Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 40 - Gagal Malam Pertama


__ADS_3

Di dalam kamar Hotel, Adinda langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan mengganti pakaian, tapi saat Adinda ingin membuka baju pengantinnya, ia nampak kesulitan untuk membuka resleting baju pengantin nya.


sedangkan Ustad Abrisam yang baru aja masuk dalam kamar Hotel itu nampak mencari wanita yang baru aja dia Nikahkan tadi pagi.


Kemudian Ustad Abrisam pergi memeriksa kamar mandi, saat dia membuka pintu kamar mandi, dia melihat istrinya yang nampak kesulitan untuk membuka resleting baju pengantinnya.


Ustad Abrisam pun membantu istrinya untuk buka resleting baju pengantin nya, sedangkan Adinda yang mendapat perilaku seperti itu dari suaminya hanya menunduk kepalanya, antara malu dan gugup, karena baru pertama kali mendapat perilaku seperti ini dari laki laki yang baru tadi pagi sah menjadi suaminya.


“Dinda ini resleting baju mu udah saya bukakan.”Ucap Ustad Abrisam.


“Makasih Ustad telah bantu saya.”Ucap Adinda


“Iya dinda, Kalau gitu saya keluar dulu ya.”Ucap Ustad Abrisam.


"Iya Ustad."Ucap Adinda.


Ustad Abrisam pun keluar dari kamar mandi. Sementara Adinda langsung membersihkan badan dan juga mengganti pakaian nya, dalam waktu sekitar 15 menit, Adinda keluar dari kamar dan dia sudah melihat Ustad Abrisam yang sudah agak segaran, Kaya baru aja mandi.


“Ustad sudah mandi, kenapa saya melihat Ustad sudah berganti pakaian.”Ucap Adinda.


“Iya saya sudah mandi tadi di kamarnya Ega, karena saya tidak mau mengganggu kamu yang lagi mandi.”Ucap Ustad Abrisam yang menjelaskan ke Adinda.


“oh gitu ya Ustad.”Ucap Adinda yang langsung pergi ke meja rias untuk mengunakan perawatan malam nya.


Sedangkan Ustad Abrisam yang melihat istrinya yang sedang menggunakan perawatan malam nya itu nampak terpesona dengan kecantikan istrinya.


“Subhannallah, tabarakallah... cantiknya ciptaan mu ...ya Allah hamba sangat beruntung sekali bisa mendapatkan nya sebagai istri hamba dan hamba hanya bisa berdoa kepada mu ya Rabb memohon perlindungan dari kejahatan orang lain.”Batin Ustad Abrisam yang terpesona dengan kecantikan istrinya dan berdoa perlindungan.


setelah selesai melakukan perawatan malam nya, Adinda pun berjalan menuju ke tepi tempat tidur, tapi tiba-tiba Adinda berhenti berjalan ke tempat tidurnya, Ustad Abrisam yang melihat istrinya yang berdiri itu, ia pun tau bahwa istri sedang gugup, karena ini pertama kali dia berdua sama laki-laki di dalam kamar setelah ia menikah.


Kemudian Ustad Abrisam menggil istrinya untuk untuk duduk di samping nya, Adinda yang disuruh suaminya untuk duduk di samping itu merasa makin gugup lagi, tapi Adinda pun menuruti kata suaminya untuk duduk di samping nya.


Setelah itu Ustad Abrisam memulai awal dengan membuka suara sambil menggenggam tangan istrinya untuk memberikan ketenangan sedikit kepada istri, agar ia tidak gugup kembali. Adinda yang mendengar kata suaminya itu pun merasakan sedikit ketenangan dan tidak gugup lagi.


Setelah Adinda sudah Agak tenang, Ustad Abrisam pun meminta sama Istrinya untuk jangan memanggilnya dengan sebutan Ustad lagi dan dia pun sekarang akan memanggil istrinya dengan panggilan Humaira, Adinda yang mendengar suaminya yang memanggil nya dengan Humaira itu merasakan bahagia dan juga malu, tapi ia pun langsung memulai berpikir untuk memanggil apa suaminya.


Setelah berpikir agak lama Adinda pun sekarang akan memanggil suaminya dengan panggilan Hubby, Ustad Abrisam yang mendengar istrinya memanggilnya dengan Hubby itu merasakan perasaan senang sampai dia pun mencium istrinya.


Adinda yang mendapat perilaku seperti itu dari suaminya pun membiarkan aja sampai suaminya itu kehilangan kendalinya, karena terbawa oleh nafsu nya, tapi untungnya Adinda langsung cepat memberhentikan suaminya itu dengan mendorong tubuh suaminya agar tidak melanjutkan lagi melebihi dari ciuman.

__ADS_1


Ustad Abrisam yang melihat penolakan dari istrinya itu, ia pun bertanya kepada istrinya kenapa memberhentikan nya.


“Kenapa mai, apa kamu belum siap memberikan dirimu seutuhnya ke Hubby.”Ucap Ustad Abrisam yang bertanya ke istrinya.


Adinda yang ditanya suaminya itu yang nampak kecewa atas penolaknya tadi.


“Maaf ya Hubby, tadi mai menolak dan mendorong Hubby, karena mai sedang datang tamu, jadi mai tidak bisa melayani Hubby.”Ucap Adinda


“Tidak apa apa mai, Hubby bisa memahami kok masalah yang di hadapi wanita tiap bulan nya.”Ucap Ustad Abrisam.


“terima kasih ya hubby.”Ucap Adinda.


“Sama-sama Mai.”Ucap Ustad Abrisam.


“Sekarang mendingan kita tidur yuk Mai.”Ucap Ustad Abrisam.


“Kenapa cepat betul kita tidur ya hubby, ini aja masih jam 11 malam long.”Tanya Adinda.


“Iya mai, Hubby tau ini masih jam 11 malam, tapi kamu itu harus banyak istirahat mai, Hubby tidak mau kamu sampai sakit lagi mai, karena kita seharian ini banyak menyambut tamu.”Ucap Ustad Abrisam.


“Baiklah Hubby, mai akan tidur kok.”Ucap Adinda. Adinda langsung naik tempat tidur dan tidur disamping suaminya sambil saling berpelukan.


Dipagi harinya Adinda sudah bangun dan dia sedang menyiapkan baju ganti untuk suami nya.


“mai mana baju ganti untuk hubby.”Ucap Ustad Abrisam.


“Ini bajunya ganti nya Hubby.”Ucap Ustad Abrisam.


“makasih mai.”Ucap Ustad Abrisam.


“Sama sama Hubby.”Ucap Adinda.


Ustad Abrisam langsung memakai baju yang di siapkan adinda untuk dirinya. Setelah itu mereka pergi ke bawah untuk sarapan bersama keluarga nya yang ikut menginap di hotel yang dimiliki keluarga nya.


Sesampainya di bawah kami melihat semua keluarga yang berkumpul, tapi di dalam itu ada yang kurang, iya itu adalah kedatangan Kakak Marvin, yang tak lain anak dari adiknya Ayah.


Ustad Abrisam yang melihat raut wajah istrinya yang nampak sedih, dia pun bertanya kepada istrinya, tapi Adinda menjawab ia tidak apa, Ustad Abrisam hanya percaya saja apa yang dikatakan istrinya.


Mereka berdua pun berjalan menuju ke tempat semua orang menunggu nya.

__ADS_1


Assalamualaikum, selamat pagi semua nya.”Ucap kami barengan.


“Waalaikumsalam, selamat pagi.”Ucap mereka berbarengan.


“Dek kamu tumben baru bangun, kami semua aja udah selesai dengan sarapan, tapi kamu sendiri baru turun.”Ucap Kakak Ega.


“Ega udah jangan gitu dong sama Adik mu, nanti dia nangis loh gara gara kamu yang terus olok dia.”Ucap Doni yang tersenyum mengejek.


“daling jangan ikut ikutan dong kaya Ega mengolok Adiknya sendiri, siapa tau aja Dinda kaya kita waktu pertama menikah.”Ucap Nadira


“Iya juga honey.”Ucap Doni.


“Kak Nadira sama kak Doni itu sedang membicarakan Apa sih sampai membawa kata waktu kalian pertama menikah."Tanya Adinda yang gak tau.


“aku sama Nadira tadi itu sedang membicarakan Tentang malam pertama yang bisanya di lakukan oleh pasangan suami istri yang baru menikah.”Ucap Doni.


“Memang apa yang bisa dilakukan pasangan suami istri saat mereka baru menikah.”Ucap Adinda yang polos.


“Yang bisa dilakukan pasangan suami istri saat ia baru menikah itu adalah berhubungan badan, tapi tunggu dulu apa jangan jangan kamu belum menyerahkan diri mu kepada Abri.”Ucap doni. Adinda yang ditanya oleh suaminya sepupunya itu jadi bingung mau menjawab apa, sedangkan kakak Ega yang melihat gelagat Adiknya itu ia pun tau bahwa Adiknya itu belum disentuh oleh suaminya


Kemudian kakak Ega bertanya kepada adik ipar nya itu kenapa diri nya belum menyentuh Adiknya.


“Abri kenapa kamu belum menyentuh adikku.”Ucap kakak Ega. Sedangkan Adinda mendengar kakak nya ngomong itu sangat terkejut, karena kakak nya tau bahwa dirinya belum disentuh oleh suaminya.


“Kakak Ega tau dari mana, kalau diriku belum di sentuh oleh suami ku.”Ucap Adinda yang polos.


Sementara Doni yang mendengar dari adik sepupunya istri itu ketawa.


“Wkwkwk...Dinda kenapa kamu belum menyerahkan diri mu kenapa suami mu.”Ucap Doni.


“Kakak Doni tidak bisa diam gak, kalau kakak doni belum tau alasannya, jangan suka mengolok orang bah, Sedangkan kak Nadira aja tau apa yang bisa wanita alamin tiap bulan sampai kita tidak melakukan berhubungan bersama suami nya.”Ucap Adinda yang marah sambil bersedih. sementara Kakak Nadira menasehati suaminya yang berbuat seperti itu pada adik sepupu nya, sedangkan Ustad Abrisam menenangkan istrinya.


“humaira sabar Jangan marah ya.”Ucap Ustad Abrisam yang mengelus punggung istrinya.


“tapi Hubby, aku sangat Marah tau sama dia, masak ia itu suka sekali mengolok aku.”Ucap Adinda.


“hubby tau kalau kamu marah karena kamu belum menjadi istri yang seutuhnya untuk hubby tapi Hubby tidak mau kalau Humaira nya Hubby berbuat dosa dengan marah sama orang lain yang membuat pahala Mai lari ke orang yang mai marahi tadi.”Ucap Ustad Abrisam.


Adinda yang mendengar itu dari suaminya itu hanya diam saja sambil memikirkan semua kata suaminya.

__ADS_1


__ADS_2