
Adinda dan Ustad Abrisam pun masuk ke dalam rumah sambil membawa koper, saat kami masuk ke dalam, kami disambut oleh wanita paruh baya yang tak lain pembantu yang mengurus rumah ini.
“Assalamualaikum .”Ucap salam Ustad Abrisam dan Adinda berbarengan.
“Waalaikumsalam .”Ucap bibi Siti yang membuka pintu Rumah.
“Hey pak Abri sudah datang dan yang ini pasti istrinya pak Abri ya.”Ucap bibi Siti yang melihat Adinda.
“Iya bibi Siti, ini istri saya bernama Adinda dan Mai kenal ini bibi Siti yang akan membantu kamu untuk mengurus rumah kita Mai.”Ucap Ustad Abrisam.
“Salam kenal bibi, saya Adinda bibi.”Ucap Adinda.
“salam kenal bu dinda, saya bibi siti yang menjaga rumah ini dan merawat rumah ini saat pak Abri tidak di rumah.”Ucap bibi Siti yang memperkenalkan diri ke Ustad.
“iya udah bibi Siti, mendingan kita masuk kedalam yuk .”Ucap Ustad Abrisam.
“Baiklah tuan.”Ucap bibi siti.
Adinda dan Ustad Abrisam pergi masuk ke dalam rumah, saat Adinda masuk ke dalam rumah ia melihat sebuah aquarium yang berisi ikan yang nampak indah dan cantik, ia pun melihat ikan yang ada di dalam aquarium itu.
Setelah itu Adinda dan Ustad Abrisam langsung pergi masuk ke dalam kamar, tiba nya di dalam kamar Adinda sangat terkejut dengan kamar mereka berdua yang nampak indah.
Tiba tiba handphone Ustad Abrisam berbunyi, Ustad Abrisam pun mengangkat telpon.
Setelah selesai Ustad Abrisam mengangkat telponnya. Kemudian Ustad Abrisam pamit kepada istrinya untuk berangkat ke luar kota, Adinda yang mendengar itu pun bertanya ke suaminya mengenai siapa orang yang menelpon tadi itu sampai harus pergi ke luar kota sekarang.
Ustad Abrisam pun menjawab apa yang ditanyakan istrinya itu bahwa yang menelpon tadi itu adalah Asisten Harry yang melaporkan bahwa ada masalah pembangunan perhotelan yang ada di Sumatra.
Adinda yang mendengar kata suami itu langsung membantu suaminya untuk mengemas pakaian dan memasukkan ke dalam koper.
Setelah selesai memakai pakaian suaminya, Adinda langsung mengantar suami sampai depan mobil.
“Humaira, Hubby berangkat dulu ya, kamu harus hati-hati di rumah, kalau kamu bosen di rumah kamu boleh kok pergi main ke pesantren atau nggak kamu juga boleh main dengan Sahabat mu dan kalau mai buntu kendaraan tinggal mai ambil aja di dalam bagasi .”Ucap Ustad Abrisam.
“iya hubby, makasih udah izinkan mai, hubby juga hati-hati ya dijalan, hubby jangan lupa makan dengan teratur dan jaga kesehatan Hubby disana.”Ucap Adinda.
“baiklah mai dan makasih sudah mau memperhatikan suamimu ini.”Ucap Ustad Abrisam.
__ADS_1
“Sama-sama hubby, Iya udah hubby pergi sana takut nya di tunggu itu sama pak Herry.”Ucap Adinda.
“Mai kamu mengusir hubby ya.”Ucap Ustad Abrisam.
“Siapa ya mengusir Hubby, Mai Cuma memberi tau ke Hubby aja untuk berangkat.”Ucap Adinda yang cemberut.
“Iya humaira, tapi wajah nya jangan di cemberut itu Mai nanti jelek loh.”Ucap Ustad Abrisam yang tersenyum melihat istrinya cemberut.
“kalau mai jelek, kenapa hubby mau sama Mai.”Ucap Adinda yang sebal.
“Kenapa ya hubby bisa mau sama kamu ya.”Ucap Ustad Abrisam yang pura memikirkan.
“Ish.. hubby bikin mai kesal deh.”Ucap Adinda yang ketus dan kemudian cemberut.
“iya maaf Mai, tadi hubby bikin kamu kesal.”Ucap Ustad Abrisam yang merasakan serba salah
“mai udah maafin hubby kok, sekarang hubby berangkat sana takut sudah tunggu itu.”Ucap Adinda.
“baiklah Mai, hubby berangkat dulu ya.”Ucap Ustad Abrisam.
“Assalamualaikum.”Ucap salam Ustad Abrisam yang memberi tangannya untuk istri nya cium.
Ustad Abrisam pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil nya meninggalkan rumah mereka. Setelah suaminya pergi Adinda langsung masuk ke dalam rumah.
*********
Di dalam kamar Adinda langsung merapikan pakaian nya yang ada di dalam koper tadi itu di masukkan ke dalam lemari nya, Setelah selesai Adinda turun kebawah menemui bibi Siti yang ada di dapur itu.
“bibi Siti sedang buat apa ya, boleh saya bantu bibi.”Ucap Adinda.
“Iya Bu Dinda, saya sedang buat makan siang untuk Bu Dinda, nggak usah Bu biar saya aja yang masak Bu.”Ucap Bibi Siti
“Tapi saya ingin bantu bibi, karena saya bosen tidak melakukan apa-apa di rumah ini.”Ucap Adinda.
“iya udah Bu Dinda boleh bantu bibi, tapi ibu cukup memotong sayuran dan beberapa bahan lain saja.”Ucap Bibi Siti.
“Iya bibi.”Ucap Adinda.
__ADS_1
Adinda langsung membantu bibi Siti untuk memasak makan siang.
Beberapa menit kemudian memasakkan yang dibuat Adinda bersama bibi siti pun sudah jadi dan sudah di taruh di atas meja.
Setelah itu Adinda duduk di meja makan dan ia pun juga menyuruh bibi Siti duduk untuk makan bersama, saat bibi Siti ingin menolak, tapi sayangnya Adinda memaksa bibi Siti untuk makan siang bersama sekalian menemaninya makan siang.
Setelah selesai makan siang bersama, Adinda pamit ke bibi Siti untuk pergi jalan jalan sekedar melihat pemandangan di sekitar pesantren dan ia pun langsung pergi meninggalkan rumah nya.
Saat di jalan Adinda bertemu dengan Ustazah Mila dan pengurus pondok yang sedang membawa belanjaan untuk kebutuhan para santri.
“Assalamualaikum Mbak dinda.”Ucap Ustazah Mila.
“Waalaikumsalam.”Ucap Adinda.
“hey mbak Dinda kapan datang ya.”Ucap Ustazah Mila
“saya baru datang tadi pagi Ustazah.”Ucap Adinda
“Ini istrinya Ustad Abrisam yah.”Ucap pengurus pondok.
“Iya mbak.”Ucap Adinda. Kemudian Adinda bertanya ke Ustazah Mila, karena ia melihat mereka berdua membawa banyak bawaan.
“Ustazah habis dari kemana, kenapa banyak betul bawaannya.”Tanya Adinda.
“Saya baru dari pasar mbak Dinda untuk membeli kebutuhan para Santri yang sudah habis.”Ucap Ustazah Mila.
“ustazah biar saya bantu membawa barang belanjaannya, karena saya melihat Ustazah dan mbak ini nampak kesulitan membawa nya.”Ucap Adinda.
“Apa saya tidak merepotkan mbak, kalau mbak membantu saya membawakan belanjaan saya.”Tanya Ustazah Mila.
“Saya gak kerepotan kok Ustazah.”Ucap Adinda.
“sekali lagi saya makasih ya mbak, karena mau bantu saya membawa belanjaan kami.”Ucap Ustazah Mila dan mbak pengurus pondok berbarengan.
“Iya Ustazah, mbak.”Ucap Adinda yang langsung membantu membawa belanjaan mereka.
Mereka pun sampai di dapur pesantren dan langsung mengeluarkan semua belanja itu dan di bersihkan, kemudian di taruh ke dalam lemari es. Sedangkan kebutuhan santri yang berupa alat tulis dan kebutuhan pribadi santri sudah ditaruh ke dalam lemari koperasi.
__ADS_1
Setelah selesai Adinda pun pamit pulang ke Ustazah Mila dan pengurus pondok yang tadi.