Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 21 - Cemberut


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Adinda Pamit kepada Salwa, karena takut Kakak Ega sudah menunggu nya lama, tapi tiba-tiba salwa ingin minta ikut, kata sih ia ingin mengantar Kakak-kakaknya pulang sampai di depan parkir pondok pesantren.


Adinda hanya mengiyakan aja sambil mengangguk kan kepalanya, karena ini adalah ke ingin adiknya untuk mengantar kakak-kakaknya pulang, jadi Adinda tidak punya alasan apa apa untuk menolak nya.


Kami pun pergi keluar dari Asrama menuju ke Rumah pemilik pondok pesantren, tempat kakak nya yang menunggu nya.


Sesampai nya kami di Rumah pemilik pondok pesantren, Adinda dan Salwa mengucapkan salam.


“Assalamualaikum.” Ucap salam Adinda


“Waalaikumsalam.”Ucap kakak Ega dan Ustad Abrisam berbarengan.


“Maaf kak Ega sudah lama menunggu.”Ucap Adinda


“nggak dinda, tadi kakak kira kamu masih lama di Asrama nya salwa din.”Ucap Kakak Ega.


“Kak Ega sebenar nya Kak Dinda tadi itu ingin lama - lama dulu di dalam Asrama ku kak, tapi kata kak dinda takut nya kak Ega sudah menunggu nya lama.”Ucap Salwa


“Kamu lama - lama aja disini dulu din, karena kakak sama Abri mau membahas urusan bisnis dulu din.”Ucap Kakak Ega


“ish kak Ega bikin aku jengkel aja deh, coba kak Ega bilang dari tadi, kalau pulang nya masih lama.”Ucap Adinda


“mana kakak tau kalau kamu cepat kembali din.”Ucap Kakak Ega.


“kakak Ega bisakah nelpon aku, WhatsApp aku kah, kirim SMS aku kah, atau gak kakak bisa suruh mbak Santriwati yang lewat untuk kasih tau adik mu yang baik ini kak.”Ucap Adinda


“Kamu ini din jadi orang gak usah lebay, tidak malu itu di lihat sama Abri, nanti tidak ada laki- laki yang suka sama kamu lo.”Ucap Adinda


“Bush.... Mana ada aku lebay kakak.”Ucap Adinda yang gugup sambil menundukkan kepalanya Takut ada yang lihat kalau pipi merah merona karena ia malu.


“Ya Allah ... kenapa hamba melihat ia malu itu bikin hamba ingin mencubit pipinya.... Astagfirullah halazim .. .Ya Allah Ampuni khilaf hamba mu ini.”Batin Abrisam


“Dek dinda.......”Panggil Kakak Ega


“Iya kakak ada apa.”Ucap Adinda yang kembali mengangkat kepalanya


“Dek pipi mu kenapa merah, Apa jangan jangan kamu kena penyakit bahaya ya, yuk kita ke Rumah sakit nanti kakak suruh Nandi atau nggak dokter yang lain untuk melakukan operasi pada wajah mu, tapi bahan nya nanti pakaian plastik keresek aja ya din .”Ucap Kakak Ega yang sedang mengerjai adik nya.


“Ish kak Ega ini bikin aku jengkel jengkel aja, muka ku ini baik aja kak memang muka rusak ya kak sampai kakak menyuruh aku melakukan operasi plastik, terus pakai plastik keresek lagi.”Ucap Adinda


“Kakak Ega memang ada ya orang melakukan operasi di wajah nya itu pakai plastik keresek kak.”Ucap Salwa.


“Haaa...haha.. gak ada sih salwa.”Ucap Kakak Ega yang tertawa

__ADS_1


“kalau nggak ada kenapa kakak ngomong kaya gitu tadi sama kak dinda, terus kenapa kakak tertawa terus memang ada yang lucu ya kak." Ucap Salwa.


“haaa...haha...ada Salwa yang lucu itu melihat muka dinda pakai plastik keresek haha....ha....”Ucap Kakak Ega tertawa.


“Ega udah kasihan adik mu itu, terus-terusan kamu ketawa sin.”Ucap Abrisam


“Abri aku nggak bisa berhenti ketawa saat aku membayangi muka dinda pakai plastik keresek itu Haha.......”Ucap Kakak Ega


“puas kakak ketawai aku hah..”Ucap Adinda


“Ha... Maafin kakak ya dek, kakak Cuma bercanda aja dek.”Ucap Kakak Ega


“Bercanda kak Ega nggak ada yang lucu tau, malah bercanda kakak itu membuat aku jengkel aja.”Ucap Adinda


“dek udah ya jangan cemberut dong nanti kamu jelek loh, kalau kamu jelek nanti nggak ada cowok yang mau sama kamu loh.”Ucap Kakak Ega


“Udah dong kak jangan mengejek kakak Dinda lagi, tadi kakak Ega udah minta maaf sama kakak dinda.”Ucap Salwa


“Iya adik ku yang baik hati nya ini.”Ucap Kakak Ega


“Terima kasih atas pujian nya kakak Ega.” Ucap Salwa


“sama sama dek manis ku.”Ucap Ega kepada Salwa.


Tiba-tiba Umi Marwah datang dari luar.


“Waalaikumsalam.”Jawab kami semua berbarengan.


“Hey ada nak Ega dan nak Dinda, kapan datang nya nak.”Ucap Umi Marwah.


“Kami datang nya tadi pagi Umi, Umi habis dari mana.”Ucap Kakak Ega.


“Oh.. Umi habis dari Restoran si Fawwaz untuk memberikan gaji para karyawan, karena si Fawwaz pergi ke luar kota untuk mengurusi Restoran nya yang ada disana."Ucap Umi Marwah.


“hmm.. gitu ya Umi.”Ucap Adinda dan Kakaknya berbarengan.


“Kalau gitu umi masuk dulu yah nak.”Ucap Umi Marwah


“Iya Umi.”Ucap kami semua.


Beberapa menit kemudian Umi Marwah memanggil kami untuk makan siang sama sama.


Kami langsung masuk ke dalam Rumah menuju meja makan yang penuh dengan masakan Umi Marwah, kami pun makan dengan tenang tanpa ada nya suara.

__ADS_1


Setelah makan kami pun langsung pergi ke Ruangan Tamu untuk sekedar mengobrol sebentar.


Beberapa menit kemudian kami pun berpamitan kepada Umi Marwah dan Ustad Abrisam, karena Kami sudah agak lama ada di pesantren ini.


Adinda, kakak Ega dan Salwa langsung berjalan menuju ke parkiran.


Sesampainya di parkir adinda dan kakak Ega berpamitan kepada adiknya.


“Salwa kamu jaga diri mu baik-baik ya dek.”Ucap Adinda


“iya kakak, kakak juga tolong jaga Ayah sama bunda ya, dan bilang kepada mereka kalau Salwa sangat sayang sama mereka."Ucap Salwa


“iya dek, kalau itu kakak sama kakak Ega pamit pulang dulu ya.”Ucap Adinda


“iya kak.”Ucap Salwa


“Assalamualaikum.”Ucap salam Adinda


“Waalaikumsalam.”Ucap Salwa


Kami langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil meninggalkan pesantren.


********


Setelah menempuh perjalanan kurang dua jam akhirnya kami sampai di kediaman keluarga Pratama dengan selamat.


Kami langsung ke luar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam Rumah.


“Assalamualaikum.”Ucap salam Adinda sambil ia mengetuk pintu.


“Waalaikumsalam.”jawab Bibi yang membuka pintu Rumah.


“Non Dinda dan tuan Ega udah pulang.”Ucap Bibi.


“Iya Bibi.” Ucap Kakak Ega


“Bibi, Bunda sudah pulang kah bibi.”Tanya Adinda pada pembantunya.


“Nyonya belum pulang non Dinda.” Ucap Bibi


“hmm.. kalau gitu saya dan kakak saya pergi kamar dulu bibi.”Ucap Adinda


“iya non Dinda dan tuan Ega.”Ucap Bibi.

__ADS_1


Adinda pergi berjalan meninggalkan bibi menuju ke kamar dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci kaki dan tangan.


Kemudian Adinda ke luar dari kamar mandi dan langsung naik ketempat tidur, karena kelelahan sehari-hari di pesantren.


__ADS_2