
“Astagfirullah halazim, hey mas apa yang kamu lakukan dengan mbak ini.”Ucap istighfar orang itu yang melihat apa yang dilakukan laki laki itu kepada gadis ini, orang itu yang tak lain tak bukan adalah Ustad Abrisam yang datang ke universitas ini untuk melakukan penemuan dengan anak fakultas Bisnis.
“kamu siapa hah menggangu gue dengan pacar gue.”Ucap Haris yang Marah karena diganggu apa yang ia lakukan kepada Adinda.
“Ustad tolong saya dari orang ini.”Ucap Adinda yang ketakutan sambil minta tolong kepada Ustad Abrisam.
“Iya mbak Dinda, saya akan membantu anda.”Ucap Ustad Abrisam.
Ustad Abrisam pun meminta haris untuk melepaskan Adinda, tapi Haris tidak mau melepaskan Adinda, sampai Haris menghajar Ustad Abrisam dan terjadilah perkelahian antara Ustad Abrisam dan Haris.
Saat perkelahian itu Haris dan Ustad Abrisam terus saja saling memukul sampai menimbulkan beberapa luka di wajah Ustad Abrisam sedangkan untuk Haris nampak ia tersungkur dengan wajah babak belur.
Adinda yang melihat histeris dan mohon untuk berhenti perkelahian ini, tapi mereka tidak ada yang mendengarkan teriakan Adinda.
Pada akhirnya Ustad Abrisam yang memenangkan nya.
Ustad Abrisam pun menyempatkan haris untuk membantunya bangun sekalian ia menasehati dan minta maaf karena telah membuat terluka dan Haris yang mendengar itu mengepalkan tangannya dan bersumpah akan membalas karena telah mengganggunya, kemudian ia langsung aja pergi meninggalkan mereka tanpa minta maaf dulu.
Setelah Haris pergi. Ustad Abrisam pun menyamperi Adinda yang terlihat ketakutan dengan adanya sisa air mata diwajahnya.
“Maaf, mbak Dinda tidak apa-apa kah.” Ucap Ustad Abrisam yang bertanya kepada Adinda.
“Iya Ustad, saya tidak apa-apa, Ustad Abrisam tau saya kesini dari mana dan saya berterima kasih kepada ustad telah menolong saya.”Ucap Adinda.
“Sama-sama Mbak Dinda, saya tau mbak kesini itu saya mau pergi ke fakultas bisnis saya tidak sengaja melihat seorang wanita yang di tarik paksa tangan untuk mengikuti nya dan saya langsung ikuti orang, Tiba tiba di depan ini saya mendengar ada suara orang yang menangis dan langsung aja mendobrak pintu ini.”Ucap Ustad Abrisam.
“gitu ya Ustad, kalau gitu saya minta maaf ya karena telah mengganggu kesibukan anda.”Ucap Adinda.
“Tidak apa-apa mbak Dinda karena kita sesama muslim harus saling menolong.”Ucap Ustad Abrisam.
“Iya Ustad sekali lagi saya berterima kasih kepada anda telah membantu saya, sebagai tanda terima kasih saya atas bantuannya saya akan mentraktir anda untuk makan siang.”Ucap Adinda yang berterima kasih atas bantuan nya dan sekali ia mentraktir untuk makan siang.
__ADS_1
“Tidak usah mbak saya membantu anda itu dengan ikhlas, kalau gitu saya mau pamit dulu ya mbak”Ucap Ustad Abrisam yang menolak sambil berpamitan.
“Tunggu dulu Ustad jangan pergi dulu kalau anda tidak mau saya traktir untuk makan siang setidaknya saya bantu anda untuk mengobati luka yang ada di wajah anda.”Ucap Adinda yang memberhentikan Ustad Abrisam.
“Nggak usah mbak saya hari ada janji pertemuan dengan anak fakultas Bisnis.”Ucap Abrisam yang menolak.
“Hae.. gitu ya Ustad, kalau gitu saya tidak enak ini dengan anda karena telah menggangu anda.”Ucap Adinda yang tidak enak.
“Tidak apa mbak, kalau gitu saya permisi dulu ya, Assalamualaikum.”Ucap salam Ustad Abrisam.
“Waalaikumsalam.”jawaban Adinda yang tersenyum ramah.
Ustad Abrisam pun pergi meninggalkan Adinda menuju ke fakultas bisnis, sedangkan Adinda langsung aja pergi ke kelas nya, Tapi sebelum Adinda pergi ke kelas, ia pun berinisiatif untuk pergi ke toilet dulu untuk mencuci wajahnya yang habis menangis ini, agar sahabat tidak curiga kepada nya.
Setelah selesai mencuci wajahnya Adinda langsung pergi ke kelas nya.
Sesampainya di kelas Adinda pergi menduduki kursi dekat dengan sahabatnya, disana ia mendengar sahabat nya yang membicarakan tentang Haris yang muka babak belur, Adinda yang mendengar itu hanya diam saja tanpa ia mau jawab apa.
Beberapa menit kemudian Dosen pembimbing kami pun memasuki kelas dan mulai kegiatan pembahasan yang di sampaikan oleh Dosen pembimbing kami.
Adinda dan Sahabatnya berjalan meninggalkan ke kelas menuju perpustakaan untuk mencari buku sebelum kami pulang ke Rumah.
Setelah itu ia dan Sahabat nya mendapatkan buku yang kami cari, kami berjalan ke penjaga perpustakaan untuk meminjam buku, sesudah minjam buku kami pergi keluar dari perpustakaan menuju ke parkiran untuk mengambil mobil.
Kemudian kami naik ke mobil kami masing-masing dan melajukan mobil meninggalkan Kampus.
********
Disisi lain Ustad Abrisam yang habis dari pertemuan di fakultas Bisnis tadi, sekarang ia berada di perusahaan nya yang sedang di obati luka oleh Asisten Harry Setelah ia menolong Adinda yang mau dilecehkan.
Setelah di obati. Asisten Harry pamit undur diri dan berjalan ke luar dari Ruangan Ustad Abrisam yang menyisakan Ustad Abrisam yang sedang mengerjakan beberapa berkas proyek yang terbaru dari Klien luar negeri nya.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian Ustad Abrisam pergi dari perusahaan, karena ia sore ini ada jam mengajar di kelas Santriwati.
Dalam perjalanan sekitar 45 menit Ustad Abrisam sampai di pesantren dan turun dari mobil menuju ke Rumah untuk mengganti pakaian.
Sesampainya di Rumah Ustad Abrisam mengucapkan salam dan di sambut oleh Umi nya, Setelah menyamperi Umi nya, Ustad Abrisam pergi masuk dalam kamar mengganti pakaian nya dan menyiapkan semua buku yang di bawa.
Setelah itu Ustad Abrisam pamit pada umi nya untuk berangkat mengajar di pesantren.
Tibanya di dalam kelas Ustad Abrisam mengucapkan salam dan dijawab oleh seluruh Santriwati dengan kompak.
Ustad Abrisam pun memulai kegiatan mengajar dengan sangat lancar dan tenang. Tak lupa ia selingi dengan canda dan tawa supaya mereka tidak terlalu tegang dengan pelajaran yang ia berikan.
Karena jam belajar mengajar telah usai Ustad Abrisam dan seluruh Santriwati meninggalkan kelas.
Di kejauhan Ustad Abrisam melihat seorang wanita yang berdiri di depan Rumah nya, ia pun menyamperi orang itu.
Setelah ia tiba didepan rumah dan mengucapkan salam. orang itu pun menjawab salam nya dan membalikkan badan nya dan ia sangat kaget yang datang bertamu ke Rumah nya adalah Bella, anak dari Klien dari luar kota.
“Maaf mbak Bella ada apa ya anda datang ke Rumah saya.”Ucap Ustad Abrisam yang kaget dengan ke datangan anak dari Klien.
“Apa saya tidak boleh ya datang bersilaturahmi ke Rumah tuan Abri.”Ucap Bella.
“mbak Bella boleh bersilahturahmi di Rumah saya, kalau itu saya permisi dulu ya mbak bella.”Ucap Ustad Abrisam.
“tunggu tuan Abri mau kemana, bisakah anda menemani saya mengobrol disini.”Ucap Bella yang memberhentikan Abrisam.
“Maaf sekali lagi ya mbak bella, saya tidak bisa menemani anda karena saya banyak kerja yang harus saya selesaikan.”Ucap Ustad Abrisam yang menolak dengan halus.
“iya tuan Abri, kalau itu saya pamit aja.”Ucap Bella yang pamit pulang karena ia tidak mau duduk sendiri
“Assalamualaikum”Ucap salam Abrisam yang memberi tau anak klien itu untuk berikan salam dulu.
__ADS_1
“Waalaikumsalam”jawab Bella yang hampir lupa memberikan salam.
Bella pun pergi meninggalkan pesantren dengan muka agak kecewa, Ustad Abrisam yang melihat Bella beristigfar sambil ia menggeleng kepala.