Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 70 - Kehabisan baterai


__ADS_3

Hari demi hari berlalu begitu saja tak terasa sekarang kandungan Adinda sudah masuk ke lima bulan dan hari ini Adinda akan bersiap siap pergi ke Rumah orang tuanya untuk menginap sementara waktu selama Ustad Abrisam pergi, dikarenakan selama dua bulan Ustad Abrisam akan pergi ke luar negeri mengurusi bisnis nya.


Sebenarnya awalnya Ustad Abrisam tidak mau pergi mengingat Adinda yang sedang Hamil.


Namun Adinda memaksakan ustad Abrisam untuk pergi mengingat bisnis yang ada luar negeri itu sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan dan para pekerja yang bekerja di perusahaan suaminya.


Adinda juga memberikan alasan ke suaminya bahwa dia bisa menjaga dirinya sendiri dan ditambah disini juga banyak orang yang bisa menjaganya tanpa ada yang perlu dikhawatirkan lagi.


Ustad Abrisam yang mendengar itu hanya Pasha aja menuruti apa yang dikata istrinya dengan perasaan campur aduk antar khawatir dan cemas.


"Mai kamu sudah selesai membereskan barang mu."Tanya Ustad Abrisam.


"Belum hubby sebentar lagi selesai."Ucap Adinda yang masih masuk barangnya kedalam koper. Saat kemudian Ustad Abrisam memanggil Adinda.


"Mai..."Panggil ustad Abrisam.


"Iya Hubby ada apa."Ucap Adinda yang masih memasukkan barang-barangnya.


“Mai apa perlukan hubby nggak usah pergi aja ya, biar Harry aja yang pergi mengawali hubby untuk keluar negeri.”Kata Ustad Abrisam yang masih merasakan khawatir dengan istri dan anak dikandungan istrinya.


“Gak hubby harus pergi, apa hubby lupa apa yang Mai bilang kemarin.”Ucap Adinda yang langsung menatap suaminya dan mengingatkan.


“Iya hubby ingat Mai tapikan hubby khawatir meninggalkan Mai sendirian.”kata Ustad Abrisam.


“Hubby gak usah khawatir Mai bisa jaga diri dengan anak kita dan tambah di Rumah Ayah sama bunda banyak orang yang menjaga Mai.”Ucap Adinda yang menyakinkan.


“Baiklah Mai.”pasrah Ustad Abrisam yang menurutin kata istrinya sambil buangan napas dalam.


“Yuk kita pergi hubby semua sudah siap.”Ucap Adinda memberi tahukan sambil membawa tas selempang nya.


“Iya udah yuk.”Ucap Ustad Abrisam sambil membawa barang Adinda dan sekalian juga membawa barang barangnya dikarenakan sehabis mengantarkan istrinya ke Rumah mentua nya Ustad Abrisam langsung pergi berangkat ke bandara.


Sesampainya di depan mobil ustad Abrisam langsung memasukkan semua barang istrinya dan barangnya kedalam bagasi mobil yang dibantu oleh bibi Siti sedangkan Adinda sudah masuk didalam mobil.


Setelah semua barang sudah masuk kedalam bagasi ustad Abrisam pun berpamitan dan menitipkan Rumah ke bibi Siti.


Lalu Ustad Abrisam masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya ke Rumah orang tua istrinya.

__ADS_1


***********


Tak lama Ustad Abrisam dan Adinda sampai di Rumah Ayah dan Bunda.


Lalu Adinda dan Ustad Abrisam turun dari mobil sambil menurunkan barang istrinya dari bagasi.


“Assalamualaikum.”Ucapkan Salam Adinda


“Waalaikumsalam.”Jawab Bunda yang baru keluar dari dalam Rumah.


“Hei Dinda sayang kamu datang nak.”Ucap Bunda yang senang melihat putrinya datang.


“iya Bunda.”Ucap Adinda yang mencium tangan Bunda nya.


“Nak suamimu mana sayang, apa dia nggak ikut.”Tanya Bunda yang tidak melihat menantu kesayangan. Belum sempat Adinda menjawab pertanyaan bundanya ustad Abrisam sudah datang.


“Assalamualaikum.”Salam Ustad Abrisam yang baru aja datang menyusul istrinya sambil membawa barang istrinya.


“Waalaikumsalam.”Jawab Bunda dan adinda bersamaan.


“Hei nak Abri mau kemana ya, kenapa bawa koper segala.”Tanya Bunda yang melihat menantu nya membawa koper.


“Iya nak Abri, bunda disini akan menjaga istrimu dengan baik. Tapi kamu juga disana harus hati-hati nak Jangan terlalu banyak bekerja dan pikiran lah kesehatan mu nak karna kesehatan itu suatu hal sangat penting yang perlu kita jaga.”Kata Bunda.


“Baik Bunda.”Ucap Ustad Abrisam.


“Iya udah yuk masuk nak.”Kata Bunda yang menyuruh putrinya dan menantu untuk masuk ke dalam. Adinda dan Ustad Abrisam hanya mengiyakan, Lalu mereka berdua pun masuk ke dalam.


Sesampainya didalam mereka melihat kakak Ega yang duduk di Ruangan keluarga mengecek email yang dikirimkan oleh pegawai perusahaannya.


Mereka yang melihat itu langsung menghampiri kakak Ega sambil mengucapkan salam.


“Assalamualaikum kak Ega.”Salam Adinda dan Ustad Abrisam bersama.


“Waalaikumsalam.”Jawab kakak Ega yang kemudian memberhentikan mengecek email nya untuk melihat siapa yang datang.


“Hei Dinda Abri tumben-tumbennya kalian datang kesini tidak kaya biasanya dan kalian juga mengapai bawa koper segala memangnya kalian mau kemana ya.”Tanya Kakak Ega yang melihat Adik perempuannya dan suaminya datang sambil bawa koper. Belum sempat Adinda menjawab sudah di jawab oleh bunda.

__ADS_1


“Ega... adikmu datang kesini untuk tinggal sementara selama nak Abri pergi nak.”Ucap Bunda.


“Abri memang kamu mau pergi kemana.”Tanya Kakak Ega.


“Ohh gini Ega saya mau pergi ke luar negeri mengurusi bisnis disana selama dua bulan, jadi saya terpaksa menitipkan Adinda kesini Karna di rumah Adinda tidak ada yang menjaganya dan ini termasuk juga keinginan Dinda.”Ucap Ustad Abrisam. Kakak yang mendengar itu hanya mengangguk aja bertanda mengerti.


Lalu telah itu Bunda langsung mengantar Adinda ke kamar yang ada di dekat Ruangan keluarga karna mengingat sekarang adinda sedang mengandung Jadi Bunda terpaksa menempatkan Adinda dilantai bawah.


Sesampainya di dalam Adinda dan Ustad Abrisam langsung menaruh tas dan koper.


Setelah itu Adinda dan Ustad Abrisam kembali lagi luar dikarenakan ustad Abrisam mau berpamitan.


“Ega... Saya pamit dulu ya.”Ucapan Ustad Abrisam yang aja ke luar dari kamar bersama Adinda.


“Cepat sekali pergi nya Abri.”Kata Kakak Ega.


“Iya Ega Karna saya langsung pergi ke bendara.”Kata Ustad Abrisam.


“Jadi kamu berangkat hari ini.”Tanya kakak Ega.


“Iya Ega, kalau itu saya pergi dulu tolong jaga istri dan anak saya.”kata ustad Abrisam.


“Baik abri, aku pasti akan jaga adikku dan calon keponakan tanpa kamu minta.”Ucap Kakak Ega.


“Assalamualaikum.”Ucapan Ustad Abrisam Setelah mencium tangan ibu mertua nya dan disusun dengan istrinya yang mencium tangannya. Lalu telah itu ustad Abrisam langsung aja pergi masuk ke mobil.


“Waalaikumsalam.”Jawab Kakak Ega dan Adinda sebelum ustad Abrisam pergi masuk mobil.


Setelah itu Adinda berlalu masuk ke kamar untuk membereskan semua barang-barangnya untuk dimasukkan ke dalam lemari.


Setelah semua barang sudah dimasukkan ke lemari, Adinda pun langsung mengambil laptop untuk mengerjakan skripsi yang akan diserahkan tiga bulan lagi.


Saat baru pertengahan mengetik tiba-tiba ada tanda baterai laptop Adinda mau habis.


Lalu Adinda cepat mencari powerbank didalam tasnya.


Tapi sayang powerbank tidak ditemukan.

__ADS_1


Lalu Adinda pun pergi keluar dari kamarnya mencari Bunda di dapur untuk mencoba bertanya.


__ADS_2