Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 112 - oleh-oleh khas Aceh


__ADS_3

Kini Nissa dan vano sudah kembali lagi berkumpul dengan lainnya di ruangan keluarga setelah tadi ia pergi naik ke kamarnya manaruh kopernya.


Disitu Nissa bertanya ke orang tuanya mengenai Salsa yang ada di rumah, karena sebelumnya ia turun kebawah berkumpul dengan lainnya, ia tidak sengaja berpapasan dengan mbak yang bekerja di rumah orang tuanya yang tadi baru keluar dari kamar yang ada di sebelah kamarnya membawa nampan kosong. Pas ditanya mengapa mbak keluar dari kamar itu membawa nampan kosong, mbak cuma menjawab bahwa ia tadi suruh mengantar makanan siang untuk Salsa yang tinggal di Rumah ini dua minggu lalu.


Mama Nissa yang mendapatkan pertanyaan dari putrinya mengenai mengapa Salsa bisa tinggal di rumah ini langsung saja menceritakan semuanya dari awal perihal kejadian apa yang dialami salsa sampai akhirnya salsa harus tinggal di rumah ini.


Setelah dengar semua cerita dari mamanya, Nissa sangat perianti dan sekaligus sedih dengan hal apa saja yang dialami saudara sepupunya dua minggu lalu tapi saat ini ia juga bersyukur bahwa sekarang keadaan saudara sepupunya itu sudah cukup membaik setelah dia pulang dari Rumah sakit dan tidak seperti kayak sebelumnya waktu di Rumah sakit yang sering banyak diam dan nangis serta tidak mau makan dan sering berteriak yang bikin seisi Rumah sakit jadi terganggu.


“Oiya Nissa oleh oleh buat kami mana ini.”Ucap Zahra yang tiba-tiba.


“Apa nya zah.”Tanya Nissa yang tadi kurang jelas dengar apa yang dikatakan Zahra, karena dari tadi ia fokus memikirkan saudara sepupunya.


“Itu nah Nissa oleh oleh buat kami dari Aceh mana.”Jawab Zahra dan dianggukkan kedua sahabatnya.


“Aha maaf aku lupa oleh-oleh khas Aceh yang aku bawa buat kalian dan keluarga kalian masih ada di dalam mobil.”Ucap Nissa.


“Sebertan aku ambilkan dulu, yuk kakak kita ambil untuk oleh oleh buat mereka.”Ucap Nissa.


“Yuk dek....”


“Nissa sayang tunggu dulu sebaiknya kamu ngambil oleh oleh nanti saja Setelah kita selesai makan siang, karena tadi sebelum jemput mu di bendara mama sudah memasak makanan kesukaan mu sayang.”Ucap mama Nissa.


“Baiklah mama.”Ucap Nissa.


“Iya udah mari kita ke meja makan sekarang.”Ucap mama Nissa yang lalu mengajak keluarga dan tamunya ke meja makan untuk makan siang.


Sesampainya di meja makan, mereka semua langsung aja mengambil piring yang lalu disisi dengan nasi putih hangat dan beberapa lauk yang merupakan masak khas dari Lampung berupa Pindang patin, Sambal tempoyak udang, Gulai Balak, Ayam sambal hijau dan Kerupuk Kemplang.


Setelah mengambil nasi dan lauk, mereka pun memulai menyantap makanan siang dengan diiringi obrolan tentang Honeymoon Nissa dan vano di pulau Weh.


Beberapa menit kemudian mereka semua sudah selesai dengan kegiatan makan siang mereka, Lalu mereka melenggang pergi meninggalkan meja makan untuk kembali lagi berkumpul di Ruang keluarga untuk melanjutkan obrolan tadi di meja makan yang belum selesai.

__ADS_1


Sementara Nissa dan vano sudah melenggang pergi keluar Rumah menuju mobil mereka untuk mengambil oleh oleh buat keluarga dan teman temannya.


Setelah mengambil oleh oleh dari mobil, Nissa dan vano langsung kembali lagi masuk kedalam rumah sambil membawa satu koper dan dua Kadus besar yang berisi semua oleh oleh dari Aceh untuk keluarga dan teman-temannya itu.


“Ini oleh oleh buat mama papa mami dan papi mudah suka yah.”Ucap Nissa memberikan orang tua dan mentua nya oleh oleh dari Aceh berupa kain songket, dompet tenunan Alang Alang Aceh, tas motif, baju batik Aceh dan kain Karawang Gayo.


“Makasih sayang oleh olehnya mami sangat menyukainya.”Ucap mami Alexa yang sangat menyukai tas motif dan kain songket pemberian anak menantu itu.


“Iya sayang mama juga suka sekali kok dengan oleh oleh mu nih.”Timpat mama Nissa yang juga menyukai sekali dompet pemberian Putri tunggalnya.


“Iya sama sama mah mih.”Ucap Nissa seraya peluk mama dan ibu mertuanya.


“Dinda sayang ini untuk mu dan ustad Abrisam, kalau buat Arfan nanti aku berikan yah, karena punya Arfan dan anak anak lainnya kayaknya ada di koper yang tadi aku bawa ke kamar.”Ucap Nissa sambil memberikan beberapa souvernir dan kuliner khas Aceh yang masing masing terdiri satu buah ke sahabatnya.


“Iya gak apa apa, tapi terima kasih yah oleh olehnya Niss.”Ucap Adinda dan diiyakan oleh Nissa.


“Oiya Dinda sekali juga aku titipkan oleh oleh buat Tante suci, om raka, kakak Ega, Ustazah Mila, kakak nandi, mertua dan saudara ipar mu tolong diberikan yah.”Ucap Nissa.


“Dan ini oleh oleh buat kamu Zahra dan kalau yang ini baru untuk tante Mutia, om Fahmi dan suamimu zah.”ucap Nissa.


“ini kue apa Nissa kenapa bentuknya kayak Bika ambon tapi warnanya coklat.”Tanya Zahra.


“ini kue Adee za, kue Adee ini terbuat dari bahan utama tepung terigu yang dicampur Gula Pasir, Telur, Santan Kelapa, Daun Pandan, Garam dan Jintan Manis atau bawang goreng yang lalu di panggang.”Jawab Nissa.


“Coba kamu cobain deh Zahra rasanya sangat enak gurih dan manis long, karena waktu pas aku membelinya sama kakak vano aku sudah mencobanya.”Ucap Nissa seraya menawarkan sekonta kue Adee di tangannya yang sudah dibuka. Zahra yang penasaran dengan rasanya pun mengambil sepotong Adee yang sudah dipotong dan memakannya.


“Bagaimana Zahra, apa rasanya enak atau nggak.”Tanya Nissa.


“Apa yang kamu katakan itu memang benar Niss Adee ini rasanya gurih dan manis.”Jawab Zahra dan dianggukkan yang lainnya yang tadi juga mencobanya.


Namun menit kemudian setelah memakan empat potong kue di tawarkan Nissa dan mendapatkan oleh oleh yang tadi diambil untuk anaknya, Adinda dan Zahra serta anak anak mereka dan Alexa pamit pulang dan meninggalkan para orangtua yang masih aksinya ngobrol. Sedangkan Nissa dan vano sudah naik kembali ke kamar mereka untuk beristirahat.

__ADS_1


****************


Di kediaman Pratama


Mobil Zahra baru saja memasuki halaman Kediaman orang tuanya Adinda, Adinda yang numpang di mobil Zahra pun keluar dari mobil dan diikuti oleh anaknya dan Alexa yang tinggal sementara di Rumah ini sebelum kembali lagi ke Bandung bersama suaminya.


Setelah keluar dari mobil, Adinda dan Alexa langsung mengeluarkan semua oleh-oleh pemberian Nissa dari mobil Zahra dan tidak lupa disitu mereka minta bantuan ke security dan sopir di Rumahnya untuk mengangkat oleh oleh tersebut ke dalam Rumah.


Setelah semua oleh oleh keluar dari mobil, Zahra pun langsung tancap gas meninggalkan kediaman Pratama. Adinda dan Alexa yang lihat mobil Zahra sudah pergi pun melenggang masuk ke Rumah dengan diikuti security dan sopir yang tadi diminta tolong bawa barang barang mereka.


Sesampainya di dalam mereka sudah disambut oleh Bunda dan ustazah Mila yang duduk di ruang keluarga. Lalu mereka pun pergi mencium tangan Bunda dan ustazah Mila.


“Bunda ini titipan oleh oleh khas Aceh dari Nissa dan kakak vano buat bunda dan lainnya.”Ucap Adinda.


“Wah enak nih mil.”Ucap Bunda yang baru melihat isi dari papar bag.


“iya bunda.”Ucap Ustazah Mila.


“Kalau untuk kakak Nandi dan keluarganya tolang diantarkan yah bunda.”Ucap Adinda


“tenang aja nak, nanti bunda suruh pak Agus untuk antarkan ke rumah kakak mu itu.”Ucap


“Iya udah bunda, kalau begitu Adinda dan Arfan ke kamar dulu.”ucap Adinda.


“Lexa juga pamit ke kamar dulu tante.”Ucap Alexa.


“pergilah nak, pasti kalah sudah capek seharian jalan.”Ucap Bunda.


Setelah itu mereka berlalu pergi naik ke kamar mereka dengan membawa sisa oleh-oleh yang belum dibagikan.


Setelah sampai di kamar Adinda langsung masuk kamar mandi untuk mengambil wudhu, tak jelang lama Adinda keluar dari kamar dan lalu mulai sholat Dzuhur yang tadi belum sempat dikerjakan. Selesainya Sholat, Adinda beristirahat sebentar dengan menyusun anaknya yang dari ia masuk kamar mandi sudah tertidur.

__ADS_1


__ADS_2