Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 100 - Operasi Transplantasi ginjal


__ADS_3

Di kota Palembang, vano baru aja sampai dan saat ini ia dalam perjalanan ke hotel yang sudah di pesan sebelumnya.


Sesampainya di hotel vano pun masuk, lalu menaruh semua barang-barang di dalam kamar dan tak lupa membersihkan badannya yang sudah lengket sebelum pergi ke Rumah sakit tempat Nissa di rawat.


Setelah membersihkan badan dan berpakaian, vano pun keluar dari kamar hotel dan berlalu pergi membawa mobil yang sudah ia sewa sebelumnya ke rumah sakit.


Tak lama mobil yang di kemudi Vano pun sampai di rumah sakit tempat Nissa rutin menjalani pengobatan dan sekaligus tempatnya bekerja selama ini.


Di dalam rumah sakit vano langsung pergi bertanya ke resepsionis dimana Ruangan Nissa.


“Permisi sus....”Ucap vano.


“Iya tuan, ada yang bisa saya bantu.”Tanya perawat itu.


“saya mau tanya Ruangan pasien atas nama Annisa Alifah purnama.”Jawab vano.


“Oh maksud tuan ruangan rawat dokter Nissa.”Tanya perawat itu.


“iya sus.”Jawab Vano.


“Apa tuan ini keluarga dari dokter Nissa.”Tanya Perawat itu.


“Bukan sus, saya temannya.”Jawab Vano.


“Eh... Ruangan rawat dokter Nissa ada di ruangan mawar yang letak sebelah kiri dekat Poli penyakit dalam.”Ucap Perawat itu.


“Baiklah, terima kasih Sus.”Ucap Vano.


“Sama sama tuan.”Ucap perawat itu.


Vano pun berlalu pergi ke ruangan rawat Nissa yang sudah di tunjukkan perawat tadi. Tapi di tengah jalan vano bertemu dengan Keira temannya Nissa yang datang saat liburan waktu itu bersama Nissa.


“Assalamualaikum, kapan datangnya kakak.”Tanya Keira yang mau pergi ke kantin.


“Waalaikumsalam, siang tadi keira.”Jawab Vano.


“Eh..., Kakak mau ke ruangan rawat Nissa ya.”Tanya Keira.

__ADS_1


“Iya Keira, nih juga saya mau kamar rawat Nissa tapi belum menemui.”Ucap Vano.


“kamar rawat Nissa yang itu kakak.”Ucap Keira yang menunjukkan ruangan rawat Nissa.


“Terima kasih Keira.”Ucap Vano.


“Sama-sama kakak.”Ucap Keira.


“Oya Keira boleh tanya tadi kamu nelpon saya katanya Nissa akan menjalani operasi, emangnya Nissa mau operasi apa ya.”Tanya Vano yang tiba-tiba.


“Sebelum saya mohon maaf Kakak, sebenarnya penyakit yang diderita Nissa selama ini penyakit gagal ginjal dan besok itu Nissa akan menjalani operasi transplantasi ginjal, karena telah ada pendonor yang cocok mau mendonorkan ginjal nya buat Nissa.”Jawab Keira. Vano yang dengar itu merasakan terpukul mengetahui wanita yang ia cintai mengidap penyakit gagal ginjal.


“Jadi karena itu Nissa tidak mau orang yang lain sampai mengetahui kalau bahwa dirinya mengidap gagal ginjal.”Tanya vano yang menatap Keira.


“Iya kakak, sekali lagi maaf baru sekarang kasih taunya.”Ucap Keira.


“Udah ndak apa apa keira, terpenting kamu sudah memberitahukan kami dan saya juga berterima kasih karena kamu telah menjaga dan merawat Nissa selama ini.”Ucap Vano.


“Iya Kakak, itulah sudah menjadi tugas dan kewajiban saya sebagai seorang dokter dan saya juga sudah menganggap Nissa seperti saudara saya sendiri.”Ucap Keira.


“Waalaikumsalam.”Jawab vano yang menatap Keira pergi. Setelah itu vano pun melanjutkan kembali berjalan ke ruangan rawat Nissa dan tak lama vano pun sampai di depan ruangan rawat Nissa.


Tok.... Tok.....


Kreek!!


“Assalamualaikum.”Salam Vano sambil membuka pintu ruangan rawat Nissa.


“Waalaikumsalam.”Jawab orang yang di dalam.


“Hei nak vano, kamu kenapa bisa ada disini dan bagaimana kamu bisa tau kalau Nissa di rawat di sini.”Tanya Papa Nissa yang awalnya terkejut dengan kedatangan vano yang tiba-tiba masuk ke kamar rawat putrinya. Samaan dengan vano yang juga terkejut dengan keberadaan kedua orang tuanya Nissa yang ada di ruangan rawat putri mereka.


“Ehh...a-nu om saya ada kesini mau menjenguk Nissa dan taunya saya dari Zahra.”Ucap vano yang terbata- bata.


“Ehmmm.”Daham papa Nissa.


“Silakan duduk dulu vano.”Ucap Mama Nissa yang mempersilakan vano duduk sambil membetulkan selimut putrinya yang berantakan.

__ADS_1


“Makasih tan.”Ucap vano yang duduk di sofa dekat papa Nissa.


“Maaf vano, Nissa nya barusan tidur setelah dia minum obat, tante jadi nggak enak nih sama kamu yang datang jauh-jauh untuk menjenguknya tapi orangnya sudah tidur.”Ucap mama Nissa yang sudah duduk di samping sofa suaminya.


“Gak apa apa tan, mungkin Nissa sangat kelelahan yang terus bolak-balik melakukan cuci darah.”Ucap Vano sambil melihat Nissa yang tertidur di ranjang rumah sakit dengan keadaan badan yang kurus dan tangannya di infus.


*****************


Esok sore nya semua orang sudah berkumpul di depan ruangan operasi dan termasuk juga dengan Adinda dan keluarganya yang datang kemarin malam untuk menemani sahabatnya yang sudah di hangga seperti saudaranya sendiri menjalani operasi transplantasi ginjal.


Disitu tampak sekali semua keluarga dan sahabatnya Nissa khawatir dan cemas dengan selamat Nissa sambil terus memanjakan doa untuk kelancaran operasi transplantasi ginjal yang dijalankan Nissa.


Sementara di dalam ruangan operasi, dokter dan perawat sudah mulai melakukan operasi pada Nissa, mereka semua tampak berhati-hati dan teliti saat melakukan operasi pada ginjal Nissa agar tidak ada kesalahan saat transplantasi ginjal baru pada ginjal Nissa yang sudah rusak. Sudah hampir Empat jam mereka menunggu di depan pintu ruangan operasi dengan harap cemas atas keberhasilan operasi Nissa.


Tak berselang lama pintu ruangan operasi terbuka dan menampilkan sosok dokter yang baru saja selesai melakukan tugasnya dengan diikuti perawat yang keluar.


Mereka yang melihat pintu ruangan operasi sudah terbuka dan diikuti dengan dokter yang keluar bersama perawat itu pun langsung berlalu menghampirinya.


“Bagaimana operasinya anak saya dok.”Tanya mamanya Nissa yang begitu khawatir dengan kondisi putri nya.


“Iya dok bagaimana hasil nya Nissa dok.”Ucap kedua sahabat Nissa yang juga khawatir dan cemas dengan kondisi Nissa.


“Operasinya transplantasi ginjal berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun dan untuk sementara waktu dokter Nissa belum bisa di temui karena masih belum sadar, setelah dokter Nissa sudah sadar kami akan memindahkan ke ruangan rawat inap agar lebih nyaman.”Jawab Dokter itu dengan ramah. Mereka yang dengar kondisi Nissa itu tampak bernafas lega sambil mengucapkan kata Alhamdulillah.


“Terima kasih dok.”Ucap mereka semua.


“Kalau begitu saya permisi dulu tuan nyonya, Assalamualaikum.”Ucap Dokter itu yang berlalu kembali ke Ruangan nya dengan diikuti salah satu perawat yang membantu operasi.


“Waalaikumsalam.”Jawab mereka.


Mereka hanya mampu menunggu Nissa sadar di luar. Sementara Adinda dan Ustad Abrisam memilih kembali ke hotel, karena waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam dan butuh istirahat dengan kondisi Adinda yang sekarang tengah mengandung.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam dan kini Nissa mulai sadar.


Perawat yang melihat Nissa sudah sadar lalu berlalu memanggil dokter yang menangani Nissa. Tak berselang lama kemudian dokter tersebut datang kembali menemui Nissa dan lalu memeriksa kondisi Nissa dengan berbagai pertimbangan dokter itu pun memindahkan Nissa ruangan rawat inap, karena kondisi Nissa sudah cukup membaik.


Kini Nissa telah dipindahkan ke ruang rawat inap yang sebelumnya dan di temani oleh kedua orang tuanya beserta vano dan sepupunya Salsa. Sementara zahra dan suaminya sudah kembali ke hotel setelah Adinda dan ustad Abrisam pamit kembali ke hotel.

__ADS_1


__ADS_2