
Kini Adinda sudah dalam perjalanan pulang ke rumah orang tuanya bersama suami dan putranya yang ada digendongan bunda. Karena tadi dokter telah memberikan Adinda dan putranya izin untuk pulang ke Rumah.
Sesampainya di Rumah, Adinda dan putranya Arfan langsung disambut dengan antusias oleh keluarga dan para pekerja yang ada di Rumah orang tuanya.
Adinda yang melihat itu merasa terharu dan sekaligus senang dengan penyambutan yang telah mereka berikan untuknya dan putranya.
Lalu telah itu bunda pun mengajak Adinda dan cucunya yang ada digendongannya untuk pergi masuk ke kamar.
Didalam kamar Arfan sudah ditidurkan bunda kedalam box bayinya dan disitu Arfan langsung di kerumunan oleh semua orang yang merasa bahwa ia sangat lucu dan imut, sampai dari mereka banyak yang ingin berebutan untuk bisa mengendongnya.
Tapi saat itu pula Arfan pun langsung menangis, dikarenakan dirinya merasa terganggu dengan kebisingan yang telah mereka buat dan membuat Adinda yang melihat itu langsung mengambil putranya dari dalam box, lalu menenangkan dengan membawanya ke tempat tidur untuk diberikan ASI.
Sementara yang lainnya langsung keluar dari kamar Adinda dan menyisakan Nadira yang menemani Adinda di kamar.
“Kak Nadira tau gak kakak ega ada dimana yah, kenapa tadi aku nggak lihatnya.”Tanya Adinda.
“kakak gak tau Din, karena saat kakak dan kakak iparmu datang kesini kakak tidak bertemunya.”Jawab Nadira.
“Coba kamu tanya ke Tante suci, siapa tahu Tante suci tau Ega ada dimana.”Lanjut Nadira.
“Iya Kakak, nanti aku tanya ke bunda.”Ucap Adinda.
Setelah selesai memberikan ASI pada putranya, Adinda pun menidurkan kembali putranya ke dalam boxnya.
Lalu telah itu Adinda pun meninggalkan putranya sebentar dikamar bersama Nadira untuk pergi ke dapur mengambil air minum.
Setelah selesai mengambil air minum, Adinda pun berlalu kembali ke kamarnya. Tapi tiba-tiba saat Adinda lewat ruang tamu, dia tidak sengaja melihat ustazah Mila yang duduk di sofa bersama Kakaknya.
“Kak Ega habis darimana, kenapa tadi aku nggak lihat kakak saat aku pulang.”Tanya Adinda
“Maaf Din, Kakak baru aja kembali dari Surabaya.”Jawab Ega.
“kakak ngapain ke Surabaya dan juga kenapa kakak harus duduk berdekatan itu dengan ustazah Mila, kah kakak dengan ustazah Mila itu bukan muhrim.”Tanya Adinda
“Apa salahnya Dia ini istri ku Din, kakak ke Surabaya juga untuk menjenguk neneknya Mila yang waktu itu lagi dilarikan ke Rumah sakit.”Jawab Ega.
“Maksud kak Ega apa, memangnya bagaimana ceritanya Ustazah Mila menjadi istrinya kakak, sedangkan aku nggak tau kalian kapan menikahnya.”Tanya Adinda.
“Maaf Din, cerita sangat panjang dan intinya kakak sudah menikahi Mila atas permintaan terakhir neneknya sebelum beliau menghembuskan nafas terakhir dan bunda sama Ayah pun tau semua itu.”Jawab Ega.
“Innalillahi wa innailaihi rajiun, aku turut berduka cita atas meninggal neneknya ustazah Mila.”Kata Adinda.
“iya mbak.”ucap Ustazah Mila.
__ADS_1
“Bagaimana kakak Ega bisa tau, kalau waktu itu neneknya Ustazah Mila dilarikan ke Rumah sakit.”Tanya Adinda yang penasaran dengan kakaknya bisa tau kalau neneknya Ustazah Mila dilarikan ke Rumah sakit.
“Eh... Kakak taunya dari para santri yang saat itu lewat Din.”Jawab Ega.
“Ayo kakak di pesantren itu ngapain, sampai Kakak menanyakan keberadaan ustazah Mila segala ke para santri.”Selidik Adinda.
“Kakak ke pesantren itu mau menagih jawaban atas lamaran kakak waktu itu, tapi saat itu pula kakak mendapatkan informasi kalau Mila pergi ke Surabaya karena nenek dilarikan ke Rumah sakit.”kata Ega.
“pantasan waktu itu Salwah memberi taukan ke aku, kalau waktu itu dia tidak sengaja melihat Kakak datang ke pesantren, ehh nyatanya waktu itu Kakak mau utarakan keinginan kakak melamarnya.”kata Adinda.
“Tapi tanpa yang terpenting sekarang kakak dan ustazah Mila sudah sah menjadi pasangan suami istri dan selamat ya kakak atas pernikahannya, Semoga pernikahan kakak dan ustazah Mila ini menjadi pernikahan abadi hingga maut memisahkan dan dikaruniai keturunan yang saleh dan salehah, Amin.”Ucap Adinda.
“Terima kasih Dinda.”Ucap ustadz dan Ega.
“Dinda jangan panggil ustazah lagi, Mila kah sudah jadi istri kakak, jadi kamu mulai sekarang harus terbiasa memanggilnya mbak.”Kata Ega.
“baik Kakak, mulai sekarang aku akan membiasakan memanggil mbak.”Kata Adinda.
“Oiya Din keponakanku ada dimana yah, kenapa kakak gak lihat dia.”Tanya Ega.
“Dia ada dikamar bersama dengan Kakak Nadira, kalau kak Ega mau bertemu dengannya silahkan aja kakak masuk.”Jawab Adinda.
“Tolong kamu bawa kakak iparmu ini untuk bertemu dengan anakmu, karena dari kemarin dia ingin melihatnya.”kata Ega.
*************
Didalam kamar Adinda sudah melihat kakak sepupunya mengendong anaknya yang lagi rewel.
“Dinda, kamu habis dari mana, kenapa lama sekali mengambil meminumnya, ini anakmu rewel dari tadi.”Tanya Nadira yang langsung memberikan Arfan ke gendongan Adinda untuk diberikan ASI.
“Maaf kak, tadi aku habis ngobrol dulu sama kak Ega.”Jawab Adinda.
“Apa Ega sudah pulang ya Din, emangnya selama beberapa hari ini dia pergi kemana.”Tanya Nadira
“Sudah kak, selama beberapa hari ini kak Ega ada di Surabaya.”Jawab Adinda.
“Ngapain dia ke Surabaya, sesampai orang Rumah ada yang tidak tau.”Selidik Nadira.
“kak Ega ke Surabaya pergi menjenguk nenek istrinya yang waktu itu sedang dilarikan ke Rumah Sakit kak.”kata Adinda
“Apa Ega sudah menikah, emangnya kapan Ega menikah Din dan apa Tante suci sama Om Raka tau kalau Ega sudah menikah.”Tanya Nadira.
“Kak Ega menikah seminggu yang lalu di Surabaya atas permintaan terakhir nenek dari Istrinya kakak Ega sebelum beliau meninggal dan bunda sama Ayah tau kok, karena sebelum menikah kak Ega sempat minta restu dan bunda sama Ayah pun merestuinya.”jawab Adinda.
__ADS_1
“Dan ini adalah Amilia Aulia saputri yang bisa dipanggil Mila, dia istrinya kakak Ega dan sekaligus Ustazahnya Salwah di pesantren.”Lanjut Adinda.
“Salam kenal Mila, saya Nadira Febrina Kakak sepupunya Adinda dan suamimu Ega, saya turut beduka atas meninggal nenekmu.”kata Nadira.
“iya mbak, salam kenal juga mbak.”Kata Ustazah Mila.
“Oiya Dinda siapa nama si imut nih.”Tanya Ustazah Mila.
“namanya Arfan Rashya Faizan mbak.”Jawab Adinda.
“Boleh gak mbak gendongnya.”Tanya Ustazah Mila
“Boleh kok mbak.”Jawab Adinda yang langsung memberikan putranya ke gendongan Ustazah Mila.
“Makasih Din.”kata Ustazah Mila.
“Sama-sama mbak, aku doain mudahan mbak dan kak Ega dapat diberikan kepercayaan Allah SWT untuk memiliki anak.”kata Adinda.
“Amin.”Ustazah Mila.
************
Malam hari sekitar pukul tengah dua belas malam. Ustad Abrisam terbangun dari tidurnya karena terganggu dengan tangisan Arfan. Sedangkan Adinda masih aja terlelap dalam mimpi indahnya dan membuat Ustad Abrisam yang melihat itu tak ingin membangunnya. Lalu Ustad Abrisam pun langsung berdiri untuk memperiksa anaknya yang ada didalam boxnya.
“Arfan sayang ada apa, kenapa nangis nak? Haus ya.”Celotehan Ustad Abrisam yang bertanya pada anaknya.
“sebentar ya sayang Abi bangunkan umi mu dulu.”kata Ustad Abrisam yang lalu membangunkan Adinda.
“Mai, bangun dulu Arfan haus mai.”Kata Ustad Abrisam yang membangunkan Adinda dengan pelan-pelan. Adinda membuka matanya perlahan, Adinda sudah melihat ustad Abrisam berdiri di hadapannya. Lalu Adinda bangun dan duduk di tempat tidur.
“Ini Mai Arfan nya.”Ustad Abrisam yang memberikan Arfan pada Adinda untuk diberikan ASI. Tapi saat Adinda sudah mau memberikan ASI, Arfan tidak mau meminumnya dan membuat Adinda yang melihat itu jadi bingung.
“hubby kenapa Arfan tidak mau meminumnya.”Tanya Adinda.
“masak sih Mai, coba kita lihat dulu popoknya Arfan, jangan-jangan Arfan pup.”kata Ustad Abrisam.
“Baik hubby.”Kata Adinda yang langsung membuka kain popok nya AArfan untuk mengecek apa benar Arfan pup atau gak.
“Iya Hubby, Arfan pup.”kata Adinda.
“iya uda mari kita bersihkan mai.”Kata Ustad Abrisam yang langsung membuang popok bekas pup Arfan ke dalam ember, Lalu telah itu ustad Abrisam membersihkan sisa kotoran di p****t anaknya dengan mengelapnya pakai tisu basah dan kemudian ia pun memakaikan kembali anaknya popok dengan popok yang baru.
Setelah selesai mengantikan anaknya popok dan memberikan ASI, Adinda kembali menidurkan anaknya kedalam box nya.
__ADS_1
Lalu telah itu Adinda dan Ustad Abrisam kembali lagi tidur, karena jam Sudan menunjukkan pukul satu malam.