
“Apa yang kamu lakukan nona Salsa, saya mohon lepaskan tangan anda dari pinggang saya.”Ucap Ustad Abrisam pada salsa yang memeluk pinggang nya dari belakang.
“Saya tidak akan lepaskan sebelum kamu menerima cinta saya.”Ucap Salsa.
“kamu tidak sadar nona bahwa saya ini sudah menikah dan menjadi suami dari teman mu, karna itu saya mohon lepaskan.”Ucap Ustad Abrisam sambil berusaha melepaskan diri dari Salsa.
“Sudah saya bilang tadi, saya tidak akan lepaskan sebelum anda menerima cinta saya dan juga menceraikan Dinda.”Ucap Salsa.
“Nona salsa, dimana hati nurani nona, apa nona tidak sadar dengan yang telah nona bilang tadi itu, tidak sepantasnya di lakukan oleh seorang teman kepada temannya sendiri dan perlu nona ketahui seorang wanita tidak sepantasnya melakukan tindakan yang merendah harga dirinya di depan laki-laki yang bukan suaminya.”Bentak Ustad Abrisam yang sudah terlepas dari pelukan Salsa.
“Emangnya apa sih kelebihan Dinda yang tidak ada pada diri saya, sampai-sampai anda lebih memilih dia dari pada saya.”Ucapan Salsa yang mulai mendekati dirinya lagi kearah ustad Abrisam.
“Nona salsa, apa yang ingin kamu lakukan.”Tanya Ustad Abrisam yang berusaha melepaskan diri dari Salsa.
“Kalau di lihat dari penampilan atau postur wajah lebih menarik dan cantik saya deh dari pada dia.”Tutur Salsa yang meraba-raba setiap jengkal wajahnya dan dada ustad Abrisam tapi selalu ditepis Ustad Abrisam.
Tiba-tiba pintu ruangan kerja Ustad Abrisam terbuka dan masuklah Adinda yang sudah emosi, karena tadi ia tidak sengaja mendengar dan melihat semua apa yang telah dilakukan salsa kepada suami nya, pada saat ia mau mengajak suaminya untuk pulang bareng. Adinda pun berlalu berjalan kearah suami dan salsa karna sudah tidak tahan lagi melihat itu semua.
Plak!!...
“Kamu....”sentak salsa, saat melihat orang yang tiba-tiba menampar pipinya itu.
“Apa sudah cukup kamu mengganggu hubungan rumah tangga saya dengan suamiku, sekarang kamu berani sekali ya menyentuh suami saya dan emangnya apa yang telah suami saya bilang tadi kurang jelas yah, sampai-sampai kamu tetap aja mendekati suami saya.”marah Adinda.
“mai sudah....”Sahut ustad Abrisam yang menengah perdebatan antara Adinda dan salsa.
“hubby diam saja dan tidak usah ikut campur urusan Mai dengan dia.”Gerutu Adinda pada suaminya. Ustad Abrisam yang disuruh itu pun menurut saja sambil menghela nafas dengan kasar.
“Perlu saya peringatan lagi ya salsa, saya ini diam bukan karena diri saya lemah tetapi saya diam itu memang tak ingin mencari masalah dan juga berusaha bersabar, tapi dengan kamu melakukan tindakan yang terus-menerus menganggu hubungan rumah tangga saya dengan suamiku itu namanya kamu sedang menguji kesabaran saya yang ada di batas mana.”Lontar Adinda
“Dan saya minta sekarang tolong kamu tinggal ruangan suami saya.”Ucap Adinda yang mengusir salsa.
__ADS_1
“kamu tidak punya hak mengusir saya dari sini dan perusahaan ini juga bukan milik, karena yang pemilik dari perusahaan ini adalah tuan Abri.”Ucap Salsa.
“Apa saya tidak salah dengar, tadi kamu bilang saya tidak punya hak untuk mengusir kamu dari sini.”Tanya Adinda
“Kamu emangnya tidak salah dengar Din.”Jawab Salsa dengan sinis nya.
“memang kamu benar perusahaan ini bukan milik saya tapi Abri itukah suaminya, jadi otomatis saya juga punya hak dong di perusahaan ini dan bisa juga mengusir mu dari sini.”Tekan Adinda. Salsa yang dengar itu ketika wajah menjadi merah padam dan diikuti dengan mengepalkan kedua tangan dengan kuat.
“Kamu... beraninya sekali.”Geram salsa yang menatap Adinda dengan arwah membunuh dan kemudian ia mengangkat tangan ke Adinda.
“Nona salsa, apa ingin kamu lakukan ke istri saya.”bentak Ustad Abrisam sambil memegang tangan salsa yang ingin menampar Adinda.
“Tuan Abri... saya.”Ucap salsa yang terhenti karena ustad Abrisam.
“Apa yang di katakan istri saya tadi itu ada yang salah yah nona, sampai-sampai anda berani sekali ingin bermain tangan ke padanya, perlu nona ketahui saya diam itu bukan karena saya takut pada anda tapi saya diam itu memang karna saya menghargai nona sebagai seorang wanita yang harus di mulia.”Pangkas Ustad Abrisam.
“Dan juga yang dikatakan istri tadi itu benar bahwa ia juga punya hak atas perusahaan ini, termasuk hak untuk mengusir anda, jadi sebelum saya panggil security, saya harap nona silahkan pergi dari sini.”Ucap Ustad Abrisam.
“Tidak ada tapi, Saya minta tolong silahkan anda pergi dari sini, sebelum saya panggil security untuk mengusir anda.”potong ustad Abrisam.
“Baiklah kali ini saya akan pergi, tapi tidak dengan lain kali lagi saya pastikan kamu akan menjadi milik saya.”Ucap Salsa yang lalu berlalu pergi keluar dari ruangan kerja Ustad Abrisam.
Adinda dan ustad Abrisam yang melihat salsa pergi itu beristighfar dalam hati dengan semua tingkah laku salsa tadi. Lalu ustad Abrisam pun menututun istrinya untuk duduk di sofa dan memberikan segelas air putih.
*******************
Sementara dengan Salsa yang pergi dengan emosi yang tidak bisa terbendung lagi itu mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, sampai-sampai setiap mobil yang ada di depannya itu pun selalu ia terobos dan lampu merah pun juga ia langgar. Polisi yang sedang bertugas melihat itu pun mengejar mobil Salsa yang melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.
“Hey... Saya minta tolong berhenti mobilnya.”Panggil polisi itu yang berteriak dalam mobil. Salsa yang dengar itu tetap saja melaju mobilnya tanpa menghiraukan panggilan polisi itu.
“saya bilang lagi tolong berhenti mobilnya.”teriak polisi itu lagi.
__ADS_1
“kalau anda tidak memberhentikan mobilnya, saya....”ucap polisi itu. karena tidak didengar oleh Salsa, polisi pun langsung aja mengarahkan pistolnya itu ke ban mobil salsa.
Dor!!,
Terdengar suara tembakan dari pistor polisi yang menembak ban belakang mobil salsa.
Duarr!!,
Diikuti suara ledakan ban mobil salsa yang buat mobil salsa ketika berhenti.
Lalu polisi pun turun dari mobilnya dan berjalan kearah mobil salsa sudah berhenti itu.
Tuk... tuk...
“permisi, bisa tolong anda buka dulu.”Ucap Polisi itu. Salsa yang menundukkan kepala di setir kemudi itu pun langsung mengangkat kepala saat dengar suara yang mengetuk kaca mobil. Lalu salsa pun menurunkan kaca mobil.
“iya pak, kenapa ya.”Tanya Salsa pada polisi itu sambil menghela nafas dengan berat.
“Boleh lihat surat-suratnya.”Ucap polisi itu, Salsa yang di minta itu pun langsung menyerahkan surat itu.
“Saya lihat surat-surat anda ini sudah lengkap.”Ucap polisi itu yang melihat surat-surat mobil salsa.
“Tapi kenapa tadi anda tidak mendengar saat saya menyuruh berhenti dan apa anda tidak sadar telah melakukan beberapa hal tindakan yang berbahaya bagi pemudik lain dan juga melanggar seperti membawa mobil dengan kecepatan tinggi, menerobos beberapa mobil dan melanggar peraturan lalu lintas.”Tanya Polisi itu.
“Maaf pak... tadi saya sedang buru-buru.”Jawab Salsa yang berbohong.
“Tapi tetap saja anda tidak boleh seperti itu, membawa mobil dengan kecepatan tinggi, menerobos mobil pemudik lain dan termasuk juga melanggar lampu merah, jadi karena itu saya mohon kerja sama anda untuk mengikuti saya ke kantor.”Ucap Polisi itu.
“Tapi pak... tadi saya sudah.”Ucap Salsa yang tidak terima tapi langsung di potong oleh polisi tersebut.
“Tidak ada tapi, anda harus ikut saya ke kantor.”potong Polisi itu.
__ADS_1
Salsa pun langsung diiringi polisi masuk ke dalam mobil itu dan tak lama mobil dijalankan polisi.