Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 65 - Cek kandungan


__ADS_3

Kini Alexa dan Nissa sudah sampai di hadapan Zahra dan cowok itu.


Lalu mereka berdua tidak lupa menyapa Zahra sebelum mereka menanyakan siapakah cowok yang ada disebelah nya itu.


"Hei Zahra kamu ngapain ada disini kenapa kamu nggak berkumpul dengan kami dan omong omong cowok disebelah mu itu siapa mu ya."Tanya Alexa.


Zahra yang mendengar itu merasakan bingung ingin jawab apa, setelah lama berpikir lalu Zahra pun terpaksa berbohong pada sahabat nya bahwa cowok disebelah ini hanya temannya.


"oh anu cowok disebelah ku itu hanya temanku."Ucap Zahra gelagapan


Alexa yang mendengar jawaban Zahra itu hanya mengangguk aja tanpa ada curiga sedikit pun dengan jawaban Zahra, sedangkan Nissa sendiri merasakan curiga dengan jawaban yang berikan Zahra karena pas Alexa tanya siapa cowok disebelah nya itu dia nampak melihat gelagat Zahra yang kaya sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka.


Sementara dengan Adinda yang tadi izin ke toilet tidak sengaja berpapasan dengan Bella saat dia mau mencuci tangan di wastafel.


“Hei kamu sudah lama kita nggak ketemu ya.”Ucap Bella.


“Iya mbak Bella, bagaimana kabar mbak.”Ucap Adinda.


“Kamu nggak usah sok tanya kabar ku.”Ucap Bella sinis. Adinda yang mendengar itu langsung mengucapkan istighfar seraya mengelus dada nya.


“omongan aku dengar Minggu lalu kamu di rawat Rumah Sakit ya.”Tanya Bella.


“Iya mbak. Alhamdulillah sekarang saya sudah berbaikan.”Ucap Adinda yang tersenyum ramah. Bella yang melihat ketenangan Adinda itu makin merasakan makin jengkel.


“Ahmmm... aku liat sekarang kamu sudah nampak gemuk kan ya.”Ucap Bella sinis.


“Iya mbak maklumi aja sekarang saya sedang berisi mbak.”Ucap Adinda tersenyum sambil mengelus perut nya.

__ADS_1


“Maksud mu sekarang kamu sedang hamil.”Tanya Bella yang coba memastikan apa yang ia lihat tadi.


“Iya Mbak sekarang saya memang sedang mengandung.”Ucap Adinda tersenyum ramah. Bella yang mendengar itu langsung raut wajahnya berubah sambil mengepalkan kedua tangannya.


“Kalau itu saya permisi dulu ya mbak. Assalamualaikum.”Ucap Adinda yang langsung berlalu pergi keluar dari toilet meninggalkan Bella dengan wajah yang merah penuh dengan emosi.


Tak lama Adinda sampai di hadapan kedua sahabatnya dan dia pun langsung menanyakan keberadaan Zahra yang sekarang ada dimana karena dia nggak lihat dia ada.


Lalu Alexa pun memberikan taukan kalau sekarang Zahra sudah pulang dengan cowok yang tadi dan sekalian dia juga menceritakan mengenai cowok yang bersamaan Zahra tadi. Sedangkan Nissa hanya diam saja tanpa ikut bicara.


Adinda yang mendengar itu hanya mengangguk aja.


Setelah itu Alexa dan Nissa pun langsung pergi berpamitan pulang pada kami semua dan sekalian memberikan selamat ke kedua pasangan pengantin baru.


Lalu telah itu mereka berdua pun langsung pergi meninggalkan Acara Resepsi pernikahan di pantai itu untuk menuju ke parkiran yang sudah ada taksi online yang sudah mereka pesan tadi.


seberapa menit kemudian setelah Alexa dan Nissa berpamitan pulang Adinda salwa dan Ustad Abrisam pun juga berpamitan pulang kepada semua keluarganya dan kedua pasangan pengantin baru itu.


************


Keesokan paginya Adinda dan Ustad Abrisam sudah bersiap siap pergi ke Rumah Sakit untuk melakukan pemeriksaan kandungan Adinda ke Dokter kandungan.


Setelah itu mereka berdua pun langsung pergi masuk ke dalam mobil dan mobil pun dijalankan sama ustad Abrisam menuju ke Rumah Sakit citra kasih tempat dimana kakak Nandi bekerja.


Tak lama Adinda dan Ustad Abrisam pun sampai di Rumah Sakit citra kasih. Lalu mereka berdua turun dari mobil dan masuk ke dalam Rumah sakit menuju ke Ruangan dimana tempat dokter spesialis kandungan praktek.


Sesampainya disana ustad Abrisam pun menyuruh Adinda untuk menunggu di kursi tunggu dulu dan sementara ustad Abrisam sendiri langsung pergi untuk mendaftar nama istrinya.

__ADS_1


Setelah selesai mendaftar nama istrinya ustad Abrisam pun langsung kembali menghampiri istrinya yang ada di kursi tunggu dan lalu duduk bersama istrinya sambil menunggu nama istrinya dipanggil.


“Mai hubby tidak sabar untuk melihat kandungan mu sebesar ibu itu.”Ucap Ustad Abrisam menuju ibu ibu yang lagi hamil besar yang sama kaya mereka menunggu antrian nama di panggil.


“Sama hubby Mai juga tidak sabar melihat kandungan Mai besar.”Ucap Adinda sambil mengelus perut nya yang sedikit buncit. Ustad Abrisam yang melihat itu juga ikut mengelus perut istrinya yang sedikit buncit itu sambil membisikkan sesuatu.


Setelah beberapa lama menunggu nama Adinda pun dipanggil sama perawat, Lalu mereka berdua pun pergi masuk ke dalam ruangan dokter.


Sesampainya di dalam dokter mempersilahkan Adinda dan Ustad Abrisam untuk duduk kursi, lalu dokter pun memulai menanyakan beberapa keluhan yang pernah di alami saat selama Adinda hamil dan mencatatnya.


Setelah itu dokter pun persilahkan Adinda naik ke atas brankar yang dibantu sama Ustad Abrisam untuk berbaring di atas nya.


Lalu telah itu dokter pun memulai melakukan memperiksa pada kandungan Adinda dengan menempelkan Alat USG di perut Adinda yang sebelumnya sudah diolesi gel sama suster.


Dilayar monitor dokter pun menunjukkan perkembangan tumbuh kembang janin yang ada dikandung Adinda yang nampak sehat dan normal tanpa ada kurang apapun. Lalu dokter juga memperdengarkan suara detak jantung janin yang dikandungnya Adinda.


Ustad Abrisam dan Adinda yang melihat pertumbuhan kembang calon anaknya yang nampak sehat dilayar monitor itu merasakan bahagia dan bersyukur kepada Allah SWT. Ditambah lagi saat mereka mendengar detak jantung calon anak nya.


Ustad Abrisam dan Adinda yang melihat layar monitor dan sekalian mendengarkan penjelasan dari dari dokter tentang perkembangan tumbuh kembang calon anak mereka itu merasakan sedikit lega dan bersyukur kepada Allah SWT karena calon anak mereka itu dalam keadaan sehat tanpa ada kekurangan apapun. Ditambah lagi saat mereka mendengar detak jantung calon anak mereka.


Setelah itu Ustad Abrisam membantu Adinda turun dari brankar dan lalu membawa untuk duduk kembali di kursi yang berhadapan sama dokter.


Lalu dokter pun memulai memberikan taukah jadwal untuk melakukan cek kandungan lagi dan menuliskan beberapa resep obat untuk Adinda yang perlu ditembus di Apotik.


Kemudian Ustad Abrisam dan Adinda berpamitan ke dokter, lalu mereka pun pergi keluar dari Ruangan dokter menuju ke Apotik untuk mengambil obat yang sudah di resep kan sama dokter.


sesampainya di Apotik ustad Abrisam pun langsung mengambil obat yang sudah di resep kan dokter tadi.

__ADS_1


Sementara Adinda sendiri dia menunggu di kursi tunggu.


Beberapa menit kemudian Ustad Abrisam pun kembali, lalu mereka pun langsung pergi ke mobil mereka dan mobil pun dijalankan mobil sama ustad Abrisam meninggalkan Rumah Sakit.


__ADS_2