Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 95 - Gagal ginjal


__ADS_3

“Permisi, kamu Keira teman Nissa yang waktu itu kah.”Ucap Vano pada keira yang sedang mau memasukkan oleh-oleh untuk keluarga dan teman-temannya yang ada di Palembang ke dalam mobil. Keira yang di panggil langsung menoleh kearah orang itu.


“Iya, hey kamu kah orang yang waktu itu.”Ucap keira yang ketika ia tiba-tiba terkejut melihat Vano yang memanggilnya.


“iya benar, bolehkan kita bicara sebentar di cafe itu.”Ucap Vano seraya menunjuk cafe yang ada di seberang sana.


“Boleh aja, tapi tunggu sebentar ya saya mau masukkan ini dulu ke mobil.”Ucap Keira. Vano yang melihat barang-barang belanjaan Keira terlalu banyak itu pun menawarkan diri untuk membantu.


“Iya udah sini saya bantu.”Ucap Vano yang lalu mengambil kantong berisi oleh-oleh dari tangan Keira dan memasukkan ke dalam bagasi mobil.


“Terima kasih.”Ucap keira yang lalu juga masukkan oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman yang ada di Palembang ke dalam bagasi mobil.


Setelah itu Keira pun berlalu menjalankan mobilnya mengikuti mobil vano yang sudah jalan duluan ke cafe seberang sana.


Sesampainya di cafe, keira langsung saja pergi duduk di meja yang sudah tentukan vano.


“Oya saya harus manggil apa ini, karna dari tadi saya belum tau namanya anda.”Ucap Keira yang sudah duduk saling berhadapan dengan vano.


“oh maaf saya belum perkenalan diri, perkenalan nama saya Alvano Airil Diansyah kakaknya dari salah satu sahabatnya Nissa dan saya rasa umur mu itu sama deh kaya adik saya, jadi kamu bisa manggil saya dengan kakak vano.”Ucap Vano.


“Eh... Kak vano ini mengajak saya kesini itu mau bicara apa ya.”Tanya Keira.


“Saya ajak kamu kesini itu sebenarnya ingin bertanya ke kamu.”Ucap Vano.


“emangnya kakak ini mau nanya apa ke saya.”Tanya Keira.


“Saya mau tanya apa kamu tau Nissa itu sebenarnya mengidap penyakit apa yang membuat ia lebih memilih menyembunyikan semua ini dari keluarga dan sahabatnya dengan alasan pergi ke Palembang.”Jawab Vano. Keira yang dengar itu ketika dia pun bungkam dan tidak sanggup untuk bicara.


Vano yang lihat Keira bungkam itu pun memohon padanya untuk di kasih tau penyakit yang diderita Nissa selama ini.


“Keira, saya mohon tolong kasih tau saya penyakit Nissa.”Ucap Vano.


“mohon maaf kak, saya sudah janji ke Nissa tidak akan kasih tau siapa pun mengenai ini “Ucap Keira.


“please Keira kasih tau saya.”Ucap vano mohon lagi.


“maaf saya nggak bisa,kalau kakak mau tau kenapa nggak tanya sendiri aja ke Nissa.”Ucap Keira.

__ADS_1


“Saya sudah tanya ke Nissa tapi Nissa selalu kekeh tidak mau kasih tau saya.”Ucap Vano.


“Kalau begitu saya juga tidak bisa kakak berikan taukah itu.”Ucap Keira.


“Please keira, masak kamu nggak bisa memberikan taukah saya tentang penyakit yang di idap Nissa dan kalau seandainya penyakit yang diderita Nissa itu sebenar berbahaya apa mungkin kamu akan tetap tidak memberi taukah semua ini ke kami”Ucap Vano sambil menghembus napas dengan kasar.


“Dan membuat semua orang menjadi terpukul dan terluka melihat orang yang mereka sayangi itu menderita penyakit berbahaya, termasuk dengan diriku yang juga merasa sakit.”Lanjut Vano yang ketika air mata menetes membasahi kelopak bawah matanya.


Keira lihat vano yang terus menerus mohon pada dirinya agar bisa di berikan taukah penyakit yang diidap Nissa selama ini dan juga diikuti air mata yang menetes di bawah kelopak matanya pun bisa menyimpulkan bahwa vano sebenarnya itu sangat mencintai Nissa dan karena itu Keira pun memberitahu vano.


“Baiklah saya akan memberitahu sebenarnya Nissa itu mengidap penyakit gagal ginjal dan sekarang ini Nissa sedang berusaha mencari transplantasi ginjal yang cocok untuk dirinya, kalau alasan sebenarnya mengapa Nissa memilih bekerja dan menjalankan perobatan penyakit nya di Palembang saya tidak terlalu tahu pasti, tapi dari apa yang saya lihat saya menyimpulkan bahwa sebenarnya Nissa itu tidak ingin membuat Keluarga dan sahabatnya ikut merasakan khawatir dengan kondisinya.”Ucap Keira.


Vano yang awalnya sangat terkejut mendengar orang yang ia cintai mengidap penyakit gagal ginjal dan itu pun dia harus cepat melakukan transportasi ginjal yang cocok tapi ia juga tau alasan terbesar Nissa pergi ke Palembang adalah dirinya sendiri.


****************


Sementara di lain tempat saat ini Nissa sedang berada di kafe pinggir jalan berkumpul dengan kedua sahabatnya untuk menghabiskan hari sebelum besok kembali lagi ke Palembang.


“Oya Nissa mana ini teman mu keira, kenapa lama sekali datangnya.”Tanya Zahra pada Nissa karena mereka sudah dari tadi menunggu dan makanan yang mereka pesan tadi sudah ada makanan yang mau habis tapi orang nya belum aja datang.


“iya kami tau niss, tapi ini sudah hampir dua jam kita menungguinya dan teman mu ini pun belum aja datang, kah aku dan Dinda juga harus menjemput anak-anak kami di tempat les mereka.”Ucap Zahra.


“Sudah Zahra, kamu jangan marah lagi sama Nissa, kah tujuan kita ini kesini itu mau menghabiskan hari bersama Nissa sebelum besok ia akan kembali lagi ke Palembang.”Ucap Adinda.


“Kalau masalah Keira belum datang, kita coba lagi aja menunggunya tapi kalau dia tetap masih aja belum datang, kita langsung pergi saja.”Ucap Adinda.


“Aku sih setuju saja tapi bagaimana dengan zahra apa dia mau menunggu lagi.”Tanya Nissa.


“Iya aku akan nunggu lagi tapi kalo teman mu tetap belum datang kami langsung aja pergi.”Ucap Zahra.


“Baiklah zahra.”Ucap Adinda dan Nissa.


Mereka pun nunggu lagi Keira datang sambil lanjutkan kembali ngobrol.


Beberapa menit kemudian mereka yang menunggu kedatangan Keira itu pun langsung saja pergi meninggalkan kafe, karena sesuai dengan janji yang telah diatur tadi, kalo sampai Keira belum datang mereka akan langsung pergi meninggalkan kafe itu dan ditambah lagi waktu sudah menunjukkan Adinda dan Zahra untuk pergi menjemput anak-anak mereka dari tempat les mereka.


Setelah sampai di parkir kafe Adinda dan zahra pun berpisah dengan Nissa, Lalu mereka masuk ke mobil dan tak lama mobil pun dilajukan Zahra menuju ke tempat les anak-anak mereka.

__ADS_1


****************


Esok siang di bandara Soekarno-Hatta, saat ini Nissa dan temannya Keira sedang berpamitan pada keluarganya Nissa, karna sebentar lagi pesawat mereka akan Take off.


“Nissa sayang kamu disana hati-hati, jangan lupa jaga kesehatan dan nanti kalau sudah sampai kamu jangan lupa nelpon mama ya nak.”Ucap Mama Nissa yang memeluk putri tunggalnya.


“Baik mama, Nissa akan ingat semua yang mama bilang.”Ucap Nissa yang ada di pelukan mamanya. Lalu kemudian Nissa pun memeluk papanya.


“Pah, Nissa pergi dulu ya, papa yang lupa jaga kesehatan dan di dalam laci Kamar papa Nissa sudah menaruh beberapa obat seperti vitamin, obat flu, dan lain-lain, agar kalau papa ataupun mama sakit langsung bisa makan obat itu.”Ucap Nissa yang memeluk papa nya.


“iya nak, tapi kamu juga disana jangan lupa jaga kesehatan dan juga jangan terlalu terobsesi dengan pekerjaan, karena dengan kamu terlalu terobsesi dengan pekerjaan membuat kamu sering lupa untuk beristirahat dan makan.”Ucap Papa Nissa yang memeluk seraya mengelus kepala putrinya yang bertutup hijab.


“iya pah.”Ucap Nissa dan kemudian Nissa pun memeluk saudara sepupunya.


“Put aku pergi dulu ya, aku minta tolong kamu bisakah jaga papa dan mama ku selama aku pergi.”Ucap Nissa yang memeluk Salsa.


“Baiklah Niss, gue akan jagain om Alif dan tante Raisa selama Lo pergi.”Ucap Salsa.


“makasih ya put.”Ucap Nissa dan dianggukkan salsa.


“Nak kei...."Panggil mama Nissa.


"Iya Tante."Ucap Keira yang menatap Mama nya Nissa.


"tante titip Nissa ya, selama dia disana tante minta tolong jagain dia dan kalau ada apa-apa dengan Nissa nak kei bisa hubungi tante ataupun om.”permintaan mama Nissa.


“tante tenang saja, Keira janji kok akan menjaga Nissa dan kalau pun ada apa-apa dengan Nissa, kei nanti langsung aja hubungi Tante kok.”Ucap Keira.


“Terima kasih nak.”Ucap Mama Nissa dan dianggukkan Keira


“iya udah mah pah, kalau begitu Nissa dan Keira pergi masuk pesawat dulu ya.”Pamit Nissa.


“Assalamualaikum.”Salam Nissa dan Keira.


“Waalaikumsalam.”Jawab mereka.


Nissa dan Keira pun berlalu pergi masuk dalam pesawat.

__ADS_1


__ADS_2