Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 8 - Pertemuan tak terduga


__ADS_3

Adinda dan sahabatnya pun mencatat semua apa yang dijelaskan dokter vino kepada kami tanpa adanya tertinggal sedangkan Haris yang merekam yang dijelaskan Dokter vino, dokter vino pun juga mengajarkan kami cara menggunakan alat tersebut.


Adinda, Haris dan sahabatnya pun selesai dalam praktek penelitian yang ditugaskan oleh pak Arya kepada kami, kami semua pun pamit kepada dokter vino karna telah membantu kami dalam menyelesaikan praktek penelitian ini.


Adinda, Haris dan sahabatnya pun berlalu meninggalkan Ruangan Pemeriksaan Menuju ke parkiran, sesampainya kami diparkiran Nissa mengajak kami mampir ke restoran dulu untuk makan siang, kami pun setuju untuk makan siang dulu karna masuk waktunya untuk makan siang dan kami pun pergi masuk ke dalam mobil masing- masing untuk menuju ke restoran.


Dalam perjalanan sekitar 30 menit kami sampai di restoran, kami pun mencari meja yang kosong untuk kami duduki, Adinda pun memberi tau sahabatnya dan Haris bahwa dia melihat tempat yang kosong di dekat jendela, kami pun berlalu ke meja yang ada didekat jendela.


“Permisi nona ini buku menu nya. Ucap pelayan


“Mbak saya mau pesan steik sama orange juice."Ucap Nissa


“Hei kalian mau pesan apa. Ucap Nissa


“Ah aku mau pesan cup cake sama juice Apple.” Ucap Adinda yang melihat buku menu.


“Aku mau Chicken katsu sama juice mangga.” Ucap Alexa


“Gue pesan makanan Chicken nauget dan minumannya capuccino.”Ucap Haris


“Aku pesan cumi asam manis sama juice Apple.” Ucap zahra


“Ada lagi nona yang mau anda pesan.” Ucap pelayan


“Hmm kayanya itu aja deh mbak yang kami pesan.” Ucap Nissa


“Hm... Kalau begitu saya permisi dulu nona.”Ucap pelayan itu


“iya mbak.”Ucap mereka.


Pelayan itu pun pergi meninggalkan meja yang kami duduki, setelah pelayan itu pergi, Adinda, Zahra, Alexa dan Haris pun pergi sebentar meninggalkan meja yang kami duduki untuk mencari musholla yang ada di restoran ini, karna jam sudah menunjukkan waktu masuknya sholat zhuhur sedangkan Nissa tidak bisa ikut karna dia kedatangan tamu, sesampainya di musholla kami pergi mengambil wudhu dan menunaikan sholat zhuhur dalam waktu 15 menit. Selesai sholat kami pun pergi keluar dari musholla tiba tiba di pintu luar musholla aku tidak sengaja menabrak seseorang.


Brak..... Brak..... ( Suara orang bertabrakan )


“Astagfirullah halazim.”Ucap Adinda yang beristigfar


“Astagfirullah halazim, maaf mbak saya tidak sengaja menabrak anda.”ucap orang itu yang beristigfar


“Iya.” Ucap Adinda yang menundukkan pandangan sambil mengelus dada.


Pada saat Adinda angkat wajahnya, mereka tidak sengaja saling menatap selama satu detik.


“Astagfirullah halazim.”Ucap mereka berbarengan.


“Hei kamu bukankah kamu anak om Raka yah.”


“Iya saya anaknya, kamu tau dari mana nama ayah saya.”Ucap Adinda


“Maaf apa kamu lupa dengan saya, saya Abrisam anak pemilik pesantren Nurul Ilmi.” Ucap Abrisam


“Oh Kamu ustadz Abri, maaf saya tidak ingat.”


“iya tidak apa-apa.”Ucap Abrisam tersenyum


Orang yang menabrak ku tadi itu adalah Ustadz Abrisam yang mengunjungi tempat usaha adiknya, Kemudian datanglah Haris dan Sahabatku yang menghampiri aku sama ustadz Abrisam dengan wajah yang sangat khawatir pada saat mereka melihat aku bertabrakan dengan orang didepan pintu.


“Dinda kamu tidak apa apakan.”Ucap sahabatnya dan Haris yang khawatir.

__ADS_1


“iya aku nggak apa kok.” Ucap Adinda


Tiba tiba Haris melihat Ustad Abri kemudian dia menarik kerah baju yang dipakai ustad Abri Karna sekarang dia berpakaian jas kaya orang kerja kantor.


“Hei lo kalau jalan itu pakai mata dong, jangan sampai kamu bikin orang celaka tau.”Ucap Haris yang marah sambil menarik kerah baju ustadz Abrisam.


“Haris sudah ustadz Abri sudah minta maaf sama aku.” Ucap Adinda marah dengan sikap Haris


“Dinda kamu kenal dengan orang ini.” Ucap Haris


“Iya aku kenal dengannya, dia anak Pemilik pesantren di tempat Adikku mondok dan sekaligus ustadz adikku.”Ucap Adinda.


“Tapi Dinda biar dia ustadz adikmu, dia harus diberi pelajaran.”Ucap Haris yang tidak terima.


“Haris sudah cukup, Aku sudah bilang ustadz Abri sudah minta maaf sama aku terus kamu kenapa sempai kamu mau mukulin dia Ah.”Ucap Adinda yang marah.


“Betul itu kata Dinda, Kenapa kamu sampai mau mukulin dia, Ustad ini sudah minta maaf, kamu jadi jangan sampai ada menyimpan dengan sedangkan Allah SWT aja maha memaafkan. Bagaimana dengan kita sebagai makhluk nya, Kita juga harus saling memaafkan apa pun itu kesalahannya orang tersebut.”Ucap Zahra.


“Iya kalau gitu gue minta maaf Dinda.”Ucap Haris


“Hey Haris kalau mau minta maaf itu bukan dengan Dinda tapi dengan Ustadz ini.”ucap Alexa ketus


"iya gue akan minta maaf."Ucap Haris.


“Hey Lo, gue mau minta maaf.”Ucap Haris ketus


“Hey Haris kalau mau minta maaf itu dengan tulus bukan kaya tadi.”Ucap Alexa yang ngomel


“Sudah mbak tidak apa memang ini Kesalahan saya.”Ucapnya


“Iya Ustadz, saya sebagai tamannya mewakili minta maaf kepada Ustadz Abri, Karna sikap teman saya ini.” Ucap Alexa


“Kalau gitu saya dan teman saya permisi dulu yah ustadz.”ucap Adinda


“Assalamu’alaikum.”Ucap Adinda


“waalaikumsalam.”Ucapnya


Adinda pun berlalu menuju ke meja yang kami duduki tadi, sesampainya kami di meja kemudian pelayan pun datang membawa pesanan yang kami pesan tadi, kami pun menyantap makan siang yang sudah dipesan tadi dengan lahap.


Berapa menit kemudian kami pun selesai dengan makan siang, kami pun langsung membayar makanan dan minuman, selesai membayar kami pun keluar dari Restoran tersebut menuju parkiran. Sesampainya kami diparkiran, kami pun pergi masuk kedalam mobil masing-masing, tiba tiba sebelum Adinda masuk kedalam mobil Haris memanggilku dan Adinda pun menengoknya.


“Dinda...”Panggil Haris


“Iya ada apa Haris.”Tanya Adinda.


“Lo nanti ada acara gak.”Ucap Haris


“iya memang ada apa Haris.”Tanya Adinda.


“gue mau ajak Lo nonton, Lo bisa nggak Dinda.”Ucap Haris.


“Maaf Haris aku nggak bisa.”Tolak Adinda


“Kalau lusa bisakah Dinda.”Tanya Haris.


“Aku juga nggak bisa Haris.”Ucap Adinda.

__ADS_1


“Apakah Lo belum maafin gue Dinda.”Tanya Haris.


“Haris, aku sudah maafin kamu sebelum kamu minta maaf sama aku.”Ucap Adinda.


“Tapi Dinda sekali aja Lo ikut yah sama gue nonton.”Ucap Haris


“Maaf sekali lagi Haris, aku nggak bisa ikut kamu nonton, kalau gitu aku permisi dulu Haris.” Ucap Adinda


“Assalamualaikum.”Ucap Adinda berlalu meninggalkan Haris.


“waalaikumsalam.”Ucap Haris.


Adinda pun masuk kedalam mobil dan langsung menjalankan mobil dengan meninggalkan Haris dalam keadaan kecewa.


********


Adinda pun sampai di depan pagar Rumahnya dan di sambut pak Joni satpam di kediaman keluarga Pratama, Adinda pun balasan dengan senyuman ramah dan Adinda pun langsung masuk kedalam Rumah dengan mengucapkan salam.


“Assalamualaikum.”Ucap Adinda.


“Waalaikumsalam.”Ucap Bibi


“Hey loh bibi sudah pulang."Tanya Adinda.


“Iya non bibi sudah Pulang, Karna bibi tidak enak dengan keluarga non yang sudah banyak membantu keluarga bibi, jadi bibi cepat kembali kesini takutnya keluarga non membutuhkan bibi."Ucap Bibi.


“Makasih bibi, terus bagaimana dengan keadaan anak bibi apakah sudah sembuh bibi."Tanya Adinda.


“Iya non Alhamdulillah keadaan anak bibi sudah berbaikan non."Ucap Bibi.


“Hm... gitu bibi, bunda ada dimana bibi."Tanya Adinda.


“Nyonya ada dikamar nya Non."Ucap Bibi.


“Baiklah bibi , kalau gitu saya permisi ke kamar Bunda dulu bibi." Ucap Adinda


“Iya non." Ucap Bibi.


Adinda pun berlalu ke kamarnya, sesampainya dikamar Adinda pun masuk kekamar mandi untuk membersihkan badannya yang Serasa lelah dan lengket, Adinda pun keluar dari kamar mandi langsung pergi ke lemari untuk berpakaian, selesai berpakaian Adinda pun turun ke bawah menuju kamar bunda.


Tok...tok... ( Suara pintu yang diketok )


“Bunda bolehkah aku masuk."Ucap Adinda.


“Iya nak masuk aja pintu tidak di kunci."Ucapan Bunda.


Clek.... clek.... ( suara pintu yang dibuka )


“Bagaimana dengan keadaan Bunda, apakah bunda makan atau minum obat."Tanya Adinda.


“Bunda sudah membaik nak dan bunda juga sudah makan sama minum obat nak."Ucapan Bunda.


“Alhamdulillah bunda membaik."Ucap Adinda.


“Nak Apakah ada kesulitan saat dokter itu menjelaskan? Tanya Bunda


“Alhamdulillah bunda Tidak ada yang sulit saat pak dokter itu menjelaskan.”Ucap Adinda

__ADS_1


“Syukurlah nak kamu nggak ada kesulitan saat penjelasan yang diberikan.”Ucap Bunda.


“Iya Bunda.”Ucap Adinda.


__ADS_2