Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 32 - Kepasar


__ADS_3

Ketika Aldo ingin membuka suara, mereka didatangi oleh dua gadis yang menyamperi mereka dan bertanya boleh duduk disini, saat Ustad Abrisam ingin menjawab, dijawab duluan oleh Aldo, Aldo mempersilahkan mereka berdua untuk duduk. Orang yang datang menyamperi mereka adalah Bella dan teman nya yang bernama jesi.


Mereka berdua pun memesan makanan, dan kemudian Bella memperkenalkan temannya dan ia juga bertanya kepada Aldo tentang apa yang di dengarkan tadi mengenai siapa yang melamar siapa.


“tuan Aldo tadi aku dengar kamu dan tuan Abri tadi ngomong tentang lamaran, memang siapa yang melamar itu.”Ucap Bella yang bertanya.


“oh iya nona bella kamu belum tahu ya.”Ucap Aldo yang memberitahukan.


“tahu apa tuan Aldo.”Ucap Bella yang tidak tahu apa apa.


“Kemarin Abri sudah melamar Adinda Adiknya Ega.”ucap Aldo yang tertawa.


“Apa.....”teriak Bella yang kaget dan sekaligus marah, emosi dan sedih, karena bukan dirinya yang di lamar oleh Abri, malah yang dilamar itu cewek sok alim itu.


“Astagfirullah Lazim.”ucap istighfar Ustad Abrisam yang kaget dengan teriakan Bella.


“nona Bella kamu kenapa kaya orang nggak suka itu, apa kamu ada Masalah kau Abri lamaran Adiknya Ega dan nona juga tidak usah teriakan kami kaget loh.”Ucap Aldo


“Maaf tuan Aldo dan tuan Abri bikin anda kaget, Tadi itu aku cuma kejut aja, aku juga nggak ada masalah apa kok, malah aku turut bahagia, karena sebentar lagi tuan Abri sudah mau nikah.”Ucap Bella yang tersenyum pahit


“kalau gak ada masalah lagi, mendingan kita makan dulu aja.”Ucap Ustad Abrisam memberhentikan debat antar Aldo dan Bella.


“Iya tuan Abri.”Ucap Bella.


Mereka pun makan dengan lahap tanpa ada nya suara dan setelah makan mereka pun kembali lagi ke perusahaan atau kantor mereka masing-masing.


********


Kediaman keluarga Pratama di pagi hari. Bibi akan pergi ke pasar untuk membeli beberapa bahan dapur yang sudah hampir habis. Tiba-tiba Adinda memanggil bibi.


“Bibi tunggu dulu.”panggil Adinda


“Iya non Dinda ada apa yah.”jawab Bibi.


“Bibi mau pergi kemana ya pagi hari ini.”tanya Adinda


“Bibi mau ke pasar non untuk membeli beberapa bahan dapur yang sudah hampir habis non.” Ucap bibi


“Bibi boleh saya ikut ke pasar.”tanya Adinda

__ADS_1


“Gak usah non, biar bibi saja yang ke pasar, nanti saya merepotkan non, ditambah lagi besok non akan ujian.”Ucap bibi.


‘’bibi nggak merepotkan aku kok, kalau masalah ujian bibi gak usah di masalahnya, kan kita pergi juga cuma sebentar bibi dan aku juga ingin merasakan suasana pergi ke pasar bibi.”Ucap Adinda


“baiklah non, tapi non Dinda udah izin sama nyonya.”Ucap Bibi.


“tadi Dinda udah izin sama bunda bibi, bunda juga gak masalah kalau Dinda pergi ke pasar, supaya Dinda bisa belajar belanja ke pasar bibi, karena selama ini Dinda belanja nya di supermarket bibi bukan di pasar.”Ucap Adinda


“Iya gitu ya non, yuk kita berangkat ke pasar non.”Ucap Bibi


“Baik bibi.”Ucap Adinda


Adinda dan bibi langsung berangkat pergi ke pasar menggunakan motor metrik.


Dalam perjalanan sekitar 30 menit kami sampai di pasar, kami pun turun dari motor dan berjalan masuk kedalam pasar.


Adinda yang melihat pemandangan di pasar itu yang sangat di penuhi dengan banyak perdagangan yang berjualan beberapa macam bahan pokok yang akan di jual nya dan juga pembelian yang belanja.


Adinda dan bibi pun langsung pergi menghampiri ke penjual daging sapi dan membeli daging sapi yang segar. Setelah itu kami pergi ke penjualan sayur dan membeli beberapa sayur-sayuran yang masih segar.


Kemudian kami pergi lagi membeli bahan pokok lain, dan setelah itu kami pun pergi pulang karena semua yang bahan yang dibutuhkan sudah di dapatkan.


Di dapur Adinda juga membantu bibi untuk merapikan belanja ke dalam kulkas dan sekali adinda juga membantu bibi untuk memasak sarapan pagi untuk semua orang.


Dalam waktu beberapa menit Adinda selesai dengan masakan nya dan ia pun menyusun semua masakan yang ia buat ke atas meja.


Setelah semua makanan sudah tersusun rapi di atas meja. Ayah, bunda, dan kedua kakaknya turun ke bawah dan saat mereka semua sudah duduk, mereka pun bertanya siapa yang membuat masakan ini.


“Wah masakan nya harum sekali, bibi siapa yang membuat masakan ini ya.”Tanya Kakak Ega


“Tuan muda Ega yang membuat masakan ini non Dinda tuan.”Ucap Bibi


“Dinda dari kapan kamu bisa masak dek, kenapa masakan kamu sangat enak sekali.”Tanya Kakak Ega


“Dari kapan yah aku bisa memasak.”Ucap Adinda yang pura pura berpikiran.


“dinda serius ini kakak tanya dek, kamu dari kapan bisa masak.”Ucap kakak Ega.


“Iyaa kakak, aku sebenarnya bisa masak itu saat aku bersekolah di Bandung.”Ucap Adinda

__ADS_1


“kamu kenapa tidak bilang ke kami, kalau kamu itu bisa masak makanan seenak ini dek.”Ucap Kakak Nandi


“kakak aja gak pernah bertanya kepada ku.”Ucap Adinda.


“Iyaa juga ya dek.”Ucap Kakak Nandi senyum sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


“Ega, Dinda udah jangan berdebat lagi, mendingan kalian makan dulu, karena ayah sudah sangat lapar ini.”teran ayah


“baik ayah.”Ucap kami semua.


Mereka mulai sarapan pagi dengan masakan yang di masak oleh Adinda dan memakan masakan Adinda itu dengan lahap, sekali kali mereka juga bercanda.


*********


Di tempat lain di sebuah rumah ada seorang laki-laki yang membanting semua barang yang ada di dalam kamar nya. Saat ia mengetahui tentang pujaan hati yang sudah dilamar seorang. Orang itu adalah Haris yang sangat marah dengan apa yang ia dengar kemarin di kantin, bahwa cinta pertama yang sudah dilamar seseorang, ditambah lagi ia akan menikah 1 bulan lagi.


Sampai mama nya terus aja mengetuk pintu kamar anaknya, karena ia sangat khawatir dengan anak nya yang sampai sekarang belum keluar dari kamar nya dari dia pulang kampus kemarin.


Sampai mama nya terus aja mengetuk pintu kamar nya haris, karena ia sangat khawatir dengan anak nya yang sampai sekarang belum keluar dari kamar nya dari dia pulang kampus kemarin.


Tok.. tok.....


“Haris buka pintu nya sayang, mama gak mau terjadi apa apa sama kamu sayang, tolong sayang buka pintu ya, sayang kamu adalah anak laki laki mama satu nya sayang, mama mohon sayang buka pintu nya, kalau kamu tidak mau membuka pintu untuk mama, kamu akan melihat mama mu ini juga sakit karena ia tidak mau makan.”terus mama sambil mengetok pintu kamar anak nya.


Saat Haris mendengar namanya yang tidak mau karena dirinya, ia membuka pintu untuk mama nya, karena dirinya tidak mau mamanya sampai sakit.


Cklek....cklek..( Suara pintu di buka )


“sayang kamu sudah keluar, mama sangat khawatir sama kamu sayang.”Ucap mama memeluk anaknya.


“mama kenapa tidak mau makan, nanti mama sakit Lo.”Ucap Haris yang mengulangi kata mama nya.


“Biar aja mama sakit kalau kamu aja gak mau perhatian diri mu sayang, dan mama ingin bertanya kue kamu sayang, kenapa kamu dari kemarin tidak keluar dari kamar sayang, semenjak kamu pulang kuliah sambil marah sayang, kalau kamu ada masalah sayang, cobalah kamu ceritakan ini ke mama sayang, tau aja mama bisa bantu kamu sayang.”Ucap Mama


“gak ada apa mama. Aku hanya ada masalah sedikit di kampus mama.”Ucap Haris membohongi mama nya.


“Mama maafkan Haris yang tidak mau kasih tahu mama, kalau aku akan membatasi pernikahan Dinda lelaki itu.”Batin haris


“iya Udah yuk kita makan dulu ya sayang, nanti kamu sakit loh.”Ucap Mama

__ADS_1


“baiklah mama.”Ucap Haris


__ADS_2