Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 104 - Lamaran yang di tolak


__ADS_3

Kini Adinda baru saja sampai di hotel yang akan digunakan sebagai tempat diadakan resepsi pernikahan Nissa dan vano. Adinda datangnya bukan cuma dengan suami dan anaknya saja tapi juga datang dengan keluarganya, termasuk kakak dan adiknya yang sama sama ditunjuk sebagai Bridesmaid dan Groomsmen Nissa vano.


Didalam sana sudah ada zahra yang menunggu datangnya bersama Salwah.


“Assalamualaikum, maaf lama Zahra, karena tadi nunggu Salwah yang lagi dandanan.”Ucap Adinda.


“Waalaikumsalam, iya Din tidak apa-apa kok.”Jawab Zahra.


“Oiya Zahra mana yang lain, apa mereka belum datang”Tanya Adinda yang tidak melihat sosok Sahabat dan sekaligus Saudara iparnya.


“Mereka sudah datang Din, sekarang mereka ada di kamar Nissa dan kakak vano, katanya sih tadi mau menjemput tapi sudah di tunggu 20 menit mereka belum ada yang turun.”Jawab Zahra.


“Ayo mari kita susun mereka ke sana.”Ucap Adinda.


Mereka berlalu pergi menuju ke lift, Lalu mereka masuk kedalam lift dan menekan tombol lantai sebilah menuju ke tempat kamar Nissa dan vano berada.


Sementara suami dan anak mereka, serta Keluarga mereka langsung pergi ke Aula tempat lokasi yang akan diadakan Acara resepsi.


Tak lama pintu lift terbuka, mereka pun keluar dari lift dan lalu pergi ke kamar vano dan Nissa.


Namun saat belokan kanan menuju kamar hotel Nissa dan vano mereka pun bertemu dengan mereka, tak Nissa vano dan lainnya.


“Hei kalian mau kemana ini.”Tanya Nissa.


“Kami mau menjemput kamu lah Niss, emangnya mau apa lagi.”Jawab Zahra.


“Iya tidak mau apa-apa sih.”Ucap Nissa mengaruk kelapa yang tidak gatal tutup hijab.


“Ayo mari kita langsung saja pergi ke Aula.”Ucap Adinda.


Mereka langsung pergi turun menuju ke Aula tempat yang akan diadakan resepsi.

__ADS_1


****************


Saat ini mereka sudah sampai di depan pintu masuk Aula, disana sudah ada keluarga dan kedua orang tua dari pihak pengantin laki-laki dan wanita, berserta suami dan kakak mereka yang ditujuk sebagai groomsmen yang menunggu sebelum MC menyuruh mereka untuk masuk.


“Hadirin yang terhormat dan berbahagia, mari kita sambut orang tua dari pengantin wanita tuan Alif purnama dan nyonya Raisa Putri Avianny, di persilahkan untuk memasuki ruangan.”Ucap MC.


Papa dan mama Nissa nampak sekali menawan dan Elegan saat memasuki ruangan Aula tempat anak mereka akan mengadakan resepsi. Membuat para tamu yang hadir berdecak kagum.


“Baiklah selanjutnya mari kita sambut orang tua dari pengantin laki-laki tuan Elang Abraham dan nyonya intan Rahma, dipersilahkan memasuki ruangan.”Ucap MC. Papi dan mami vano pun masuk ruangan itu dengan sama halnya dengan mama Nissa yang bergandengan tangan papa Nissa.


“Selanjutnya mari kita sambut adik dari pengantin laki-laki Alexa Nafisah Abraham dan suami dipersilahkan untuk memasuki ruangan.”Ucap MC. Alexa dan Marvin pun berlalu memasuki ruangan itu dengan menggandeng tangan sang suami.


“Berikutnya mari kita sambut Bridesmaid dan groomsmen Zahra, Salwa, Adinda, salsa, Keira, Ega, Arya, Riko, Aldo dan Devin.”Ucap MC.


Mereka pun masuk Ruangan Aula itu dengan berbaris rapih membawa keranjang berisi bunga mawar putih pink dan juga hadiah khusus yang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk sepasang pengantin baru yang lagi berbahagia.


“Dan ini lah saat yang sudah kita tunggu tunggu dua anak manusia yang lagi berbahagia hari ini Alvano Airil Diansyah dan Anisa Alifah purnama.”Ucap MC.


Seluruh para tamu yang menghadiri acara itu juga ikut serta dengan memotret momen saat pengantin baru berjalan ke pelaminan itu.


Tertibanya di pelaminan Nissa dan vano langsung duduk di singgasana mereka dan diikuti oleh kedua orang tua mereka untuk menyambut para tamu yang hadir.


Tiba-tiba saatnya Adinda dan Bridesmaid lainnya untuk naik ke pelaminan memberikan selamat dan hadiah khusus yang dipersiapkan sebelumnya itu.


“Nissa dan kakak vano selamat menempuh hidup baru. semoga rumah tangga kalian selalu di berkah Allah SWT sampai maut memisahkan kalian.”Ucap Adinda yang memeluk sahabatnya dan kemudian giliran Zahra yang peluk Nissa.


“Selamat menempuh hidup baru wahai sahabatku, Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Dan semoga cepat diberikan momong momongan oleh Allah SWT.”Ucap Zahra.


“Terima kasih doa Dinda dan zahra.”Ucap Nissa dan vano.


“Sama sama, Oiya ini ada hadiah yang sudah aku dan Dinda siapkan khusus buat kalian berdua.”Ucap Zahra yang memberikan sebuah kontak berukuran cukup besar warna biru kepada Nissa.

__ADS_1


“Apa hal isinya Zahra.”Tanya Nissa.


“Coba kamu buka aja Niss.”Jawab Adinda. Nissa pun membuka kontak yang diberikan oleh Adinda dan Zahra tadi. Dan rangka terkejutnya Nissa yang melihat isi dari hadiah khusus yang diberikan sahabatnya itu sampai ia meneteskan air mata terharu.


Vano yang melihat istrinya menetes air mata itu langsung mengambil kotak berikan Adinda dan zahra dari tangan istrinya. Karena penasaran apa isi kontak itu sampai istrinya menitis air mata dan sama halnya dengan istrinya, vano pun juga ikut terkejut melihat isi hadiah yang diberikan Adinda dan zahra tadi yang berupa sepasang peralatan bayi seperti baju, topi, kaos kaki dan kain bedong.


“Itu kami berikan sebagai doa kami agar kalian berdua cepat diberikan momong momongan sama Allah SWT dan peralatan nanti bisa kalian gunakan saat sudah miliki anak.”Ucap Zahra.


“Makasih doa dan hadiah zahra Din.”Ucap Nissa dan vano.


“iya, kalau begitu kami turun dulu ya.”Ucap Zahra yang berlalu turun pelaminan bersama Adinda. Sementara Bridesmaid lainnya masih di pelaminan memberikan selamat dan hadiah mereka siapkan pengganti baru itu.


Tahapan demi tahap Acara resepsi sudah di lalui dan tiba saatnya Acara yang sudah ditunggu untuk kaum para Lanjar yaitu lempar bunker bunga. Semua orang yang masih Lanjar sudah berkumpul termasuk Keira, Salwah, Devin, ustad fawwaz dan Arya tapi tidak dengan Salsa yang cuma duduk sendirian di meja dekat meja Pasaman sambil memainkan handphone.


Mama Nissa yang lihat itu langsung menghampiri keponakannya yang duduk itu.


“Putri sayang, kamu kenapa tidak ikut maju untuk menangkap burket bunga yang di lemparkan saudara mu.”Tanya Mama Nissa.


“Nggak apa tan, putri hanya tidak ingin ikut aja menangkap burket bunga itu, karena putri terlalu capek-capek dan malas untuk berjalan.”Jawab Salsa.


“Iya udah kalau itu mau mu, tante tidak memaksa kok. Sebentar tante ambilkan dulu minum dan makan buat mu.”Ucap mama Nissa dan dianggukkan salsa.


Sementara MC sudah menghitung satu sampai tiga untuk Nissa dan vano yang akan melempar buket bunga. Akhirnya orang yang berhasil mendapat buket bunga dilempar Nissa dan vano adalah Devin, Devin yang mendapat bunga itu sempat buat dirinya untuk mengungkapkan perasaannya lagi dan lalu ia langsung mendatangi Salsa yang duduk sambil memainkan handphone. Sontak membuat Daddy salsa, orang tuanya Nissa dan lainnya yang lihat itu menjadi kaget.


“Putri, maukah kamu menikah dengan kakak.”Ucap Devin yang sudah berjongkok dihadapan salsa sambil memberikan buket bunga tadi ia dapatkan. Salsa yang lihat dan dengar itu sudah dari tadi menahan emosi dan kesannya.


“Plak!!..


Seluruh orang sangat terkejut dengan melihat Salsa yang menampar Devin. Termasuk juga dengan Alexa Nissa dan Adinda yang tidak nyaka kalau hubungan Devin dengan Salsa itu adalah saudara angkat, dan lebih buat mereka nggak nyangka lagi adalah Devin sudah lama mencintai Salsa.


Sementara salsa yang telah menampar Devin langsung aja pergi meninggalkan Acara resepsi itu tanpa menjelaskan apapun.

__ADS_1


__ADS_2