
Hari ini adalah hari kedua Adinda dan keluarga nya berada di Korea Selatan, saat ini mereka tidak pergi keluar untuk jalan-jalan dan cuma berdiam diri di dalam kamar mereka masing-masing. Karena di luar sedang turun hujan yang cukup deras.
Ting Tong...
Terdengar lah suara bel berbunyi, Adinda yang baru keluar dari kamar mandi itu pun langsung berjalan membuka pintu kamar hotel. Karena tidak mau bunyi bel itu menggangu suami dan anak nya yang masih tidur.
Kreek!!.
“annyeonghaseyo, agassi, banghaehaeseo joesonghaeyo. Nampyeon-i mili jumunhan anjuleul jeonhaedeuligo sip-eoyo.”Ucap pelayan hotel itu yang membawa troli yang berisi beberapa makanan.
(Selamat pagi nona, mohon maaf ganggu saya mau mengantarkan serapan yang di pesan suami anda tadi.)
“joh-eun achim-ibnida. Gamsahabnida.”Ucap Adinda yang lalu mengambil alih troli dari pelayan hotel itu.
(Selamat pagi, terima kasih mas.)
“miseunimdo machangajiyeyo, geuleom meonjeo sillyehagessseubnida.”Ucap pelayan hotel itu yang lalu berlalu pergi.
(Sama sama nona, kalau begitu saya permisi dulu.)
Adinda yang lihat pelayan hotel itu sudah pergi, dia pun langsung membawa troli itu masuk dan tidak lupa menutup pintu.
Sesampainya di dalam, Adinda langsung menyusul semua makanan yang ada di troli itu di atas meja. Dan setelah semua makanan sudah tersusun dengan rapi di meja, Adinda pun berlalu pergi bangun suami dan anak nya yang masih tidur.
“Abi Arfan, bangun dulu yuk nih serapan sudah umi siapkan.”Ucap Adinda yang membangunkan suami dan anak nya sambil mengelus tangan mereka.
“Iya umi.”Ucap ustad Abrisam yang baru bangun dan lalu berjalan pergi ke kamar mandi. Sedangkan Adinda masih aja berusaha bangunkan anaknya yang susah sekali dibangunkan.
“Arfa, sayang bangun dulu yuk.”Ucap Adinda.
“lima menit lagi ya mi, Arfan masih ngantuk nih.”Ucap Arfan.
“Bangun dulu nak, nanti di lanjutkan lagi tidur kalau kamu sudah sarapan.”Ucap Adinda seraya membantu anak nya bangun.
“iya umi.”Ucap Arfan yang mengucek mata nya
“Iya udah sekarang kamu cuci dulu muka dan tangan mu itu, setelah itu barulah kamu sarapan.”Ucap Adinda.
__ADS_1
"baiklah mi."Ucap Arfan yang berlalu pergi masuk ke kamar mandi membersihkan muka dan tangannya.
Sementara Adinda langsung merapikan tempat tidur yang berantakan bekas tidur suami dan anak nya tadi.
Setelah tempat tidur sudah rapi, Adinda berlalu berjalan kearah suami yang sudah menunggu dan disusun dengan anak nya yang baru keluar dari kamar mandi.
Adinda ambilkan anak nya makan yang tidak pedas dan Adinda sendiri mengambil makanan yang pedas, karena dirinya sangat menyukai sekali makan yang pedas.
“Umi, ini apa ya, kenapa rasanya enak sekali.”Ucap Arfan seraya menyuap makanan yang diberikan umi.
“Ini nama tak salah Gyeran bbang deh nak.”Ucap Adinda
Gyeran bbang atau egg bread adalah salah satu olahan roti asal Korea Selatan yang terbuat dari berbahan utama roti dan telur dipadukan menjadi satu. Agar gyeran bbang makin lezat dengan memberikan topping berupa ekstrak vanili, garam, gula dan lelehan Mozzarella.
“Umi, kalau kita sudah pulang ke Indonesia, Arfan mau bawa ini untuk Rian Qila dan dek fayez ya mi.”Ucap Arfan yang mengungkapkan keinginannya.
“iya, nanti kita beli untuk mereka sayang.”Ucap Adinda seraya mengelus kepala anaknya.
Setelah menyelesaikan serapan mereka berjalan kearah sofa, di sofa mereka pun menyalakan tv dan menonton kartun kesukaan anak mereka Tayo The Little Bus.
Ketika mereka aksinya menonton kartun kesukaan anak mereka tiba-tiba terdengar suara telpon berdering.
“bukan handphone Abi yang bunyi mi, karena dari handphone Abi ada di dalam kantong.”Ucap Ustad Abrisam.
“mungkin aja handphone yang berbunyi itu punya umi, coba umi lihat dulu deh.”Ucap ustad Abrisam.
“Iya udah umi lihat dulu ya bi.”Ucap Adinda yang bangun dari sofa dan berjalan kearah nakas.
“siapa yang nelpon mi.”Tanya ustad Abrisam.
“Zahra yang nelpon bi.”Jawab Adinda.
“udah umi angkat aja, siapa tau penting.”Ucap Ustad Abrisam.
“iya bi.”Ucap Adinda yang lalu mengangkat nya.
“Assalamualaikum, kenapa Zahra.”Tanya Adinda.
__ADS_1
“Waalaikumsalam, mohon maaf ganggu Din, aku nelpon mau beritahu bahwa tadi tante Raisa nelpon aku katanya besok sore Nissa akan menjalani operasi untuk mengobati penyakitnya. Dan tante Raisa juga minta tolong doain Nissa agar operasi yang dijalankannya lancar tanpa ada hambatan apapun.”Jawab zahra.
“Apa besok Nissa operasi, memangnya Nissa sakit apa zah, sampai dia harus operasi segala.”Tanya Adinda yang awal terkejut dengar salah satu sahabat nya akan menjalani operasi untuk mengatasi penyakit yang diderita nya.
“Aku gak tau din, karena tante Raisa cuma kasih tau itu aja tanpa kasih tau penyakit yang derita Nissa.”Jawab Zahra.
“Kalau begitu kamu tolong kirimkan aku alamat rumah sakit tempat Nissa rawat sekarang.”Ucap Adinda.
“Kamu mau apa dengan alamat rumah sakit tempat Nissa rawat, jangan bilang kamu mau datang kesana.”Tanya Zahra.
“Iya benar zahra, aku mau datang kesana.
“Tapi kamu masih berlibur Din, masa kamu datang kesana.”Tanya Zahra.
“Gak apa Zahra, aku harus datang kesana untuk menyemangatinya, karena bagiku Nissa yang lebih penting dari pada liburan, liburan bisa kapan saja kita lakukan kalau Nissa terjadi apa apa mungkin aja kita mengalami kesakitan yang begitu besar.”Ucap Adinda.
“iya udah nanti aku kirimkan.”Ucap zahra yang terdengar mengembuskan napas dengan kasar.
“Kalau begitu aku tutup dulu ya Din, ini adalah pasien yang baru masuk, Assalamualaikum.”Ucap Zahra.
“iya, makasih Zahra, Waalaikumsalam.”Jawab Adinda yang lalu menutup telpon dan telah itu Adinda pun mengemas semua barang-barang ke dalam koper. Ustad Abrisam yang lihat istrinya memasukkan barang barang ke koper lantas dia bertanya kenapa semua di masukkan ke koper. Adinda pun menceritakan kenapa ia memasukkan semua barang barang ke dalam koper. Ustad Abrisam yang dengar itu pun baru mengerti bahwa istri mau ke Palembang menjenguk salah satu sahabatnya yang akan menjalani operasi. Lalu ustad Abrisam pun berinisiatif memesan tiket pesawat ke Indonesia atau bertepatan Palembang dan telah itu membantu istrinya yang memasukkan barang barang ke koper.
***************
Sementara di tempat lain, di Rumah Vano, vano yang baru mendapatkan telepon dari Keira mengenai Nissa itu pun langsung buru-buru pergi ke kamarnya mengemasi barang-barang ke koper dan itu semua dilihat oleh maminya yang ada di Ruangan keluarga menonton Tv.
“Vano, kamu mau kemana nak kenapa buru-buru seperti itu.”Tanya mami intan.
“Gini mi, aku mau bersiap siap untuk pergi ke Palembang.”Jawab Vano.
“Kamu mau ngapain ke Palembang nak.”Tanya mami intan.
“Vano ke Palembang mau menjenguk teman vano yang besok akan menjalani operasi mi.”Jawab Vano yang tidak menyebut Nissa.
“Siapa sih namanya teman mu tuh nak yang akan menjalani operasi.”Tanya mami intan. Vano yang dengar itu langsung terdiam dan bingung ingin jawab apa.
“Ni... Mi, temannya vano bernama Nibras mi.”Jawab Vano yang nampak gugup tapi untungnya mami percaya.
__ADS_1
“Kalau begitu biarkan mami bantuin mengemasi barang-barang mu nak.”Ucap Mami intan.
“Makasih mi.”Ucap Vano yang lalu memasukkan beberapa pakaian ke dalam koper dengan dibantuin maminya.