
Saat ini Vano membawa Nissa ke taman belakang Rumah sakit untuk menghirup udara segar, karena selama dua Minggu di rawat pasca operasi, Nissa merasakan bosan dan sedih tidak di perbolehkan untuk pergi keluar.
Disebabkan Nissa masih masa pemuliha pasca operasi transplantasi ginjal kemarin.
Dan karena itu vano pun berinisiatif membawa Nissa ke taman untuk mengurangi rasa bosannya selama ini dan sekaligus juga mengatakan sesuatu pada Nissa.
Sesampainya di taman Rumah sakit, vano memberhentikan kursi Roda Nissa dekat bangku taman. Setelah itu tiba-tiba saja vano berjongkok di hadapan Nissa sambi memegang kedua tangan Nissa.
“Nissa, saat ini kamu sudah sembuhkan dari penyakit mu.”Tanya Vano. Nissa hanya mengangguk kepalanya saja.
“Dan kamu juga tidak punya alasan lagi kah untuk menolak kak.”Ucap Vano seraya tangan satunya mengambil sesuatu dari kantong jaketnya yang berupa kotak kecil berwarna biru. Setelah mengambilnya vano pun membuka kontak itu yang nyata berisi sebuah cincin berlian yang berukir inisial nama Nissa dan vano dihadapan Nissa.
“Anisa Alifah purnama, maukah kamu menikah dengan kakak, menjadi istri dan sekaligus ibu dari anak kakak.”Tanya Vano dengan tangan masih memegang kontak yang berisi cincin berlian berukir inisial nama mereka yang sudah pernah ia siapkan sebelumnya pada saat melamar Nissa dulu.
Nissa yang mendengar vano melamar lagi, lidah nya begitu kalu sulit rasanya untuk menjawab atas lamaran vano. Alhasil dia hanya bisa diam dengan pandangan menatap vano yang berjongkok dengan memegang kontak berisi cincin berlian berinisial nama mereka berdua.
“Nissa tolong jawab, Apakah kamu bersedia untuk menikah dengan kakak.”Tanya Vano lagi. Nissa yang melihat perjuangan dan ketulusan hati vano selama ini, membuat Nissa menjawab iya.
“Iya baiklah kakak, aku mau menjadi istri dan sekaligus ibu bagi anaknya Kakak.”Jawab Nissa yang tampak gugup dengan senyuman yang terukir di bibi pucat nya. Vano yang mendengar Nissa menjawab iya, Ia merasa sangat senang dan bahagia bisa dengarkan itu, sampai-sampai ia ingin memeluk Nissa.
Tapi sayangnya langsung dihentikan oleh Nissa yang menolak di peluk.
“Stop... Kakak yang peluk dulu, kita nih belum menikah kakak.”Ucap Nissa yang menolak di peluk vano.
“Iya maaf Niss, tapi makasih ya kamu sudah mau menerima Kakak.”Ucap Vano yang tersenyum bahagia sambil menggenggam tangan Nissa.
“Iya kakak.”Ucap Nissa dengan tersenyum manis yang terukir bibir. Tanpa mereka sadari dari kejauhan zahra Adinda dan kedua orang tua Nissa sudah melihat kejadian dari awal sampai akhir vano melamar Nissa dengan tersenyum dibalik pohon besar yang rindang.
Setelah itu mereka pun keluar dari tempat sembunyinya dan lalu menghampiri mereka yang lagi bahagia itu.
“Selamat ya nak, mama dan papa turut ikut bahagia melihat Putri mama satu-satunya nih akhirnya sudah menemukan jodohnya.”Ucap mama Nissa yang memeluk putri permata wayangnya bersama dengan suaminya.
“iya mah pah.”Ucap Nissa yang juga ikut senang bisa melihat papa dan mama bahagia.
__ADS_1
“Selamat ya Nissa Kakak vano.”Ucap Zahra yang langsung memeluk sahabatnya begitu erat, ada perasaan bahagia dan juga sedih menjadi satu melihat sahabatnya yang akhirnya bisa bersatu dengan orang di mencintainya.
“Selamat kakak vano Nissa, akhirnya perjuangan kakak vano mendapat hasil yang membahagiakan.”Ucap Adinda.
“Makasih Ra Din.”Ucap Vano dan Nissa berbarengan.
“Oya anak vano, kapan kamu membawa kedua orang tua mu menemui om dan tante untuk melamar Nissa.”Tanya papa Nissa.
“Insyaallah, cepatnya lah om setelah Nissa sudah dinyatakan pulih dan juga diperbolehkan pulang, saya akan membawa keluarga saya untuk melamar Nissa dengan resmi.”Jawab Vano.
“Om tunggu kedatangan keluarga mu itu ano.”Ucap papa Nissa.
“Iya Om.”Ucap Vano.
Tak lama turun hujan gerimis yang membasahi halaman taman belakang rumah sakit dan membuat mamanya Nissa yang melihat itu mengajak mereka semua masuk ke dalam.
“Kalau begitu yuk kita semua masuk, kasih Nissa yang belum pulih harus di luar terus, takutnya nanti dia sakit lagi.”Ucap mama Nissa yang mengajak mereka masuk ke dalam, karena khawatir dengan putrinya yang belum pulih harus terkenan air hujan gerimis.
Mereka semua pun menuruti perkataan mama nya Nissa untuk membawa Nissa masuk ke dalam.
Tak terasa hari berlalu begitu cepat, empat minggu Nissa di rawat pasca operasi dan saat ini Nissa sudah bersiap untuk kembali ke Jakarta bersama keluarga dan termasuk juga dengan orang yang di cintainya.
Sementara Zahra dan Adinda sudah kembali ke Jakarta seminggu yang lalu bersama Suami mereka.
Nissa berhenti bekerja di Rumah sakit ini dan pindah bekerja ke Rumah sakit keluarganya Adinda, karena mama nya menyuruh untuk tidak bekerja lagi ke rumah sakit dan pindah bekerja di rumah sakit yang di Jakarta.
Setelah sampai di parkir, mereka pun masuk ke mobil dan tak lama mobil pun jalan menuju ke bendara udara internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.
Kini mereka sudah sampai di Bandara Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, lalu mereka semua pun berlalu pergi masuk ke dalam pesawat, karena seberta lagi pesawat yang ditumpangi mereka akan Take off.
penerbangannya dari Palembang ke Jakarta membuntukan waktu sekitar 1 jam 10 menit. Akhirnya pada pukul satu siang pesawat yang mereka tumpangi pun mendarat dengan selamat di bendara udara Internasional Sukarno-Hatta.
Setelah pesawat mendarat, mereka pun berlalu pergi menghampiri sopir Keluarga Nissa yang sudah menunggu kedatangan mereka dari tadi untuk menjemput.
__ADS_1
“Assalamulaikum, pak Harto.”Ucap Salam mereka semua.
“Waalaikumsalam, tuan nyonya dan nona.”Jawab Sopir papa Nissa.
“Bapak sudah lama menunggu kami kesini.”Tanya Papa Nissa.
“Tidak terlalu lama tuan, sekitar 30 menit saya menunggu tuan.”jawab sopir Papa Nissa dan dianggukkan papa Nissa.
“Iya udah yuk kita pulang pak Harto.”Ucap Papa Nissa.
“iya tuan, disini saya bawakan nona nyonya.”Ucap Sopir papa Nissa yang langsung mengambil alih barang-barang Nissa dan mama nya.
“Makasih pak.”Ucap Nissa dan mamanya.
“Sama-sama nyonya nona.”Ucap Sopir papa Nissa yang lalu membawa semua barang majikannya ke parkir bendara untuk di masukkan ke mobil.
Sesampainya di parkiran, mereka semua pun masuk dalam mobil dan termasuk dengan vano yang juga ikut masuk dengan mobil Nissa, karena vano belum mengabarkan orang Rumah nya kalau ia sudah pulang.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam, mereka sampai di kediaman orang tua Nissa. Lalu Nissa dan keluarga nya pun keluar dari mobil.
“Ayo nak vano mampir dulu.”Ucap Papa Nissa.
“lain kali aja om saya mampir, saya langsung pulang aja, karena saya sudah rindu dengan mami dan papi saya om.”Ucap Vano.
“Iya udah jangan lupa sampai Salam om sekeluarga untuk orang tuamu ano.”Ucap papa Nissa.
“Iya om, nanti vano sampaikan salam om sekeluarga ke mami dan papi.”Ucap Vano.
“Pak hati- hati ya bawa mobilnya.”Ucap Papa Nissa.
“baik tuan.”Ucap Sopir papa Nissa.
“Om Tan niss put, saya pulang dulu, Assalamualaikum.”Ucap Vano.
__ADS_1
“Waalaikumsalam.”Jawab mereka.
Setelah vano pergi, mereka masuk ke Rumah dan lalu mengajak Nissa ke kamar untuk beristirahat.