
Masih dengan Adinda dan ketiga sahabatnya yang sedang memakan bakso yang baru aja diantar pemilik kedai bakso yang berada di pinggir jalan.
Saat Adinda lagi asik memakan bakso tiba-tiba dia teringat dengan rencananya yang waktu kemarin untuk mendekatkan kakak Ega dengan wanita yang sudah lama dia cintai.
Lalu Adinda pun menceritakan rencananya yang waktu kemarin kepada ketiga sahabatnya dan sekalian dia juga minta tolong bantuin untuk melakukan rencananya.
Sedangkan ketiga sahabat Adinda yang mendengar itu Awalnya sangat terkejut tapi kemudian mereka pun menyetujui untuk membantu Adinda untuk melaksanakan rencananya.
Adinda yang dengar sahabatnya menyetujui untuk membantunya itu pun sangat merasakan senang. lalu Adinda dengan ketiga sahabatnya pun langsung menyusun rencana yang akan mereka laksanakan nanti.
Setelah selesai menyusun rencana yang akan mereka rencanakan, Adinda dan ketiga sahabatnya pun bangun dari kursi untuk membayar bakso yang telah mereka makan.
Lalu telah membayar bakso, Adinda dan ketiga sahabatnya langsung pergi masuk ke mobil untuk pulang ke Rumah.
Sementara dilain tempat dengan Ustad Abrisam yang berada diluar negeri baru aja selesai melakukan pemeriksaan proyek pembangunan, dia pun langsung aja pergi masuk kedalam mobilnya menuju ke restoran untuk makan siang sebelum kembali ke Hotel tempat dia menginap.
Saat ditengah jalan mobil yang ditumpangi Ustad Abrisam dan dibawa oleh Asistennya Herry tiba-tiba tidak sengaja menabrak sebuah mobil yang ada depan.
Brak..... Brak...
“Astagfirullahalazim.”Ucap ustad Abrisam yang kaget.
“Kenapa nih Herry.”Tanya Ustad Abrisam.
“Maaf Pak Abri ini tadi saya tidak sengaja menabrak mobil yang ada didepan yang tiba tiba aja berhenti.”Ucap Asisten Herry yang menjelaskan.
“Kalau itu saya mencoba mengeceknya dulu pak Abri.”Ucap Asisten Herry yang lalu turun dari mobil untuk mencoba mengeceknya telah mendapatkan izin dari Ustad Abrisam.
“Iya Herry.”Ucap Ustad Abrisam sebelum Asisten Herry turun dari mobil.
Sesampainya di hadapan pemilik mobil Asisten Herry langsung meminta maaf dan juga menyelesaikannya tapi yang didapatkan Asisten Herry adalah kemarahan dari sang pemilik mobil yang ternyata seorang wanita.
Ustad Abrisam yang duduk di mobil melihat kejadian itu pun langsung aja keluar dari mobil.
“Herry ada apa nih.”Tanya Ustad Abrisam yang baru aja turun dari mobil. Sang Pemilik mobil yang mendengar suara Ustad Abrisam langsung mengangkat wajah melihat siapa orang yang bicara itu dan saat itu juga sang pemilik mobil pun langsung terpanah dengan ketampanan Ustad Abrisam.
“Gini pak Abri nona nih marah marah karna tak terima mobil nya lecet dan nona nih juga minta ganti rugi US$12.000.000 tapi saya menolaknya pak karena itu terlalu banyak pak dan ditambah lagi mobil nona nih mobilnya lecet juga salahnya yang tiba tiba berhenti secara mendadak.”Ucap Asisten Herry.
“Hei kamu sendiri yang salah malah orang kamu salahkan.”Ucap tak terima sang Pemilk mobil setelah tersadar dari terpesonanya ustad Abrisam.
“Udah Herry gak apa apa kita ganti aja.”Ucapan Ustad Abrisam.
“Tapi pak itu kah terlalu banyak sedangkan mobil nona nih lecet juga cuma sedikit.”Ucap Herry.
“Gak apa Herry dari pada kita ribut dan mencari masalah negara orang.”Ucap Ustad Abrisam
__ADS_1
“Baik Pak Abri.”Ucap Asisten Herry.
“Nona saya mewakili atas nama Asisten saya mohon maaf sekali lagi atas kesalahannya dan boleh minta nomor rekening nona agar Asisten saya bisa mentransfernya.”Ucap Ustad Abrisam.
“Baiklah tuan.”Ucap sang pemilik mobil yang kemudian memberikan nomor Rekening.
“Nona Kalau itu saya permisi dulu.”Ustad Abrisam.
“Tunggu Tuan.”Panggil sang pemilik mobil. Ustad Abrisam pun langsung berhenti jalan dan membalikkan badannya dengan diikuti oleh Asistennya.
“iya nona Ada apa.”Ucap Ustad Abrisam.
“Tuan boleh saya tahu nama anda.”Tanya Sang pemilik mobil. Asisten Herry yang dengar itu mengerutkan kening Sadang ustad Abrisam hanya tersenyum.
“Boleh nona nama saya Muhammad Abrisam Wijaya dan nih Asisten saya Herry Setiawan.”Ucap Ustad Abrisam yang perkenalan.
“Ehmm.. Salam kenal tuan Abrisam dan perkenalan nama saya Salsabila putri.”Ucap sang pemilik mobil yang mengulurkan tangannya tapi sayangnya ustad Abrisam malah membalasnya dengan menangkupkan kedua tangannya.
“Kenapa Tuan apa tangan saya ada kuman nya.”Tanya Sang pemilik mobil yang nampak bingung.
“Gak nona salsa tapi karna nona salsa bukan mahram saya jadi kita dilarang bersentuhan.”Kata Ustad Abrisam.
“Baiklah tuan Abrisam.”Saut sang pemilik mobil yang menarik nafas dalam.
“Saya dan Asisten saya permisi dulu ya nona salsa.”kata ustad Abrisam yang undur diri.
***************
Malam harinya Adinda yang baru aja menyelesaikan kewajiban sebagai seorang muslim tiba-tiba dia mendengar suara dering handphone nya. Lalu Adinda langsung aja melarikan handphone yang ada di atas meja untuk memperiksa siapa yang meneleponnya malam ini.
Setelah mengetahui siapa yang menelepon nya, Adinda pun mengangkat telepon dari sang suaminya dengan wajah bahagianya.
“Assalamualaikum, maaf hubby lama angkatnya karena tadi Mai baru aja selesai shalat isya.”Jawab Adinda.
“Waalaikumsalam, gak apa Mai, hubby juga baru aja sampai di hotel.”Ucap Ustad Abrisam
“Ehmm.. hubby kenapa baru sekarang nelpon, taukah Mai sudah rindu hubby.”Tanya Adinda
“Maaf Mai hubby sangat sibuk sampai gak bisa nelpon, hubby juga rindu Mai.”Jawab Ustad Abrisam.
“Ehhem.. gitu ya hubby, bagaimana dengan pekerjaan hubby disana apa berjalan lancar aja.”Jawab Adinda.
“Alhamdulillah pekerjaan hubby disini sangat lancar aja Mai.”Jawab Ustad Abrisam.
“Syukurlah pekerjaan hubby disana berjalan lancar lancar aja.”Ucap Adinda yang merasakan lega.
__ADS_1
“Mai hubby minta maaf yah.”Ucap Ustad Abrisam.
“Maaf untuk apa hubby.”Tanya Adinda.
“Hubby minta maaf karna hubby harus meninggalkan kamu selama dua bulan dan tidak bisa menemani saat menjalankan kehamilan mu.”Ucap Ustad Abrisam.
“Hubby gak usah merasa bersalah Karena hubby bekerja juga untuk berlangsung kita sama dan hubby pergi meninggalkan Mai juga Cuma dua bulan aja, jadikan saat kandungan Mai sudah masuk delapan bulan hubby kah sudah pulang.”Jawab Adinda.
“Iya mai.”Jawab Ustad Abrisam.
“hubby udah dulu ya telpon nya, nanti kita lanjutkan karna ini sudah waktu makan malam.”Ucap Adinda.
“Iya Mai kamu makan yang banyak yah agar anak kita sehat dan jangan lupa nanti minum susu hamilnya.”Ucap Ustad Abrisam.
“Ok hubby Mai selalu ingat dan hubby juga disana jangan lupa makan yah.”jawab Adinda
“Iya baik Mai sudah dulu hubby akhir yah.
“Assalamualaikum, I love my wife because of Allah.”Ucap Ustad Abrisam
“Waalaikumsalam, I love you too my husband because of Allah.”Jawab Adinda tersenyum.
Tun... tun..
Adinda yang merasakan senang langsung aja menaruh handphone diatasi Nakas.
Lalu telah itu dia langsung pergi keluar dari kamarnya untuk makan malam bersama dengan Anggota keluarga, termasuk dengan kakak sepupu kesayangannya Nadira yang baru aja datang tadi pagi bersama suaminya dan dua anaknya.
"Cie.. cie Dinda kamu kenapa itu senyam senyum Mulu dari tadi, apa jangan jangan kamu habis dapat telpon dari suami tercinta nih."Godaan Doni
"Apa sih kakak Doni mana ada."Ucap Adinda yang gelagapan sambil menunduk kepala menyembunyikan pipi yang merona.
"Yaelahhh jangan bohong Dinda kakak tau kamu habis .dapat telpon dari suamimu kah."Kata Doni
"Kakak Nadira nih suamimu."Teriak Adinda yang manggil Nadira.
"Mas udah jangan ganggu lagi Dinda Nya kasih dia"Ucap Nadira yang menegur suaminya sambil
"Baiklah honey."Ucap Doni menurutin kata istrinya.
"Huuuuu rasain tu dimarahin" Kata Dinda
"Dinda sudah jangan ribut lagi, mendingan kamu sekarang makan nak."teguran Ayah
"Baik Ayah."Kata Adinda yang langsung memakan makanannya.
__ADS_1
.