
Pagi yang cerah di kampus Adinda dan sahabatnya berkumpul di kantin untuk sarapan pagi karena Adinda dan keluarganya bangun kesiangan jadi tidak sempat untuk masak, jadi aku mengajak sahabatnya untuk menemani Adinda makan pagi di kantin.
Dalam waktu 15 menit kami selesai dari makan pagi karena bel sudah berbunyi, Adinda dan sahabatnya pun berlalu meninggalkan kantin menuju kelas ditengah jalan kami mendengar banyak mahasiswi yang berbicara tentang adanya mahasiswa baru dari fakultas kedokteran sampai kami masuk kelas pun semua orang masih saja membahas tentang mahasiswa baru itu, ada yang bilang anak baru itu laki laki atau perempuan, ada juga yang bilang anak baru itu pindah dari universitas Harvard atau pun universitas Oxford, sampai dosen pun masuk kedalam kelas mereka langsung diam.
“selamat pagi.”Ucap Pak Arya.
“selamat pagi pak Arya.”Ucap Semua Mahasiswa.
“Perhatian dulu saya mau menyampaikan hari ini kalian kedatangan teman baru dari universitas Harvard.”Ucap Pak Arya.
“Silahkan masuk dan perkenalan namamu.”Panggil Pak Arya. Orang yang di panggil Pak Arya pun masuk dan disitu muncullah Haris yang membuat orang yang kenal dengan nya menjadi terkejut.
“Haris kenapa ada disini.” batin Adinda
“Kenapa haris harus pindah kesini, kasihan Dinda pasti dia sedih.” batin Alexa.
“baik pak."Ucap Haris.
“Perkenalkan nama saya Haris Fadillah Smith panggil saja saya Haris, saya pindah dari universitas Harvard.”ucapnya sambil senyum tipis
“Hai haris, selamat datang di kampus kami.”Sapa Mahasiswi.
“boleh aku tanya.”Tanya salah satu Mahasiswi.
“Silahkan mau nanya apa.”Ucap Haris.
“Haris kamu sudah punya pacar.”Ucap Mahasiswi itu.
“hmm... hmm... Sebenarnya saya punya cewek yang sangat saya cintai tapi sayangnya dia pergi meninggalkan saya Karna kesalahpahaman.”Ucap Haris.
“sayangnya Haris sudah punya orang yang dia suka.”Ucap Salah satu Mahasiswi.
“Iya seandainya dia belum punya cewek yang dia sukai mungkin aja aku bisa jadi pacarnya.”Ucap Salah satu Mahasiswi.
“hei kalian jangan harap Haris mau jadi pacar kalian, coba kalian ngaca dulu wajah kalian itu kaya pantat panci gosong.”Ucap Salah satu Mahasiswa yang lain.
“hei beraninya kau kata katai muka kami kaya pantat panci gosong.”Ucap Mahasiswi itu.
“Memang mukamu kaya pantat panci gosong.”Ucap Mahasiswa itu.
“Beraninya kau, ayo kita berantem.”Ucap Mahasiswi itu.
“Siapa takut”Ucap Mahasiswa itu.
Saat mahasiswi itu dengan mahasiswi yang mengolok itu mau berantem, mereka ditegur oleh pak Arya.
“hmm hei kalian tidak bisa diam nggak, disini masih ada bapak.”Ucap Pak Arya.
“maaf pak.”Ucap Mahasiswa dan Mahasiswi itu.
“iya sudah bapak maafkan dan untukmu Haris bapak simpati kamu banyak-banyak sabar, bapak doakan kamu mudahan cepat bertemu dengannya.”Ucap Pak Arya.
__ADS_1
“Makasih pak doanya.”Ucap Haris.
“Iya udah Haris silahkan duduk di belakang Nissa, Nissa angkat tanganmu.”Ucap Pak Arya.
“iya pak🤚🤚."Ucapan Nissa yang menunjukkan tangan nya.
“makasih pak.”Ucap Haris.
“Hmm.. sama sama Haris.”Ucap Pak Arya.
Haris pun langsung duduk di bangkunya yang sudah ditunjukkan oleh pak Arya tadi, sesampainya ketempat duduk dia menyapa sahabatnya dan Adinda.
“hei boleh kenalan nggak.” ucapnya
“hmm.. boleh, kenalkan namaku Annisa Alifah Purnama dipanggil Nissa.” Ucap Nissa senyum ramah.
“Haris.” ucap Haris
“hmm kalau aku bernama Zahra Rahma Sanjaya di panggil Zahra.”Ucap Zahra.
“Kalau kamu berdua siapa namamu.”ucapnya menunjuk Alexa dan Dinda.
“Hei Alexa Dinda kalian ditanya itu.”Ucap Nissa yang memanggil Sahabat nya
“Iya ada apa.”Ucap mereka berdua.
“itu Si Haris menanyakan nama kalian.”Ucap Nissa.
“hmm Iyah namaku Alexa Nafisah Abraham, kamu panggil aja aku Alexa.” Ucap Alexa yang ketus dan pura pura tidak kenal.
“Nama kalian semua bagus dan cantik seperti orangnya.”ucapnya senyum kearah Adinda.
“Makasih Haris pujiannya.”Ucap Nissa.
“hmm alah basi.”Ucap Alexa yang memutar bola mata malas.
“Alexa kamu ada masalah apa sama Haris, kenapa sikap kamu Haris kaya tidak suka.”ucap Zahra.
“Tidak ada apa apa.”Ucap Alexa.
“Iya udah kalau kamu tidak ada masalah apa apa sama Haris, kamu jangan kaya itu jawabnya.”Ucap Zahra.
“Iyah.” ucap Alexa senyum kecut.
Pembelajaran pun langsung dimulai semua mahasiswa mahasiswi tanpa memperhatikan pelajaran yang dijelaskan pak Arya, namun tidak bagi Haris yang selalu Fokus memperhatikan Adinda, tapi saat pak Arya membahas praktek yang mereka lakukan besok, pak Arya menyuruh Haris masuk Kelompok Adinda, hati Adinda sangat sakit dan sedih saat harus satu kelompok dengan mantan pacarnya dulu, tapi Adinda tidak bisa apa-apa untuk protes kepada pak Arya.
********
Kediaman keluarga Pratama
“Assalamualaikum bunda.” Ucap Adinda sambil mencium tangan bunda
__ADS_1
“Waalaikumsalam.” ucap bunda
“tumben kamu pulang cepat.” ucap bunda
“iya bunda, Karna hari ini cuma ada satu mata kuliah saja bun.” ucap Adinda
“Hmm gitu nak.” ucap bunda
“Bunda juga cepat pulangnya dari rumah sakit, dan ditambah muka bunda pucat lagi.” ucap Adinda
“hmm Bun hari ini pulang cepat karena bunda kurang enak badan nak.”Ucap Bunda
“Astagfirullah bunda sakit apa, kenapa bunda tidak istirahat saja dikamar, kenapa bunda harus ke dapur.”Ucap Adinda yang khawatir
“Tadi Bunda ke dapur cuma untuk ambil air minum nak.”Ucap Bunda.
“Iya sudah bunda nih di bantu bunda kekamar.” Ucapan Adinda
“Tidak usah nak bunda bisa sendiri, kamu juga baru pulang dari kampus pasti kamu capek.” ucap bunda
“nggak bunda Dinda tidak capek, Dinda sangat khawatir sama bunda di lihat bunda wajah yang sudah pucat sekali.”Ucap Adinda yang khawatir
“baik nak.”Ucap Bunda.
Adinda pun membantu bunda kekamar untuk istirahat, sesampainya dikamar, Adinda pun membantu bunda untuk berbaring di kasur dan aku juga menyelimuti Bunda.
“Bunda istirahat ya, kalau bunda butuh sesuatu bunda panggil aja Dinda.”Ucap Adinda
“Baik nak.”Ucap Bunda.
“iya udah bunda Dinda pamit dulu kekamar ya.” ucap Adinda
“iya nak.”Ucapan Bunda.
Adinda pun berlalu meninggalkan kamar bunda menuju kekamar sesampainya dikamar Adinda langsung masuk kekamar mandi, kemudian aku keluar dari kamar mandi langsung menuju lemari pakaian untuk mengganti pakaian, selesai mengganti pakaian Adinda pun berlalu keluar kamar menuju dapur untuk membuat bubur untuk bunda.
Dalam waktu 15 menit bubur untuk bunda sudah jadi, aku pun mengantar bubur untuk bunda.
Tok..tok...tok..
“Bunda Dinda boleh masuk.”Ucap Adinda
“iya nak masuk aja.”Ucap Bunda
“Bunda ini Dinda buatkan bubur, pasti bunda belum makan.”Ucap Adinda yang membawa nampan yang berisi bubur.
“Nggak usah nak bunda belum lapar.”Ucap bunda
“Bunda harus makan kalau bunda tidak makan nanti bunda tambah sakit terus buat kita sedih.”Ucap Adinda
“Iya nak nih bunda makan."Ucap Bunda
__ADS_1
“Iya udah sini aku suapin Bunda makan.”Ucap Adinda
Adinda pun menyuapi Bubur ke bunda sampai bubur habis dan disusul dengan memberikan obat ke bunda, selesai Adinda memberi obat ke bunda, Adinda pun berlalu meninggalkan kamar bunda menuju ke dapur untuk mencuci piring bekas bunda makan.