
Pagi yang cerah yang indah Adinda sudah bersiap siap untuk berangkat ke rumah sakit citra kasih untuk melakukan praktek penelitian penyakit saraf. Adinda pun turun ke bawah untuk berpamitan kepada ayah dan bunda.
“Pagi Ayah Bun dan Kak.” Ucap Adinda
“Pagi nak.” Ucap Ayah dan Bunda
“Pagi dek.” Ucap Kakak Adinda
“Ayah bunda, Dinda mau pamit dulu berangkat ke Rumah sakit.” Ucap Adinda
“hmm kok kamu cepat betul berangkatnya nak, kamu nggak sarapan dulu nak.” Ucap Bunda
“nggak usah bunda Dinda mau cepat sampai ke rumah sakit, takut di tunggu sama Nisa, Zahra dan Alexa.” Ucap Adinda
“iya setidaknya kamu makan dulu nak, nanti takut nya kamu tidak fokus mendengar penjelasan dari dokter senior.” Ucap Bunda
“Bunda tidak usah khawatir sama Dinda, nanti Dinda bisa makan kok di kantin rumah sakit bun.” Ucap Adinda
“Baiklah nak kalau mau gitu.” Ucap Bunda
“kalau gitu Dinda berangkat dulu ya bunda ayah dan kakak, Assalamualaikum.” Ucap Adinda seraya mencium tangan bunda ayah dan kakak.
“Waalaikumsalam” Ucap orang tuanya dan kakaknya yang sambil menyambut tangannya
Aku pun berlalu meninggalkan ruangan makan menuju bagasi, Sesampainya aku dibagasi Adinda pun masuk ke dalam mobil dan aku pun melajukan mobil meninggalkan rumah menuju ke Rumah Sakit.
Dalam perjalanan sekitar 45 menit, Adinda pun sampai di parkiran Rumah Sakit dan Adinda pun melihat sahabatnya dan Haris yang sudah datang dan sudah lama menunggunya, Adinda pun menyamperi mereka yang sudah lama menunggunya.
"Assalamualaikum."Ucap Adinda
"waalaikumsalam Dinda." Ucap mereka
"Maaf yah lama menungguku." Ucap Adinda
"iya Dinda tidak apa-apa." Ucap sahabatnya dan Haris.
"iya udah yuk kita masuk." Ucap Adinda
"iya yuk." Ucap zahra
Kami pun berlalu meninggalkan parkiran dan sama sama masuk kedalam Rumah Sakit.
Sesampainya kami di dalam Rumah Sakit kami pun mampir sebentar ke kantin untuk sarapan pagi karena tidak sempat untuk sarapan di Rumah.
"hei Zahra Nissa dan Alexa kita mampir yuk ke kantin." Ucap Adinda
"memangnya kamu belum serapan."ucap zahra
__ADS_1
"iya aku belum serapan pagi ini, Karna aku takut kalian lama menungguku."ucap Adinda sambil mengelus kepalanya yang tertutup hijabnya
"Dinda mengapa kamu tidak serapan dulu, takut kamu sakit, kami tidak apa-apa menunggu kamu lama terpenting kamu sudah makan." Ucap Alexa
"maaf yah." ucap Adinda
"iya Dinda, yuk kita kekantin." ucap Alexa
mereka pun pergi ke kantin, sesampainya di kantin mereka pun memesan makanan dan mereka pun makan dengan tenang tanpa ada suara dalam sekitar waktu 6 menit, kami pun selasai dari sarapan pagi kami.
Kemudian kami pun berlalu meninggalkan kantin menuju ke ke tempat petugas kesehatan untuk bertanya dimana ruangan Dokter Vino yaitu Dokter Spesialis Saraf, petugas kesehatan pun memberitahukan ruangan dokter Vino dan kami pun pergi ke Ruangan Dokter Vino yang sudah ditunjukkan oleh Petugas kesehatan.
Sesampainya kami di depan Ruangan Dokter Vino, kami pun mengetok pintu Ruang Dokter Vino.
Tok... tok....tok...... ( Suara pintu )
“Masuk.” ucap Dokter Vino
“Permisi Dok.” Ucap kami
“Iya ada perlu apa anda datang ke Ruangan saya” Ucap Dokter Vino
“maaf yah dok kami mengganggu anda, kami mendapat tugas dari kampus untuk melakukan praktek tentang penyakit saraf.” Ucap Adinda
“iya nggak apa, ini dengan saudara siapa ya.” Ucap Dokter Vino
“ohh ...kamu adiknya dari Dokter Nandini ya.” Ucap Dokter Vino yang senyum ramah
“Iya Dok saya adiknya.” Ucap Adinda yang senyum ramah
“Maaf saya lupa kemarin Kakakmu itu sudah memberi tau saya bahwa adiknya sama temannya mendapatkan tugas dari kampusnya untuk melakukan praktek penelitian di Rumah Sakit ini tentang penyakit saraf, kalau gitu kamu ikut saya ke Ruangan Pemeriksaan untuk memeriksa pasien yang mengalami penyakit saraf.” Ucap Dokter Vino sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
“Baik Dok.” Ucap kami
Kami pun keluar dari Ruangan Dokter Vino dan langsung mengikuti Dokter Vino untuk ke Ruang Pemeriksaan pasien yang mengalami Penyakit saraf, sesampainya kami di Ruang Pemeriksaan, disana Kami sudah melihat Suster dengan pasien yang akan melakukan pemeriksaan, Dokter Vino pun melakukan pemeriksaan dengan menggunakan Alat EEG dan menjelaskan tentang cara kegunaan alat EEG dan juga menjelaskan tentang penyakit saraf, penyebabnya dan cara mengatasi penyakit ini kepada kami, kemudian kami pun mencatat apa saja yang dijelaskan.
********
Penjelasan Alat EEG
Elektroensefalografi (EEG) adalah tes untuk mengukur aktivitas listrik di otak, menggunakan alat berbentuk cakram logam kecil (elektroda) yang terpasang pada kulit kepala Anda. Mengidentifikasi aktivitas listrik yang abnormal di otak, yang mungkin mengindikasikan adanya kelainan sistem saraf atau penyakit otak tertentu.
Sebagai informasi, sel-sel otak Anda berkomunikasi melalui impuls listrik yang aktif sepanjang waktu, termasuk saat tidur. Pada saat pemeriksaan EEG, aktivitas listrik tersebut akan terekam dalam bentuk garis bergelombang di layar komputer, dapat dicetak di kertas agar dapat lebih mudah dibaca dan ditafsirkan.
Fungsi EEG
Fungsi utama electroencephalography (EEG) adalah untuk mendeteksi dan menyelidiki epilepsi, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami kejang berulang atau kambuhan. Dengan tes rekam otak ini, dokter dapat mengidentifikasi jenis epilepsi yang Anda alami, hal-hal yang mungkin memicu terjadinya kejang kambuhan, serta pengobatan yang tepat dan terbaik.
__ADS_1
Penjelasan Penyakit saraf
Penyakit saraf adalah semua gangguan yang terjadi pada sistem saraf tubuh, meliputi otak dan sumsum tulang belakang (sistem saraf pusat), serta saraf yang menghubungkan sistem saraf pusat dengan seluruh organ tubuh (sistem saraf perifer).
Gejala penyakit saraf
• motorik merupakan jenis saraf yang mengatur pergerakan tubuh dan mengirim informasi dari otak ke otot.
• Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang.
• sensori merupakan saraf yang banyak terdapat di permukaan kulit dan berperan mengerim informasi rasa sakit seperti panas dan dingin ke otak.
Penyebab penyakit Saraf
Penggunaan obat-obatan terlarang
• Kegagalan fungsi organ
• Gangguan tiroid
• Mengalami gangguan mental, seperti depresi, kecemasan, dan psikosis
• Paparan racun seperti karbon monoksida, atau arsen
• Penyakit yang membuat menurunnya fungsi saraf, seperti penyakit Parkinson atau penyakit Alzheimer
Cara mengatasi penyakit saraf itu ada dua
Pengobatan sakit saraf
• Membatasi kadar gula darah pada penderita diabetes.
• Memperbaiki gizi.
• Mengganti obat, jika obat menyebabkan kerusakan saraf.
• Memberikan pereda rasa sakit, antidepresan trisiklik, atau beberapa obat antikejang untuk mengurangi nyeri saraf.
Dengan menggunakan bahan Alami Seperti Buah Apel dan Tanaman Dlingo
__ADS_1