Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 28 - kebingungan Adinda


__ADS_3

“Zahra kamu jangan asal-asalan sebut, kalau kak vano itu suka sama aku.”Ucap Nissa yang ngebantah kata zahra,Alexa.”Ucap kak vano itu betul suka sama kamu niss, iya kah Alexa.”Ucap Zahra yang meminta pendapat dari Alexa.


“masalah itu aku mana tau zahra. Aku aja sebagai adiknya saja juga heran dan bingung dengan kakak itu.”Ucap Alexa yang berbohong sama mereka.


“Nissa maaf aku. Sebenarnya kata si zahra itu benar bahwa kak vano itu dari dulu sudah suka sama kamu,tapi aku tidak bisa kasih tau kamu, Biar aja kak vano sendiri yang berjuang untuk bisa mendapatkan cinta mu Niss.”Batin Alexa yang membunyikan perasaan kakaknya kepada Nissa.


“Udah - udah mendingan kita lanjutkan lagi menyanyi nya.”Ucap Adinda yang berhenti mereka.


“baiklah Din.”Ucap Alexa, Nissa, zahra berbarengan.


Saat Nissa ingin menyetel lagu lagi untuk berkaraoke kami, tapi tiba-tiba datanglah kakak vano yang masuk Ruangan musik dan ia langsung duduk di antara Alexa dan Nissa.


Setelah kakak vano duduk di antara Alexa dan Nissa, Tiba tiba kakak vano mengambil mic nya Alexa dan ia meminta berduet dengan Nissa, Nissa yang mendengar itu jadi sebel dengan kelakuan dari kakak nya Alexa yang mengganggu dirinya bersama Sahabatnya.


Saat Nissa ingin menolak tantangan dari kakak vano. tapi Adinda, Alexa dan zahra melarang dirinya untuk menolak tantangan dari kakak vano dan mereka menyuruh dirinya untuk menerima tantangan itu.


Nissa pun menerima tantangan itu, sedangkan kakak vano yang mendengar ucapan dari gadis pujaan hati itu, ia sangat senang dan bahagia bisa berduet dengannya.


Kakak vano menyetel sebuah lagu yang berjudul percayalah dari Raisa. Mereka berdua pun memulai Menyanyi lagu dari Raisa itu sambil kakak vano menggenggam tangan Nissa, Nissa yang tangan genggam oleh kakak vano itu sangat kaget, apalagi Adinda dan zahra yang melihat itu juga ikut kaget juga dengan kelakuan kakaknya Alexa ini. sedangkan untuk Alexa, ia hanya tersenyum dalam hati nya melihat kakak nya yang berusaha untuk mendekati sahabatnya satu ini.


Mereka berdua pun menghentikan berkaraoke karena jam sudah menunjukkan pukul 05.00 sore, Adinda, zahra dan nissa berpamitan pulang kepada kedua kakak beradik ini, di lanjutkan berpamitan kepada kedua orang tua mereka.


Setelah itu kami pun masuk ke mobil dan melajukan mobil meninggalkan kediaman keluarga Abraham.


********


Dalam perjalanan sekitar 20 menit Adinda sampai di kediaman nya dengan selamat dan ia langsung masuk kedalam rumah, tidak lupa Adinda mengucap salam, tapi sayang tidak ada yang menjawab salam nya.


Karena tidak yang menjawab salam nya, Adinda langsung aja naik ke kamarnya, di dalam kamar Adinda langsung mengeluarkan buku yang waktu kemarin ia pinjam di perpustakaan untuk di pelajari.


Saat Adinda asik membaca buku nya, Tiba - tiba bunda mengetok pintu kamar nya.

__ADS_1


“dinda bolehkah bunda masuk.”Ucap Bunda yang tanya kepada putrinya.


“masuk aja bunda pintu nggak di kunci.”Ucap Adinda yang membolehkan bunda untuk masuk ke kamar nya.


Bunda pun masuk dan duduk di dekat Adinda.


“Nak kamu sedang belajar ya, apa bunda mengganggu kamu nak.”Ucap bunda sambil bertanya.


“iya Bun, bunda nggak ganggu Dinda kok.”Ucap Adinda kepada bunda.


Bunda yang melihat putrinya yang sedang belajar itu, ia bingung untuk menyampaikan lamaran dari nak Abri itu dan bunda sangat takut dengan reaksi putrinya mendengar lamaran ini.


Bunda pun memberanikan dirinya untuk bertanya kepada putrinya kalau ada orang yang ingin melamarnya, apakah putrinya akan menerima lamaran itu atau tidak.


“Dinda sayang.....”panggil Bunda yang ingin menanyakan sesuatu pada putrinya.


“iya bunda, ada apa.”Ucap Adinda yang langsung memberhentikan membaca buku nya.


“Nak seandainya kalau ada yang ingin melamarnya kamu, apakah kamu akan menerima nak.”Ucap bunda yang bertanya kepada putrinya kalau ada orang yang melamar.


“nak menikah itu ibadah, kalau memang ada orang yang baik untuk menjadi imam yang bisa membimbing kamu ingin melamar kamu, kamu harus menerima ya nak, kalau masalah kuliah kamu masih bisa kok untuk kuliah nak.”Ucap bunda yang menjelaskan kepada putrinya.


“baiklah bunda.”Ucap Adinda yang mengiyakan kata bunda.


“kalau gitu bunda keluar dulu ya nak.”Ucap Bunda yang pamit Adinda untuk keluar kamar.


“iya bunda.”Ucap Adinda.


Bunda pun keluar dari kamar Adinda, sedangkan Adinda ingin kembali membaca buku, tapi sayangnya Adinda tidak bisa fokus untuk membaca bukunya, karena ia masih aja kepikiran dengan kata bundanya tadi itu.


Karena tidak mau kepikiran itu lagi terpaksa Adinda pergi tidur supaya ia bisa melupakan mengenai ucapan bunda tadi.

__ADS_1


********


Dikeesokkan harinya di kampus, adinda dan sahabat nya sedang duduk di kantin, tiba tiba Zahra membuka suaranya karena ia melihat sahabat yang satu ini dari tadi diam mulu sambil bengong.


“din kamu kenapa sih dari tadi aku lihat kamu diam mulu, apa kamu ada masalah din, cerita dong sama kami.”Tanya Zahra yang melihat Adinda yang diam sambil melamun.


“kamu ada masalah din cerita dong sama kami.”Ucap Nissa ingin minta diceritakan.


“Sebenarnya aku dari tadi itu diam mulu, karena aku banyak kepikiran zahra.”Ucap Adinda


“Apakah kamu kepikiran dengan Ustad Abrisam.”Ucap Alexa


“Apa hubungan nya aku kepikiran dengan Ustad Abrisam, alexa.”Ucap Adinda.


“Karena kamu terlihat dekat sama Ustad Abrisam.”Ucap Alexa.


“Kamu jangan sembarang Alexa, aku sama Ustad Abrisam itu tidak lebih dari teman saja Alexa.”Ucap Adinda


“kalau kamu bukan kepikiran dengan Ustad Abrisam, terus kamu kepikiran mengenai apa Din.”Ucap Nissa.


Adinda pun menceritakan semua yang di bicara bunda nya tadi malam itu kepada sahabat nya, tanpa ada yang kelewat maupun di tambahkan.


“Jadi kamu kepikiran itu Din, Kalau menurut ku kata bunda mu itu benar din, mana ada orang tua yang ingin anaknya mendapatkan pendamping yang salah.”Ucap Alexa


“iya juga sih.”Ucap Adinda


“Din memang betul ya ada yang mau melamar kamu Din.”Ucap Nissa


“Niss aku juga gak tau, tapi bunda tadi cuma bilang kalau seandainya ada yang melamar kamu.”Ucap Adinda


“Udah tidak usah dibahas lagi, yuk kita ke kelas itu bel sudah berbunyi.”Ucap Zahra

__ADS_1


“baik Alexa.”Ucap Adinda


Adinda, zahra, Nissa dan Alexa pun berjalan menuju ke kelas mereka.


__ADS_2