
Masih dengan Adinda yang menangis terisak-isak begitu dalam menyaksikan kakak nya yang mengorbankan dirinya demi menyelamatkannya.
Lalu Adinda pun mencoba berdiri mendekati Kakaknya yang tidak sadar diri dengan berlumuran darah tapi tiba tiba Adinda merasakan sakit pada kakinya.
“Kyaa......”jeritan Adinda yang merasakan sakit pada kakinya saat didorong tadi karna kakinya mengalami terkilir. Tapi Adinda terus memaksa berdiri dan berjalan mendekati Kakaknya dengan berjalan sedikit terletih.
“kakak Nadira.... kenapa Kakak harus mengobarkan diri Kakak demi menyelamatkan ku.”Isak kan Adinda begitu dalam yang memangku tubuh Nadira yang berlumuran darah.
“Mama... bangun yang tinggal kami.”Tangisan kedua anaknya kakak Nadira. Adinda yang melihat itu ikut merasakan sedih yang aman mendalam.
“Aku mohon tolong bertahan dulu kakak aku akan bawa kakak ke Rumah Sakit.”Ucap Adinda yang lalu meminta tolong sama warga yang ada sekitarnya untuk bawa Kakaknya ke Rumah Sakit dan kemudian Adinda pun menghubungi Kakaknya memberikan taukah kalau kakak Nadira mengalami kecelakaan saat mau pulang ke Rumah dan sekarang sudah mau dibawa ke Rumah sakit.
Sementara dengan Ega yang sedang sibuk memperiksa bekas di dalam kamarnya tiba-tiba aja handphone bebunyian. Lalu kakak Ega pun meraih handphone dan mengangkat nya.
“Assalamualaikum.”salam kakak Ega.
“Waalaikumsalam, kakak Ega..”Jawab Adinda yang terisak-isak.
“Dinda kamu nangis, apa terjadi sesuatu denganmu.”Tanya Ega khawatir mendengar adiknya menangis.
“Kak Nadira kakak hiks...hiks...”kata Adinda yang gak mampu lanjut bicara dengan tangisan nya.
“Ada apa dengan kakak Nadira Dinda.”Tanya Kakak Ega yang khawatir
“kakak Nadira mengalami kecelakaan kak.”Ucap Adinda
“Apa kakak Nadira mengalami kecelakaan, sekarang kamu ada dimana Dinda.”Tanya Kakak Ega yang awalnya terkejut.
“Aku sekarang dalam perjalanan bawa kakak Nadira ke Rumah sakit keluarga kita kakak.”Ucap Adinda.
“Ya udah sekarang kakak ke sana Din, Assalamualaikum.”Ucap kakak Ega yang setelah itu kakak Ega langsung mengambil kunci mobil dan lalu berlari keluar dari kamarnya menuju keluar Rumah mengambil mobilnya.
“Iya aku tunggu kakak, Waalaikumsalam.”Jawab Adinda sebelum telepon diakhir.
Sesampainya di luar Rumah Kakak Ega langsung pergi masuk ke mobil tapi belum sempat Ega masuk kedalam mobil tiba-tiba Marvin memanggilnya saat baru masuk ke halaman Rumah dia tidak sengaja melihat Ega yang nampak terburu pergi masuk ke mobil.
“kamu mau pergi kemana ega kenapa nampak terburu sekali.”Tanya Marvin.
“Kak Doni.. untungnya kakak sudah datang yuk ikut aku ke Rumah Sakit kakak.”Ucap Kakak Ega dan tidak menjawab pertanyaan Marvin.
__ADS_1
“Emangnya Kita ke Rumah Sakit ngapain dan siapa juga yang sakit.”Tanya Doni.
“Kita ke Rumah karena kakak Nadira tadi mengalami kecelakaan saat mau pulang dari taman sama adinda dan anak anak.”Ucap Ega.
“Apa Nadira mengalami kecelakaan, sekarang bagaimana keadaannya Ega.”Ucap Doni
“Aku gak tau karena adinda tadi baru aja bawa ke Rumah Sakit keluarga kakak.”Ucap Ega.
“Iya udah yuk sekarang ke Rumah sakit.”Ucap marvin. Mereka pun langsung aja pergi masuk mobil mereka.
**************
Sesampainya di rumah sakit kakak Ega, Marvin dan kakak Doni langsung pergi ke ruangan ICU, didepan ruangan tersebut sudah nampak Adinda dan kedua anaknya Nadira yang menangis. dan Bunda yang mengenakan anak dan cucunya.
“Dinda bagaimana keadaan Nadira.”Tanya Doni khawatir yang baru datang diikuti oleh Kakak Ega dan Marvin.
“Papa....”Teriak kedua anaknya yang lalu berlari ke papanya dan memeluknya sambil menangis. Doni yang melihat kedua anaknya nangis ikut merasakan sedih. lalu Doni pun menenangkan kedua anaknya yang ada dipeluknya dan mengajak mereka untuk mendoakan mamanya.
“Kakak Nadira masih diperiksa sama dokter kak dan dokternya dari tadi belum keluar.”Ucap Adinda dengan isakkan begitu dalam sambil menyaksikan kedua keponakannya nangis dalam pelukan papa mereka.
“Dinda ceritakan bagaimana kakak Nadira bisa seperti ini.”Tanya kakak Ega.
“Tapi kamu tidak apa Dinda.”Tanya Kakak Ega khawatir dengan adiknya dan calon keponakannya yang masih dikandungan adiknya saat tadi mendengar cerita adiknya.
“Alhamdulillah aku gak apa apa Kakak, cuma kaki ku aja yang mengalami terkilir.”Ucap Adinda sambil menunjuk kaki yang mengalami terkilir.
“Tadi pas kecelakaan kamu sempat lihat gak perilakunya dinda.”Tanya Marvin.
“Gak Kakak karna mobil itu langsung aja pergi.”Ucap Adinda.
“Kalau musuh kamu punyakah Dinda.”Tanya Marvin coba memastikan.
“Gak ada Kak, Kakak taukah sendiri selama ini aku tidak pernah menyakiti orang apa lagi bermusuhan sama orang.”Ucap Adinda tapi adinda tidak menceritakan masalah teror dan mobil yang mengikutinya terus.
“Iya kak tau din tapi Siapa tau aja ada orang yang tidak suka dan iri dengan mu dinda.”Ucap Marvin.
“aku juga gak tau kakak.”Ucap Adinda bingung sambil mangkat kedua bahu tanda tidak tahu.
“Udah marvin, mendingan nanti kita minta tolong sama Riko dan vino aja untuk menyelidiki masalah kasus ketabraknya kakak Nadira.”Ucap kakak Ega.
__ADS_1
Tak lama Bunda dan Ayah datang dengan buru saat mendengar keponakannya Nadira mengalami kecelakaan dari perawat yang ada di Ruangannya.
“Bagaimana keadaan Nadira.”Tanya Bunda yang baru datang.
“Bunda...., kakak Nadira masih ditangani dokter.”Ucap Adinda yang lalu berjalan kearah bunda dengan pelan dan memeluk Bunda.
“memangnya apa yang terjadi dengan Nadira.”Tanya Ayah.
“Sebenarnya mobil tadi itu mau menabrak Dinda yah dan untungnya kakak Nadira melihat itu langsung mendorong Dinda kepingin tapi sayang kakak Nadira tidak sempat menghindar.”Ucap Kakak Ega yang menceritakan kembali apa yang diceritakan Adinda tadi.
“Kamu nggak apa-apa nak.”Tanya Bunda khawatir ke putrinya.
“aku gak apa bunda cuma kaki ku aja yang mengalami terkilir tapi bagaimana dengan kakak Nadira bunda karena gara gara menyelamatkan ku kakak Nadira harus mengalami ini bunda.”Ucap Adinda yang terisak memikirkan keadaan Nadira.
“Udah nak kamu jangan merasa bersalah lagi ini kah sudah terjadi dan lebih baik sekarang kita doakan hal baik agar tidak terjadi suatu dengan Nadira.”Ucap Bunda menangkan putrinya yang bersedih.
Tak lama pintu Rungan ICU terbuka dan muncullah dokter yang menangani Nadira.
“Dok gimana keadaan Nadira.”Tanya Ayah dan bunda.
“Iya dok bagaimana keadaan istri/ kakak saya.”Tanya Doni Marvin Ega dan Adinda.
“Keadaan pasien sekarang masih kritis tuan nyonya karena tadi pasien sempat kehilangan darah dan kepala terbentur, kita hanya bisa berdoa aja mudahan pasien bisa melewati kritis.”Ucap Dokter
“kalau itu saya permisi dulu tuan nyonya.”Ucap Dokter yang lalu pergi.
“Baik dok.”Ucap mereka.
“Dinda sekarang kamu pulang yah sama kakak mu.”Suruh Bunda.
“Tapi Bunda aku ingin nunggu kakak Nadira melewati masa kritis.”Ucap Adinda
“masalah itu biarkan bunda ayah dan kakak mu yang nunggu disini dan sebaliknya kamu dan kedua keponakan mu pulang aja nak karena nih sudah malam nak dan tidak baik juga orang hamil lama di Rumah sakit.”Ucap Bunda.
“Baik bunda.”Ucap Adinda.
“Ega... Antar adikmu dan kedua anaknya Nadira pulang.”Panggil Bunda yang menyuruh mengantar adinda pulang.
“iya Bunda.”Ucap Ega yang lalu berjalan pergi keluar dari dari Rumah sakit dan diikuti oleh Adinda dan kedua anaknya Nadira.
__ADS_1