarik napas. Sedangkan Adinda yang melihat gelagat Ayah dan kakaknya kaya orang yang merasakan kelegaan dan mendengar jawaban mereka itu dia pun mengetahui bahwa Ayah dan kakaknya tidak mau sampai dirinya mengetahui masalah itu yang akan terbawa ke kandungannya.


“Iya udah yuk kita ke meja makan.”Ucap Ayah.

__ADS_1


“Baik Ayah.”Ucap mereka. Lalu mereka pun langsung pergi ke meja makan dan sampai di meja makan, mereka semua pun memulai serapannya.


__ADS_2