
Setelah mencuci piring yang kotor, Adinda pun berlalu pergi masuk ke kamar nya, sesampainya di dalam kamarnya, Adinda pun berlalu masuk kekamar mandi untuk mencuci wajah, menyikat gigi dan mencuci kakinya.
kemudian Adinda keluar dari dalam kamar mandi dan langsung berjalan ke meja hias untuk memakai perawatan malamnya.
Setelah selesai melakukan perawatan malam, Adinda pun berlalu pergi naik ke atas tempat tidur sambil mengambil HP nya untuk sekedar menonton drakor dan sekaligus ia juga menunggu suaminya.
Beberapa jam kemudian Ustad Abrisam masuk ke dalam kamar, saat sudah sampai didalam kamar dia melihat istrinya yang lagi asiknya dengan memainkan HP nya.
“Mai kenapa kamu belum tidur ini sudah jam 12 malam loh mai dan kamu juga kenapa masih aja memainkan HP mu.”Tanya Ustad Abrisam ke Adinda.
“maafin Mai ya hubby, tadi Mai belum ngantuk hubby, terus Mai terpaksa mengambil HP untuk sekedar menonton drakor dan sekalian menunggu hubby."Ucap Adinda sambil menjelaskan ke Ustad Abrisam.
“Iya udah sekarang mendingan kamu tidur aja Mai, karena ini sudah pukul 23.52 malam."Ucap Ustad Abrisam yang menyuruh Adinda untuk tidur.
“iya hubby, tapi nanti dulu ya hubby, karena nanggung ini Drakor sebentar lagi habis hubby.”Ucap Adinda.
“Emangnya Mai itu sedang nonton drakor apa sih sampai mai nggak mau tidur.”Ucap Ustad Abrisam
“mai Sedang nonton drakor Imitation hubby.”Ucap Adinda yang masih fokus aja dengan Hp nya.
“mai nonton drakor nya bisa di lanjutkan besok pagi kah, sekarang kamu mendingan tidur Mai karena ini sudah malam, hubby nggak mau kalau kamu sampai sakit nanti.”Ucap Ustad Abrisam.
“iya Mai tau kalau hubby khawatir sama mai, Tapi sayangnya Mai belum merasa ngantuk hubby.”Ucap Adinda yang menjelaskan ke Ustad Abrisam.
Sementara Ustad Abrisam yang mendengar istrinya belum merasa ngantuk itu, langsung berpikir bagaimana cara agar istrinya bisa tidur, kemudian Ustad Abrisam pun mendapatkan ide untuk meminta haknya sekarang sebagai suaminya.
“Kalau mai belum ngantuk, bolehkah sekarang hubby meminta haknya hubby sebagai suaminya mu.”Ucap Ustad Abrisam kepada istrinya, Adinda yang mendengar itu pun langsung kaget, karena suami nya tiba-tiba meminta haknya sebagai suaminya, tapi kemudian Adinda pun berpikir bahwa selama tiga Minggu ini dia belum penuh menjalankan tugas dan kewajiban nya sebagai seorang istri, karena selama dua minggu lebih suaminya berada di Sumatra dan membuat dirinya belum sepenuhnya menjalankan peran sebagai seorang istri.
Setelah berpikir panjang, Adinda langsung mengiyakan ajakan suaminya itu. Sebelum mereka memulai kegiatan penyatuan diri mereka sebagai sepasang suami istri, mereka pun melaksanakan Sholat Sunnah dua rakaat yang dianjurkan.
__ADS_1
Setelah selesai melaksanakan sholat sunah dua rakaat, mereka pun langsung naik keatas tempat tidur sambil menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuh mereka dan kemudian Ustad Abrisam pun mengusap ubun-ubun Adinda seraya membacakan doa agar bisa mendapatkan keturunan yang baik dan Sholeh.
Kemudian Ustad Abrisam pun mengecup bibir pink Adinda dengan memberikan sedikit lumetan yang lembut dan dia juga memberikan beberapa tanda kepemilikan di leher dan dada Adinda.
Kini mereka pun melakukan kegiatan penyatuan mereka sebagai sepasang suami istri dalam suasana malam yang dingin dan mereka pun melakukannya sampai pukul dua dini hari.
Setelah itu Ustad Abrisam pun menyudahi kegiatan penyatuan nya sebagai sepasang suami istri, karena dia melihat istrinya yang sudah nampak kelelahan dan lemas untuk melayani dirinya.
Kini Ustad Abrisam dan Adinda pun sudah terlelap masuk ke Alam mimpi.
********
Pada pukul 05.00 pagi Adinda sudah terbangun dari tidurnya dan Adinda segera bangkit dari tidurnya, karena Adinda mau melaksanakan sholat subuh, tapi tiba-tiba
Adinda merasa kesakitan di bagian area sensitifnya.
“Mai ada apa, kenapa kamu teriak.”Tanya Ustad Abrisam yang panik mendengar istrinya berteriak.
“Ini hubby hasil atas perbuatan hubby tadi malam yang tidak mau berhenti-hentinya dan membuat bagian area sensitif Mai merasakan sangat sakit sekali.”Ucap Adinda.
“Maaf Mai, sini biar hubby lihat dulu.”Ucap Ustad Abrisam yang merasakan bersalah kepada istrinya.
“gak usah hubby.”Ucap Adinda yang merasakan malu, karena suaminya mau melihat area sensitifnya.
“mai gak usah malu dong, bukannya hubby sudah melihat semua yang ada pada dirimu mai.”Ucap Ustad Abrisam.
“siapa yang malu hubby, Mai tidak malu kok, cuma...”Ucap Adinda yang terhenti.
“Cuma apa mai.”Tanya Ustad Abrisam
__ADS_1
“Cuma Mai Takut aja kalau sampai hubby melihat ini nanti hubby menjadi minta lagi.”Ucap Adinda.
“Mai hubby janji nggak akan minta lagi kok, hubby hanya ingin mengobati aja.”Ucap Ustad Abrisam yang menjelaskan.
“Iya udah hubby boleh kok mengobati, tapi janji cuma mengobati aja, jangan sampai diapa-apainya ya hubby.”Ucap Adinda
“Iya mai.”Ucap Ustad Abrisam.
“mai ini kenapa bisa bengkak begini....”Tanya Ustad Abrisam.
“iya biasalah hubby ini juga ulah hubby sendiri yang melakukan tanpa henti.”Ucap Adinda memberi tau suaminya, Ustad Abrisam yang mendengar itu hanya mengiyakan aja sambil tersenyum tanpa merasa bersalah.
“Sini biar hubby gendong Mai kekamar mandi untuk membersihkan badan Mai dulu, habis itu nanti hubby obati.”Ucap Ustad Abrisam yang mengendong Adinda ke dalam kamar mandi.
Kini Adinda sekarang berada di dalam bathtub yang berisi air hangat yang sudah di siapkan oleh Ustad Abrisam tadi.
Sementara Ustad Abrisam pergi mandi di Shower agar percepatan mandi karena takut waktu Subuh habis.
Setelah Adinda dan Ustad Abrisam selesai membersihkan badan kami, Ustad Abrisam kembali mengendong Adinda ketempat tidur untuk membantu istrinya berpakaian sekaligus mengobati arah sensitif istrinya yang sakit.
Adinda yang diperlukan seperti itu oleh suaminya merasakan bahagia dan bersyukur karena Allah telah mengirimkan ia lelaki yang sebaik dan penyayang seperti suaminya.
Adinda pun memeluk Ustad Abrisam sambil bilang terima kasih kepadanya karena telah mau menerima kekurangan nya dan mengajarkan menjadi lebih baik lagi, Ustad Abrisam yang mendengar istrinya bilang itu juga terima kasih sambil mencium kening istrinya.
Setelah itu Adinda dan Ustad Abrisam pun langsung pergi mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat subuh.
Setelah selesai berwudhu mereka pun mengerjakan sholat subuh berjamaah dan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh ustad Abrisam. Kemudian Adinda pun mencium telapak tangan suaminya dan sebaliknya Ustad Abrisam mencium kening istrinya.
Setelah itu Adinda dan Ustad Abrisam pergi keluar dari kamarnya menuju ke bawah untuk sarapan pagi.
__ADS_1