Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 52 - Acara penyambutan kedatangan Marvin


__ADS_3

Keesokan harinya pada pukul 15.45 sore Adinda dan Ustad Abrisam sudah bersiap-siap didalam kamarnya untuk berangkat ke Rumah Ayah dan Bunda.


Setelah semua sudah selesai Adinda dan Ustad Abrisam pun keluar dari kamarnya sambil membawa tas selempang yang berisi keperluannya untuk menginap.


Sesampainya Adinda dan Ustad Abrisam dibawah, mereka pun langsung berpamitan ke bibi dan sekalian menitipkan rumah ke bibi Siti.


Kemudian Adinda dan Ustad Abrisam pun berlalu keluar dari rumah menuju ke mobil mereka untuk berangkat ke rumah Ayah dan bunda.


Sebelum mereka berangkat ke rumah Ayah dan Bunda, Adinda pun mampir dulu ke Asrama Santriwati untuk menjemput Salwa.


Tak lama Adinda sampai di Asrama Santriwati, lalu Adinda pun masuk ke dalam Asrama dan disana dia sudah melihat Salwa yang sudah nampak cantik dengan menggunakan gamis berwarna toska dan di padupadan kan dengan pasmina motif bergaris di depan Cermin.


“Hmmm...... salwa sudahi bercermin nya kamu itu sudah nampak cantik lho.”Dehem Adinda sambil berucap.


Salwa yang mendengar suara kakak nya itu langsung menengok kebelakang.


“Hey kakak Dinda kapan datang nya, kenapa kakak nggak mengucapkan salam tadi.”Ucap Salwa.


“Kamu aja gak sadar salwa dari tadi kakak sudah mengucapkan salam.”Ucap Adinda kepada Adiknya.


“Masak ya kak aku aja baru tau loh.”Ucap Salwa.


“kamu ini salwa kebiasaan Kak dari tadi sudah berdiri disini tapi kamu masak nggak percaya dengan kakak.”Ucap Adinda yang kesel sambil menggelengkan kepala nya dengan sikap adiknya ini.


Kemudian Salwa menatap ke teman- temannya untuk memastikan mengenai apa yang kakaknya katakan tadi itu benar dan Salwa pun mendapatkan jawaban.


“Maaf ya kak kalau tadi aku nggak percaya.”Ucap Salwa tersenyum cengengesan menutupi kebodohan nya tadi.


“Iyah Salwa, kalau itu yuk kita berangkat Salwa kasih kakak ipar mu itu sudah menunggu kita di mobil.”Ucap Adinda.


“Iya Kakak”Ucap Salwa sambil mengambil tasnya di atas tempat tidur.


Lalu Adinda dan Salwa pun berlalu meninggalkan Asrama Santriwati menuju parkiran dimana mobil Ustad Abrisam yang sudah menunggu.


Tibanya Adinda dan Salwa diparkiran, mereka pun naik kedalam mobil dan mobil pun langsung dijalankan oleh ustad Abrisam menuju ke kediaman keluarga Pratama.


**********


Kini Adinda Salwa dan Ustad Abrisam sudah sampai di kediaman keluarga Pratama. Lalu mereka pun turun dari mobil dan berjalan memasuki ke dalam Rumah.


sementara Ustad Abrisam masih didalam mobil dikarenakan dia mendapat telpon dari Asisten Harry.


“Assalamualaikum Bun.”Ucap Salam Adinda.

__ADS_1


“Waalaikumsalam.”Ucap Bunda yang membuka pintu Rumah.


“Bunda Dinda dan Salwa kangen dengan Bunda..”Ucap Adinda dan Salwa berbarengan sambil memeluk bunda nya.


“Kamu sudah sampai nak, bunda juga kangen dengan mu nak.”Ucap Bunda sambil membalas pelukan dari kedua putrinya itu.


“Iya Bunda.”Ucap Adinda dan Salwa


“Bagaimana keadaan mu di pesantren dinda, Apa kamu baik aja disana.” Tanya Bunda


“Alhamdulillah keadaan Dinda di pesantren baik aja bunda.”Ucap Adinda.


“Syukurlah nak keadaan mu baik-baik di pesantren.”Ucap Bunda.


“Terus dimana suami mu dinda, kenapa bunda nggak lihat dia ada.”Tanya Bunda yang tidak melihat Ustad Abrisam.


“Hubby masih ada di mobil bunda sebertan lagi hubby akan kemari bun.”Ucap Adinda.


“kalau gitu yuk kita masuk dulu nak.”Ucap Bunda.


“Baik bunda.”Ucap Adinda dan Salwa.


Mereka pun masuk ke dalam rumah dan berjalan ke Ruangan Keluarga, disana sudah ada Ayah dan kakak Ega yang sedang menonton TV.


“Waalaikumsalam nak, dek.”Ucap Ayah dan kakak Ega.


“Kamu sudah datang nak.”Ucap Ayah.


“Iya Ayah.”Ucapan Adinda dan Salwa.


"Dinda dimana suami mu kenapa dia tidak ada."Tanya Ayah.


“Suami Dinda masih ada di mobil ayah sebertan lagi dia akan datang.”Ucap Adinda


“Oh gitu ya nak.”Ucap Ayah


“Ayah kakak Nandi dan Kakak Marvin dimana ya Ayah.”Tanya Adinda yang tadi tidak melihat Kakak perempuan nya dan kakak sepupu nya yang baru datang itu.


“Nadin tadi masih ada di Rumah sakit nak karena kata nya masih ada pasien yang harus ia periksa, kalau Marvin masih ada di dalam kamar nya nak.”Ucap Ayah yang memberikan taukah.


“Kalau gitu Dinda dan Salwa ke kemar Kakak Marvin dulu ya yah.”Ucap Adinda.


“iya udah pergilah sana.”Ucap Ayah.

__ADS_1


Adinda dan Salwa langsung pergi naik keatas menuju menuju kamar kakak sepupu kesayangan.


Sampainya di depan kamar kakak sepupu nya, mereka pun mengetuk pintu kamarnya.


Tok.....tok......


“Kakak Marvin buka pintu nya dong.”Ucap Adinda dan Salwa sambil mengetuk pintu.


"Siapa ya."Tanya Marvin.


"ini Dinda dan Salwa kakak."Ucap Adinda.


“Iya sebertan.”Ucap Marvin yang membuka pintu kamar nya.


“hey kakak Marvin apa kabar sudah lama ya kakak gak pulang.”Ucap Adinda bersama salwa.


“Iya Din Salwa kabar kak baik aja, kamu kapan sampainya.”Ucap Marvin sambil bertanya.


“Aku baru aja sampai kakak terus kami langsung kesini mencari kakak, karena kami kangen dengan Kakak.”Ucap Adinda.


“Kakak juga kangen dengan kalian berdua, maaf ya Din waktu kamu menikah kakak nggak datang.”Ucap Marvin.


“Nggak apa-apa kakak Marvin yang terpenting sekarang kakak sudah datang.”Ucap Adinda.


“iya Dinda.”Ucap Marvin.


“Terus oleh- oleh untuk kami mana kakak Marvin.”Ucap Salwa.


“oleh-oleh untuk kalian ada di dalam nanti kakak kasih ke kalian dan sekalian dengan hadiah untuk pernikahan dinda.”Ucap Marvin.


“Baiklah kakak.”Ucap Adinda bersama Salwa.


Sementara dibawah Ustad Abrisam baru aja masuk ke dalam rumah dan disusun dengan kedatangan Nadin yang baru aja pulang dari rumah sakit.


Ustad Abrisam pun langsung mencium tangan mertua dan duduk di dekat Ayah mertua nya dan saudara ipar sekaligus teman nya itu.


Saat Ustad Abrisam sudah duduk dengan keluarga dari istrinya itu, dia pun menatap keliling rumah untuk mencari keberadaan istri nya itu.


Kakak Ega yang melihat teman nya sekaligus suami dari adiknya yang nampak sedang mencari keberadaan Adiknya itu, dia pun memberikan tau keberadaan Adiknya ke teman nya.


Ustad Abrisam yang mendengar kata dari saudara iparnya itu hanya mengangguk aja.


kemudian Ustad Abrisam pun melanjutkan kembali mengobrol dengan keluarga istrinya sambil mereka menonton TV.

__ADS_1


__ADS_2